
Kegemparan di asosiasi tungku biru, membuat beberapa pengurus di cabang kota lain bingung, .
Pangeran Sein ada di sana tapi masalah serius malah menimpa asosiasi,
Jangan jangan sesuatu telah terjadi pada pangeran..! batin Wen..
Aku harus segera ke benua barat,...
Saat ini Wen berada di benua Selatan, Pusat Asosiasi tungku Biru..
Wen segera mengumpulkan pengurus penting asosiasi tungku biru..
Kalian bertiga, aku akan pergi ke Benua Barat beberapa waktu ...sementara aku serahakan urusan asosiasi pada kalian bertiga,
Lansala, Kau pimpin mereka sementara aku pergi..!!
Baik Tuan Wen..! jawab Lansala..
Sementara itu, Sein dan Yasmin masih terus berlatih di belakang Istana Karang Merah..
Sudah hampir satu bulan mereka berlatih,
Kesakitan Yasmin juga sudah meningkat pesat,..
Kini Yasmin sudah berada di tingkat Grand Master Abadi Tingkat Dua..
Sementara Sein sudah berhasil melatih energi spiritual dan mencapai alam bawah sadar selama satu peminuman teh...
WHOSS...!!!
Sein membuang nafas..
Saat ini sepertinya cukup dulu...! batin Sein.
Aura Sein memancar dengan penuh ketenangan...tidak seperti sebelumnya aura pekat pembunuh, tapi kini sebaliknya...aura pembunuh Sein mulai berkurang, dan muncul aura ketenangan walau masih sedikit samar...
Eh Suamiku, apa kau meningkat dua tahap ..?
Mmm...! Sein menggeleng..hanya satu tahap..!
aku hanya berusaha bertahan cukup lama untuk berada dalam keadaan alam bawah sadar...!
Segel Ruang Hampa dan Kekuatan jurus setiap ilmu akan meningkat dua kali lipat dalam segel ruang hampa ditambah lagi jika memasuki alam bawah sadar maka kekuatan akan meningkat lima hingga tujuh kali lipat...
Walau sekarang aku masih berada di ranah Grand Master Abadi Tingkat Sembilan, namun dengan memasuki alam bawah sadar cukup mudah untuk membantai ranah legenda bumi tingkat lima dan bisa mengimbangi ranah Legenda Bumi tingkat tujuh..! Jelas Sein.
Kau tidak mencoba teknik barumu, menggabung pelahap energi dengan alam bawah sadar seperti sebelumnya..? kan bisa dengan cepat meningkatkan kekuatanmu..? tanya Yasmin..
Tidak perlu terburu buru..., aku harus menstabilkan ranah Grand Master Abadi tingkat sembilan ini dulu..agar peningkatan selanjutnya tidak rapuh....! jelas Sein..
Wahh...suamiku, kau benar benar luar biasa...! Seru Yasmin memuji.
Hehe...kau sendiri sepertinya sudah naik tingkat lagi...sepertinya saat ini kau sudah berada di ranah Grand Master Abadi tingkat empat...! seru Sein..
Ya suamiku...tentu ini berkat aku melatih pelahap energi dan sepertinya tempat ini juga sangat mendukung untuk peningkatan kita...! energi lagit dan bumi sangat kuat di sini..! kata Yasmin bersemangat..
Kau ingin lebih meningkat lagi ..? dalam dua minggu aku jamin kau akan naik tahapan lagi..! kata Sein..
Aduh suamiku...sekarang kecepatan peningkatanku sudah melambat, mungkin karena energi langit dan bumi di sini sudah banyak yang ku serap jadi hanya menyebabkan peningkatan sedikit saja, dua minggu tidak mungkin meningkat satu tahap untuk saat ini....! timpal Yasmin...
Eh, siapa bilang kita akan berlatih di sini...?
Kita akan berlatih di dekat Penjara Langit...!
Hah...? bukankah kita akan mati lemas di dalam sana..?
Kita tidak akan masuk ke kerangkeng Penjara Langit kita akan berlatih di dekatnya saja...setelah kita bisa menyesuaikan diri, maka kita akan mencoba berlatih di dalamnya...! jelas Sein...
Suamiku, apakah ini kau sudah pernah mendengar orang berlatih seperti ini...?tanya Yasmin.
Mmm...Belum..! Sein menggeleng..
Ini hanya coba coba saja siapa tahu bisa berhasil...hehehe....! jawab Sein dengan santai...
Yasmin rasanya ingin menangis..
Bisa bisanya dia berpikir tentang berlatih seperti itu..ini kan sangat beresiko dan dia sangat santai mengatakannya..! batin Yasmin..
Ayo...! Sein menarik tangan Yasmin ke penjara langit...
Saat memasuki bangunan Penjara Langit,
Mereka kemudian mengerahkan kekuatan pelahap energi, mereka merasakan sebuah kekuatan mistis mencoba melemahkan mereka, tapi mereka mencoba bertahan...
Beberapa saat kemudian Yasmin sudah mulai tidak tahan..Sein menggenggam tangan Yasmin dan mengerahkan pelahap energi lebih kuat...Yasmin sedikit merasa lega...
Sein berpikir, tidak akan mungkin ia bertahan lama dengan pelahap energi..
Ia mencoba memasuki alam bawah sadar tanpa melepaskan genggamannya pada tangan Yasmin...
Serta merta keduanya merasakan ketenangan...
Energi yang melemahkan sedikit demi sedikit mulai tidak terasa....
Sampai Sepeminuman teh, mereka bertahan dalam ketenangan...
Yasmin kembali ke alam sadar, tekanan kuat mulai ia rasakan lagi...,
Sesaat kemudian Sein juga kembali tersadar....
Huft...!! ehm...sepertinya hari ini cukup...
Ia kemudian menarik Yasmin keluar dari tempat itu...
Humhhh...!
Akhirnya ...
Ayo kita buat makan siang. ..ajak Yasmin..
Aku merasa tubuhku lebih enteng dari biasanya...! gumam Yasmin berjalan dengan anggun.
__ADS_1
Tentu saja...sekarang gerakanmu sangat cepat, jika dibanding pendekar yang setingkat dengan mu...apalagi kecantikanmu, sekarang kau lebih menggemaskan..hehehe..! Goda Sein...
Uh...bisa menggodaku sekarang ya...! kata Yasmin tersenyum dengan wajah memerah..
Eh suamiku,
Mengapa kecepatan kita menjadi meningkat seperti itu ..? tanya Yasmin..
Itu karena latihan pelahap energi dengan tekanan energi mistis di ruang penjara langit...
Ini memacu peningkatan kekuatan pelahap energi di tempat normal seperti ini ..
jadi gerakanmu akan lebih cepat saat tidak berada di ruang penjara langit...
Wahh...bagaimana jika kita berlatih lebih lama di sana...! usul Yasmin...
Ya seperti ini lebih baik...! tapi setelah kita menjemput Adik Mentari dan Salwa...! tambah Yasmin bersemangat..
Sein hanya menggeleng, kemudian pergi ke gudang belakang mengambil beberapa bungkil jagung untuk di bakar..
Mereka akan berada di karang merah dan berlatih di penjara langit untuk beberapa hari kedepan barulah akan menjemput Mentari dan Salwa...
++
Kediaman Sekretaris kesultanan,..
Ince Zulfa dan isterinya, Biru Merah Kesengsaraan terus berlatih dengan kekuatan penuh...
Di sela latihan,
Istriku, apa anak anak sudah siap berangkat...?
kita tidak akan bisa menahan ini lebih lama..! kata Ince Zulfa dengan sedikit khawatir
Aku tidak tahu, tapi sepertinya mereka sedang tidak di ibukota, beberapa saat sebelum penyerangan, Sein mendapat titah rahasia dari baginda, tak lama berselang mereka pergi...! Jawab Ibu Mentari.
Apa mentari tidak mengatakan akan pergi kemana..?tanya Ince Zulfa.
Tidak...! jawab Ibu mentari..
+
Sementara itu di tempat lain..
Mentari Sedang Melatih diri dengan posisi duduk bersila di sebuah Goa,
Wong Liem, dengan sabar menemani,
Sebelum Sein menerima titah untuk ke Karang Merah, ia sudah lebih dulu menyuruh Mentari ke Kota Maccini menemui Wong Liem,..
Sein menduga, banyak rahasia lain yang ada di Klan Wong dan ini berkaitan dengan ayah Mentari, sehingga ia menyuruh Mentari menemui Wong Liem untuk mendapatkan beberapa informasi yang berhubungan dengan gerakan Ince Zulfa..
Karena itulah, Wong Liem membawanya ke Goa untuk bercerita lebih lanjut, karena di kediamannya tidak leluasa untuk bercerita...
Setelah bercerita mengenai Klan Wong. akhirnya Wong Liem, menyarankan Mentari berlatih di Goa itu beberapa hari...
+
Di tempat lain, Alap Alap biru melakukan penyelidikan yang menyangkut asosiasi tungku biru..
Ketua Alap Alap biru ini mendapatkan hasil penyelidikan yang menunjukkan istana permaisuri terlibat dalam kegemparan asosiasi tungku biru...
Semua data dan informasi terkait ditutupnya Asosiasi Tungku Biru sudah ditangannya, dan dia akan menyerahkan pada Sein ketika Sein kembali...
+
Di kediaman Sein masih dalam keadaan mecekam...
Mereka khawatir orang kiriman benua parsi akan datang lagi..
Senior Dewa Sedih, apa yang harus kita lakukan..? tanya Ki Balang Nipa.
Kita hanya bisa menunggu..menunggu mereka datang lagi pada kita dan menunggu Sein kembali...! jawab Dewa Sedih
Ya...masa depan dunia persilatan golongan putih ada di pundak pangeran...! kita harus mbantunya melewati semua ini...! kata Karaeng Gantarang.
Betul...! kita akan bertarung habis habisan dengan para pendekar benua Parsi itu...! seru Kaisar Kelana...
Kau tenanglah, belum ada bagianmu untuk pendekar Parsi,...sebaiknya kau berlatih dengan baik lagi...! kata Nenek Serba Tahu pada Kaisar Kelana..
I..ia...ibu guru...!!jawa Kaisar Kelana terbata bata...
Tak terasa waktu terus berlalu..
Balkam kini sedang menuju kediaman Sein,
Hawa di sekitar kediaman tiba tiba turun...
Aura pembunuhan yang sangat pekat meliputi daerah itu...
Dewa Sedih dan Nenek Serba Tahu tertegun sejenak...
Apa kau merasakannya..? tanya Nenek Serba Tahu..
Ya...! seseorang yang sangat kuat sedang menuju ke sini...! jawab Dewa Sedih..
Hanya kita berdua yang bisa bertahan menghadapinya...!
dan itu pun akan sangat sulit...! kata Nenek Serba Tahu tercekat.
Hah..? bukan satu..tetapi dua..yang satu dari arah sana...! kata Dewa Sedih menunjuk ke arah datangnya seseorang lagi.
Celaka, !! bahkan jika empat orang seperguruan ayah Mentari ada di sini membantu kita, akan sangat sulit untuk mengalahkan kedua lawan ini...! gumam nenek serba tahu..
Ada lagi...?
Tepat saat Balkam tiba,
Seseorang juga tiba..
Selamat datang, !! sambut dewa sedih..
__ADS_1
huh, jangan banyak basa basi,.. kalian akan segera mati...kalian telah melukai murid Sekte Kaisan! kata Balkam dingin.
Sekte Kaisan adalah salah satu dari lima sekte terbesar di Benua Parsi..
Satu suara lagi menggema,
Nak, kau harus menanggung hukuman karena sudah melukai muridku...! kata seorang dengan tubuh berwarna merah menunjuk nenek Serba tahu...
Owh, jadi orang bertopeng memakai pedang kilin itu adalah muridmu...? aku rasa dia pantas mendapatkan nya...! kata Nenek Serba Tahu.
Baru saja nenek serba tahu menjawab,
Lima siluet berkelabat dan tiba di dekat mereka...
Hahaha....kami tidak terlambat kan..?kata Hitam Kematian...
Kini mereka berempat, Ince Zulfa dan saudara seperguruannya di temani guru mereka, ingin membantu Dewa Sedih dan nenek Serba tahu...
Semua merasa lega,
ah..bantuan akhirnya tiba...! batin Dewa Sedih.
Penguasa Jurang Gunung Tujuh, apa yang kau lakukan di tempat ini...! seru guru Ince Zulfa..
Sutan Rajo Bintang...!!seru Penguasa Jurang gunung Tujuh.
Aku tidak ada,urusan denganmu, aku hanya mencari dia, dia telah melukai muridku...! kata penguasa jurang gunung tujuh kemudian.
Apa kau tidak menanyai muridmu, mengapa menyerang kami...!? kata Nenek Serba Tahu.
Itu tidak penting..! hardik Penguasa Jurang Gunung Tujuh.
Kalau begitu ayo bertarung saja...!! tantang Nenek Serba Tahu.
Hm...tidak ada gunanya berbicara dengan orang picik seperti ini...! batin nenek serba tahu..
Kau boleh mencobanya lagi seperti dulu..! kata Sutan Rajo Bintang pada penguasa jurang gunung tujuh...
Huh, setelah sekian lama, penasaran ingin lagi mencoba kesakitanmu..!
Tapi, kau jangan lari terkencing seperti waktu itu ya...! Hehehe...ejek Sutan Rajo Bintang..
Orang orang ini sangat berisik...! gumam Balkam...
Tapi biar aku lihat lihat dulu, sepertinya kedua orang ini menarik..! batin Balkam.
Suhu udara di sekitar kediaman semakin mencekam, seolah semua yang ada di tempat itu akan membeku..
Rajo Bintang..!! kau sudah lama tidak ikut campur urusan dunia persilatan,..! sepertinya pangeran ini cukup menarik..! aku akan membunuh siapa saja yang ada hubungannya dengan pangeran bengal itu..! Kata penguasa Jurang Gunung Tujuh..
Hehehe...Li Puaro, Li Puaro,..kau masih saja angkuh..! Coba saja kalau kau mampu..! Hampir semua pendekar Benua congko telah di taklukkan oleh Dewa Sedih waktu itu, tidak tahu kau bersembunyi di mana..! hehe...!kata Sutan Rajo Bintang dengan nada meremehkan disertai tawa mengejek...
Rajo Bintang..!! kau jangan terlalu sombong..!
Sewaktu Dewa Sedih ke benua Congko aku sudah mengasingkan diri..! Kilah Li Puaro.
Kau mengasingkan diri, atau kau melaikan diri dan pergi berguru ke benua Parsi...? hahaha ..!kata Sutan Rajo Bintang.
Kau...!! kata Li Puaro menunjuk Sutan Rajo Bintang..
Kenapa, aku benar kan.? aku bahkan tahu ilmu apa saja yang kau pelajari di sana...hahaha..! tambah Sutan Rajo Bintang..
Li Puaro tidak bisa berkata kata...apa yang di ucapkan oleh Sutan Rajo Bintang adalah kebenaran...
Meski usianya jauh lebih sepuh dari Dewa Sedih waktu itu, Li Puaro takut pada Dewa Sedih, ia diam diam melarikan diri ke benua Parsi dan berguru di perguruan Kuil Atash Behram..
Hahaha...Li Puaro, apa kau pikir aku tidak tahu kau berguru ke Kuil Atash Behram (api kemenangan)..? tanya Sutan Rajo Bintang mengejek..
Kuil Atash Behram, atau dikenal dengan Kuil Api Kemenangan, adalah sekte api tertinggi di Parsi Kuno.
Hah...?? Balkam juga terkejut mendengar penuturan Sutan Rajo Bintang...
Sial...! dia tahu semuanya...! gerutu Li Puaro
Jadi, bagaimana..apa kau sudah tidak berselera bertarung denganku lagi...? hahaha...! tanya Sutan Rajo Bintang memancing.
Sutan Rajo Bintang sengaja mengatakan semua ini untuk melemahkan mental bertarung Li Puaro..
Tentu saja kita harus bertarung,..! apa kau kira setelah semua yang kau katakan akan mempengaruhi kemampuan bertarungku..? kau terlalu meremehkanku Rajo Bintang..!seringai Li Puaro..
Kebetulan, sudah lama aku menutup diri di benua ini hanya untuk menunggu, memunggu untuk membunuh Dewa Sedih,..dia telah mengacaukan banyak perguruan di benua congko san membunuh hampir seluruh keluargaku waktu itu...! kalian semua ada di sini.. jadi, sekalian saja..! lengnking Li Puaro lagi..
Dua pasang mata sejak tadi mengawasi dari kejauhan,..
Terlihat Dua kubu sudah saling berhadapan dengan ketegangan..
Sein dan Yasmin yang baru saja keluar dari Karang Merah hendak kembali ke kediamannya cukup kaget melihat apa yang telah terjadi di kediaman mereka, jadi ia memutuskan untuk mengamati situasi dan memahami keadaan yang terjadi....
Keduanya sejak tadi mengawasi dari jarak seratus tombak..
Bagaimana, apa kita langsung menyerang mereka saja...? Tanya Yasmin.
Jangan dulu,..keadaan masih sedikit berimbang,..kita lihat sebentar lagi...! kata Sein menyipitkan Mata..
Hmm..Dua anjing Parsi sedang menggonggong di depan kediaman kita...! gumam Sein dingin
Kediaman benar benar dalam kekacauan besar...!batin Yssmin.
Sementara Sein terus mengamati perseteruan kedua kubu...
Li Puaro, air mulutku sudah habis berbicara denganmu,..apakah kita akan memulainya sekarang...?pancing Sutan Rajo Bintang lagi..
Hiaaaa....!!!
Li Puaro menjadi bayang bayang dan menerjang ke arah Sutan Rajo Bintang..
Bammm...!!
Dharrrrtt....!!
Dhammmmm....!!!
__ADS_1
Ledakan ledakan besar seketika terjadi saat keduanya melakukan pertarungan...
+++