Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Klan Kuno Keturunan dari Benua Congko


__ADS_3

Rombongan Resi Wanayaka dan Kakek Arsmut dan enam Pendekar Bintang kini sedang dalam perjalanan menuju tepi pantai..


Resi,..sepertinya sore nanti kita sudah bisa mencapai pantai...!! seru Kakek Arsmut..


Ya betul tuan..., tapi kemungkinan perahu yang akan berlayar ke Benua Tengah sangat terbatas...!


Semoga kita bisa menemukan perahu secepatnya...!! jawab Resi Wanayaka..


Ya dan semoga saja tidak ada dari pendekar aliansi yang mengejar kita...!! jawab kakek Arsmut.


Tuan tenang saja, ini bukanlah jalur biasa yang di lalui banyak orang...!!


Jalur ini hanya di lalui oleh pedagang pedangang budak dan barang selundupan...!


Golongan putih tidak mengetahui pelabuhan kecil ini..!! kata Resi Wanayaka.


Oh iya..


Tuan tuan Pendekar Bintang..! setelah mendapatkan perahu, apakah perahu pertama untuk kami atau untuk kalian...?? tanya Resi Wanayaka.


Hah..? mengapa harus berpencar..? tanya Kakek Arsmut.


Tidak berpencar Tuan, hanya memang seperti itulah seharusnya..


Kemungkinan kita akan berbeda perahu dengan enam Pendekar Bintang,..karena arah mereka tidak sama dengan kita..kecuali jika kita berbelok dulu kearah perguruan mereka baru kemudian kita melanjutkan lagi ke Benua Tengah..beber Resi Wanayaka..


Enam Pendekar Bintang, tidak akan ikut mereka ke Benua Tengah melainkan akan kembali ke perguruannya menemui gurunya..


Setelah kembali keperguruan, kita harus meminta guru untuk memberikan ilmu yang lebih hebat lagi..!! kata Bintang Orion..


Ya..lawan kita beberapa hari yang lalu itu, benar benar sakti..!! setelah sekian puluh tahun di dunia persilatan, baru kali ini ada yang mampu menghancurkan formasi kita bahkan menewaskkan lima saudara kita..!ucap Bintang Pegasus..


Ya..aku tidak menyangka masih ada orang sesakti itu,..aku pikir hanya gurulah yang bisa seperti itu..ternyata aku keliru..!! timpal lainnya.


Setelah kita meningkatkan kemampuan kita, kita akan memburu orang itu, kemudian membalaskan dendam lima saudara kita..!! Kata Bintang Pegasus.


Ya..! kakak tertua kau betul..! timpal beberapa pendekar bintang lainnya hampir bersamaan.


++


Esok hari..


di ibu kota,


Hari masih pagi ketika Alap Alap Biru datang melaporkan hasil penyelidikannya..


Lapor Tuan...!!


Ya Alap Alap Biru...!! ada berita apa..? tanya Sein.


Seorang anggota luar Klan Kuno dari benua congko telah tiba beberapa hari yang lalu..


Mereka sepertinya sedang merencanakan sesuatu di Benua Barat ini...!!


Jangan jangan yang kau maksud adalah pria berbaju coklat bergaris hitam itu. !? tanya Sein...


Betul tuan.., tuan sudah pernah bertemu dengannya..!? tanya Alap Alap Biru..


Tidak bertemu, cuma aku melihatnya berbincang dengan Kasim Hae di kedai timur kota..


Mereka menyebut nyebut nama Cucen..! jelas Sein.


Owh..rupanya mereka komplotan bajingan itu...!! Kata Alap Alap biru geram..


Kasim Hae dan pangeran Jin semalam telah ditangkap.., sedangkan orang berbaju coklat itu, kita belum tahu tinggalnya di mana...


Jika ada informasi tempat tinggal orang itu, aku akan minta pasukan Janisari menangkapnya sekalian...!! kata Sein.


Orang itu tinggal di sebuah rumah di samping toko senjata Bassi Toa..sudah hampir seminggu ia menyewa rumah itu tuan..!! jelas Alap Alap Biru..


Siapa pemilik rumah itu..!? tanya Sein.


Masih keluarga kerajaan...masih ada hubungan keluarga dengan permaisuri tuanku...Jawab Alap Alap Biru..


Mm...selidiki lebih jauh hubungan kedua pihak ini...! perintah Sein.


Baik tuan...saya permisi dulu..Kata Alap Alap Biru pamit.


++


Matahari sudah agak naik, ketika Laila tiba di kediamannya ..


Laila...!! dari mana saja kau nak...!? tanya istri Jendral Kasogi...


Laila habis berlatih di rumah paman Morosi ibu...


Mm...? pamanmu itu kan sibuk, bagaimana bisa menemanimu berlatih...?


Ah ibu...Laila kan berlatih dengan Kalila..!!


jawa Laila menyebut nama anak Tumenggung Morosi..


Tumenggung Morosi adalah adik Jendral Kasogi yang mengepalai wilayah Batu Landai di bagian timur ibu kota..


Setiap merasa bosan di ibu kota, Laila biasanya akan ke sana untuk bermain dengan anak tumenggung Morosi...


Mmm..ya sudah..ayo cepat masuk...!! kata ibunya..


Ibu pikir kamu diam diam ikut aliansi menyerang Markas Kegelapan...!


Ah..ibu..kalau mau ikut aliansi, pasti Laila bilang ke ibu..juga minta izin ke guru...!! jawab laila..


Ibu laila ke kamar dulu, Laila ngantuk..!!


Laila pun berjalan masuk ke kamarnya...


++


Di Kota Maccini,


sebelah timur ibukota setelah Kota Morosi,


Sebuah Klan yang sudah sangat tua, klan ini berusia hampir tujuh ratus tahun.. yang sudah lama mendiami kota Maccini turun temurun,

__ADS_1


Leluhur Klan ini awalnya adalah orang orang dari benua congko, mendiami daerah itu karena meninggalkan benua congko akibat huru hara yang terjadi di benua congko ..


Saat ini mereka sedang mengadakan pertemuan di alula kediaman mereka...


Ketua Klan duduk di atas panggung berundak di undakan ke tiga,


sedangkan para tetua klan duduk di undakan yang lebih rendah, kecuali tetua agung klan yang duduk hampir bersampingan dengan Ketua Klan..


Para anggota klan ada yang duduk di undakan pertama dan ada yang duduk bersila di lantai beralaskan nyaman daun pandan..


Para tetua..!!


Beberapa waktu yang lalu ada berita bahwa di benua selatan muncul seorang wanita yang mampu mengeluarkan cakram sudarsana..!!


Benarkah..!?


Senjata legendaris itu sekarang ada di tangan seorang wanita..!?tanya salah seorang anggota Klan.


Ya..dan aku sudah menyelidikinya,..


Wanita itu sekarang berada di ibukota Kesultanan Datuk Delapan..!! bener Ketua Klan..


Untuk itu lah hari ini kita berkumpul...


Aku ingin mengumumkan, siapa saja anggota klan kita yang mampu merebut cakram susarsana dari wanita itu, maka akan aku angkat sebagai penerus ketua Klan...


Selain itu, kitab pusaka keluarga yang berisi banyak ilmu ilmu langka tingkat tinggi akan aku ajarkan padanya...! jelas Sang Ketua.


Saya bersedia pergi untuk merebut Cakram Sudarsana sari wanita itu ketua..!! seru seorang anggota..


Mm siapa saja boleh...petunjuknya sudah kuberikan tadi, selanjutnya tergantung keberuntungan kalian..!!


Karena siapa sejatinya wanita itu kita belum tahu pasti..karena itu silahkan menggunakan berbagai macam cara agar kalian bisa menemukan wanita itu dan merebut Cakram Sudarsana darinya..


Lapor ketua...!! Seorang anggota klan masuk ke aula..


Ya..ada apa ..?


Tuan Wong Kai..dari ibu kota hendak bertemu ketua...


Mm..persilahkan masuk..!


Seorang pria berumur empat puluhan berbaju coklat masuk ka aula dan langsung memberi hormat..,


Salam ketua..!


Ya..ada hal apa..? jawab Ketua klan terlihat malas meladeni Wong Kai..


Maaf Ketua, aku telah menyelidiki orang yang memegang cakram sudarsana..! Jawab Wong Kai.


Benarkah..!? timpal ketua klan, mulai tertarik..


Sebenarnya anggota Klan Wong sama sekali tidak menempatkan Wong Kai di mata mereka,


Hal ini karena keluarga wong kai adalah masih tergolong kerabat buangan..


Prinsip Klan Wong yang sesungguhnya tidak ingin ada hubungan pernikahan antara anggota klan nya dengan keluarga istana...


Sewaktu kakek Wong Kai, yang bernama Wong Kang menerima pinangan sebuah keluarga istana untuk putrinya pada saat itu, maka seluruh Klan Wong langsung menurunkan status keluarga Wong Kang...


Keluarga Wong Kang yang sebelumnya adalah Keluarga inti, kini menjadi keluarga buangan..yang tidak memiliki hak dan kekuatan apa apa dalam Klan Wong..


Namun karena Keluarga Wong Kang menjadi bagian keluarga istana setelah menikahkan putrinya dengan salah satu pangeran, maka sikap klan Wong pada keluarga mereka sedikit melunak..


Bagi orang orang benua congko, leluhur adalah sesuatu yang utama,.merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka..


Itulah yang menyebabkan Wong Kang dan keturunan nya selalu berusaha kembali masuk ke keluarga utama Klan Wong...


Bagi keluarga Wong Kang, bisa kembali menjadi keluarga utama Klan Wong maka akan lebih memperkuat kedudukan keluarga mereka yang saat ini sudah menyandang status keluarga bangsawan istana, tapi yang lebih lagi bahwa bisa menjadi keluarga terpandang dalam jajaran klan kuno di daratan benua congko...


Betul Ketua...!! jawab Wong Kai.


Saya telah mengetahui wanita yang memegang cakram saudarsana ini ketua...!


Siapa dia...?


Dia adalah kerabat istana, tapi wanita ini kabarnya sangat sakti...!


Ia adalah istri Pangeran Sein..


Wong Kai kemudian menceritakan semua yang sudah ia lakukan untuk merebut cakram saudarsana dari Mentari.


Mm...jadi keu telah mengirim orang untuk meebutnya..!?


Betul Ketua, tapi...!


Tapi kenapa..?


Sampai saat ini orang suruhan saya belum ada kabar..dan kediaman pangeran itu juga terlihat biasa saja, tidak ada tanda tanda bahwa mereka sedang mengusut suatu masalah..


Mmm...berarti ada kemungkinan orangmu telah tertangkap...!!


Klan Wong akan mengirimkan bantuan untukmu...!


Tetua ketiga dan dua murid utamanya akan menemanimu menyelesaikan masalah ini...!!


Terima kasih ketua..!


Mm kau boleh berhubungan dengan ketua ke tiga untuk masalah ini...!!


aku tunggu kabar satu minggu dari sekarang.., !pertemuan selesai..!!


++


Di istana..


penjara bawah tanah...


Karena di penjara di tempat terpisah..


Kasim Hae masih memikirkan dimana Pangeran Jin di penjarakan..


Saat ini seorang utusan Menteri Hukum di iringi beberapa pasukan janisari, menuju tempat Kasim Hae di tahan...

__ADS_1


Kasim Hae...!! panggil sang utusan.


Oh tuan, siapa anda...!!?tanya Kasim Hae...


Aku di utus Menteri Hukum menemuimu...!jawab sang utusan dengan pandangan tajam...


Kasim Hae yang sudah pengalaman melihat situasi seperti ini tahu bahwa ilmu beladirinya akan di musnahkan atau di segel...


Hemh..kau datang untuk melumpuhkan ilmuku..!? tanya Kasim Hae, sinis...


Ia menganggap tingkatan orang di depannya masih berada di bawah tingkatannya, karena itu ia memandang remeh utusan Menteri Hukum itu...


Tuan Hae..!! kau mau lakukan sendiri atau aku yang melakukannya...!? tanya orang itu dengan ekspresi dingin..


Huh...lakukan saja jika kau sanggup...!


kata Kasim Hae manantang.


Orang di depannya malah terlihat manggut manggut..sambil tersenyum..


Kenapa kau tersenyum..!?tanya Kasim Hae penasaran...


Seorang pasukan memberikan dua buah kotak pada utusan menteri,..dengan cepat utusan menteri membuka salah satu kotak dan mengeluarkan sebuah batu bercahaya...


Apa Kau tahu ini kasim Hae...!? tanya sang utusan.


Kasim Hae yang bingung, menjawab dengan mengeleng...tidak!! dan tidak penting...!! tegasnya..


Mm...! baiklah.., seketika sang utusan itu menempelkan batu itu di dadanya..!!


Dengan cepat, Cahaya batu berpendar halus dan menyelimuti sekujur tubuh sang utusan...


Sekarang cobalah kau mengukur tingkatanku, Kasim Hae...! kata sang utusan Menteri.


Kasim Hae terbelalak..tingkatan orang di depannya sudah berada dua tingkat di atasnya..


Hmm..!! dengan menyeringai sang utusan segera membuka kota kedua dan mengeluarkan sebuah rantai berwarna merah gelap yang cukup panjang..


Ketika rantai di keluarkan, tekanan pada ruangan itu menjadi sangat kuat..lutut kasim hae goyah dan tanpa sadar ia berlutut...


Rantai Darah..!! Seru Kasim Hae


Sang utusan dengan cepat melilitkan rantai pada tubuh Kasim Hae dan menguncinya dengan kunci aneh...dan seketika ilmu kesaktian kasim Hae seperti tersegel...


Sialll...!! apa yang akan kau lakukan padaku..? tanya Kasim Hae, marah.


Tenanglah...! istana hanya akan melakukan beberapa interogasi terhadapmu...! jawab sang utusan dengan tenang dan dingin...


Saat Hasim Hae sudah tidak berdaya, sang utusan mengeluarkan kembali batu bercahaya dari dadanya dan memasukkannya kembali ke dalam kotak...


Ap...apa yang ingin kau ketahui...!? tanya Kasim Hae..


Sabarlah..!! bukan aku yang akan menginterogasimu...! kata Sang utusan..


Ja..jadi..siapa yang akan menginterogasiku? tanya Kasim hae..


Saat orang itu datang, kau akan tahu....!!


Tapi ku peringatkan berbicaralah yang jujur padanya...atau kau akan mengalami hal yang sangat megerikan...!! hahaha kau mungkin akan menyesal pernah dilahirkan...! beber sang utusan..


Mendengar ini, perasaan Kasim Hae semakin menjadi gelisah...


Hmm...ini pasti juga di alami tuan muda...!!.


Semoga saja tuan muda kuat menghadapi semua ini..batin Kasim Hae..


Di tempat tahanan pangeran Jin,..


Seorang utusan lainnya yang bertugas untuk memusnahkan beladiri Pangeran Jin sudah melaksanakan tugasnya dengan mudah...


Uhuk...! terdengar batuk dari mulut pangeran Jin..


Aku akan membalas ini semua, tunggu pengawalku datang...!! ucap Pangeran Jin sangat marah...


Hahaha...tidak tahu bagaimana nasib kasim pengawalmu itu sekarang,...bisa jadi sudah lebih buruk dari kamu...hahaha...!! timpal utusan...


Bangsat...!! apa yang kau inginkan dari kami...?


rutuk Pangeran Jin...


Apa yang kami inginkan..!!? tentu saja kami tidak ingin apa apa..hahaha..


Hanya saja,.istana akan mengorek beberapa informasi dari kau dan pengawal tuamu itu...hahaha...jawab Utusan.


Cepat katakan dan lepaskan kami...!!


Owh..itu tergantung orang yang akan menginterogasimu...jika ia mendapat jawaban yang memuaskan, maka kemungkinan kau akan di bebaskannya..jawab utusan.


Bukannya tuan yang akan menginterogasiku?


Tentu saja bukan aku...tapi kau tenang saja, akan ada orang yang datang untuk menginterogasimu..


Aku sarankan padamu, kau bicaralah yang benar, atau kau akan mengalami nasib yang sangat buruk...bahkan kau akan menyesal telah di lahirkan ke dunia ini...!! ancam utusan...


Hah..!! pangeran Jin nampak gemetar ketakutan...namun urusan memberi tidak memghiraukannya, utusan itu langsung pergi setelah memastikan rantai yang mengikat pangeran Jin berfungsi dengan baik...


Istana,


Kediaman Sultan..


Sein baru saja selesai berbincang dengan baginda, ia telah menceritakan kembali pada baginda tentang kejadian yang menimpanya dan yang menimpa Mentari, kerena Yasmin susah lebih dulu bercerita kepada baginda..


Sekarang kalian tidak boleh lagi menolak pengawalan di kediaman kalian..!! ini berbahaya bagi keluarga kalian...!! kata Baginda Sultan..


Baik ayahanda...Terimakasih..!! jawab Sein.


Eh,..


Ananda pangeran, para perusuh tak tahu diri itu sekarang berada di penjara bawah tanah, kau boleh menginterogasi mereka berdua kapan saja...beber Baginda Sultan.


Dan aku juga sudah memerintahkan para mata mata untuk mencari keberadaan Utari...tambah baginda Sultan.


Sekali lagi, Terimakasih ayahanda Sultan...!! jawab Sein penuh hormat.

__ADS_1


+++


__ADS_2