
Nona muda..aku merasakan kekuatanmu sudah meningkat pesat dari sebelumnya...sekarang kau berada di Grand Master Suci..mengapa kau begitu khawatir?sambung Sein bertanya.
Ibu guru..! guru..! tuan muda itu kabarnya sangat sakti..aku khawatir dapat dikalahkan olehnya..aku tidak mau menikah dengannya..
Apa dia sehebat itu..? tanya Sein sedikit ada perasaan kalau Laila sedang memaksanya untuk mengajarkan sebuah ilmu sakti.
Melihat tingkatanmu saat ini, sudah sulit mencari lawan sebanding...apa lagi jika kau menyempurnakan yang telah kuajarkan padamu..! jelas Sein.
Guru..kau tidak tahu keluarga mereka seperti apa...mereka kumpulan pendekar pendekar sakti...rajuk Laila.
Suamiku...Keluarga Datuk Malintang Alam sama seperti keluarga Angku Sati..mereka adalah keluarga besar bangsawan yang berpengaruh di kesultanan ini..
Dan keluarga Datuk Malintang Alam ini adalah keluarga yang paling misterius...!! jelas Yasmin.
Paling Misterius!!? apa maksudnya..!?
Di benua barat ini, tiap tiap keluarga besar pastilah memiliki dukungan dari pendekar ...dalam meluarga mereka terdapat pendekar dengan tingkat kultivasi tertemtu...karena itu tingkatan keluarga besar di ibukota ini juga di tentukan seberapa besar jumlah anggota keluarga mereka dengan tingkat kultivasi tinggi..beber Yasmin.
Sein masih bengong...
Suamiku...Keluarga Angku Sati saja sudah memiliki setidaknya lima belas pendekar Grand master langit dan dua belas Grand master semesta dan tiga grand master abadi dalam keluarga mereka...
Sedangkan Keluarga Datuk Malintang Alam lebih banyak dan lebih tinggi lagi...
pendekar terrendah dalam keluarga itu berada di tingkat Grand Master Suci akhir...
Tidak ada yang tahu pasti berapa banyak jumlah grand master yang dimiliki keluarga ini..namun di perkirakan melebihi keluarga Angku Sati..tambah Yasmin.
Mmm...ya..ya...aku mengerti....! sepertinya pendekar yang lain dari keluarga mereka tidaklah penting..
yang penting adalah kau harus bisa mengalahkan tuan muda mereka...!! gumam Sein.
Nona muda...kapan pertandinganmu dengan orang orang Datuk Malintang Alam itu..? tanya Sein.
Dua puluh tujuh hari lagi guru...!!
Baik...!! sekarang aku ke aula besar dulu, ada pertemuan dengan baginda sultan...
Kau tungulah sampai aku kembali..aku akan mengajarimu mulai hari ini...! kata Sein.
Baik guru...!!
Laila..kau boleh menunggu disini bersama kami...!! Hibur Yasmin.
Ia nak...Kau disini saja dulu...! tambah Mentari.
Nak..? kau panggil dia apa..? nak..?hahahah..rupanya istriku sudah setua itu...hahaha goda Sein..
Ih..Mentari yang mulai sewot berniat menghampiri Sein..namun Sein sudah berkelebat pergi ke aula...
Laila...! ayo kita ke belakang...
perlihatkan sejauh mana kau melatih yang diajarkan gurumu...kata Yasmin.
Baik tuan putri...!!
Kakak...keluarga Datuk Malintang Alam itu memang sangat hebat ya..? tanya Mentari..
Entahlah...tapi di kesultanan ini tidak banyak yang bisa berhadapan dengan mereka...
Bagaimana dengan para datuk...!!?
Justru itulah...para datuk telah melindungi kesultanan ini agar lebih stabil..lebih tenang..
Jika saja tak ada delapan datuk sakti itu kesultanan ini pasti sudah dilanda keributan..
Para keluarga besar ini pasti sudah berebut kekuasaan sejak dulu...jelas.Yasmin..
Laila..coba peragakan yang diajarkan gurumu...!
Baik ibu guru..!
Laila dengan cekatan memainkan jurus jurus pedang perak wanita...
Kemudian memainkan lagi jurus jurus pedang perak lelaki...
dan terakhir ia memainkan perpaduan kedua jurus pedang perak lelaki dan wanita...
Pedang Perak Berpadu...!!
jurus terakhir ini sangat memukau...
Yasmin dan Mentari sampai terperangah melihat jurus pedang perak berpadu...
Jurus ini..sangat indah...! puji Mentari.
Dan juga sangat mematikan...! tambah Yasmin
Setelah memainkan jurus terakhir, Laila menghentikan peragaannya..
Ibu guru..bagaimana..?
Wah kau sangat hebat...permainan pedangmu sungguh mengagumkan...aku pikir tuan muda keluarga Datuk Malintang Alam itu akan kalah...simpul Mentari...
Tapi guru... terdengar kabar kalau ia sangat hebat..ia pernah mengalahkan Jendral Harja yang berada di ranah Grand Master Suci tingkat akhir..!
Jendral Harja adalah jendral senior yang sangat berpengalaman, ia juga adalah petarung dengan senjata pedang yang tergolong sakti... kata Yasmin.
Tuan putri benar...! bahkan ayahku yang sama sama ditingkat grand master suci juga tidak dapat menang melawan Jendral Harja..! ucap Laila...
Hmm..berarti tuan muda ini memanglah sakti...
Kita tunggu saja gurumu pulang, baru kita bicarakan lagi...tapi menurut ku jika jurus pedang perak berpadumu itu sudah sempurna di barengi dengan tenaga dalam tinggi..kau kemungkinan besar bisa menang darinya..kata Yasmin.
Di aula pertemuan...
Seperti biasa Sultan Malik membuka pertemuan, kemudian berlangsunglah diskusi..
Hal yang dibahas dalam diskusi kali ini adalah mengenai perkembangan wabah yang melanda benua barat..
Walaupun Sein kemarin sudah melapor secara pribadi pada baginda, namun perlu juga ia memberikan laporan secara resmi..
Pangeran Sein..bagaimana penyelidikanmu di kerajaan Singgalang..?
Menjawab baginda..hasil penyelidikan hamba adalah wabah ini disebabkan oleh racun kumbang api, racun kura kura api,.rscun berry iblis, racun jarak merah dan racun bunga kematian..kelima jenis racun ini dikendalikan oleh lima orang pendekar..
Mereka sengaja menyebarkan teror agar semua kerajaan membeli obat penawar pada mereka..beber Sein.
Lima raja ratu golongan hitam..?!! seru para pejabat bersamaan.
Sementara para datuk masih tenang namun di mata mereka menunjukkan sedikit keterkejutan.
Oh...jika seperti itu siapa diantara kelima orang ini yang jadi pemimpinnya..?tanya perdana menteri.
Menjawab perdana menteri...tidak satupun diantara kelimanya yang jadi pemimpin kelompok ini..karena mereka semua mengikuti perintah Ratu Kegelapan..di sana juga telah bergabung Nenek Bonggoeya dan beberapa dedengkot golongan hitam dari benua lainnya..jelas Sein.
__ADS_1
Apa..!!? kini giliran para datuk yang tercengang..
Ya mereka berencana mengendalikan lima benua...tambah Sein.
Sungguh kererlaluan...!!
Jadi anakku..bagaimana menurutmu cara menumpas mereka...? mereka ini orang orang yang sangat sakti...tanya Sultan Malik.
Ayah..! aku sudah membunuh Raja Kumbang Api dan mengambil alih kendali kumbang api beracun miliknya...jawab Sein sambil mengeluarkan peti berisi tubuh Raja Kumbang Api dari cincin penyimpanannya...
Seperti inilah jika terkena sengatan kumbang Api beracun...ucap Sein membuka peti dan menunjukkan tubuh Raja Kumbang Api..
Semua hadirin tercekat...melihat kondisi tubuh yang mengerikan...
Beberapa hadirin terlihat beranjak dari tempat duduknya dan menjauh..takut tertular...
Tenang saja...ini tidak akan menular..
ini akan menular jika terkena air yang tercemar racun kura kura api...! beber Sein.
Delapan Datuk yang akhir akhir ini, sejak kehadiran Sein di istana bersikap diam setiap pertemuan, hari ini sedikit gusar mendengar para dedengkot golongan hitam sudah bersatu membuat teror bahkan untuk lima benua...
Mereka bersikap diam tentu untuk mempelajari dan memperhatikan sosok Sein yang menurut mereka cukup misterius..
Pangeran...!! apa rencana anda untuk menghadapi para golongan hitam ini...? tanya datuk Ago.
Menjawab kepala penasehat,..untuk menghadapi mereka ananda sarankan untuk secepatnya membentuk aliansi lima benua dengan penggabungan para pendekar dan pejabat kerajaan...
Bukan mustahil golongan hitam tidak.mempunyai kaki tangan di dalam pemerintahan kerajaan yang menjadi dukungan kekuatan mereka..beber Sein.
Datuk Ago mengangguk sepakat..!
Baginda Sultan Malik pun setuju..dan akan segera mengirim surat ke seluruh kerajaan di lima benua..sekaligus memperingatkan akan bahaya ancaman gerakan teror golongan hitam di tiap tiap kerajaan di lima benua...
Selanjutnya adalah membahas pangangkatan posisi Sekertaris Kesultanan...
Ince Zulfa...! panggil Sultan Malik..
Hamba menghadap baginda sultan..! inces Zulfa segera bangkit dan memberi hormat..
Ince zulfa..aku mengangkatmu menjadi Sekertaris Kesultanan Datuk Delapan...
apa kau terima..!?
Hamba terima...Terimakasih baginda...!!
menyaksikan Ayah Mentari langsung menerima seperti ini, Sein begumam dalam hati...tumben..!! biasanya ada syarat dulu...hehehe..
Pertemuan selesai dengan baik..
Wajah baginda sultan terlihat cerah..tanda puas akan hasil pertemuan kali ini...
Sein yang sudah hendak berkelebat pulang..melihat sesosok bayangan mengintai rumah Jendral Kasogi...
Ia pun menghentikan langkahnya kemudian mengamati bayangan pengintai itu dari jauh...
Tak lama berselang, pengintai itu bergegas pergi...Sein mengikutinya dari jarak yang cukup jauh...
Pengintai itu terlihat menuju sebuah rumah besar di pinggiran ibu kota...setelah pengintai masuk ke dalam gerbang rumah itu, Sein berbalik hendak pulang ke kediamannya...namun baru beberapa langkah ia sudah di hadang oleh seorang lelaki setengah baya berpakaian serba hijau...
Tunggu...!! anak muda!!
Sein berhenti, mengernyitkan kening...!
Anak muda..kau jangan pura pura..sejak tadi aku mengikuti mu kau mengintai orang yang masuk ke rumah besar itu kan...!!?
Mengikutiku? benar benar aku lalai...bagaimana bisa aku tidak merasakannya...? batin Sein.
Betul...!! Sein menjawab santai..
Apa maksudmu mengintai seperti itu..?
Owh..aku penasaran...karena orang itu juga mengintai rumah Jendral Kasogi...! jawab Sein.
Apa tujuan orang suruhan tuan mengintai kediaman Jendral Kasogi..!?
Owhh..!!? Kau pengawal Jendral Kasogi..!!?
Heheh...bileh dibilang begitu...!! jawab Sein santai.
Anak muda..kusarankan agar kau tidak ikut campur...!!
Anda belum menjawab pertanyaanyku tuan..!tukas Sein.
Anak muda, tidak semua harus kau ketahui..apalagi bisa membahayakan dirimu...!! kata lelaki paruh baya memperingatkan..
Baiklah..tuan..!! jawab Sein.
Harap maafkan kelancangan saya..saya mohon pamit..ucap Sein kemudian berkelebat pergi.
++
Di dalam kediaman Datuk Malintang Alam...
Plak..! sebuah tamparan keras mengenai pipi seorang lelaki berbaju hitam.
Bodoh..!! mengapa kau mengintai sampai ketahuan..hah..?
Ma..maaf tuan besar..! saya tidak tahu kalau ada orang yang memergoki saya..
Justru itu..!! apa kau sudah lupa bagai mana cara mengintai yang benar sampai pemuda itu memergokimu?
Buk...! sebuah tendangan mengenai dada pengintai berbaju hitam itu..
Ahkkk...! pengintai itu mengerang memegangi dadanya...terlihat darah keluar di sudut bibirnya .
Tuan Besar..! biarkan dia....!! Seru seorang setengah baya berpakaian hijau menghentikan kebrutalan Tuan besar .
Dia terlalu ceroboh...rencana kita bisa terbongkar..gara gara dia. ..! Seru Tuan Besar
Ganes hanya berniat mengintai sejauh mana kesaktian anak Jendral Kasogi itu..
aku juga heran mengapa sampai sampai ayahnya berani membuat persyaratan konyol itu...
Huh...meminta tuan muda bertarung dengan putrinya..sungguh tidak tahu diri..!! batin tetua.
Hanya kebetulan Ganes dipergoki pemuda tadi..hmh..Pemuda itu yang terlalu gila urusan...tapi ilmunya cukup tinggi...ia berada di grand Masrer langit awal...karena itu dia dapat melihat penyamaran Ganes...bela tetua melanjutkan pembicaraan..
Tetua ini tidak tahu kalau Sein menyamarkan kekuatannya sampai pada grand master langit awal....
Ganes...kau boleh pergi...!! seru tetua yang merupakan lelaki paruh baya berpakaian hijau...
Tuan besar hanya diam membisu...dengan wajah masam...
Grand Master langit awal...!? berarti ia hampir setara dengan tuan muda...!!?tanya Tuan Besar.
__ADS_1
Ya..dan usianya jauh lebih muda dari tuan muda...timpal Tetua.
Kalau begitu apa rencana selanjutnya tetua..? tanya Tuan Besar.
Untuk semetara tetap pada rencana awal...biarkan Tuan Muda bertarung dengan Anak Jendral Kasogi...
Kalau perlu mintalah kehadiran Sultan untuk menyaksikan..
Dengan begitu jendral Kasogi tidak dapat menghindar lagi..! saran Tetua keluarga Datuak Malintang Alam.
Baik tetua..!
Hati hati terhadap pemuda tadi, selidiki siapa dia dan apa hubungannya dengan keluarga Jendral Kasogi.
Selain itu pastikan tuan muda memenangkan pertandingan nanti..
Tetua jangan hawatir...Kalau kemenangan sudah hampir dipastikan, tuan muda kita dapat mengatasi putri Jendral Kasogi itu...jawab Tuan Besar Malingka Alam.
Tuan besar, jangan meremehkan lawan..! ucap terua mengingatkan kemudian berlalu kembali ke kediamannya.
++
Sein yang kini sudah kembali ke kediamannya, langsung menuju belakang kediaman menemui ketiga orang yang sedang asik berbincang...
Guru...!! seru Laila melihat Sein..
Suamiku..kau sudah kembali..seru kedua istri nya..
Ya...bagaimana..?.apa kalian sudah mengajarinya?
Belum...kami menunggumu ..lihat dulu ilmu apa yang cocok untuknya..
Laila..coba peragakan jurus jurus yang pernah kuajarkan...!!
Baik guru...!! Laila mengangguk kemudian melakukan apa yang di perintahkan oleh Sein..
Setelah beberapa saat ia pun selesai memperagakannya...
Bagaimana guru...!?
Bagus...!! sudah bisa mengimbangi grand Master Suci.. ucap Sein.
Bukannya ia memang sudah Grand Master Suci..??tanya Mentari.
Sein menggeleng...belum...!! tapi sedikit lagi...jawab Sein.
Tenaga dalamnya masih belum mencukupi untuk mencapai grand master suci..tambah Sein.
Mentari mengangguk pelan...
Guru...bagaimana agar aku bisa mengalahkan tuan muda itu..!? rajuk Laila...
Sein tiba tiba terdiam...cukup lama..ada perasaan dingin saat ia hendak mengajari Laila salah satu ilmu sakti miliknya...
Ia merasakan sesuatu yang mengganjal...tapi entah apa itu...
Guru..! mengapa diam saja!? panggilan Laila seraya bertanya..
Eh..Laila..! guru ada sesuatu yang dipikirkan.
Nantilah guru carikan ilmu yang cocok untuk kau pelajari..!!
Suamiku..!! apa tidak secepatnya saja kita mengajarinya..? tanya Mentari..
Tunggulah..!! besok baru diputuskan Laila akan mempelajari ilmu apa...kata Sein kemudian masuk ke kediamannya.
Laila..kamu latihan permahir lagi jurus jurus pedang perak berpadu, besok guru kamu akan memberimu ilmu baru...
Ah..iya ibu guru..
tapi bisakah ilmu itu mengalahkan tuan muda itu?
Jangan terlalu banyak bicara..!! latihanlah sampai aku kembali lagi...sergah Sein dari dalam kediaman kemudian berkelebat pergi...
Hem..mau kemana lagi kak Sein..? tanya Yasmin dalam hati...
Sein rupanya menuju istana,
Kediaman Baginda Sultan...
Setelah berbincang sebentar dengan sultan Malik Sein berkelebat ke rumah Jendral Kasogi..
Sesuatu yang mengganjal pikiran dan perasaannya tentang Laila terus saja menganggu dalam benaknya...tapi ia tidak tahu apa itu..
Hm...mengapa perasaanku sepertinya berat untuk mengajari Laila..!?
Apa ada yang salah dengan anak ini..?batin Sein..
Sesampainya di rumah kediaman Jendral Kasogi, Sein langsung di antar oleh penjaga ke aula kediaman sang Jendral.
Ah..maaf pangeran...saya tidak tahu pangeran akan berkunjung kemari..sambut Jendral Kasogi di depan aula sambil membungkuk..
Jendral..bagai mana kabar anda? tanya Sein berbasa basi..
Baik pangeran, keadaan kami baik...ayo silahkan masuk pangeran...
Mereka berdua melangkah memasuki aula...
Maaf pangeran...sepertinya ini pertama kalinya pangeran sengaja datang ke kediaman kami..apa ada sesuatu?
Ah tidak...! aku hanya mampir saja...tadi istri saya mengatakan kalau baginda sultan mendengar kabar kalau sebentar lagi di kediaman jendral akan ada perjodohan dengan keluarga Datuk Malintang Alam..
Keluarga Datuk Malintang Alam dan keluarga Jendral Kasogi adalah salah satu keluarga besar yang sangat terpandang di kerajaan ini..
Tentunya perjodohan ini menarik perhatian banyak orang..tidak terkecuali baginda sultan..beber Sein.
Jendral Kasogi mengangguk senang...
Terimakasih pada baginda sultan..Terimakasih pada pangeran dan tuan puteri...!!
Tapi Jendral,..aku melihat masalah ini tidak sederhana...!!kata Sein.
Ma..maksud pangeran..!?
Bagaimana sebenarnya keluarga Datuk Malingka Alam itu..?
Mereka adalah keluarga dengan kekuatan paling misterius di kerjaan ini pangeran...
bahkan pihak istana juga menaruh segan pada keluarga mereka...
Hm...keluarga seperti apa bahkan kerajaan pun berpikir untuk berhadapan dengan mereka..?tanya Sein
Tuan...kekuatan mereka..sangat lah besar...ini semua bisa setenang ini karena kehadiran delapan datuk di istana..jika tidak kerajaan ini sudah dipastikan rusuh...
Apa mereka berniat merebut kekuasaan..?tanya Sein serius.
__ADS_1