
Owh..jadi datuk boleh ikut campur sedangkan yang lainnya tidak...!!?jawab Sein sinis....
Pangeran...!! kau sudah menghabiskan kesabaranku..!! kau pikir aku takut padamu...!!?
Ah tentu tidak datuk..cuma aku ingat saja kalau hari itu kau sudah kalah dariku...!! ejek Sein.
Wajah Datuk Tan Gadang memerah, memang ia sempat lupa kalau Sein pernah mengalahkannya, mengingat itu ia pun kemudian terdiam...
Angku Raja Sati tercengang mendengar perkataan Sein..
Baginda,...keluarga Angku Sati tidak akan membiarkan aku dalam masalah..!! ancam Angku Raja Sati..
Lancang...!!! berani mengancam Sultan...!! Penggal dia sekarang juga...!! Perintah Baginda Sultan sangat murka...
Segera delapan prajurit menghampiri Angku Raja Sati, kemudian membawanya ke tempat penjatuhan hukuman..
Namun, tidak seorangpun memperhatikan..sambil di gelandang ke tempat hukuman, Angku Raja Sati mengambil sesuatu di dalam sakunya..
Tepat pada saat tiba di tempat hukuman, Angku Raja Sati memegang Sebuah bola kecil dan membantingnya ke lantai...
Bhusssss...!!!!
Asap tebal menghalangi pandangan, setelah asap sirna Angku Raja Sati sudah lenyap....
Sedangkan di dalam aula perbincangan terkait serangan ke markas Kegelapan semakin mendekati kesimpulan...
Lapor baginda....hamba pantas mati...!!
Kedelapan prajurit penghukum berlutut memohon ampunan....
Ada apa...!!?
Tuan Raja Sati melarikan diri...!! jawab Prajurit.
Bagaimana Bisa...? tanya Baginda.
Tadi saat kami hendak melaksanakan eksekusi, ia menggunakan bom asap..kemudian menghilang dari pandangan kami...! jelas prajurit.
Mentri Hukum..!!
Hamba Baginda...!!
Bawa lima ratus orang Pasukan Janisari,.ringkus semua keluarga Angku Sati...
Sekretaris Kerajaan...!
Hamba baginda...!!
Segera Umumkan pencabuatn gelar bangsawan keluarga Angku Sati...
Jangan lupa Sebar gambar Raja Sati sebagai buron kesultanan Datuk Delapan hidup atau mati...!!
perintah Baginda sultan penuh amarah....
Segera semua bergerak sesuai perintah baginda sultan...
Semetara itu...
Di kedalaman hutan menuju luar kota...
Bayangan berkelebat cepat meninggalkan ibu kota..
Huh...hukh...!! dengan nafas tersengal Raja Sati yang melarikan diri dari eksekusi, masih terus berlari dengan nafas yang semakin tersengal..
Ahh..sebaiknya aku istirahat dulu di sini..
Gumam Angku Raja Sati..ia kemudian menyenderkan punggunya di sebuah batang pohon jati hutan..
Humhhh....ah....!! sambil duduk bersender, ia bersuara lirih menandakan bahwa ia sangat lelah.
Setelah beristirahat cukup lama, kini lelahnya terasa sudah berkurang..
Ia kemudian hendak melanjutkan pelariannya...tujuannya cuma satu...Markas Kegelapan..
Baru berlari sekitar seratus tombak, sesosok bayangan berkelebat menghadangnya dengan posisi membelakangi...
Si..siapa kau..!? tanya Raja Sati dengan perasaan was was...
Setelah sosok penghadang berbalik..
Marahlah Angku Raja Sati...
Kau...kau menjebakku...!!
kau mrnghianati Markas Kegelapan...!!
kata angku Raja Sati menyebut Markas Kegelapan untuk menakuti orang yang menghadang di depannya..
Hmm...untunglah kau bisa lari...!
aku baru saja akan menyelamatkan mu dari eksekusi...! kata si penghadang..
Cukup ..! berhenti menipuku..!!
hardik Angku Raja Sati...
Tuan besar..!! ada apa denganmu...!!?
Huh...Tetua Agung Malingka Alam...kau pikir aku bodoh...!!?
Sosok penghadang adalah Sein yang malih rupa lagi jadi Tetua Agung Malingka Alam..
Aku tidak akan tertipu lagi olehmu..!! hardik Angku Raja Sati..
Ingat..!! Markas Kegelapan akan memburumu...!! kata Raja Sati berusaha menakuti sosok Tetua Agung Malingka Alam
Apa hebatnya markas kegelapan..!!? hah..!?
aku bahkan bisa meratakannya dengan tanah...hahahaha....jawab Tetua Agung Malingka Alam.
Jangan Mimpi..!! Aky akan mengadu jiwa denganmu...!! kata Angku Raja Sati nekad..
Kemudian mendahului menyerang....
Hiaaaattt....!!
Hahaha....baguslah kalau begitu sebentar lagi kau akan mati...!! kata Sein kemudian memapak seragan Raja Sati kemudian menyerang Raja Sati dengan aji kelabang sayuta...
Pakk...!!
Dessss...!!
Dada Angku Raja Sati terkena tapak dengan telak...tubuhnya mencelat puluhan tombak dan terakhir membentur pohon asam hutan raksasa...
Dugggh...!!
Tubuh Angku Raja Sati terkapar tak bernyawa lagi..
Sein kemudian membawa tubuh Angku Raja Sati ke markas Kegelapan..
Hmm..masih sempat memberikan hadiah kejutan ini pada kelompok golongan hitam itu...batin Sein.
Dengan kecepatan berkelebatnya, Sein memang mampu membawa tubuh Angku Raja Sati ke markas kegelapan jauh lebih cepat dari banyak pendekar di dunia persilatan saat ini..
Bruk...!!!
Suara bergedebuk terdengar di depan pintu aula markas kegelapan...
__ADS_1
Para pengawal berlarian ingin melihat sosok yang tergeletak di depan pintu aula..
Sein yang telah melemparkan begitu saja tubuh tak bernyawa angku Raja Sati segera berkelebat pergi...meninggalkan tempat itu hendak kembali ke ibukota...
Sebuah serangan tiba tiba menghentikannya...
Whussss...!!
angin serangan mengarah ke kepala Sein...
buru buru ia merunduk, kemudian melompat mundur mengambil jarak...
Hahahaha...kau memasuki wilayah markas Kegelapan...kau harus mati...!! Seru salah seorang dari sebelas orang yang menghadangnya...
Hm...apa mereka ini yang dinamakan sebelas pendekar bintang..!? batin Sein bertanya..
Tunggu...!!
Seorang kakek melompat dari ketinggian pohon...
Anak muda, apa yang kau lakukan disini...!! tanya kakek berpakaian rapih dan nampak klimis itu...
Sein yang sedang malih rupa sebagai tetua Agung malingka Alam harusnya terlihat seperti seorang tua..
Kakek ini bisa menembus aji malih rupa, artinya ia berada di asal mula tingkat empat..!!batin Sein.
Ditambah lagi sebelas pendekar bintang itu..!
Arrggh...ini gawat...!! batin Sein Lagi.
Kenapa kau diam saja..?bentak Kakek Klimis itu...
Kakek Arsmut, kita bunuh saja langsung...!!
Kata pimpinan kesebelas pendekar itu...
Pendekar Bintang pegasus..!! terserah kalian saja...aku akan menonton dari atas...hehehe..kata kakek arsmut kemudian melompat ke dahan pohon tinggi...
Hiaaaa.....!!
serangan kesebelas pendekar bintang sangat berbahaya...
Sein merasakan maut sedang bernyanyi di kepalanya...
Lawan kali ini sangat hebat...Sein tidak akan bermain main...ia tak boleh lengah...
Dengan segenap kemampuannya Sein menghadapi serangan kesebelas orang itu...
Sepasang Belati senyap, dimainkan dengan empat puluh satu jurus belati purba...di lengkapi dengan dikerahkannya roh pelahap energi membuat Sein seperti seorang dewa perang yang terus menahan gempa dari sebelas orang lawannya...
Perlahan lahan..kawannya merasakan energinya tersedot...
Gawat...!! energi kita tersedot...!! kata salah seorang pendekar bintang...
Kakek Arsmut juga merasakan hal yang sama..
Segera ia melompat membantu menyerang,.berusaha memecah konsentrasi Sein...
Serangan Liur beracun...!! kakek arsmut terus memburu sein dengan Semburan liurnya yang beracun...
Sein menghindar Seadanya..karena ia memang telah kebal racun setelah keluar dari goa hutan larangan...
Kakek Arsmut dan kesebelas pendekar bintang mundur mengambil jarak...
Pendekar bintang pegasus...!! orang ini sangat sakti...!! gerutu Kakek Arsmut.
Formasi Bintang Galaksi..!! Seru Bintang Pegasus..
Sepuluh orang bergerak cepat mengambil posisi...
Hmmh...dengan formasi kalian bisa mengurung dan mengalahkan bahkan pendekar di ranah grand master asal mula tingkat delapan..tapi yang memiliki roh pelahap energi sepertiku formasi kalian tidak berlaku...!! batin Sein.
Apa...!? bahkan dengan kondisi santai ia dapat mengerahkan ilmunya memyedot energi kita...!! seru Bintang Pegasus.
Tenang...!! mundur tiga langkah..hindari hisapan energi...tetap lakukan pengepungan...!!
Seru kakek Arsmut...
Kesebelas orang pendekar bintang segera melakukan seperti petunjuk kakek Arsmut...
Lanjutkan Farmasi Bintang Galaksi...!!
Kesebelas orang pendekar bintang segera menyatukan energi mereka kemudian menyerang Sein yang berada di tengah kepungan..
Gawat..!! ini bahkan lebih hebat dari formasi sembilan matahari dan sembilan belas naga dari istana kalompoang...!!
jika energi mereka terlalu besar, ini bisa membuatku terluka...pelahap energi sifatnya menyedot secara perlahan...! batin Sein.
Apa boleh buat...!! Sein mengerahkan roh asal mula berssmaan dengan roh pelahap energi..ia bermaksud jika ia kalah adu tenaga dalam maka roh asal mula segera memperbaiki kerusakan membuat tubuhnya pulih seperti semula...
Bintang Galaksi tingkat tujuh...!! Seru Bintang pegasus...
Energi besar segera mengarah pada Sein...siap menghantam tubuh Sein...
Sein mengerahkan tujuh puluh persen tenaga dalamnya kemudian membalas dengan pukulan Cahaya Berpadu..
Karena Sein juga mengerahkan roh pelahap energi maka kekuatannya sedikit bertambah..dan kekuatan lawan sedikit berkurang..
DHARRRR...DHAMMMM...!!
Dua buah ledakan dahsyat terjadi mengguncang alam sekitar..
Binatang dan burung di hutan itu berhamburan karena mengira akan ada bencana alam...
Kedua belas lawan Sein terpental bergelimpangan...
Sein juga terpental sangat jauh...namun masih dalam kesadaran...
Siall...!! seandainya saja roh pelahap energi mampu menyedot energi lebih cepat...!!batin Sein..
Dalam posisi masih terpental, dengan sisa tenaga dalamnya, Sein mengerahkan ilmu menembus ruang..
Bhusss....!!
Kini Sein berada makin jauh dari lawannya....
Ia bejalan dengan gontai..ia tidak dapat lagi berkelebat cepat seperti biasanya...
Setelah mendapatkan tempat yang dirasanya cukup untuk memulihkan diri, ia lantas duduk memakan beberapa buah kenari biru ditambah beberapa helai daun rumput dingin...
Tak lama setelah itu, Sein mengantuk dan kemudian tertidur dengan sangat lelap..
Tak jauh dari tempat pertarungan, satu persatu lawan Sein bangkit dengan gontai...
Ahh...kuat sekali dia... baru kali ini bertemu lawan dengan kekuatan seperti ini..!! Gerutu Bintang pegasus..
Mereka segera berkumpul kembali di tempat pertarungan..
Eh..kemana anak muda itu...?tanya Kakek Arsmut yang seluruh tubuhnya terasa remuk..
Aku melihatnya terpental cukup jauh...kata salah satu bintang..
Hei ..kemana Bintang Ursa, Canis,.sirus, aquila dan arcas..? tanya Bintang Orion...
Ah..!!? Bintang Pegasus kaget baru menyadari lima diantara saudaranya tidak ada...
Mereka bertujuh bersama Kakek Arsmut mencari keberadaan kelima saudaranya...
__ADS_1
Tak lama berselang mereka menemukan satu per satu saudaranya..semuanya dalam keadaan terlentang tak bernyawa...
Pemuda Sialll....!!!
Umpat Bintang Pegasus..sangat marah...rasanya ia ingin mengamuk menghancurkan alam sekitarnya namun tenaganya yang sudah habis membuatnya hanya seperti seorang anak kecil yang meronta...
Kematian adik adikku akan kubalas dengan lebih kejam...!! ratap Bintang Pegasus...
Sudahlah...untuk sementara kita harus memulihkan diri...kata Kakek Arsmut...
Dengan kondisi seperti ini, kekuatan kami tidak akan pulih seratus persen pada hari Pertempuran..setidaknya butuh waktunya bulan untuk kembali seperti semula...itupun dengan bantuan pil pemulihan...gerutu Bintang Orion..
Kini pendekar bintang hanya tersisa enam orang..Pegasus, Orion, Scorpio, Andara, Callisto, Mintaka dan Alnitak..
Ketujuh orang ini kemudian menguburkan kelims pendekar bintang yang tewas lalu kembali ke markas kegelapan dengan langkah gontai...
++
Di markas kegelapan,
sejak tubuh Angku Raja Sati di lemparkan Sein, suasana menjadi geger..
segera Ratu Kegelapan mengumpulkan pendukungnya...
Dia adalah Angku Raja Sati, sekutu terkuat kita di ibukota...! kata Ratu Kegelapan.
Resi Wanayaka yang sudah memeriksa tubuh Angku Raja Sati mengungkapkan akibat kematian Angku Raja Sati...
Dia terbunuh oleh Aji Kelabang Sayuta...!! kata Resi Wanayaka...
Apa..!? ajian dari perguruan kelabang hijau itu..!? tanya si muka datar, Daeng Moncobalang
Ya..tapi baru kali ini aku melihat aji kelabang sayuta sekuat ini...! ucap Resi Wanayaka..
Sedang larut dalam pembicaraan siapa yang membunuh Angku Raja Sati, tiba tiba seisi ruangan aula di kagetkan dengan masuknya tujuh orang dalam keadaan lunglai...
Ada apa dengan kalian...!!? tanya Ratu Kegelapan panik...
Suamiku..ada apa denganmu..? Nenek Bonggoeya juga tak kalah panik...
Kami bertarung dengan seseorang, ia sangat sakti...!! Kata Kakek Arsmut pada istrinya..
Ayo ..kalian istirahat dulu..seru Resi Wanayaka yang melihat kondisi ketujuh orang itu sangat lemah...
Eh..kemana kelima saudara kalian..!!?tanya si muka datar, Daeng Moncobalang..
Mereka terbunuh dalam pertarungan kami tadi..jawab Si mulut berbisa Kakek Arsmut...
Apa...!!? kekuatan nya sehebat itu..!? bahkan bisa membunuh lima diantara kalian...!!? pendekar yang sangat megerikan...
Heh...tuan tenang saja...! orang itu juga kemungkinan sudah tewas...!! paling tidak dia cidera berat...!! kata Bintang Pegasus dengan nafas masih terengah.
Kalian pulihkan diri dulu...!!
kata Nenek bonggoeya yang kelihatan masih terus memberikan pengobatan untuk Kakek Arsmut...
Nyonya...cidera kami tidak ringan...kami butuh waktu pemulihan yang cukup lama...itupun harus di tambah dengan pil pemulihan tingkat tinggi ..!! kata Bintang Orion..
Berarti Pertarungan dengan aliansi golongan putih lusa nanti kalian tidak bisa ikut...!!? tanya Pandeka Langik...
Ya..kau lihat sendiri keadaan mereka...!! kata Ambo Tapulaga..
Oh..maaf...!! jawab Pandeka langkik...
Hari berganti,..
Ibu kota..
nampak Mentari menggendong Salwa keluar masuk kediaman dengan gelisah...
Kakak...! suami kita kenapa belum pulang..!!?
Iya..aku juga merasa was was dari kemarin...! jawab Yasmin.
Mudah mudahan tidak terjadi apa apa pada suami kita...!!
Permisi nyonya....!!
Eh tetua Gantarang...mari silahkan masuk...! sambut Yasmin.
Maaf tuan putri, saya ingin bertemu pangeran, apa pangeran sedang ada waktu..?
Oh..itu..! maaf tetua..suami kami belum pulang sejak pergi kemarin...!! jawab Yasmin.
Owh..!!? kemarin kami sama sama mengikuti penangkapan Angku Raja Sati Di Aula..tapi setelah Angku Raja Sati melarikan diri dari eksekusi aku juga sudah tidak melihat pangeran...! aku pikir pangeran sudah pulang....! beber Karaeng Gantarang.
Jangan Jangan Kak Sein...suara Mentari tertahan menatap Yasmin...
Yaa...kak Sein mengejar Angku Raja Sati...!! sambung Yasmin berseru.
Dengan kecepatan ilmu ringan tubuh pangeran, ia pasti dengan mudah menangkap Angku Raja Sati..
Belum lari terlalu jauh pasti sudah tertangkap...!! simpul Karaeng Gantarang...
Ya betul tetua...!! sahut Mentari.
Ah..baiklah nyonya aku pamit dulu..!! jika pangeran sudah kembali tolong sampaikan bahwa aku datang kemari mencarinya...!! kata Karaeng Gantarang pamit...
Sudah cukup lama Karaeng Gantarang meninggalkan kediaman Sein, ketika Ince Zulfa datang mencari Sein.
Sein...!! Mentari...!! Yasmin...!! Salwa...!!
Mentari yang sedang menemani Salwa bermain di taman depan langsung menyahut ketiks mendengar panggilan ayahnya...
Iya ayah...!!
Yasmin yang sedang di dalam ruang tengah juga segera menyahut..
Iya ayah...!!
Yasmin keluar menemui Ince Zulfa..
Ince Zulfa yang melihat Yasmin juga sudah melihat Mentari berjalan memegang tangan Salwa dari taman..
Eh..kau disitu..!!
Mana suami kalian..!?
Kakek...!! Ayah belum pulang dari kemarin kek...!! jawab Salwa berlari memeluk kaki Ince Zulfa..
He.eh..anak pintar...!! sini sama kakek..
kata Ince Zulfa kemudian menggendong Salwa..
Memangnya ayah kamu kemana..!? tanya Ince Zulfa...
Emmm...Salwa Menggeleng...
Ince zulfa kemudian menatap Yasmin dan Mentari bergantian menunggu jawaban..
Bukannya Kak Sein kemarin di aula bersama Ayah...!? tanya Mentari..
Iya..tapi.sewaktu Raja Sati bajingan itu kabur dari eksekusi, suami kalian juga ikut menghilang....apa semalam tidak pulang..!!?
Mungkin Kak Sein mengejar Raja Sati yang kabur ayah...!! jawab Yasmin.
Ya...mungkin saja..tapi mengapa sampai hari ini belum kembali...!!? gumam Ince Zulfa...
__ADS_1
+++