Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Ranah Kekal Sejati, dan Serangan Balik Untuk Permaisuri


__ADS_3

Tuan.., Tuan Salman..!! apa yang terjadi..? tanya Sein heran melihat Salman terpaku..


Salman belum menjawab, ia malah mengangguk angguk tak jelas, kemudian tertawa lepas....


Hahahahaha.....akhirnya murid tertinggi Sang Utusan Agung telah terpilih....hahahaha....


Salman terus saja berseru sambil tertawa senang...


Beberapa saat kemudian barulah ia menatap Sein dengan Serius..


Anak muda,..! Selamat..kau telah membuka tiga silmpul energi dalam dirimu sekaligus...!! luar biasa...belum pernah terjadi...! puji Salman...


Tapi...apa artinya semua ini tuan...? tanya Sein kebingungan...


Kau bertanya apa artinya semua ini..?


ini artinya kau adalah murid sang utusan agung yang paling berbakat..


Belum pernah ada di antara murid sang Utusan Agung yang bakatnya seperti dirimu...


Kelak kau akan mencapai Alam Kalimat Agung...melebihi kami semua...! kata Salman dengan rasa kagum...


Oh..benarkah tuan, ..? Sein seolah tidak percaya, tapi sangat senang dalam hati..


Ya...sampai saat ini kaulah satu satunya yang berpeluang mencapai Alam Kalimat Agung..!!


Hanya Alam Kalimat Ilahi saja yang berada di atasnya...,


Berusahalah dengan sungguh sungguh nak.., kelak kau akan menerobos ke alam yang selalu ku cita citakan itu...! kata Salman dengan nada serius..


Alam Kalimat Ilahi..!!? tanya Sein..


Salman menggeleng,..


Tidak, manusia biasa seperti kita, hanya bisa mencapai ranah Alam Kalimat Agung..


Sedangkan Alam Kalimat Ilahi, hanya Para Utusan yang dapat mencapainya..! Jelas Salman..


Tuan Salman, aku mengerti, ..


Aku akan berusaha mencapai alam Kalimat Agung itu...dan mempersembahkan diriku waktu tenaga dan pikiranku untuk kebaikan ummat manusia...! Ucap Sein penuh tekad..


Bagus...semangat dan pikiran yang luar biasa....!!


Kalau bagitu, ayo..! sekarang lakukan penyesuaian dengan energi Buah Semangka Emas yang telah kau serap..., berkonsentrasi lah dan masuklah kembali ke alam bawah sadar...! perintah Salman..


Sebelum melaksanakan perintah Salman, Sein bertanya,


Tuan Salman, ada yang ingin kutanyakan...!


Owh..? apa..? timpal Salman.


Tingkatanku akan terbaca sampai di mana oleh petarung jalur energi tenaga dalam dan jalur energi Qi..? tanya Sein.


Jika petarung jalur energi tenaga dalam yang memiliki tingkatan di atas Grand Master Asal Mula, maka orang itu hanya akan menganggap tingkatanmu hanya Grand Master asal mula tingkat sembilan saja...


Jika petarung jalur energi Qi, hanya mereka yang berada di ranah alam Dewa Surgawi yang akan melihat kekuatanmu, itu pun hanya akan menganggap kau berada di ranah Kekal Sejati..! jelas Salman.


Mm..., aku mengerti tuan..Jadi kekuatanku yang akan nampak oleh petarung lain, bukanlah kekuatan Sesungguhnya...! simpul Sein yang di angguki oleh Salman.


Selanjutnya,


Sein segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Salman dengan penuh semangat...


Dalam kondisi alam bawah sadar,


Sein berpikir, entah berapa lama aku akan berada di sini..! semoga saja mereka memiliki kesabaran yang besar untuk menunggu ku..! batin Sein memikirkan para tetua dan kedua istri serta anaknya yang sedang menunggu di pengungsian..


Waktu terus berlalu,


Sein telah menyesuaikan energinya dengan baik...


Wah tubuhku seolah memiliki tenaga yang tak terbatas...! gumam Sein yang sudah kembali dari alam bawah sadar..


Salman yang melihat Sein sudah sadar kembali, dengan cekatan memeriksa nadi Sein..


Oh...sudah stabil...! Seru Salman


Coba periksa lautan jiwamu...! perintah Salman kemudian.


Masuklah kedalam dan periksa, seperti kau biasanya memeriksa pusat energimu..


Selanjutnya aku akan menunggumu membuka simpul simpul energi lainnya yang ada dalam tubuhmu..


Hah..? memangnya ada berapa simpul energi yang harus dibuka..?tanya Sein penasaran...


Sudahlah, kau lihat saja dulu lautan jiwamu..! perintah Salman.


Mm...! jawab Sein mengangguk...kemudian masih dalam keadaan duduk bersila, ia memasuki alam jiwanya...


Ia serta merta melihat, pusat akar roh beladirinya tidak berubah samasekali dari yang sebelumnya..


Namun ada sesuatu yang baru,.. ia melihat akar roh beladirinya berada dalam genangan kecil...!


Inikah yang di namakan lautan jiwa..?? batin Sein..


Setelah mengamati cukup lama, Sein akhirnya keluar dari sana..


Bagaimana, apa kau melihat ada perubahan..? tanya Salman.


Mm..iya tuan, ada genangan kecil di tempat akar roh beladiriku...! jawab Sein...


Mmm..


Bagi orang lain yang berlatih di jalur energi Qi, genangan kecil itu baru akan terbentuk setelah puluhan tahun berlatih..sedangkan kau hanya butuh beberapa hari saja..! jelas Salman...


Kau telah melihatbgenangan kecil itu, itu adalah lautan jiwamu yang baru saja terbentuk...


Sekarang lanjutkanlah lagi menyerap khasiat buah buah semangka emas itu,...! Kata Salman..


Sein mengangguk kemudian mulai memetik beberapa buah semangka emas untuk di serap khasiatnya..


Den memetik sekaligus lima, kemudian mendekapnya untuk di serap...


Kali ini Salman tidak khawatir lagi jika tubuh Sein akan tiba tiba meledak...


Anak ini memang cukup gila,..hehe .! batin Salman manyaksikan Sein.


Tidak berapa lama kelima buah semangka emas itu habis terserap , sementara itu, Salman mulai juga melatih dirinya dengan duduk bersila dan berkonsentrasi..


Saat ini, ia tidak lagi terlalu memperhatikan bagaimana Sein berlatih..

__ADS_1


Ia hanya akan menunggu Sein menyelesaikan membuka simpul simpul energi dalam dirinya..


Karena itu, saat Sein menyerap tujuh buah semangka emas sekaligus sambil memakan tujuh buah lainnya, Salman tidak memperhatikan..


Hal ini terus di ulang Sein sampai menghabiskan empat puluh sembilan buah semangka yang di serap sambil memakan habis empat puluh sembilan buah lainnya sekaligus.


BLARRRRRTT....!!!!!


Barulah ketika terdengar ledakan yang mengguncang tempat itu, Salman kaget bukan kepalang...


Hah...!??apa yang terjadi...???


Dalam keterkejutannya,..


Salman melihat tubuh Sein di lingkupi cahaya emas redup...


Se...sebelas...simpul terbuka...!!?? seru Salman takjub..


Sein masih duduk dengan tenang tanpa gerakan sedikitpun, hanya gerakan didada yang terlihat sangat halus saat ia bernafas..


Owh..! Sudah berbentuk kolam kecil..! rupanya cara menyerap dengan memakan buah itu hasilnya akan lebih baik,bbatin Sein saat memeriksa lautan jiwanya..


Semakin besar lautan jiwa seorang petarung, maka akan semakin banyak menyimpan energi..


Seratus ribu lingkaran tenaga dalam yang dimiliki Sein sebelumnya tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan energi Qi yang dimiliki seorang petarung Ranah Utama di jalur energi Qi..


Setelah memeriksa lautan jiwanya, Sein kembali untuk melanjutkan menyerap buah semangka emas...


Karena Salman memandang Sein cukup lama dan Sein masih saja terus berkonsentrasi, akhirnya Salman kembali berkonsentrasi juga..


Kali ini ia akan membiarkan Sein berlatih sendiri..


Anak ini sudah tahu apa yang harus di lakukan selanjutnya..!! batin Salman..


Beberapa saat setelah Salman berkonsentrasi,


Sein kembali ke keadaan normal...


Sepertinya akan lebih baik jika aku mengekstrak buah ini,baru kemudian menyerap khasiatnya..


Sein segera mengeluarkan tungku obat dari dalam cincinnya, kemudian mengambil empat puluh sbilan buah semangka emas, meremukkannya kemudian memasukkannya kedalam tungku obat,


Ah..mengapa tidak ku coba mencampurnya dengan buah kenari biru dan beberapa Daun Rumput dingin..! batin Sein, lau mengeluarkan cukup banyak buah kenari biru dan daun rumput dingin kemudian memasukkannya kedalam tungku obat bersama buah semangka emas...


Setelah membuka dan membaca kembali kitab pengobatan miliknya, Bab Meracik Pil tingkat Tinggi..


Seperti biasa, Hanya sekali baca Sein langsung mengerti...


Segera Sein mengekstrak campuran buah dan daun itu dengan mengerahkan kekuatan api dari dalam dirinya..


Delapan belas jam berlalu...


Tujuh buah pil berwarna biru keemasan melayang di atas tungku...


Sein segera menggenggam ketukuh pil itu lalu menyimpan kembali tungku obatnya...


Seinemperhatikan ketujuh pil di tangannya...


Hmmm...sempurna...


Rupanya tingkatan alkemis ku saat ini sudah naik lagi...hehe..


Sein segera menelan ketujuh pil itu beesamaan sekaligus...


Lalu memgbil posisi duduk bersila dan berkonsentrasi memasuki alam bawah sadar....


Tak lama berselang...


Bulir bulir keringat berwarna hitamenuhi tubuh Sein,


Sedangkan di dalam tubuhnya ia merasakan kekuatan yang sangat dahsyat sedang berputar terus mengalir di aliran darahnya...


Tasss..!! tassss.....!! tassss...!!!


Terdengar puluhan letupan dari dalam diri Sein...


Di tubuhnya terlihat melekat banyak sekali sesuatu yang lengket seperti lumpur hitam...


Sein memandang berkekiling,..sampai di sudut tempat itu ada sebuah ceruk berisi air yang cukup banyak , ia akhirnya masuk berendam ke air itu lalu membersihkan diri...


Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian,Sekarang ia mengenakan pakaian yang diambilnya dari cincin penyimpanannya..


Tubuh Sein memancarkan cahaya biru keemasan..


Salman yang sedang berkonsentrasi, merasakan ada sesuatu yang aneh..


Langsung menghentikan konsentrasi nya..


Salman tercengan, dihadapannya sein sedang duduk bersila dengan tubuh memancarkan cahaya biru keemasan ..


Sedangkan Sein saat ini sedang memeriksa lautan jiwanya...


Hmm.sudah sebesar danau..! batin Sein..


Saat sein kembali ke keadaan normal, ia melihat Salman sedang memperhatikan dirinya...


Ah, tuan Salman ada apa..?


Salman tidak menjawab, tetapi berjalan kearah Sein lalu memeriksa nadi Sein...


S....s..sembilan puluh enam simpul telah terbuka...??seru Salman...


Anak muda, sebenarnya kau ini manusia atau bukan...!?? tanya Salman konyol..


Hahah....tuan Salman,..ada apa..?.balas Sein.


Cahaya tubuhmu, berwarna biru keemasan..., ini memang cahaya petarung alam Kalimat Agung...


Tapi kau bahkan belum memasuki alam Lautan Jiwa..saat ini kau masih berada di jalur energi Qi tingkat Kekal Sejati, inipun sudah sangat luar biasa..! lengking Salman hampir gila..


Sein menggeleng,


ini aku juga tidak tahu tuan...! timpal Sein.


Salman berpikir dengan kening memgkerut...


ah, apa kau sudah lihat lautan jiwamu...


Yah tuan,..sekarang sebesar sebuah danau...


Hah...! Salman jatuh terduduk, kerena kaget mendengar lautan jiwa sein sudah sebesar danau.....

__ADS_1


Sudah sebesar danau artinya kortoran kotoran tubuhmu sudah keluar semua , apa tadi tubuhmu mengeluarkan kotoran cokelat..??tanya Salman


Tidak tuan, justru yang keluar kotoran hitam seperti lumpur hitam ini..! jawab Sein.


Apa...? hitam...??lagi lagi Salman tercengang..


itu artinya kau sudah mengalami pembersihan Jiwa Agung..! gumam Salman..


Betul tuan berwarna hitam, karena itu aku langsung mandi dan berganti pakaian,..tidakkah tuan Salman me lihat pakainku ini masih baru..?hehe..tanya Sein terkekeh.


Salman terdiam, lalu memejamkan mata, kemudian ia terlihat seperti berbicara dengan seseorang..


Salman membungkuk hormat, lalu kembali membuka matanya..


Aku barusan di beritahu, oleh Utusan Agung,..


karena kau telah mencapai Ranah Kekal Sejati di jalur energi Qi..maka


aku akane mengembalikanmu terlebih dahulu..untuk menunggu agar kekuatan Kekal Sejati dalam dirimu stabil...


Ingat..!! jangan kau tingkatkan ke Ranah Dewa Surgawi.., karena jika kau sempat memasuki Ranah Alam Dewa Surgawi, seperti yang kujelaskan sebelumnya,.kau tak akan bisa lagi menempuh jalur energi spiritual..apa kau mengerti..?? kata Salman.


Saya mengerti tuan...! jawab Sein dengan penuh takzim..


ayo kiya kembali ke. dunia luar, menurut waktu di dunia luar, kau baru pergi selama satu setengah hari...! jelas Salman..


Perbedaan hukum ruang dan waktu di sini berbeda dengan di luar...


Ayo, aku akan membawamu kembali..! kata Salman..


Mereka kemudian meluncur dengan cepat ke atas menembus hamparan lumpur hitam...


Saat Ini sein tidak lagi merasakan tubuhnya lemah tak bertenaga, saat ini ia seperti biasa saja..


Tuan Salman, bersediakah tuan mengajariku cara menembus ruang dan waktu seperti ini..?tanya Sein ketika mereka sudah sampai di tepi hamparan lumpur hisap hitam...


Mm...pelajarilah ini,ilmu yang kau tanyakan ada di dalamnya, juga ada beberapa teknik tingkat tinggi lainnya..


Selanjutnya,


Tunggulah, aku akan datang lagi menjemputmu..!jelas Salman sambil memberikan sebuah gulungan pada Sein..


Baik tuan, terimakasih..kata Sein, menerima gulungan dari Salman..


Dengan tubuh bercahaya,.Salman menghilang menembus ruang..


Sementara Sein masih berdiri, juga dengan tubuh bercahaya biru keemasan..


Ia mencoba menekan tingkat kekuatan Qi nya, menyebabkan cahaya tubuhnya seketika menjadi samar..


Lalu memanngil anggota Alap Alap Biru dengan tanda khusus..


Seinenunggu dengan berkonsentrasi memeriksa lautan jiwanya..


Di lautan jiwanya yang sebesar danau itu, kini terlihat akar roh beladirinya mengambang di tengah tengah..


Salam Tuan, ...alap.alap biru nomor dua puluh satu menghadap...! sapa Alap Alap Biru nomor dua puluh satu..


Sein kembali ke keadaan normal, mendengar kedatangan Alap Alap Biru..


Dua puluh satu,..!


Ya tuan...!


Malam ini, bakar Kediaman ku di ibukota, berikan ledakan yang cukup menggemparkan..!


Lalu sebarkan berita kalau aku sekeluarga terluka parah oleh Kamsina dari tanjung petir Hitam, dan cakram saudarsana serta kitab ganjar dewa sudah berhasil di rebut oleh permaisuri...! apa kau mengerti..? tanya Sein setelah memberi perintah..


Mengerti tuan,..! jawab Alap Alap Biru nomor.dua puluh satu..


Mm..kerjakanlah dengan baik...! kata Sein.


Baik Tuan...!


ingat ...! lakukan dengan cepat dan pastikan berita ini juga harus sampai ke benua Congko dan Parsi..! tambah Sein.


Baik, hamba permisi tuan..! jawab alap alap biru nomor.dua puluh satu lalu pergi...


Setelah itu,


Sein melangkah melintasi Hamparan Lumpur Hitam Hisap menuju kediaman persembunyian para tetua dan kedua istrinya.. tapi tidak lagi memilih batu batu yang menonjol untuk di jadikan pijakan..


Ia berjalan seperti biasanya berjalan di tanah datar...


kekuatan penghisap lumpur hitam tidak lagi terpengaruh padanya..


Sebelumnya petarung Tingkat Legenda seperti Sutan Rajo Bintang pun tidak dapat melangkahkan kakinya dengan santai di atas hamparan lumpur hitam ini..


Tetapi kini bagi Sein, hamparan lumpur hitam ini tak ubahnya seperti pedataran biasa..


Di ujung Hamparan lumpur, Sein memasuki formasi bunga amarilis dan melaluinya dengan mudah..


Salam tetua,...sapa Sein ketika memasuki kediaman..


Oh pangeran, anda sudah kembali..


Ayah...! teriak Salwa yang melihat Sein masuk..


Salwa yang sedang di temani bermain oleh Yasmin berlari ke arah Sein dan meminta di gendong...


Salwa..! ayah baru sampai, masih lelah..gendomgnya nanti saja ya sayang...! kata Yasmin.


Tidak apa apa sayang...apa mau sekalian aku gendong juga..? ayo sini...!! kata Sein menggoda Yasmin..


Huh..maunya...! celutuk Yasmin lalu berlalu ke belakang...


Mentari yang mendengar Sein sudah datang langsung keluar dari kamarnya...


Kak..,.suami kita sudah di sini..? tanya Mentari pada Yasmin yang sedang berjalan menuju dapur..


Iya, ayo bantu aku siapkan makan buatnya dan para tetua sepuh..


Baik Kak...! timpal Mentari menyaggupi, dan mengikuti Yasmin ke dapur..


Sambil menyiapkan makan, kedua wanita itu bercerita sampai tak teras kalau nenek serba tahu sudah ada di belakang mereka...


Kak...menurutmu, bagaimana rencana suami kita menyelesaikan masalah ini..? tanya Mentari..


Entahlah, urusan ini terlalu rumit.., Jawab Yasmin..


+++

__ADS_1


__ADS_2