
Di arena pertandingan,
Angku Barasati yang sebelumnya mengetahui pengaturan Angku Raja sati...sedikit keheranan.
Kau rupanya, ingin mengambil kesempatan...!! hardik Barasati.
Hehehe...kalau ada, tentu aku tidak akan menyia nyiakannya...jawab Jin Hong.
Aku akan mengirim mayat mu kembali kekerajaan Jin..!! Bentak Barasati.
Tidak akan semudah itu...!! Ejek Jin Hong.
Wasit yang berdiri di antara mereka segera menjelaskan aturan pertandingan...
Yang dinyatakan kalah adalah yang tidak dapat bangun untuk mrlanjutkan pertandingan sampai hitungan kesepuluh serta yang keluar dari arena..
Keduanya mengangguk pelan..
Wasit memberi aba aba tanda pertarungan di mulai...
Keduanya saling serang dengan gencar...
tak terasa mereka sudah beradu beberapa gerakan ..
Pakk...!! kedua tapak beradu...
keduanya jungkir kebelakang di udara dan berdiri dengan sigap...
Keduanya kini mengambil jarak untuk kembali mengatur serangan.
Heh...Pangeran Jin..kau boleh juga...
Oh..tentu saja...aku kemari untuk tuan putri..tentu harus menjadi yang terbaik baru dikatakan layak...!! timpal Jin Hong.
Huh..ayo kita buktikan omonganmu...
Angku Barasati segera menerjang dengan jurus jurus tangan kosong bertenaga dalam tinggi...
Pangeran Jin menghindar dengan sigap...
Keduanya nampak berimbang....!!
Suamiku..! sepertinya mereka seimbang...bisik Mentari.
Sein menganguk..pemuda dari Benua Congko itu lebih unggul dalam kesabaran...dalam hal sabar ia jauh diatas anak Angku Sati itu...jawab Sein juga berbisik.
Beberapa saat saling beradu jurus, Angku Barasati mulai tidak sabar...sementara pangeran Jin terus meladeninya dengan santai...
Dalam kondisi kekuatan hampir berimbang maka kesabaran dalam pertarungan sangat menentukan kemenangan...tambah Sein...yang di iringi anggukan kepala dari Mentari.
Angku Barasati melompat mundur...
Huh...!! kau cukup hebat juga pangeran...!!
Baiklah..aku akan serius kali ini...!!
Angku Barasati bersiap mengerahkan ilmu andalan Delapan Datuk yang menjadi gurunya...
Pukulan Tapak Batara...!! Seru Angku Barasati sembari mendorongkan tapaknya yang bersisi energi panas, seketika arena menjadi sangat panas...
Masing masing yang hadir ditempat itu mengerahkan energi pelindung...
Energi berwarna perak ke kuningan berasal dari tapak Angku Barasati itu menerjang dengan cepat ke arah Pangeran Jin...
Tak mau kalah, Pangeran Jin juga yang sudah bersiap sejak tadi...menyambut energi tapak itu dengan dorongan pukulan tenaga dalam tinggi...
Benteng Naga Halilintar...!! Seru Pangeran Jin Hong.
Kedua kekuatan bertemu, saling beradu...
Dhammmmm!!!
Keduanya terpental tiga tombak...
Darah mengalir di sudut bibir Pangeran Jin...
Angku Barasati memuntahkan darah hitam....
Keduanya terluka dalam...
Segera Datuk Tan Gadang...melompat memeriksa keadaan Angku Barasati...
Pengawal Pangeran Jin juga melesat memeriksa tuannya..
Hmm...Datuk Tan Gadang menyalurkan hawa murni untuk mengobati muridnya...
Setelah beberapa saat wajah Angku Barasati yang tadinya pucat kini kembali normal...
Kondisi Pangeran Jin juga sudah normal kembali..
Wasit mengumumkan bahwa keduanya berimbang..maka pertarungan akan dilanjutkan lagi..
Keduanya segera bersiap kembali..
Gunakan ajian Delapan Mata Angin bersamaan dengan Tapak Batara...!! bisik Datuk Tan Gadang.
Angku Barasati mengangguk pelan...Datuk Tan Gadang segera berkelebat kembali ke tempat duduknya.
Pangeran Jin juga dibisiki sesuatu oleh pengawalnya, sebelum pengawal itu kembali ketempatnya.
Keduanya kini berhadap hadapan kembali...
Angku Barasati segera mengerahkan Ajian Delapan Mata Angin...kemudian mengerahkan Aji Tapak Batara..energi yang dimiliki Tapak Batara kini laksana delapan kali lebih kuat dan lebih lincah mengurung Pangeran Jin dari delapan penjuru....
Pangeran Jin terlambat membalas...ia hendak mengerahkan Delapan Belas Langkah Naga...kemudian menyambut serangan lawan dengan pukulan Naga Air...tapi ia kalah cepat....
Ia hanya dapat menghindari lima serangan Tapak Batara..yang tiganya bersarang di pinggang, perut dan kepalanya...
Pangeran Jin terpental lima tombak...
Untung saja energi pelindungnya dapat meredam sedikit kekuatan Tapak Batara...
Ia tergeletak dengan sekujur tubuh memerah seperti terkena ledakan besar...kulitnya banyak yang terkelupas....
Akhh...ia merintih pelan...dengan nafas terengah...
Pengawalnya segera melompat dan memeriksa keadaannya..
Pangeran bertahanlah...!!
ia segera menyalurkan hawa murni pada Pangeran Jin Hong...
Sesaat kemudian nafas pangeran Jin Hong sudah mulai teratur..
Petugas pertandingan menuntun pengawal pangeran Jin Hong membawanya ke kediaman...kemudian merawat tuannya...
Di arena...
Wasit telah mengumumkan bahwa Angku Barasati memenangkan pertandingan dan akan menghadapi Sein.
Angku Barasati di persilahkan untuk istirahat dulu memulihkan tenaga...sedangkan Sein akan berhadapan terlebih dahulu dengan Angku Prajasati...adik Barasati..untuk memperebutkan Mentari..
Keduanya saat ini berada di arena saling berhadapan...
Mentari segera memakai penutup telinga dan juga memberi ayahnya sepasang penutup telinga yang sama ..yang telah dibuat khusus oleh Sein..
__ADS_1
ini pernah ia berikan pada Mentari dan Yasmin sebelum menggunakan Seruling Neraka.
Ditempat duduknya, Yasmin juga segera menutup telinga dengan penutup telinga yang sama seperti Mentari.
Wasit memberi tanda pertandingan di mulai...
Sein mengeluarkan Seruling Hitam...segera meniupnya dengan ilmu
Seruling Kematian menggunakan tenaga dalam yang cukup tinggi.
Sekaligus ia ingin menguji kemampuan Delapan Datuk dan beberapa pendekar lain yang hadir.
Seruling Neraka..!!
Seruling Kematian...!!
Seru Delapan Datuk bersamaan dengan beberapa hadirin...
Seketika aura kematian yang sangat pekat menyelimuti sampai seratus tombak dari tempat itu..
Dari kejauhan arena akademi terlihat sangat mengerikan..akan membuat siapa saja kehilangan tenaga akibat tekanan energi kegelapan yang sangat menekan.
Tuiiiiitttt....tiiiiiiiit..tiuuuuuuuuttt....!!
Akrrrhgghhhhh....jeritan susul menyusul disertai berjatuhannya beberapa pendekar....
Di kediaman Kesturi,
Pengawal pangeran Jin Hong terkejut...
Seruling Raja Neraka...!!?serunya.
ya..ilmu seruling ini dikenal di benua congko dengan nama seruling Raja Neraka..
Ia merasakan aura gelap miliknya tidak ada apa apanya dibanding aura kematian ini...ia.merasa lemas....
Prajasati mencoba bertahan namun beberapa saat segera tumbang...telinga dan hidungnya mengeluarkan darah hitam...ia pingsan seketika.
Sementara tubuh Delapan Datuk dan beberapa pendekar hebat lainnya bergetar hebat...mereka membuat pelindung untuk Baginda Sultan para dan keluarga kerajaan yang hadir...
Wasit yang berada diluar arena juga jatuh berlutut...berusaha menahan dengan sekuat tenaga menggunakan energi pelindung.
Setelah melihat Prajasati terkapar
Sein menghentikan tiupannya...
Barulah suasana di tempat itu berubah normal....
semua orang bisa bernafas dengan lega..
Datuk Tan Gadang seperti sebelumnya terhadap Barasati, ia memeriksa keadaan Prajasati...
Prajasatilah yang banyak menerima hantaman energi kegelapan sehingga dampaknya juga sangat besar bagi Prajasati...
Praja..!! Seru Datuk Tan Gadang yang melihat Prajasati tidak bergerak...
Tenang saja senior...!! ia hanya pingsan...ia akan baik baik saja nanti...
tetapi pusat tenaga dalamnya sudah musnah...!
Ucap Sein...
Apa...!??Datuk Tan Gadang segera memeriksa pusat tenaga dalam Prajasati...
Ia menggeleng..kemudian mendengus marah...
Pangeran Sein..!! Kau sangat Kejam...!
kau memusnahkan beladiri muridku...aku akan meminta pertanggungjawabanmu..
Tunggu...!! Cegah wasit...
Ini masih dalam pertandingan...!! Sesepuh mohon kembali dulu...
Datuk Tan Gadang berhenti,
Kau akan membayar mahal pangeran..!!
petugas..!! bawa Prajasati ke kamar..!! kemudian ia berbalik kembali ke tempat duduknya..
Pertarungan ini dimenangkan oleh Pangeran Sein...!! Seru Wasit.
Tepuk tangan hadirin menyambut kemenangan Sein...
Sementara keluarga Angku Sati sangat Dongkol..
Datuk Tan Gadang dari Delapan datuk memendam rasa geram pada Sein...ia sebenarnya ingin sekali menghadapi Sein..namun di ingatkan oleh datuk Ago untuk tidak ikut campur urusan anak muda...
Huh...pangeran dari Lampeapi itu sungguh keterlaluan...!! aku akan memberinya pelajaran...geram Datuk Tan Gadang.
Tenanglah jangan gegabah...!! aku merasa pangeran itu cukup misterius..ilmu kanuragannya sangat sulit di ukur...lagi pula ini urusan anak muda mencari jodoh...Datuk Tan Gadang tidak usah ikut campur...cegah Datuk Ago.
Pangeran Lampeapi itu harus kita selidiki...
Seruling Neraka dan ilmu tiupan seruling kematian yang ia gunakan berasal dari aliran hitam...beber Datuk Ago.
Kalau tidak salah pemilik pertama senjata itu adalah seorang bernama Ratu atau Dewi Kegelapan dari Benua Hitam...tambah Datuk Ago..
Tapi mengapa senjata itu bisa berada di tangan anak.muda itu..bahkan lengkap dengan ilmu pasangan seruling itu...!!? Tanga Datuk Rajo.
Itu lah yang harus kita selidiki...menurut petunjuk maha guru sewaktu kita masih berlatih di bukit delapan mata angin, Dewi Kematian pada zamannya bisa menghancurkan seluruh benua dengan kekuatannya...
Seruling Neraka di buat oleh Dewi Kematian dengan menempa tulang tulang dan roh manusia dan jin yang mati di tangannya...! beber Datuk Ago lagi.
Sebelum jelas..siapa sebenarnya guru anak ini dan sampai dimana tingkatannya, maka kita jangan gegabah bertindak...!! Tukas Datuk Ago.
Tapi datuk...muridku di lukai dan beladirinya dimusnahkan oleh pangeran Lampeapi itu..bantah Datuk Tan Gadang.
Ya...tapi itu terjadi dalam arena...salahkan murid sendiri yang tidak mampu..tegas Datuk Ago..
Datuk Tan Gadang pun hanya bisa tertunduk...
Karena kau memenangkan babak ini maka restuku untukmu, Nona Mentari akan dinikahkan denganmu pangeran...!! ucap baginda Sultan.
Terimakasih atas restu baginda....!!
Apa kau masih ingin melanjutkan untuk melamar putriku..!!?tanya baginda Sultan...
sebenarnya Sultan berharap agar Sein mengundurkan diri dari perebutan putri Yasmin setelah memenangkan restu menikahi Mentari..
Tentu saja baginda...hamba akan terus berjuang untuk tuan putri...jawab Sein tenang.
Hemmm..seorang lelaki memang harus menepati janji...seru Ince Zulfa...
Baginda Sultan yang mendengar itu merasa tersidir...
Ya...aku juga telah berjanji..jika kau mampu, maka boleh menikahi keduanya...seru Sultan lantang...
Terimakasih atas perkenan baginda...! hormat Sein.
Baiklah..Wasit...!! segera lanjutkan...perintah Sultan...
Baik Sultan...!!
Selanjutnya perebutan restu atas putri Yasmin..
__ADS_1
Tuan Angku Barasati berhadapan dengan Pangeran Sein...! Seru wasit pertandingan.
Angku Barasati hendak ke arena namun di cegah oleh Datuk Tan Gadang...
Tunggu...!!
Baginda...!! karena Angku Barasati bukan tandingan pangeran Sein, apa boleh saya yang tua ini mewakili murid?
Baginda yang memang kurang setuju jika Sein menang, ia tidak ingin putrinya di madu...segera berkata..di ijinkan...!!
Baginda...!!Seru Datuk Ago...!!
Maaf tetua..!! aku sudah memutuskannya...!!
Hmm....Datuk Ago hanya menghela nafas....
Datuk Tan Gadang..kau telah membuat langkah yang salah...tegur Datuk Ago.
Datuk Tan Gadang hanya menjura memohon maaf pada Datuk Ago kemudian melesat ke arena pertandingan....
Semua mata memandang dengan dada berdebar...
Bagai mana tidak...Datuk Tan Gadang adalah salah satu dari delapan datuk yang maha sakti dan sangat terkenal di benua barat..bahkan di lima benua...
Wah...pangeran ini akan celaka...Datuk Tan Gadang sangat sakti..seru beberapa orang.
Ah belum tentu..apa kau tidak lihat tadi bagaimana pangeran Lamepapi ini mengerahkan kesaktiannya..?
Ya..tapi itu tidak berarti bagi Datuk Tan Gadang yang sangat sakti...timpal yang lain...
Di Arena..
Sein sudah berhadapan dengan Datuk Tan Gadang, diantaranya berdiri wasit pertandingan.
Pangeran..kali ini aku juga akan memusnahkan beladirimu...!!sebagai balasan atas muridku..sesumbar Datuk Tan Gadang...
Sebaiknya seruling neraka mu bisa menahan ajianku....!! tambahnya.
Sein hanya senyum dan menggaruk dagunya dengan wajah mendongak...
Hal ini membuat Datuk Tan Gadang semakin murka...
Wasit pertandingan segera memberi aba aba pertandingan di mulai..
Datuk Tan Gadang mengepalkan kedua tinjunya ..memasang energi pelindung tingkat tinggi...
Semua yang hadir juga segera memasang energi pelindung...mereka sangat waspada terhadap pertarungan besar seperti ini apalagi terhadap Seruling Neraka milik Sein...
Datuk Tan Gadang, setelah memasang energi pelindung, kemudian tangan kanannya membentuk sebuah tapak..
Batara Karang..!! Seru beberapa penonton.
Datuk Ago maklum..Kalau Datuk Tan Gadang akan mengerahkan kesakitan tertinggi nya..
hanya bergumam...Tan Gadang..kau memang gegabah...!!
Sein melihat lawan sudah bersiap, segera mengeluarkan sepasang belati miliknya...
Hmm..rupanya ini yang dinamakan ilmu Batara Karang...!batin Sein.
Belatinya ia aliri dengan tangga dalamnya yang hampir tanpa batas...ia.mengerahkan pelahap energi....kemudian bersiap dengan langkah cahaya..
Semua mata memandang dengan heran..mengapa Sein tidak mengeluarkan Seruling Neraka miliknya..padahal Datuk Tan Gadang sedang mengerahkan kekuatan tertingginya.
Segera Datuk Tan Gadang menerjang..gelombang energi bergemuruh di seantero arena...apa saja yang di terpanya akan hancur seperti debu...
Sein nampak lincah menghindar dengan jurus empat puluh satu belati purba...setelah beberapa saat...Datuk Tan Gadang menyadari sesuatu...ia merasakan energinya semakin terkuras...ia segera melompat mundur...
Pelahap Energi..!?ucapnya merinding...
Keringat dingin membasahi tubuhnya..
Ka..kau...!! Grand Master Semesta..!!?tanyanya penuh keraguan.
Para Datuk tercengang...
anak ini sudah grand master semesta..!?
tidak mungkin...
Kecuali Datuk Ago dan Datuk Rajo yang tampak masih tenang...
Apa bedanya tetua...majulah...!! seru Senin Santai...
Errghh...sudah kepalang tanggung...!
Segera ia mengerahkan ajian Batara Karang Tingkat dua....
Tapaknya mengeluarkan energi bergemuruh laksana ombak bergulung...susul menyusul kearah Sein..
Sein menahanya dengan Pilar Cahaya hijau...!! puluhan ribu cahaya hijau terlihat berputar menahan serangan ajian Batara Karang yang susul menyusul...
Kemudian Sein berpindah tempat...tiba tiba berada di belakang Datuk Tan Gadang kemudian menotok punggung Datuk Tan Gadang....
Akhhhhhh....!! Datuk Tan Gadang memuntahkan darah segar dan tidak bisa bergerak..
energi serangannya juga sudah sirna..
Sein kembali ketempatnya semula dan menghentikan pilar cahaya miliknya..
Mendapat serangan tiba tiba dari belakang..sementara ia sedang mengerahkan Ajian Batara Karang dengan segenap kemampuannya...membuat ia terluka dalam yang sangat serius...
Semua orang terperangah menyaksikan cara Sein mengalahkan Datuk Tan Gadang...
Anak ini benar benar Jenius...aku tak menyangka ia dapat mengalahkan Aji Batara Karang dengan cara seperti itu..! gumam Datuk Ago..yang ditimpali dengan anggukan ringan oleh Datuk Rajo.
Sepertinya anak muda ini memiliki cukup banyak kesaktian...! tambah Datuk Rajo.
Ya ..sepertinya memang begitu...! aku penasaran dengan anak muda ini...!! timpal Datuk Ago.
Datuk Rangkayo segera berada di samping Datuk Tan Gadang, memeriksa keadaan datuk tan Gadang...Hmm...syukurlah...walau cukup parah...tapi beladirinya tidak musnah...jika ia mau, anak ini bisa saja memusnahkan beladiri Tan Gadang...batin Datuk Rangkayo.
Ia segera mengangkat tubuh Datuk Tan Gadang kemudian membawanya ke sebuah ruangan untuk di obati...
Eh..maaf Datuk....apa saya boleh memeriksanya !!?tanya tabib kerajaan pada Datuk rangkayo...
Ya..periksalah ..!! jangan lupa minumkan ini jika ia siuman...aku kembali dulu...seru Datuk Rangkayo kemudian berkelebat kembali ke tempat duduknya...
Tan Gadang tidak apa apa....hanya luka dalamnya agak berat...kemungkinan ia akan istirahat selama setahun..beber Datuk Rangkayo...
Anak muda itu sungguh luar biasa...seru Datuk Rajo...
Aku sudah memperingatkan Tan Gadang..ia masih saja keras kepala...!! Ucap Datuk Ago.
Selanjutnya bagaimana..!!?tanya Datuk Rangkayo...
Kita lihat bagaimana baginda Saja..seru Datuk Ago.
Angku Barasati dan seluruh Keluarga Angku Sati tercengang..bahkan Datuk Tan Gadang juga dikalahkannya...!!?Seru Angku Rajasati gemetar menahan amarah.
Ia segera memecahkan sebuah batu kecil yang ia keluarkan sari sakunya...tidak ada yang memperhatikan, cahaya perak keluar dari pecahan batu menembus awan...ini adalah sebuah tanda rahasia..untuk memberitahu atau memanggil seseorang...hanya Datuk Ago, Datuk Rajo dan Sein yang melihatnya...
Hemm..apa lagi setelah ini...?? batin Sein penasaran.
+++
__ADS_1