Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Strategi Tempur Pasukan Berani Mati


__ADS_3

Tapi satu persatu kita akan menyelesaikan semua ini bersama sama...! tambah Yasmin.


Banyak petarung tingkat tinggi yang sedang mengincar kita, kata Mentari..


Ya..untung saja para tetua sepuh bersedia membantu kita..


Nenek serba tahu terus memperhatikan mereka dengan diam...


Sementara itu,


Di ruang depan,.para tetua sedang serius membahas rencana selanjutnya..


Menurut Tuan Sutan,. bagaimana mengatasi para petarung ini, mereka silih berganti akan datang..ini tidak akan ada habisnya..?! tanya Kiyai Malaka..


Aku juga masih belum menemukan caranya, jalan satu-satunya saat ini adalah mengungsi, bersembunyi sementara waktu..! jawab Sutan Rajo Bintang...


Ya...walau cara ini tidak akan menyelesaikan masalah dengan tuntas, tapi setidaknya bisa sedikit mengurangi pertumpahan darah...! timpal Begawan Sidik Parasada..


Anakku, ..apa kau punya rencana..? tanya Dewa Sedih..


Tetua, ini semua terjadi karena berita yang disebarkan oleh orang orang suruhan permaisuri, bahwa kami memiliki cakram sudarsana dan kitab ganjar dewa..


Karena itulah, tadi aku memerintahkan alap alap biru untuk membakar kediaman kami, lalu menyebarkan berita bahwa kami terluka parah, serta cakram sudarsana dan kitab ganjar dewa berhasil direbut oleh permaisuri..! dan berita ini dipastikan akan sampai ke bemua parsi dan benua congko...! jelas Sein..


Sekali kali biar permaisuri itu merasakan bagaimana serunya di kejar kejar pembunuh dari seluruh dunia...hehehe...! tambah Sein.


Hah..? hahahaha....anakku kau memang jenius luar biasa...! puji Dewa Sedih tertawa senang..


Para Sesepuh di ruangan itu pun mengangguk puas...


Pangeran memang sangat cerdas, di angkatan seusia pangeran saat ini, sepertinya pangeranlah yang paling jenius..! puji Begawan Sidik Parasada.


Anakku, kau benar benar luar biasa, membakar rumah sendiri untuk kembalikan serangan ke permaisuri...bisa memikirkan cara seperti ini kau benar benar sungguh mengerikan..! Kata Kiyai Malaka..


Hehe...aku hanya berusaha membalikkan arah panah yang selama ini wanita gila itu arahkan pada kami...! timpal Sein.


Tunggu, bagaimana jika permaisuri bisa menangkal ini...? seandainya para petarung itu tidak percaya akan berita yang pangeran sebarkan bagaimana..? tanya Sutan Rajo Bintang..


Alap alap biru akan memainkan situasi, agar memastikan mulut dunia persilatan bersahut sahutan menyebut keberhasilan permaisuri merebut kitab Ganjar Dewa dan Cakram Sudarsana.., selanjutnya kita hanya akan menunggu sampai situasi sepenuhnya berbalik mengarah ke permaisuri...! jelas Sein.


Oh, luar biasa..! seru Sutan Rajo Bintang..


Anakku, apakah kita akan menunggu untuk waktu yang lama..?


Paling lama hanya dalam tujuh hari, tetua.., keadaan akan berbalik...


hari hari menegangkan akan terjadi di istana permaisuri..


Apakah semua orang selain permaisuri akan mempercayai berita ini..?


Tentu saja tetap akan ada orang selain permaisiri yang tidak percaya berita ini, tetua..


Oh..?


Ya, orang itu tahu dengan pasti aku tidak dikalahkan oleh permaisuri... selain itu, dia juga tahu dengan pasti, kalau kitab Ganjar Dewa memang tidak pernah ada padaku..! jelas Sein.


Anakku, yang kau ucapkan semakin misterius saja..! Timpal Kiyai Malaka..


+


Siang telah berlalu


Malam hari pun tiba,


Ibukota sangat ramai sejak sore hari..


Pedagang dan beberapa pendekar memang sejak beberapa minggu sebelumnya mendengar kabar akan ada peristiwa besar di ibukota, hal ini akibat ulah dari permaisuri yang sengaja menyebar berita akan perebutan senjata dan kitab legenda yang telah lama menghilang itu..


Tujuannya adalah untuk membuat Sein dan pendukungnya kerepotan dengan menghadapi gangguan gangguan kecil yang sebabkan para pendekar ini..


Maka dengan ini, akan menguras energi Sein dan pendukungnya, sebelum beberapa petarung tingkat tinggi yang di undangnya dari benua Parsi dan Congko tiba...


Situasi ini, dimanfaatkan dengan baik Kelompok oleh Alap Alap Biru,


Sejak Siang hingga Sore tadi, hampir setiap warung makan, pasar dan beberapa pusat keramaian, membicarakan kalau malam ini akan terjadi pertarungan hebat memperebutkan Kitab Ganjar Dewa dan Cakram Sudarsana..


Maka dengan sendirinya, tercipta situasi seperti yang di harapkan Sein,..


Situasi di mana semua mata mulut dan telinga menuju ibukota, dan tepatnya pada Kediaman Sein...


+


Sampai pada Malam itu,


Pertarungan Sengit terjadi di halaman kediaman Sein.., nampak Sein dikeroyok oleh beberapa orang...


Di belakang mereka, api berkorbar dengan sangat besar, menelan meluluh lantakkan kediaman itu..


Pangeran,..Menyerahlah dan berikan Kitab Ganjar Dewa,


Bersamaan dengan itu, seseorang dengan penutup wajah, keluar dari kobaran api dari kediaman..


Aku sudah mendapatkan cakram sudarsana dari istrinya, ayo paksa dia mengeluarkan kitab Ganjar Dewa...! seru orang yang keluar dari kobaran api itu,


Hehehe, kau dengar sendiri pangeran, cakram sudarsana sudah tidak di tangan istrimu lagi.., sebaiknya kau menyerah saja..! kata salah satu pengeroyok..


Dari jauh, sesosok wanita paruh baya menyaksikan kejadian ini dengan seksama...


Hmm...siapa orang orang ini..?batin wanita paruh baya..


Wanita ini adalah seorang petarung dari dunia persilatan golongan Netral..


Beberapa saat memperhatikan situasi yang terjadi, wanita ini menyadari bahwa bukan hanya dia saja yang sedang mengintai...


Ada banyak petarung yang mengintai, siap memanfaatkan situasi sewaktu waktu..

__ADS_1


Selain itu, beberapa pedagang dengan penasaran juga menonton kebakaran ini tanpa berusaha memberikan pertolongan untuk memadamkan api...


Beberapa saat kemudian, Sebuah kereta kuda dikawal empat puluh orang prajurit berseragam lengkap berhenti tepat di depan kediaman Sein..


Tidak ada seorang pun yang keluar dari dalam kereta itu, hanya sedikit tirai yang tersibak..


Lalu orang berpenutup wajah yang keluar dari kobaran api segera mendekat ke kereta, kemudian lelaki itu membungkuk menyerahkan Sesuatu pada orang dalam kereta,..


Setelah itu, tampak Pangran Sein yang dari tadi telah di keroyok, terlempar dari kepungan pengeroyok, dan sebuah kitab terlempar dari balik jubahnya yang koyak, dan tergeletak tak jauh dari tubuhnya..


Namun, Sekitar dua tarikan nafas kemudian , tubuh Sein di sambar dan di bawa pergi oleh seseorang dalam keadaan terluka parah..


Sebuah kitab tergeletak begitu saja, di pungut oleh salah seorang pengeroyok tadi, lalu kembali menyerahkannya pada orang di kereta ..


Setelah itu dengan cepat, kereta melaju pergi ke arah istana...


Para petarung dan orang orang yang menyaksikan kejadian ini memiliki kesimpulan sendiri sendiri di dalam kepala mereka,..


saat kereta melaju, ada beberapa petarung yang hendak mengambil keuntungan dari situasi ini, mereka ingin merampas sesuatu dari orang di dalam kereta,...


tapi empat puluh prajurit pengawal ini mampu menghalau mereka dengan mudah....


Ada beberapa prajurit lain yang menyaksikan kejadian ini, mereka hendak membantu, tapi melihat bendera yang berkibar di kereta,


mereka hanya menyaksikan saja dari kejauhan...


Kereta Permaisuri,...! seru salah seorang prajurit...


Sebwiknya kita jangan ikut campur...! pura pura tidak lihat saja...! timpal yang lain..


Permaisuri terkenal cukup galak, jadi para prajurit ini tidak berani mencampuri urusan permaisuri tanpa perintah langsung dari permaisuri..


Setelah gangguan kecil itu selesai di singkirkan, kereta terus melaju ke istana..


Wanita paruh baya yang dari tadi mengintai, akhirnya berkelebat pergi...


Bagi warga ibukota yang mengenal keluarga Sein banyak yang merasa simpati atas kejadian yang menimpa keluarga Sein ini,


Tapi lain ini bagi para petarung di dunia persilatan..


seketika dunia persilatan menjadi gempar...


Sementara itu, kereta terus melaju ke kediaman permaisuri, namun orang di dalam kereta sudah tidak ada, juga dengan ke empat puluh prajurit pengawal kereta, semuanya sudah menghilang seketika di tengah gelapnya malam..


+


Keesokan harinya,


Dunia persilatan di gemparkan dengan berita mengenai di rebutnya dua pusaka dunia persilatan oleh permaisuri..


Hal ini menjadikan dunia persilatan golongan hitam semakin tidak menyukai orang orang kesultanan Datuk Delapan...


Sebelumnya karena Kesultanan Datuk Delapan memimpin aliansi golongan putih untuk membasmi Ratu Kegelapan dan Kelompoknya...


Kini, mendengar kedua pusaka dunia persilatan itu telah berada di tangan pihak Jesultanan, kebencian mereka pada Kesultanan Datuk Delapan Kian bertambah...


Baginda Sultan bersama Delapan Datuk dan pejabat penting kesultanan mengadakan Pertemuan...


Mereka memikirkan tentang berita yang menggemparkan dunia persilatan..


Baginda..! berita tentang kedua pusaka dunia persilatan itu, pasti akan membuat malam malam kita sulit untuk tidur..! kata Menteri Hukum.


Ya menteri hukum benar, akan ada banyak pendekar yang akan menerobos ataupun menyusup ke istana ini untuk mendapatkan kedua pusaka itu..! timpal Menteri pertahanan.


Baginda, selanjutnya apa yang akan kita lakukan...


Hmh...hal ini sudah sampai seperti ini, perketat saja keamanan Istana..tambah kekuatan pengamanan...! Perintah Sultan..


Baginda,..! untuk menambah kekuatan, tentunya kita akan menerima orang orang baru untuk bergabung menjadi pengaman istana..


Melakukan hal itu Saat ini, akan menjadi kesempatan bagi para penyusup untuk masuk istana..mereka bisa menyamar menjadi pengamanan..Timbang


Datuk Ago


Mm...Datuk ada benarnya, tapi apa lagi yang dapat kita lakukan..? apakah datuk punya saran..?timpal Baginda Sultan bertanya..


Kami delapan datuk sudah bersiap sejak lama, untuk hal hal seperti ini..


Murid murid kami akan membantu penjagaan keamanan istana..! kata Datuk Rangkayo..


Wah, kalau para datuk dan murid muridnya membantu keamanan, maka kita akan merasa lega dalam hal ini...! timpal salah seorang menteri...


Ya...betul itu menang sangat bagus...! tambah yang lainnya lagi..


baiklah, diputuskan begitu saja, kita tidak akan mengambil dari luar untuk tambahan tenaga pengamanan, cukup murid murid dari Delapan Datuk..


Akhirnya pertemuan itu pun bubar dengan kesimpulan dari baginda sultan...


Di kediaman permaisuri..


lengkingan suara permaisuri memenuhi ruangan...


Sipa yang telah berani menyebarkan berita seperti ini...?tanya permaisuri


Ia tidak terima dikatakan telah berebut dua pusaka dunia persiltan...


Yang mulia, sekarang kekuatan dunia persilatan akan mengarah ke istana...


Hmh...kurang ajar..!! cepat selidiki berita ini..., musnahkan semua yang terlibat...! perintah permaisuri..


Baru saja permaisuri memberi perintah, sorang dayang masuk ke ruangannya demam tergesa gesa..


Lapor yang mulia, pertemuan istana telah berakhir, baginda sultan telah memutuskan menambah kekuatan pengamanan,


Dan para datuk menyarankan menggunakan murid murid mereka sebagai tenaga pengamanan tambahan.., dan sudah di setujui oleh Baginda Sultan..

__ADS_1


Huh...Delapan datuk itu benar benar tahu bagaimana agar tetap mengemdalikan kesultanan ini..! rutuk Permaisuri..


Sudahlah, kesampingkan dulu maslah tenaga pengamanan itu,


Dari beritanya, malan itu Sein terluka parah dan dilarikan oleh seseorang...


Sekarang kalian selidiki kemana pangeran Sein dibawa oleh penolongnya itu,..! perintah permaisuri..


Baik yang mulia...! kata salah seorang anggota kelompok pengintai yang selama ini dikendalian oleh permaisuri, lalu berlalu pergi melaksanakan apa yang di perintahkan padanya.....


Di tempat lain di istana..


Baginda Sultan sedang berbicara dengan Ince Zulfa, sang sekertaris kesultanan..


Zulfa,..bagaimana situasinya..


Tuanku, semua masih dalam kendali kita..,


Kejadian ini juga ada baiknya, permaisuri, wanita gila itu, tidak akan leluasa untuk bergerak...! kata Ince Zulfa.


Ya, Dan juga Kesultanan Okdoman akan lebih memperhatikan kesultanan ini...


Semoga saja mereka mengirimkan beberapa petarung hebat lagi untuk membantu menjaga kestabilkan Kesultanan ini...! tambah baginda Sultan..


+


Di Ujung utara Benua Barat,..


Sein duduk santai di depan kediaman bambu kuning...


ia membaca lembaran yang di berikan oleh Salman ketika hendak berpisah beberapa waktu yang lalu...


"Strategi tempur, pasukan Berani Mati.."


Patek satu,


'Pembentukan mental..'


Pertama, menanamkan kepercayaan penuh pada Sang Pencipta...


Menanamkan kebanggan dalam diri pasukan, bahwa mereka adalah orang orang pilihan dari sang pencipta yang bertugas mewakili sang pencipta menertibkan kehidupan alam semesta..


Memperkenalkan Janji Jani sang pencipta bagi siapa saja yang mengikuti aturan-Nya dan menaati ajaran Utusannya..


Kedua, menanamkan kesadaran mental, siap tempur tanpa kenal lelah..demi mencapai tujuan kebaikan..


Ketiga, menanamkan semangat rela berkorban, waktu tenaga harta dan bahkan nyawa, demi menaati perintah-Nya..membela kebenaran dan kebaikan...


Keempat, melatih ketiga tahapan dengan keadaan nyata..


Patek Dua,


'Pembentukan Kekuatan..'


Melatih fisik dan keterpaduan gerakan, melalui keterpaduan hati secara lahir dan batin antara pasukan dengan cara memberikan latihan hidup mati..jika mencapai tahap ini, tiap anggota pasukan akan dapat saling mengerti dan memahami satu sama lain tanpa berbicara..


Patek Tiga,


' Pembentukan Formasi Tarung..'


Sei! terus membaca sampai pembahasan mengenai formasi tempur pasukan berani mati dalam lembaran itu selesai..


Setelah menutup dan menyimpan lembaran itu, Sein nampak berfikir agak lama..


Setelah itu ia memberikan tanda untuk memanggil anggota Alap Alap Biru ..


Sedangkan Pasukan Biru yang sudah menyamar menjadi pengawal kereta permaisuri pada malam sebelumnya baru saja tiba dan bersembunyi di sekitar hutan bambu kuning...


Selang beberapa saat, anggota alap alap biru nomor dua puluh satu segera menghadap...


Alap Alap nomor Dua puluh satu, menghadap tuanku...! seru Alap Alap Biru nomor dua puluh satu..


Mm...


Ceritakanlah Bagaimana perkembangannya...? tanya Sein menanyakan hal mengenai strateginya untuk menyerang balik permaisuri..


Saat ini dunia persilatan sudah gempar, bahkan sampai ke.sembilan benua jauh, semua kekuatan yang tertarik dengan kedua pusaka dunia persilatan itu sudah mengarah ke istana..! jawab Dua puluh satu..


Hehehe, bagus..!!


Buat lagi keributan berikutnya,..


sebarkan berita kalau kitab Kaisar Naga di pegang oleh Baginda Sultan..! perintah Sein.


Baik tuan...! hamba mohon diri..! kata Alap Alap Biru nomor dua puluh satu lalu beranjak pergi..


Setelah kepergian Alap Alap Biru nomor dua puluh satu, Sein menuju kedalam hutan bambu kuning lalu memanggil empat puluh Pasukan Biru..


Segera, keempat puluh orang berzirah biru bertopeng perak berbaris dengan teratur di hadapan Sein..


Setelah itu, Sein memulai memberikan pesan pesan sebagaimana maksud 'Strategi Tempur Pasukan Berani Mati' yang tertulis dalam lembaran yang dibaca Sein sebelumnya..


Kita ini telah diciptakan oleh sang maha pencipta, yang maha tinggi, yang maha agung dan maha tunggal...


Sang pencipta juga telah mengangkat para Utusan.., yang merupakan pendahulu kita di jalan kebenaran...


Aku telah bertemu murid sang Utusan Agung,


Utusan Agung telah memilihku untuk menjadi muridnya..


Dan memberi tugas padaku untuk menjaga ketertiban alam semesata..


dan karena kalian telah mengikutiku,


Maka saat ini, Adalah tugas kita untuk meneruskan tugas mulia para pendahulu kita itu,..

__ADS_1


Menjaga alam semesta dengan baik..mempertahankan nilai nilai kebaikan dalam kehidupan ini...


+++


__ADS_2