
Hah...!!? kau juga disini...!!?tanya Daeng moncobalang terperangah.
Bukan aku saja...!! Lihatlah...! kata Dewa Sedih, menunjuk ke atas...
Terlihat Sein melayang bersama Nenek Serba Tahu..
Melihat itu, Daeng Moncobalang semakin was was...
Hah...nenek itu datang juga...!!? gawat..!!
Nenek itu tak pernah berbelas kasihan pada lawannya...batinnya.
Daeng Moncobalang yang merasa kedatangan Dewa Sedih serta Nenek Serba Tahu yang berkemampuan jauh di atasnya akan menyulitkannya, segera berniat untuk bertindak licik seperti biasanya...
Baik..!! aku akan menghadapi kalian secara jantan satu lawa satu...siapa yang akan maju lebih dulu...? Tanya Daeng Moncobalang, ia berharap Karaeng Gantarang yang maju lebih dulu..
Ia merasa jika berhadapan dengan Karaeng Gantarang akan lebih mudah, paling tidak bisa seimbang, dan kesempatan melarikan diri lebih besar...
Pendekar, beri aku kesempatan menuntaskan yang mengganjal di masa lalu...! pinta Karaeng Gantarang..
Baiklah Karaeng Gantarang..!! kali ini jangan beri dia ampun...!!jawab Dewa Sedih kemudian menyingkir...
Karena ia melihat Sein melayang di atas bersama Nenek Serba Tahu..ia pun naik menghampiri keduanya..
Ah salam kakek guru..!! sapa Sein.
Tidak usah sungkan...!!
Kita amati saja siapa yang butuh bantuan...!!
Kakek..!! Bukankah kedua perempuan bulukan kerupuk kulit dibawah masih belum ada lawan..!? bagaimana kalau aku saja yang menggebuknya..
Mm..tidak perlu..!!.biar mereka yang menghadapinya..!! kata Dewa Sedih menunjuk dua orang yang dikenalnya...
Lou Sing dan Kou Sing...!! Seru Sein..
Terlihat Kou Sing dan Lou Sing menyerbu ke arah Ratu Kegelapan...
Kedua pendekar Benua Congko menyerang dengan jurus jurus andalan perguruan mereka..
di tambah lagi mereka sudah mendapat pencerahan dari Dewa Sedih yang menyebabkan tingkat bela diri keduanya melonjak dengan pesat...
Ratu kegelapan masih terlihat tenang mengghadapi kedua lawannya..
Melihat Ratu Kegelapan di keroyok dua orang dari Benua Congko, nenek Kimba hendak membantu Ratu Kegelapan, namun terhenti karena ia di hadapi oleh sorang tua sepuh...
Hehe...nenek raksasa, biar aku yang menghadapimu..! kata kakek Dai, si Alap Alap Kabut Selatan..
Kakek Dai...!!? Sein yang melihat dari atas, berseru...
Ya...Aku bersama Dai Nuhu juga tak mau ketinggalan menggebuk para perusak dunia ini..!! kata seorang yang juga sepuh...
Kakek Kaisar...!! seru Sein..
Kaisar kelana mengangguk pada Sein kemudian memberi hormat pada Dewa Sedih...
Salam Guru...ibu Guru...!! sapa Kaisar kelana pada Kedua Gurunya..
Hahaha...BeBa...!! kau masih saja seperti anak kecil,..!! ayolah...tidak usah sungkan ..!! jawab Dewa Sedih...
Terima kasih guru..!!Jawab Daeng Beba, Kaisar Kelana.
Selain pertarungan Nenek Kimba dan Dai Nuhu si Alap Alap Kabut Selatan yang baru saja di mulai, pertarungan semua pendekar semakin seru,
Pertarungan Datuk Ago dan Pandeka Langik..
Pertarungan Datuk Ago sudah mencapai tahap akhir...
Pandeka Langik sudah terlihat bulan bulanan..
serangan tombak batara surya tidak mampu di bendung oleh Pandeka Langik..
Aaaaaakkkkkh...!
Dada Pandeka Langik tertembus Tombak Batara Surya...
Pandeka Langik, tewas seketika dengan dada berlubang...
++
Di tempat terpisah,
Pertarungan dua belas jendral berzirah yang di hadapi oleh dua belas sesepuh aliansi pimpinan Ki Tapak Gajah juga sudah berhasil mendesak lawannya...
Tiga Jendral Berzirah sudah tewas, tersisa sembilan jendral lagi yang bertahan dengan gelagapan...
namun yang paling di parhatikan Dewa Sedih adalah pertarungan Karaeng Gantarang dengan Daeng Moncobalang..
Pertarungan Ambo Tapulaga dengan Ki Balang Nipa baru saja berakhir dengan kekalahan Ambo Tapulaga...
Ambo Tapulaga tewas dengan kepala remuk...
Kakek Dai pun sudah mengalahkan nenek Kimba...yang baru saja melarikan diri dengan luka dalam yang cukup parah...
Pada Pertarungan Karaeng Gantarang dan Si Muka Datar,
Heh..raja Gembel...!! apa cuma segitu kemampuanmu hah..!!? ejek Daeng Moncobalang.
Karaeng Gantarang tidak menanggapi, ia terus saja menggempur Daeng Moncobalang dengan pukulan pukulan mematikan...
Daeng Moncobalang membalas dengan tak kalah sengit..
Dentuman dentuman terdengar ketika kekuatan keduanya beradu..
Daeng Moncobalang yang melihat Kaisar Kelana juga sudah datang, menjadi tidak begitu serius bertarung, sebenarnya ia sedang mencari celah untuk melarikan diri...
Huh...pertarungan ini, kami tidak akan berakhir dengan baik..!! batin Muka Datar..
Setelah cukup lama bertukar serangan, akhirnya sebuah tendangan mendarat di perut Daeng Moncobalang...ia terpental jauh.
Awalnya Karaeng Gantarang heran mengapa bisa lawannya terpental sejauh itu,
Ia baru menyadari ketika ia melihat Daeng Moncobalang terpental berada di dekat Ratu Kegelapan, kemudian menarik dengan cepat Ratu Kegelapan dan kemudian juga menarik Nenek Bonggoeya pergi, menghilang dengan sekelebat cahaya..
Dewa sedih yang melihat ini, hendak segera mengejar,
Namun sudah di dahului Sein bergerak, tepat sebelum cahaya itu menghilang Sein Sempat memberikan pukulan menggunakan Pilar Langit...sedikit terdengar lengkingan Nenek Bonggoeya dan Ratu Kegelapan...tapi sosok ke tiganya sudah menghilang.
Kabut Jingga yang menyaksikan dari kejauhan hendak membatu namun melihat Ketiga sesepuh golongan hitam itu menghilang, ia pun mengurungkan niatnya...
Ia kemudian mundur teratur dan pergi dengan diam diam tanpa di ketahui oleh kelompoknya..
__ADS_1
Di tempat pertarungan Yasmin dan Nenek Bonggoeya,..
Yasmin keliatan kesal karena lawannya tiba tiba di sambar orang dan menghilang...
Pengecut...!! teriak Yasmin...
Yang bersyukur atas perginya lawannya adalah dua pendekar dari benua congko..Kou Sing dan Lou Sing...
Hupffff....! hampir saja..untung nenek nenek jelek itu segera pergi...!! nenek itu sangat sakti...!!gumam Kou Sing.
Sein, Kaisar Kelana, Nenek Serba Tahu dan Dewa Sedih segera turun menapak di dekat Datuk Ago..
Tap..tap...tap..tap...!
Empat orang menapak di depannya dan menyapa Datuk Ago .
Salam datuk..!! ah salam Dewa Sedih...
Karena para pimpinan golongan hitam telah melarikan diri dan sebagian ada yang menemui ajal, maka tanpa aba aba banyak pengikut golongan hitam langsung menyerah...
Yang mau bertaubat dilepaskan sedangkan yang masih melawan langsung di binasakan di tempat oleh Ki Tapak Gajah bersama pasukannya..
Semua tokoh golongan putih berkumpul di dekat Dewa Sedih..
Sedangkan para pasukan dari kerajaan bersorak gembira...
Kalian Segera menuju markas Kegelapan dan bersihkan sebersih bersihnya..!! perintah Datuk Ago...
Ki Tapak Gajah segera memimpin para pendekar dan pasukan ke Markas Kegelapan...
Sedangkan para pendekar sepuh masih menunggu di tempat itu...
Datuk...! apakah tidak berbahaya membiarkan mereka saja yang kemarkas kegelapan...?
Jangan sampai di sana telah menunggu para.dedengkot golongan hitam lainnya...!! ucap Yasmin.
Mm...benar juga..!!
Tapi tidak usah khawatir, keberadaan para grand master utusan keluarga bangsawan sudah cukup untuk menangani sisanya...kata Datuk Ago..
Tuan terimakasih bantuannya, Maaf...anda..!?? tanya datuk Ago ragu ragu..
Owh...Raja Kumbang Api...!!? tanya Yang lain..
Dewa Sedih yang hendak menjelaskan di beri kode oleh Nenek Serba Tahu agar tidak membuka siapa sebenarnya sosok Raja Kumbang Api...
Ah..maaf Datuk..!! sebelumnya aku jadi pengikut Ratu Kegelapan..tapi pencerahan dari Pangeran Sein..aku akhirnya sadar...aku berbalik melawan Ratu Kegelapan...Heheh...!! jelas sosok Raja Kumbang Api yang sejatinya adalah Sein.
Mm...Tuanlah yang paling berperan dalam pasukan aliansi kali ini..!! jika bukan karena tuan yang mengalahkan Guru Agung Kripadarma, maka semua akan terlihat berbeda saat ini...puji Datuk Ago..
Oh..Guru Agung Kripadarma hanya ingin bertukar beberapa jurus...seandainya beliau serius belum tentu aku bisa mengalahkannya..!! jelas Raja Kumbang Api lagi...
Tapi aalaupun begitu, aliansi dan kesultanan Datuk Delapan sangat berterima kasih pada anda tuan...!! ucap datuk Ago penuh hormat..
Ah...tidak masalah Datuk...! jawab Sin canggung...
Mm..baiklah tuan..aku akan memeriksa dulu area ini...silahkan istirahat dulu..!! kata Datuk Ago pamit kemudian bergerak mengitari tempat itu...
Kakek guru..! bagaimana guru bisa mengenalku..!?aku kan malih rupa..!?tanya Sein dalam Wujud Raja Kumbang Api...
Kami sudah melihat saat kau bertarung dengan Ketua Perguruan Tengkorak Darah..!!
Kau menggunakan Pukulan Cahaya Hitam kan..!!? jelas Nenek Serba Tahu..
Tapi jelaskan dulu mengapa kau malih rupa dan tidak ingin diketahui oleh orang lain..? Tanya Kaisar Kelana...
Ini supaya aku leluasa menyelidiki sesuatu kek..! Jawab Sein.
Oh..baguslah...! jawab Kisar Kelana..
Sein..segeralah pulang...!! Mentari butuh bantuanmu...kata Nenek Serba Tahu..
Hah...!!?.ada apa nek..!!? apa yang terjadi...!?
Sudah..pulang saja sana kau akan tahu sendiri nanti...! perintah Nenek Serba Tahu...
Iya..di sini serahkan saja pada kami. biar kami yang urus...!! kata Dewa Sedih...
Tapi..kakek dan kakek guru semua harus menyusul ke kediamanku ya...!! pinta Sein.
Mm...ya..kami akan kesana...!! kata Dewa Sedih...
Baik Nek..kek..aku mohon diri dulu...!!
Setelah pamit, Sein menarik tangan Yasmin kemudian berkelebat kembali melayang di udara dengan kecepatan yang tinggi...
Hmm..dengan begini kita bisa lebih cepat tiba di ibu kota..gimana Sein.
Yasmin..!! apa kau tahu masalah apa yang terjadi dengan Mentari..? tanya Sein.
Iya suamiku, tapi aku dari tadi tidak sempat memberitahumu...
Utari diculik orang..Jawab Yasmin.
Hah...!!? Sein segera membawa Yasmin turun di sebuah hutan...
Ceritakanlah...mudah mudahan belum terlambat menyelamatkannya...!! ucap Sein.
Yasmin yang sudah dalam posisi duduk santai mulai bercerita..
Ia menceritakan semua yang di ketahuinya dari Mentari..
Dari semua petunjuk, Berarti penculiknya berkaitan dengan orang di ibu kota..!! simpul Yasmin..
Sein sejak tadi hanya mendengarkan sambil menganalisa semua petunjuk...
Setelah cerita Yasmin berakhir ia kemudian melepaskan tanda untuk jaringan pengintai di ibukota...
Yasmin...ayo...!! kemudian lagi lagi menggandeng Yasmin melayang terbang menuju ibukota..
++
Di ibu kota,
Mentari terus menyelidiki hilangnya Utari..
Saat ini ia memerintahkan Alap Alap Biru mengintai setiap rumah di ibu kota..
Para Peracik yang menunggu Sein juga sudah mulai membantu mencari keberadaan Utari...
Ibu..! ayah dan ibu Yasmin kapan pulang..?
__ADS_1
Ayah sama ibu Yasmin sedang menghukum panjahat l, jadi mungkin sebentar lagi mereka pulang nak...!
Nyonya...ada laporan bahwa Orang benua Congko, Pangeran dan Kasimnya terlihat mencurigakan..!! lapor Alap Alap Biru..
Mm..pantau terus..kita tunggu sampai tuan kembali...!! jawab Mentari..
Baik Nonya...! jawab Alap Alap Biru kemudian berbalik pergi lagi...
++
Beberapa waktu sebelumnya..
Ketiga Sesepuh golongan hitam yang melarikan diri tadi, langsung muncul dalam markas kegelapan..
Resi Wanayaka yang memang bertugas memberi pengobatan pada Kakek Arsmut dan Ke enam Pendekar Bintang beserta beberapa anggota markas kegelapan tidak ikut ke medan tempur...
Appa yang terjadi...!!? tanya Resi wanayaka kaget..ketika tiba tiba melihat ketiga orang ini muncul di dalam markas dengan wajah pucat...
Hal buruk terjadi..!! kita kalah...!!
Resi...sebaik nya kita pergi dari sini...!! kata Ratu Kegelapan.
Bagaimana dengan mereka...? tanya Resi Wanayaka..
Sudah, ajak mereka yang bisa lari, yang tidak kita tinggalkan saja..! jawab nenek Bonggoeya. kemudian membawa Kakek Arsmut pergi..
Di perjalanan karena takut tersusul, mereka memutuskan untuk mengamankan Ratu Kegelapan dan Nenek Bonggoeya dulu...
Akhirnya mereka meminta Daeng Moncobalang membawa kedua nenek itu lebih dulu...mereka akan menyusul kemudian..berkumpul di Goa Tengkorak..
++
Saat ini, di sebuah hutan lebat...
Kabut Jingga terus berlari, ia hendak menuju ibu kota...
Jika tidak ada aral melintang aku akan sampai ke ibu kota besok malam...! batin Kabut Jingga...
Kabut jingga kemudian beristirahat di atas dahan pohon kalapi hutan,
Beberapa saat kemudian..
Sayup sayup terdengar orang yang melangkah ke arah tempat ia beristirahat...
Hmmm..semoga saja tidak ketahuan...! batin Kabut Jingga.
Ia berusaha menyamarkan keberadaannya...
Dengan hati hati ia tiarap di dahan pohon seperti seekor cicak...
Tak lama kemudian, rombongan orang berjalan dengan sangat hati hati...sudah berada di dekat pohon tempat ia tiarap...
Kita istirahat dulu disini...!! suara seorang sepuh yang seolah tak asing di telinga Kabut Jingga..
Tunggu...!! timpal seorang lainnya..
Hei..kau yang di atas pohon..turunlah...!!
Aduhhh...gawatt...aku ketahuan...!!
Bisa tahu keberadaanku, pasti pendekar sakti..!! batin Kabut Jingga.
Ia segera melompat turun..
Maaf tetua..saya sedang beristirahat di atas sana..! jelas Kabut Jingga..
Siapa Kau...!? dari perguruan mana..!? tanya Seorang tua...
Kabut Jingga yang dari tadi berfikir mengingat ingat suara yang dikenalnya ini, kini ia sudah ingat....
Kakek Arsmut...!! ini aku Kabut Jingga ucapnya senang...
Rupanya rombongan itu adalah kakek Arsmut bersama Resi Wanayaka dan beberapa pengikut Ratu Kegelapan lainnya,
Setelah berpisah dengan Daeng Moncobalang yang membawa Ratu Kegelapan dsn Nenek Bonggoeya untuk di amankan, mereka melanjutkan perjalanan dengan cara normal, karena Kakek Arsmut dan ke enam Pendekar Bintang sedang terluka parah dan masih dalam pemyembuhan..
Kabut Jingga..!? seru Kakek Arsmut.
Iya Kek..! sahut Kabut Jingga sambil menyodorkan plakat tanda anggota miliknya...
Kakek Arsmut segera mengenali plakat itu...
Kau salah satu anggota tiga puluh Kabut Pengintai...!?? tanya Kakek Arsmut.
Betul Kek...!! jawab Kabut Jingga...
Plakkk....!!
Aduh...!! Kabut Jingga terpekik..
Sebuah tamparan mendarat di pipi Kabut Jingga...
Mengapa kau tak mengirim laporan..!! hardik Kakek Arsmut.
Kami kalah telak karena kalian tidak bisa diandalkan...!! bentak Kakek Arsmut, mulai menimpakan kesalahan pada tiga puluh Kabut Pengintai...
Ma..maaf kek..!! tapi guru mengatakan kalau guru akan menemui kami di hutan bambu..
Rencana penyerangan aliansi juga tidak di umumkan sampai pasukan tiba di jebakan pasir...! jelas Kabut Jingga..
Halah...alasan..!!! potong Pendekar Diam Mulut Berbisa itu...
Kakek Arsmut masih hendak menampar Kabut Jingga tapi di tahan oleh Resi Wanayaka..
Sudah..!! apa kau lupa kalau istrimu sedang sibuk merawat lukamu sampai ia lupa menemui mereka di hutan bambu timur ibukota..!!? Sergah Resi Wanayaka...
Mendengar itu itu, kakek Arsmut hanya bisa terdiam...
Baiklah..nak, sekarang kau mau kemana.!!? tanya Resi Wanayaka.
Aku ingin mencari guruku, apa Resi tau di mana guruku..!?
Ahh..sebaiknya kau tidak berjalan bersama kami..!!
untuk menghindari kejaran golongan putih...
Kalau kau bersama kami, kau akan dalam bahaya...jelas Resi Wanayaka.
Tapi Resi , bagai mana aku bisa menemukan guruku ...!!?
Kau pergi saja ke Benua Tengah, cari tempat bernama Goa Neraka di Ngarai Hitam..!! Ucap Resi Wanayaka.
__ADS_1
Baiklah Resi...aku akan pulang dulu baru kemudian menyusul ke goa tengkorak mencari guruku..! kata Kabut Jingga..
+++