Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Taktik Sein, Munculnya Pasukan Biru


__ADS_3

Saat itu,


Di sebuah hutan pinggir kota..


Sepasang mata terus mengamati Kereta kereta yang melintas...


Kakek Dai yang berada dalam kereta ke dua sedang tertidur pulas,


Hmm...di antara rombongan ini, orang di dalam kereta ini yang paling lemah..! batin Sosok yang mengintai..


Kereta terus berjalan ke arah kota Maccini..


Beberapa saat kemudian kereta kereta itu berhenti...


Mereka beristirahat di hutan pinggir kota..


Alap Alap Biru nomor delapan yang membawa rombongan ini menghentikan kereta setelah meminta persetujuan Karaeng Gantarang yang memutuskan beristirahat sejenak malam ini, dan akan melanjutkan perjalanan sebelum fajar menyingsing esok hari..


Penghuni kereta masing masing keluar kereta untuk sekedar meluruskan tubuh yang lelah duduk di kereta,


Mereka berencana akan membakar beberapa ekor ayam hutan dan akan menyeduh teh hijau kegemaran mereka...


Sebenarnya mereka bisa saja berkelebat pergi ke Kota Maccini dengan ilmu ringan tubuh..


Tetapi Sein meminta mereka menggunakan kereta...


Mereka mengerti ada sesuatu tujuan tertentu dengan rencana Sein ini, jadi mereka mengikuti saja sesuai rencana Sein...


Setelah hidangan ayam hutan bakar siap untuk di santap, para sepuh memandang berkeliling...


Heh..? tuan Dai Nuhu mengapa tidak keluar dari kereta..!?


Seseorang pergilah ke kereta sesepuh Dai untuk memanggilnya,.! perintah Kaisar Kelana..


Dai Nuhu, masih saja bisa tidur nyenyak saat ini...hehehe...sungguh suatu hal yang luar biasa...! kata Kaisar Kelana terkekeh...


Lapor tuan sepuh,..! sesepuh Dai tidak ada di kereta..! kata salah satu penjaga rumah Sein yang mengikuti mereka ke Kota Maccini..


Apa...?


Semuanya segera melompat ke arah kereta yang di naiki Dai Nuhu..


Mereka memeriksa ke dalam kereta,..


Tunggu..! jangan bergerak dulu..! teriak Karaeng Gantarang..


Ia melihat ada setetes darah kental di lantai kereta,


Tetesan Darah ini...!


Tuan Dai di pukul dalam keadaan tidur,


Orang ini pastilah yang membawa tuan Dai pergi...! ucap Karaeng Gantarang..


Kusir kereta kebingungan, karena ia tak mendengar apa apa...


Gawat...! tuan Dai dalam bahaya..


Kata Ki Balang Nipa..


tapi Apa tujuan mereka..!?tambahnya.


Mereka akan menjadikan tuan Dai sandera, untuk memaksa pangeran melakukan sesuatu bagi mereka...! timpal Karaeng Gantarang..


Tuan Gantarang, bagaimana selanjutnya..?tanya Ki balang Nipa.


Kita tetap menuju kota Maccini...!


Alap Alap Biru nomor delapan, segera laporkan ini pada nomor satu dan lakukan tindakan semestinya...! perintah Karaeng Gantarang..


Baik tuan sepuh...! jawab nomor delapan...


Nomor delapan segera memberi tanda untuk memanggil anggota alap alap biru lainnya..


Setelah beberapa saat, dua anggota alap alap biru tiba,


Nomor lima belas, dua puluh tiga,


Tuan Dai telah di culik orang,..! kata nomor delapan menjelaskan semuanya pada nomor lima belas dan dua puluh tiga...


Setelah itu mereka bedua segera berkelebat pergi....


Kita lanjutkan istirahat dulu saja, besok baru jalan lagi....! tetaplah waspada...! kata Karaeng Gantarang...


++


Di rumah kediaman Sekertaris Kesultanan...


Kakak Biru, apa selanjutnya...? tanya Hitam Kematian..


Sesuai pesan ananda Sein,


Kita menunggu...! jawab Ince Zulfa..


Ya, orang di balik ini akan segera menampakkan diri jika merasa sudah di atas angin..! timpal Merah Kesengsaraan.


Sebenarnya tidak sulit menebak siapa orang di balik ini, hanya saja membuktikannya yang sulit..! kata Ince Zulfa..


Wanita gila itu, apakah sulit untuk membuat baginda sultan menghukumnya..?tanya Ibu mentari..


Bagai manapun, ia adalah seorang permaisuri..tidak mudah menghukumnya..


Ini menyangkut harga diri dan kecakapan seorang Sultan..


Jika kita membuktikannya, maka akan membawa keburukan bagi sultan, Sultan akan di nilai salah menobatkan seorang permaisuri..


Ini akan meruntuhkan kepercayaan orang banyak pada sultan...! beber Ince Zulfa..


Huffft....sungguh serba salah..


Jadi apa yang harus kita lakukan padanya..? apakah kita harus menahan diri terus terhadapnya..?


Ya...saat ini hanya itu yang dapat kita lakukan...


Saya yakin ananda Sein punya rencana untuk memancing permaisuri menyentuh batas kesabaran Sultan...! jika itu terjadi, maka permasuri dipastikan sudah selesai...!! timpal Ince Zulfa..


Hemh.. Jika ada kesempatan, akan ku cabik cabik nenek tua itu...! geram Merah Kesengsaraan..


Hahaha...belum sampai giliranmu untuk mencabiknya, ia sudah akan hancur oleh musuh musuhnya yang lain...! timpal Ince Zulfa...


Hitam Kematian, pergilah ke kediaman ananda Sein, berjagalah di sana..menurut Sein seseorang akan datang malam ini..., ingat!! jangan di bunuh..! bawa dia kemari...! perintah Ince Zulfa..

__ADS_1


Baik Kakak Biru.., saya permisi dulu..!


ingatlah kembali sebelum fajar, .!


Ya kak..! jawab Hitam Kematian sambil berkelebat pergi .


Putih kematian,..kau pergilah ke Kedai di timur kota, aku sudah lama hendak memeriksa kedai itu..kedai itu sepertinya bermasalah...! sebelum fajar besok kembalilah lagi ke sini...! Perintah Ince Zulfa..


Baik kak...saya pergi dulu...! jawab Putih Kematian lalu pergi ke arah timur kota...


Di tempat lain,


Dalam rimbunnya pepohonan hutan..


Sosok lelaki berbaju hitam menutup wajahnya dengan kain, hanya kedua matanya yang berkilat yang terlihat,


lelaki ini manggul seorang tua berjubah Hijau yang nampak pingsan...


Sosok lelaki ini adalah wakil ketua kelompok Hantu Bayangan...bernama Ki Kandole...


Kandole memanggul tubuh Kakek Dai yang pingsan..


Hup...Kandole menurunkan tubuh Kakek Dai begitu saja di bawah pohon jati hutan yang rimbun...


Hmh..tubuh orang ini berat juga...


Setelah menurunkan tubuh Kakek Dai , Ki Kandole duduk santai seperti sedang menunggu seseorang...


Setelah beberapa saat, seorang berpakaian brokat coklat mendekat...


Huh..dengan sikap waspada Ki Kandole menoleh pada sosok yang mendekat...


Salam Ki..! sapa orang itu..


Siapa kau..!? tanya Ki Kandole..


Aku Seroja, pengurus kediaman permaisuri...!jawab orang itu sambil menunjukkan sebuah tanda...


Oh...jadi kau yang di tugaskan mengambil orang ini dariku...


Katakan pada yang mulia permaisuri, bayaranku harus di naikkan.., kedua muridku tewas dalam misi ini, dan dia juga memberiku tambahan tugas untuk menculik orang ini...! ini bemar benar misi yang sangat berat,..! kata Ki Kandole, menunjuk Kakek Dai yang masih tak pingsan bergerak.


Tentu saja, setelah Ki Kandole menyelesaikan tugas pembunuhan, bayaran dan hadiah besar sudah di siapkan oleh yang mulia...! jawab Seroja..


Hahahah....baiklah, baiklah,...sesuai perintah, aku akan membunuh pangeran terkutuk itu ketika tiba di kediaman Klan Wong...hahaha...! kata Ki Kandole dengan sombong...


Wuuutttt....! dua larik sinar hijau gelap menggidikkan melabrak mereka...


Bummmm...!!


Bummmm..!!


Ki Kandole masih sempat menyambut serangan tiba tiba itu dengan Tapak Bencana miliknya..


Hugfhh...! Ki Kandole terlempar ke belakang sejauh lima tombak dalam posisi berlutut..


Bangsat..!! siapa kau..? menyerang orang tiba tiba..! umpat Ki Kandole..


Sementara itu, Seroja sudah tidak sadarkan diri lagi,tewas seketika setelah di labrak sinar hijau menggidikkan tadi..


Hahaha....! Kau benar benar pembunuh bayaran yang paling konyol yang pernah ku jumpai...! hahaha...! ejek sosok pria muda dengan sebuah belati berwarna hijau menggidikkan di tangannya...


Kau..!!


karena kau telah berani ikut campur urusanku


aku akan membunuhmu lebih dulu...! kata Ki Kandole segera bangkit ...


Orang ini cukup hebat,..setidaknya kekuatannya berada dua tingkat di atasku..! batin Ki Kandole..


Tapi belum tentu dapat mengalahkan teknik teknik tinggi dan pengalaman berarung ribuan kali yang kumiliki...


Huh..akan aku menguras tenaganya..setelah dia lemas baru aku akan membunuhnya...! batin Ki Kandole lagi.


Segera Ko Kandole mengerahkan ilmu ringan tubuhnya pada tingkat tertinggi...


sebagai seorang pembunuh bayaran, ia tentu di lengkapi ilmu ringan tubuh yang handal, sebab langkah terakhir dalam misi jika gagal adalah melarikan diri jika tidak memungkinkan barulah bunuh diri...


Ilmu ringan tubuh Ki Kandole termasuk yang terbaik di dunia persilatan...


Karena itu, ia sangat percaya diri dalam setiap misi pembunuhan, selama berpuluh puluh tahun ia belum pernah gagal..


ia berkelebat laksana bayang bayang,..memburu ke arah lelaki muda di hadapannya...


Sret..sret...!!


Srett..!


Pemuda di depannya pun berubah menjadi bayang bayang,


kecepatan keduanya,sangat sulit untuk di lihat dengan mata orang biasa...


Setelah beberapa tarikan nafas,


Dhamm ..! kembali tapak bencana berbenturan dengan selarik energi sinar hijau dari belati...


Lagi lagi Ki Kandole terpental...


S..si..siapa kau sebenarnya, mengapa ikut campur urusanku..!!? tanya Ki Kandole seakan tak percaya apa yang di alaminya...


Gerakan lawannya bahkan lebih cepat darinya...


Dasar pembunuh bayaran dungu...,aku pastikan orang yang menyewa mu juga lebih dungu darimu...hahaha...!bukankah kalian ingin membunuhku..!!?


Kau..rupanya...kaulah pangeran terkutuk itu...!!?lengking Ki Kandole


Ya .aku Sein...! orang yang selama ini kalian ingin bunuh...


Dasar pangeran terkutuk...!! maki Ki Kandole..


Hei,..apa maksudmu dengan " terkutuk"...


apakah kau ingin aku memindahkan kutukan ku padamu...??baiklah, hari ini kau kukutuk menjadi arwah gentayangan...!!! hahaha...!! kata Sein kemudian menggempur Ki Kandole lagi.


Hia...!!


Sein segera menyerang ke arah Ki Kandole,


Huh...sial...! rutuk Ki Kandole...


ia buru buru menghindari serangan yang dikirim Sein...

__ADS_1


Larik sinar hijau membabat..


Blarr...!!


Tarr....!


Hampir saja Ki Kandole terkena sabetan sinar Hijau dari belati Sein...


Namun pada sabetan ke dua ia terkena sabetan di paha...


Luka hangus menghitam...menganga di tengah pahanya...


ia cepat cepat menghentikan pendarahannya dengan menotok aliran darah di sekitar pahanya...


Tidak mungkin..., !! bagaimana bisa , dengan usiamu ini kau punya teknik bertarung yang sangat matang dan sempurna...! kata Ki Kandole terkejut..


Terimakasih pujiannya, tapi aku tidak butuh...hehehe..ayo akan aku antar kau supaya segera menemui kedua murid mu itu...hehe...!


kata Sein menggoda Ki Kandole..


Sein bergerak cepat, kali ini ia memasuki alam bawah sadar, gerakannya sangat halus, tidak terlihat ia bergerak..


tapi sebenarnya, Sein telah mendaratkan ujung jari telunjuknya ke dahi Ki Kandole...


Seketika ingatan Ki Kandole di serap langsung masuk ke ingatan Sein.


Ki kandole Jatuh lemas di tanah sudah tak bernyawa...


Sein mengambil jasad Ki Kandole dan Seroja, memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya dan hendak meninggalkan tempat itu dengan memanggul Kakek Dai...


Tapi tiba tiba,..


Puluhan suara langkah kaki mendekat mengepung Sein...


Dua puluh lima orang berpakaian hitam dengan penutup wajah mengepung Sein..


Pangeran Sein,...Kau tidak bisa menghindar lagi...! seru pimpinan rombongan pemgepung...


Owh...aku pikir kalian hanya akan menonton saja dari tadi...!kata Sein santai sambil menurunkan tubuh kakek Dari dari panggulannya...


Kau..kau sudah tahu..?? tanya pimpinan rombongan itu...


Hahaha..aku tentu saja tahu, trik kecil macam ini...! ucap Sein


Sein rupanya telah membuntuti pergerakan kereta, karena ia yakin akan ada orang yang mengambil kesempatan dalam perjalanan...,


Saat Sein membagi kelompok, ia telah menyiapkan orang lain untuk ia malih rupa menyerupai sosoknya dan kemudian bergerak ke karang merah, sedangkan ia sendiri akan mengikuti dari jauh rombongan kereta ke Kota Maccini..


Klan Wong dan Keluarga Jalanara, kalian benar benar punya keberanian, ingin membunuh keluarga kerlsultanan,..! ejek Sein.


Hahaha...ini juga kau sudah tahu..!?


ck.ck.ck..luar biasa....!!


tapi pangeran, bagi kami, keluarga kesultanan tidak ada artinya ..!! timpal pimpinan rombongan balas mengejek..


Oho..tentu saja kalian tidak menganggap kesultanan ini, karena kalian telah bersekongkol untuk merebut kesultanan dengan bantuan kaisar Jin kan..!? hahaha..! jawab Sein yang membuat semua pengepungnya tercengang..


Hah..?


d..di.dia tahu...!!! seru salah seorang dari mereka.


Oh satu lagi,..sepertinya keluarga kalian sangat berambisi dan tidak berada pada tujuan yang sama..


beberapa dari kalian bahkan telah bersekutu dengan Permasiuri yang menjadi anjing Parsi, hahaha...! jelas Sein mengejek..


wajah orang orang itu semakin menegang, mulai ada rasa saling curiga di antara mereka..


Baiklah baiklah, hari ini biarkan aku membantu kalian membereskan dua kubu dalam keluarga kalian...! ucap Sein lirih kemudian menjentikkan jari...


Tik..!!


Saat itu juga empat puluh orang berkapaian ringkas berwarna biru menggunakan topeng perak mengepung kedua puluh lima orang dari Klan Wong dan Kluarga Jalanara...


Para pengepung dari klan wong dan keluarga Jalanara makin kaget ..


Haha..jangan kaget seperti itu, mereka bukanlah pasukan Janisari yang kalian waspadai itu,


tapi ketahuilah mereka ini bahkan dapat mengalahkan pasukan janisari itu dengan mudah, mereka adalah Pasukan Biru Topen Perak...heheh...


Kau..kau juga membentuk pasukan...!!?tanya pimpinan pengepung dari klan Wong..


Haha...itu tidak penting...! jawab Sein tertawa kemudian memasang wajah dingin..


Cepat bereskan mereka, kumbang api ku sudah tidak sabar ingin memakan mayat mayat ini...! kata Sein.


Segera keempat puluh Pasukan Biru Topeng Perak membentuk farmasi serang,..dan dengan ganas menyerang kelompok klan Wong dan Keluarga Jalanara..


Empat puluh pasukan Biru menyerbu laksana hewan buas yang sedang mendapatkan mangsa...


Dengan formasi yang sangat kuat hasil pelatihan dari nenek serba tahu, walaupun tingkat praktek beladiri pasukan ini tidak begitu tinggi, tapi kekuatan formasi yang merka lakukan dan kelenturan bentuknya yang dapat berubah ubah..membuat lawan menjadi bingung dan putus asa, .


Ini..! pasukan ini..benar benar gila...! seru mereka...


Satu persatu kelompok Klan Wong dan Keluarga Jalanara tumbang...


Kini tersisa, beberapa orang saja yang memiliki tingkat praktek beladiri diatas Grand Master asal mula tingkat dua yang masih bertahan..


Apa...?? ini gila...!aku yakin, mereka bahkan bisa mengalahkan sekelompok pasukan besar dari kerajaan, dan dapat melenyapkan sekelompok grand master asal mula dengan cepat..


Orang yang tersisa tentu tidak bertahan lama, beberapa saat kemudian suara riuh pertarungan sudah tidak ada....


Pangeran, musuh telah di musnahakan...!! kata pimpinan pasukan.


Mm..kerja bagus,..awal yang bagus..., kalian kembalilah ke posisi awal...! perintah Sein dengan


Segera ke empat puluh pasukan itu menghilang,..


Pertempuran tadi adalah pertempuran pertama pasukan ini, Walaupun dalam pertempuran tadi beberapa di antara pasukan biru ada yang terluka, tapi mereka tidak memperdulikannya...


Mereka merasa sangat senang dan bersemangat...


Mereka akan segera sembuh dengan sedikit berdiam untuk memulihkan diri..


Setelah pasukan biru menghilang,


Sein masih duduk dengan wajah tenang...


Hmm...beberapa musuh sudah beres,


satu persatu kalian akan ku jadikan makanan kumbang api beracunku..! hehehe...gumam Sein terkekeh, kemudian menghilang dengan membawa tubuh kakek Dai..

__ADS_1


+++


__ADS_2