Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Munculnya Daeng Moncobalang dan Nenek Bonggoeya


__ADS_3

Menjelang Dini hari,..


Sein baru saja akan berkelebat meninggalkan tempat pengintaiannya..tiba tiba ia merasakan aura hitam pekat yang sangat kental...melesat dari arah timur...


Seorang Grand Master Asal mula...!? Seru Sein.


Sein yang dari tadi menyamarkan keberadaannya menambah lagi kekuatannya untuk menyamarkan..


Bayangan hitam melesat dengan cepat dan berhenti di pintu markas...


Seorang penjaga segera menyadari kedatangan bayangan hitam itu, sekarang nampak dihadapannya seorang pria tua yang sudah sangat sepuh...


Sang penjaga berniat meringkus orang tua itu..


namun ia merasakan sekujur tubuhnya lemas...


Antar aku menemui ketuamu...!!perintah pria tua sepuh itu.


Ba...ba..baik....!! jawab penjaga terbata bata...


Di dalam Markas Ratu Kegelapan..


Lapor Ketua Ketua...! seorang penjaga depan tergesa membawa seseorang menghadap.


Ada apa..? siapa dia...tanya Ratu Kegelapan.


Katanya ia ingin menghadap pada ketua...! jawab penjaga.


Siapa kau dan Ada apa kau mencariku..!


Ambar Sari...! aku datang memperingatkanmu...berhati hatilah, kesultanan datuk delapan mengutus seorang pendekar sakti untuk menyelidiki wabah buatan kalian ini...


Lancang...!! berani menyebut nama asli ketua..lidahmu akan ku potong...seru Raja Berry Iblis...


Hemh...! orang tua itu hanya mencibir bahkan tidak menoleh sedikitpun pada Raja Berry Iblis.


Ambar Sari...aku kesini untuk membantumu...


lanjut orang tua itu tanpa memperdulikan Raja Berry Iblis..di sertai wajahnya yang tiba tiba berubah...


Malih Rupa...!!?


Kau..!!? Kau Moncobalang...!!? Ratu Kegelapan kaget.


Untuk apa lagi kau mencariku..!?? ucap Ratu Kegelapan merajuk..


Ambar Sari...! tadi sudah kukatakan...apa kau belum mengerti...!? timpal Orang tua uang di sebut Mincobalang...


Kalian Semua tinggalkan kami berdua dulu...!! perintah Ratu Kegelapan pada keempat Raja Pelindung...


Segera Ratu Bunga Kematian yang selalu bersembunyi dalam bayangan Ratu Kegelapan serta Raja Kura Kura Api dan Raja Berry Iblis segera melesat pergi...di susul hadirin yang lainnya.


Setelah tinggal mereka berdua di dalam aula..


Apa yang membuatmu repot repot mengurusi urusanku Moncobalang...!! tanya Ratu Kegelapan sengit.


Ambar Sari..tidak bisakah kau melupakan yang telah lalu...!!?


Saat ini kita sudah sepuh seperti ini, Unjung juga sudah tua..dan anaknya pun sudah beranjak dewasa...!!


Tidakkah kita bisa berbaikan seperti dulu...!? bujuk Moncobalang.


Huh...kau enak saja, setelah menghianatiku..kau dengan mudahnya mengatakan ingin kita berbaikan...!!?


Aku bahkan belum membuat perhitungan dengan mu...!! Hardik Ratu Kegelapan dengan nada tinggi...


Tenanglah dulu...!! biar kujelaskan semuanya..


Kejadian saat itu sangat tidak baik..aku benar benar tidak bisa kembali ke benua ini untuk menjemputmu dan Unjung...


Aku sama sekali tidak pernah mengkhianati mu..!! kata Moncobalang.


Baik...kau jelaskan sekarang...!! jika penjelasan mu tidak memuaskanku aku akan membuatmu mati mengenaskan di tempat ini...


Baiklah...Ambar Sari..,


Moncobalang kemudian menceritakan kisahnya sampai ia menjadi buronan kerajaan di Benua Selatan...


dan berakhir dengan musnahnya ilmu beladirinya akibat pertarungannya dengan Karaeng Gantarang waktu itu....


Mengapa Karaeng Gantarang melepaskanmu...!!? potong Ratu kegelapan bertanya..


Salajangki yang memintanya melepaskanku...memberiku kesempatan bertaubat...!! jawab Moncobalang.


Rupanya Kakakmu itu sangat membelamu...


Entahlah..!


Sejak saat itu aku kembali ke Benua Tengah, mengurung diri di Ngarai Hitam...!


Sampai pada suatu ketika, di dalam Gua Tengkorak aku menemukan petunjuk tentang teknik mengembalikan beladiri yang dimusnahkan musuh...


Teknik ini diciptakan oleh Ganjar Dewa...dinamakan Teknik Tabib Dewa.


Jadi kau telah menguasai kitab legenda itu..? Kitab Ganjar Dewa yang sangat di idamkan oleh banyak pendekar di dunia persilatan..?tanya Ratu Kegelapan penuh antusias.


Moncobalang menggeleng pelan...


tidak...!!


hanya ilmu itu saja yang tertulis di dinding gua tengkorak...! jawabnya.


Huh..bilang saja kau takut kitab legenda itu direbut olehku kan..!? Dasar pelit..gerutu Ratu Kegelapan.


Ambar Sari, aku benar benar berkata yang sebetulnya padamu...kau adalah istriku, tentu saja segala yang ada padaku tentu akan kubagi denganmu..jelas Daeng Moncobalang.


Mendengar kata kata Daeng Moncobalang, Ratu Kegelapan melunak..


Ya...baiklah aku percaya padamu...! lanjutkan ceritamu...kata Ratu Kegelapan.


Setelah itu, aku terus berlatih meningkatkan kesaktianku...dan menciptakan ilmu ilmu baru...beber Daeng Moncobalang.


Hmm..benarkah semua yang kau ceritakan ini Moncobalang..? tanya Ratu Kegelapan ingin memastikan.


Tentu saja Ambar Sari...aku tidak sedang membohongi mu...!

__ADS_1


Jika kau belum puas boleh kau tanyakan pada Unjung...!!


Unjung..!!? mengapa bisa Unjung..apa hubungannya dengan anak kita itu...?cecar Ratu Kegelapan.


Unjung Sudah lama berlatih padaku..!! saat itu ia diantar oleh Ambo Tapulaga...!! karena Ambo Tapulaga merasa ia dalam incaran golongan putih sehingga mengungsikan Unjung padaku..


Apa Unjung tahu kau ayahnya..!!?


Sampai saat ini setahuku ia belum tahu...! jawab Moncobalang tersenyum kecut..


Baiklah...aku percaya padamu...tapi bukan berarti aku akan berbaikan denganmu...huh...!! ucap Ratu Kegelapan yang malah terdengar seperti orang merajuk..


Hahah...Ambar Sari..aku benar benar ingin barbaikan denganmu...kata Moncobalang sambil mendekat pada Ratu Kegelapan dan kemudian menggenggam tangannya...


Huh menjauh dariku...!! bentak Ratu Kegelapan namun tidak berusaha melepaskan genggaman Moncobalang pada tangannya..


Ambar Sari, Unjung sedang mempersiapkan rencana besar...!! Moncobalang melanjutkan pembicaraan.


Rencana besar seperti apa..!?.


Ia berniat menguasai Benua Selatan..ia ingin menjadi raja di raja Benua Selatan...jelas Daeng Moncoobalang...


Benarkah...!!? sangat kebetulan..!


aku juga berencana menguasai Benua Barat..mengapa tidak biar sekalian saja kita kuasai Lima Benua ini...hihihi....timpal Ratu Kegelapan dengan semangat...


Ini tidak akan mudah...!!


Banyak kekuatan yang akan menghadang pergerakan kita..!! kata Moncobalang penuh pertimbangan.


Langkah awal kita sebarkan teror dan ketakutan di mana mana..biarkan kerajaan kerajaan itu pada sibuk, sementara kita terus menyusun kekuatan....


Kau tidak usah hawatir, Ada banyak bala bantuan yang akan mendukung pergerakan kita...apa lagi kau sudah berada disini...


tentu kau tidak akan membiarkanku melakukan semua ini tanpamu kan..!!? tanya Ratu Kegelapan penuh harap .


Tentu..aku pasti akan menemanimu melakukan apa saja mulai saat ini...jawab Moncobalang.


Ratu kegelapan mengangguk senang.


Baiklah...tahap awal ini kita lakukan sesuai rencanamu dan rencana Unjung..simpul Moncobalang..


Kau tidak marah padaku lagi kan..!?


goda Moncobalang.


Kalau kau masih mengungkitnya aku akan benar benar marah...! Ratu kegelapan membelakangi Moncobalang...


Baiklah baiklah...ayo panggil kembali keempat raja pelindungmu dan yang lainnya kita akan bahas masalah ini lebih lanjut...pinta Moncobalang.


Ratu Kegelapan bersiul....seketika keempat orang yang tadi meninggalkan tempat itu kembali lagi ke posisi semula...disusul para hadirin lainnya...


Salam Ketua...!! sapa mereka berempat..dan lainnya..masih dalam keadaan bingung akan sosok lelaki tua di samping ketua mereka.


Salam juga buat kalian...!!


Perkenalkan....Daeng Moncobalang dari Benua Tengah...!! kata Ratu Kegelapan sambil menoleh kesamping.


Daeng Moncobalang..!? dedengkot dunia hitam benua tengah yang tersohor itu ada disini!!? seru mereka dengan takjub.


Semua hadirin mengangguk pelan...


Baiklah..!


saat ini kita akan membahas tentang rencana kita menguasai Benua Barat...namun kini rencana kita akan kita perluas...


Kita berencana akan menguasai Lima Benua...!! seru Ratu Kegelapan...


Para hadirin bertepuk tangan meriah tanda setuju...


Belum lagi hilang suara tapuk tangan hadirin..


Sebuah gelombang suara melengking disertai kelebat seorang wanita tua yang tiba tiba hadir di tempat itu...


Untuk rencana besar kalian...kalian pasti butuh aku juga kan...!!?hihihi....


Nenek Bonggoya..!!?seru seisi ruangan....


Nenek Bonggoya terkenal di Benua Barat ini selain sangat sakti, ia juga dikenal sebagai Nenek Segala Tipu Segala Licik dan Segala Culas...


Kenapa...!? kalian begitu takjub padaku...!? Hahaha...


Nenek Bonggoeya ini memang terkenal dengan sifatnya yang tak tahu malu...ia akan melakukan apa saja asal tujuannya tercapai...


Owh...Sirati...!! kau juga sudah datang..!! sapa Ratu Kegelapan...


Sesuatu yang besar seperti ini, aku tentu datang, aku tak mau ketinggalan Amba Sari...!! Hehehe...jawab Nenek Bonggoeya.


Hahaha....iya iya..aku lupa akan sifat iri dan serakahmu yang tak tertandingi itu...hahaha....


Baiklah...Nenek Bonggoeya...! terimakasih partisipasinya...!! ucap Ratu Kegelapan.


Kita mulai saja..! Seru Ratu Kegelapan kemudian.


Daeng Moncobalang, bagaimana kau melihat hal ini...? tanya Ratu Kegelapan pada Daeng Moncobalang.


Sebelum melanjutkan pembicaraan kita, terlebih dahulu aku akan mengingatkan kita semua..


Kita semua capat atau lambat akan berhadapan dengan utusan kerajaan..dan bukan tidak mungkin akan berhadapan dengan orang orang golongan putih...


Saat ini penyelidikan kerajaan hanya sebatas wabah yang di sebarkan oleh empat Raja Pelindung...


Tadi, dalam perjalanan kesini aku sempat merasakan aura yang sangat kuat..walaupun hanya sekikas dan sangat samar..namun aku yakin ada seorang yang sangat sakti sedang menincar tempat ini..beber Daeng Moncobalang.


Aku juga sempat merasakannya, namun sangat halus dan sekilas...tambah Nenek Bonggoeya..


Eh...mengapa Raja Kumbang Api belum juga kembali...? tanya Raja Jarak Merah..


Ah..paling juga ia pergi ke hutan Beringin Sati mencari kumbang Api beracun...


Aku merasa khawatir, jangan sampai dia terjadi apa apa...kata Raja Kura Kura Api...


Kita tunggu saja semoga ia segera kembali...kata Ratu Kegelapan...


Tunggu..!! mengapa kau begitu khawatir..tanya Daeng Moncobalang yang terkenal cukup jeli melihat keadaan..

__ADS_1


Kemarin ada seorang pemburu tua memasuki waliyah ini...katanya ia utusan kerajaan yang akan menumpas kami...


Lalu..kemana orang itu...tanya Daeng Moncobalang.


Ia sudah dibunuh oleh Raja Kumbang Api...


Mayatnya mungkin masih tersisa..tuh di balik undakan batu hitam di pojok sana...tunjuk Raja Berry Iblis...


Segera Daeng Moncobalang berkelebat memeriksa....


Wajahnya seketika memburuk...


Celaka...!! kalian telah kecolongan...!! teriak Daeng Moncobalang...


Apa yang terjadi..!!? seru Ratu Kegelapan heran..


Mayat yang kalian katakan pemburu itu tidak ada..berarti ia telah pergi dari sini tanpa kalian sadari...jelas Daeng Moncobalang...


Seisi aula mulai panik...


Tenanglah....!! seru Daeng Mncobalang..


Jika ia bisa masuk dan pergi dari tempat ini tanpa kalian sadari...maka kesaktiannya pasti luar biasa...kata Daeng Moncobalang.


Hanya sedikit pendekar yang bisa selamat dari serangan Raja Kumbang Api...timpal Ratu Kegelapan.


Ya..tapi orang tua ini pastilah orang yang sangat sakti...paling tidak ia setingkat dengan....! kata kata Daeng Moncobalang terputus...


Dengan Siapa..!!? tanya Ratu Kegelapan dan Nenek Bonggoeya bersamaan...


Datuk Rajo...!! sambung Daeng Moncobalang...


Datuk Rajo...dari Kesultanan Datuk Delapan...!!


Ah...itu tidak mungkin...datuk sakti itu jarang keluar istana...timpal Nenek Bonggoeya...


Tapi bisa jadi jika ia sedang menyelidiki wabah ini...kata Ratu Kegelapan.


Apa kau pernah bertemu dengan Datuk Rajo...!?bagaimana wajahnya...? tanya Ratu kegelapan pada nenek Bonggoeya...


Nenek Bobggoeya menggeleng..


belum..! jawabnya singkat.


Akhh...!!


Apa mungkin orang berpakaian pemburu kemarin itu adalah Datu Rajo....? gumam Ratu Kegelapan...


Berarti energi besar yang aku rasakan tadi berasal dari orang itu...


Tapi...Ah..sudahlah...mungkin sudah waktunya kita berhadapan dengan kekuatan golongan putih...tukas Daeng Moncobalang.


Anggap saja wabah ini sudah ketahuan kalau kitalah yang menyebabkannya...


sekarang kita harus mempersiapkan diri menghadapi mereka jika mereka menyerang kesini...kata Daeng Moncobalang.


Mereka pasti juga masih kebingungan mengatasi wabah yang terlanjur menyerang ini...kata Nenek Bonggoeya.


Sepanjang perjalanan.kesini..aku melihat kerajaan kerajaan di benua selatan dan barat ini sudah waspada..mereka memperketat penjagaan di perbatasan...


Penyebaran wabah antar warga sudah dapat mereka atasi...beber Daeng Moncobalang.


Di luar markas,


Hari menjelang pagi...


Sein yang sudah merasa cukup mendapatkan keterangan segera berkelebat pergi...kembali menuju istana Kesultanan Datuk Delapan...


Semetara itu,..


Di istana..


Di kediaman Sein...


Tok tok tok....!! suara ketukan pintu membuat langkah Mentari yang baru saja keluar dari biliknya hendak ke bilik mandi tertahan..namun karena ia kebelet buang hajat, maka ia melanjutkan melangkah ke bilik mandi...


Tok tok tok...!! suara ketukan terus saja terdengar...


Sampai Mentari selesai buang hajat ketukan itu masih terus terdengar...


Ih siapa sih, pagi pagi begini ketuk pintu...gumam Mentari...


Mentari keluar dari bilik mandi dan berjalan kearah pintu...


Dari luar...seorang wanita muda yang sedari tadi mengetuk pintu baru saja hendak mengetuk untuk yang kesekian kalinya diam terpaku, karena pintu sudah terbuka...


Ada apa nona..!?tanya Mentari..


Ah..tidak nyonya...perkenalkan saya Laila...saya mengantarkan ini untuk pangeran Sein..apa pangeran Sein ada...??kata wanita muda yang ternyata Laila sambil menyerahkan rantang berisi beberapa penganan.


Mentari segera menerima rantang itu,.


Pangeran sedang tugas ke luar ibu kota...apa ada sesuatu yang penting..!? timpal Mentari penuh selidik..


Ah tidak nyonya..tidak ada yang penting...hanya ingin menanyakan sesuatu pada pangeran...


Biar nanti saya kesini lagi kalau pangeran sudah kembali...saya mohon pamit...kata Laila sambil menjura hormat kemudian berbalik pergi...


Yasmin yang baru saja dari dapur membuat sarapan melihat Laila yang baru saja berbalik pergi...


Eh..adik...aku melihat anak Jendral Kasogi dari sini...mau apa anak itu kemari..?tanya Yasmin sambil mengambil posisi duduk di kursi.


Lihatlah...baru saja suami kita di ibukota ia sudah menjadi perhatian gadis gadis...kakak, untunglah ada kakak yang membantuku..kalau tidak pastinya sulit bagiku menjaga lelaki tampan itu...gerutu Mentari..


Hei..hei...adikku yang cantik ini kenapa...masih sepagi ini sudah marah...awas nanti cepat tua..!! goda Yasmin.


Kakak...ini coba lihat..bahkan anak jendral..siapa tadi..!!?


Jendral Kasogi..! jawab Yasmin..


Iya.. anak Jendral Kasogi yang masih bau kencur itu pun sepagi ini rela membawakan serantang penganan untuk suami kita...huh..sambung Mentari terus menggerutu.


Hihihi...biarkan saja...dia itu hanya anak kecil..yang mungkin mengidolakan suami kita...hihihi....goda Yasmin lagi...


Kakak..apa kau tak cemburu..?ia membawakan ini untuk suami kita..? cecar Mentari.

__ADS_1


+++


__ADS_2