Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Karang Merah Penjara Langit


__ADS_3

Di istana


Kediaman permaisuri


Yang mulia, hasil pengintaian tadi malam, dua orang datang bersama Ki Bora ke kediaman Sekertaris Kesultanan..! Lapor Pengintai Malam dan Gao Ling..


Pengintai Malam adalah kelompok pengintai bayaran...


Mm..terus pantau apa yang mereka lakukan...! perintah permaisuri..


Baik yang mulia..! Jawab keduanya..


Pengintai Malam segera pergi...


Gao Ling, bagaimana hadiah pertama untuk pangeran dan tuan putri...apakah sudah di sampaikan..?


Sementara disiapkan yang mulia, besok sudah tiba ke pangeran dan tuan puteri...


Hahaha...bagus Gao Ling...! Hadiah kedua juga akan segera sampai siang ini...! kata permaisuri didahului dengan tertawa.


Gao Ling, perkembangan Kasim Hae bagaimana, apa sudah ada berita mengenai hasil interogasi pangeran Sein padanya.? tanya permaisuri.


Ya yang mulia, hasilnya sudah di tangan baginda Sultan..


Dan baginda sultan sudah memberi titah pada Pangeran, di antarkan pagi ini ke kediaman pangeran..! jawab Gao Ling.


Kalau begitu Kasim Hae sebentar lagi akan tamat, dan rahasia itu sama sekali kita tidak akan tahu...! ucap permaisuri marah..


Huh...dasar Sein,.! kau harus mati..


kalian sekeluarga harus mati...! gumam permaisuri dengan wajah kelam..


Keluarga komandan Rio, apa belum di temukan..?tanya permaisuri..


Tidak usah mencarinya, aku sudah membungkamnya...! sebuah suara memotong percakapan mereka...


Seorang pria dengan penampilan berkarisma melangkah masuk,


Kakak...!!..selamat datang..!! seru permaisuri..


Adik, keluarga itu ada di gudang belakang kediamanku, entah siapa yang menyimpannya di sana,..


Jika saja pasukan menteri hukum menemukannya di sana, maka aku sekeluarga akan celaka...! gerutu Bangsawan Parwa..


Jangan sembarangan bertindak, aku sangat khawatir akhir akhir ini kau sangat tidak tenang...! kata Bangaawan Parwa mengingatkan.


Ya..aku mengerti, tapi ini sangat mendesak untuk dilakukan..!


Apa segenting itu..?tanya Bangsawan Parwa dengan wajah serius..


Ya..pihak Benua Jauh sudah memberiku tenggang waktu yang sempit..jika dalam tiga bulan ini aku belum membersihkan duri duri di sini maka mereka sendiri yang akan membersihkannya, dan jika itu terjadi..maka kita semua akan menjadi budak..!! apa kau mengerti..!!? jelas permaisuri..


Pangeran dan tuan putri adalah duri yang paling pertama yang akan ku bereskan,


Hmh..seandainya saja Yasmin menerima perjodohan yang ku atur untuknya tentu ini akan lebih mudah...!! pihak Benua Jauh tidak akan menjadi semarah ini...! beber Permaisuri...


Jika saja Kasim Hae tidak tertangkap oleh Sein, maka identitas penghubung itu sudah terungkap...!ini semua gara gara Sein...! gerutu permaisuri.


Pangeran itu terlalu cerdas, benua Jauh sudah memantaunya saat menikah dengan putri Yasmin..! jadi walaupun bukan kita, akan ada banyak petarung hebat yang akan di kirim ke sini untuk memburunya..! ucap Gao Ling.


Tapi..sangat sulit membunuh anak itu, semoga saja kali ini bisa berhasil...! kata permaisuri..


Ya..dua kelompok pembunuh sebelumnya telah gagal..!tambah Gao Ling..


Hmh...pembunuh bayaran di benua ini semuanya sampah..! maki permaisuri.


++


Pagi itu di kediaman Sein..


Sein telah menerima titah dari baginda Sultan,


Pangeran, titah ini tidak bisa di bacakan karena isi titah ini hanya boleh tuan saja yang tahu..! itu pesan Baginda Sultan..! kata Pembawa Titah..


Baginda Sultan, untuk apa menyuruh orang membawa titah kemari terang terangan kalau isinya rahasia..! batin Sein bertanya tanya..


Perhatian orang orang yang berkaitan dengan Kasim Hae akan menjadikan aku target pembunuhan..! ucap Sein lirih.


Sein kemudian melangkah ke ruang perpustakaan..


Sein membuka sampul titah, di sana juga ada lembaran bergambar..


Ini..sebuah peta..!? gumam Sein.


Oh..rupanya seperti ini...! batin Sein menganggukkan kepala.


Setelah membuka dan membaca titah serta mengamati peta, wajah Sein di penuhi tanda tanya..


Ayahanda meminta aku membawa kasim Hae dan pangeran Jin ke Karang Tebing Merah,...dan tinggal di sana selama satu bulan...!!?


Karang tebing merah adalah Benteng pertahanan rahasia kesultanan Datuk Delapan..


Keberadaan Benteng rahasia kesultanan Datuk Delapan ini hanya di ketahui oleh Sultan dan keluarganya..serta beberapa pengawal Khusus Keluarga Sultan..


Sepertinya, ini ada yang aneh,


tapi apapun itu,


Siang ini juga aku akan melaksanakan titah Baginda Sultan..! gumam Sein.


Yasmin, ikut aku...!!


Kata Sein pada Yasmin,


sementara Mentari saat ini berusaha menyelidiki ayahnya...


Kita berangkat sekarang, kata Sein pada Yasmin...


Mm ya...! jawab Yasmin singkat.


Mereka berdua dengan cepat menuju penjara bawah tanah istana...


Sebelum ke tenpatvkasim Hae, Sein menyuruh Yasmin menunggunya di tempat penjaga, ia dan dua orang penjaga ke ruang tahanan Pangeran Jin dan membuatnya pingsan..


Kalian bawa dia keruang penyiksaan..! perintah Sein..


Baik pangeran...! jawab penjaga.


Setelah itu ia menemui Yasmin dan pergi ke ruang tahanan Kasim Hae..


Melihat kedatangan Sein dan Putri Yasmin..


Kasim Hae tersenyum...


Selamat datang Pangeran dan putri, keadaan ku kurang baik untuk menyambut tuan berdua...! sindir Kasim Hae.


Jangan banyak bicara, kau akan di eksekusi saat ini juga..! hardik Sein..

__ADS_1


Kau...kau mau apa..?.tanya Kasim Hae dengan tatapan ketakutan...


Sein segera menekan titik vital kasim Hae yang dengan tiba tiba membuat kasim Hae pingsan..


Tutup kepalanya, kata Sein pada Yasmin...


Ayo kita bawa dia ke ruang penyiksaan di lantai bawah...! kata Sein Lagi..


Bagaimana dengan pangeran Jin..?tanya Yasmin..


Aku sudah menyuruh penjaga membawanya ke ruang penyiksaan...


Setelah sampai di ruang penyiksaan Mereka berdua melihat Pangeran Jin dalam keadaan pingsan dengan kepala tertutup kain hitam...di dekatnya ada dua orang penjaga..!


Kalian boleh pergi, biar aku yang menangani selanjutnya, kata Sein pada penjaga.


Baik pangeran..!


jawab kedua penjaga sebelum mereka bergegas kembali ke tempat mereka berjaga..


Kak, mereka ini akan kita apakan..? tanya Yasmin.


Tenang, kata sein sambil mengangkat ke dua orang itu..


dengan kesaktiannya, mudah bagi Sein untuk membawa ke dua orang itu..


Yasmin, ikuti petunjuk peta ini..! kata Sein menyerahkan peta pada Yasmin..


Ini..!!? tanya Yasmin dengan suara lirih..


Sein menggeleng, memberi tanda untuk tidak bicara...


Yasmin mengangguk, kemudian memperhatikan peta di tangan nya...


Kita mesti menemukan tombol pintu rahasia di ruang penyiksaan ini..


Di bawah meja batu alat penyiksa itu, tunjuk Sein, matanya tertuju pada sebuah batu kerikil kecil di bawah meja batu tepat di pojok kaki meja bagian dalam..


Hah..?.ini tombol, bukan kerikil..! seru Yasmin dengan suara berbisik..


Ayo cepat..! kata Yasmin segera memutar tombol batu itu...


Splasshhhh...!


Sebuah ruangan menganga di bawah meja batu...


Ayo,..!


Mereka mendorong tubuh kedua tahanan itu kedalam rongga ruangan itu, kemudian mereka berdua menyusul masuk dengan sedikit merunduk..


Ketika mereka sudah masuk, pintu batu tertutup kembali...


Di Bawah sana sudah tergeletak tubuh kedua tahanan itu..


Sein meraih tubuh kedua tahanan itu kemudian membawa mereka mengikuti Yasmin dari belakang yang memegang peta sambil menunjukkan jalan...


Lorong ini berkelok dan sangat panjang dan gelap...


Hanya karena mereka memiliki penglihatan yang tajam sehingga mereka dapat melihat jalur jalan walau dalam keadaan gelap seperti ini...


Mereka berjalan terlalu lama, sampai mereka hampir merasa bosan...


Kak...di depan sana nampaknya ada sedikit cahaya...! seru Yasmin..


Aku benar benar tidak pernah tahu ada ruangan dan lorong ini...! kata Yasmin masih berbisik..


Ya...ini memang sepertinya rahasia kesultanan...! timpal Sein.


Jalan keluarnya yang mana..?tanya Yasmin..


Coba kau lihat petanya, kata Yasmin kemudian menyodorkan peta ke sepan Sein...


Sein memandangi peta itu,


Yasmin..! kau memang luar biasa...! kaya Sein..


Mm...? Yasmin keheranan apa maksud Sein..


Kau telah membawa kita cukup jauh dan ini salah jalan...! kau terbalik membaca petanya...! kata Sein serasa ingin menangis...


Ah..?Yasmin beeseru kaget...


apa benar...??


ia mengamati peta dengan seksama...


Hahaha...!! maafkan aku suamiku...


ini sangat gelap, aku tidak begitu memperhatikan...heheh...! kata Yasmin dengan wajah memelas...


Kalau begitu ayo kita kembali..! ajak Yasmin


Hmh...!! Sein menghela nafas..


tidak perlu !!, kita ikuti jalan di sebelah kiri ini..jalur ini memang berputar tapi lebih baik dari pada kita kembali dari awal....! kaya Sein.


Berjalan lagi menyusuri lorong dalam waktu yang cukup lama, sedikit melelahkan mereka, bukan lelah fisik, akan tetapi hati mereka yang lelah..


Mengapa jalan ini berasa tak berujung.??! gumam yasmin merasa bosan...


Kau pikir jalan rahasia kesultanan akan sama dengan jalan rahasia keluarga atau klan biasa? tentu saja ini akan lebih rumit. .! timpal Sein.


Eh suamiku. lihat...! seru Yasmin yang melihat ada sebuah tombol..


Jangan sentuh, .! sergah Sein..


Sepertinya itu adalah tombol jebakan..! seru Sein.


Ini sangat mencolok..! gumam Sein..


ayo jalan terus...!!


Seratusan langkah kemudian, Sein sudah melihat jauh di depan mereka ada sebuah pintu batu...


Ini pintunya,..! seru Yasmin..


bagaimana membukanya..?


Bhusss...!


Tunggu..! suara ombak..?ya itu suara ombak...


kita berada di dekat pantai..! bisik Sein mendengar suara hempasan ombak dengan samar..


Berarti kita telah sampai di wilayah Karang Tebing Merah..! gumam Sein.


Cepat, cari pintu keluar,..! kata Yasmin..

__ADS_1


Cukup lama mereka berputar putar mengelilingi ujung ruangan itu mencari pintu keluar..


Pintu keluarnya tidak ada,..! seru Yasmin..


Tidak mungkin..ujung jalan di peta ini tepat di sini..pasti di depan kita ini adalah pintu, tapi bagaimana membukanya..?tanya Sein.


Mereka duduk bersandar di dinding batu,.berfikir cara keluar dari tempat itu..


Di langit langit ujung lorong, Sein melihat sesuatu semancam tali halus menjuntai ke bawah sepanjang dua jengkal..


Sein segera melompat dan menarik tali itu..


Seketika bunyi batu bergeser terdengar, dan lantai tempat mereka sebelumnya duduk bergetar kemudian bergeser...


Suamiku, ini ...


di depan mereka kini nampak tangga turun...


Ini jalan keluarnya...! seru Yasmin..


Mereka menuruni tangga batu itu, setelah mereka berada di bawah, pintu di atas mereka tertutup kembali,


Kita berada di sebuah lubang karang...!gumam Sein.


Ayo...!


Keduanya berjalan menyusuri lubang karang,..


Kak..di depan sana ada cahaya...! kata Yasmin.


Setelah mereka sampai di ujung, mereka menyaksikan pemandangan laut di depan mereka, ombak menderu menghantam karang di bawah mereka...


Sudah hampir pagi...


sudah sehari semalam kita berjalan di lorong itu..


Kita berada di ketinggian dua ratus tombak dari permukaan laut...!


lihat..!


tangga batu ini mengarah ke bawah...


Ayo cepat..!


Sein dan Yasmin menuruni tangga karang itu menuju celah tebing seperti jalur pada peta..


Setelah melewati celah tebing, hari sudah mulai terang,..


Wahh...ini pandangan yang luar biasa..! seru Yasmin.


Istriku, di sana sepertinya ada istana.....


Ayo kita kesana..!


Setelah dekat,


Wah..jadi ini tempat mengungsi keluarga sultan jika terjadi apa apa pada kesultanan..


Tampat ini sungguh tersembunyi, dikelilingi tebing tinggi, tak seorangpun tahu ada tempat seperti ini disini..


Ini juga sebagai benteng yang kokoh...


lihat disana itu..!


menempatkan pasukan panah dan pelontar batu, maka musuh tidak dapat mendekati wilayah ini..wilayah ini sangat sulit di tembus...! seru Sein.


Ya kecuali mengepungnya dan wilayah ini akan kehabisan bahan makanan...! tambah Yasmin mengungkapkan kekurangan tempat itu sebagai benteng pertahanan terakhir kesultanan Datuk Delapan..


Benteng Istana ini cukup menampung setidaknya ribuan orang...! kata Sein.


Suamiku, kau akan mengurung mereka di mana? tanya Yasmin..


Perintah Ayahanda untuk memssukkan mereka ke Penjara Langit, kekuatan seorang seperti kakek Dewa Sedih pun akan hilang jika berada dalam Penjara Langit..


Penjara Langit adalah sebuah kerangkeng besar berupa jeruji dari besi besi aneh berhawa mistis,..


Itu, disana..! kata Sein menunjuk bangunan berwarna biru putih...


Ketika mereka mendekati tempat itu,.mereka sudah merasakan tekanan energi yang sangat pekat,


Saat memasuki ruangan di bangunan itu, terpaksa mereka mengerahkan pelahap energi untuk mengimbangi tekanan energi yang besar itu,..


Di dalam bangunan itu, terdapat tujuh buah ruangan dengan masing-masing satu Kerangkeng Langit di dalamnya..


Ayo,.masukkan mereka ke kerangkeng itu,..! kata Sein.


Masing masing tubuh tahanan, mereka lemparkan kedalam kerangkeng yang berbeda..


Kasim Hae keruangan yang paling dalam dan Pangeran Jin di ruangan sebelahnya...


Heheh...dengan begini mereka tidak dapat berkomunikasi satu sama lain,, bahkan satu sama lain dari mereka akan mengira salah satu dari mereka sudah mati...! gumam Sein.


Kak..kapan mereka akan sadar..? tanya Yasmin.


Aku menotoknya beberapa hari yang lalu..kemungkinan sebentar sore atau malam mereka akan siuman...! jelas Sein.


Sekarang apa lagi yang harus kita lakukan..? tanya Yasmin..


Tentu saja kita akan tinggal disini selama satu bulan, dan kemudian akan melaporkan hasilnya ini pada ayahanda..


Apa? tinggal di sini selama satu bulan..? Yasmin bertanya dengan mata mendelik..


Huss..jangan cerewet, ini perintah ayahanda...!potong Sein.


Tapi, apa maksud ayahanda menyuruh membawa mereka ke sini, bukankah mereka lebih baik di hukum mati saja..? dan juga menyuruh kita tinggal disini selama satu bulan...?? tanya Yasmin.


Pengaturan orang orang benua Congko itu sangat halus dan rumit, bahkan antara orang mereka saja tidak akan saling mengetahui,..


Kasim Hae di utus ke sini untuk bertemu sang penghubung, tapi mereka harus melalui Klan Wong..padahal penghubung itu ada di istana...! benar benar merepotkan..! kata Sein..


Padahal bisa saja mereka langsung bertemu penghubung itu di ibukota kan..?tanya Yasmin.


Ya..tapi pengaturan rumit ini akan menyulitkan orang yang menyelidiki gerakan mereka..


Orang orang benua Congko sudah mulai menyusup masuk ke wilayah ini dengan bantuan sang penghubung dan beberapa pejabat istana...!


Mereka telah mempertaruhkan kesultanan ini demi kepentingan pribadi mereka..! ini bahkan lebih rumit dari yang terjadi di Lampeapi waktu itu...! tutur Yasmin.


Ya, karena itu, sepertinya Baginda Sultan akan memancing mereka semua menunjukkan diri, termasuk orang kuat dari Benua Congko itu, sepertinya tidak lama lagi mereka akan datang..! jawab Sein panjang lebar..


Hah..? jadi..? ayahanda sudah menyiapkan rencana, jika kesultanan tidak mampu meredam mereka maka Sultan akan mundur ketempat ini..?


Berarti membiarkan mereka hidup masih ada gunanya, bagaimana pun mereka berdua adalah orang penting di kekaisaran Jin..


Putra dan penasehat dari Kaisar Jin..


Sangat luar biasa, ayahanda memang hebat...!!puji Yasmin.

__ADS_1


Kau betul..! sekarang ayo kita periksa bagian belakang istana ini..barang kali ada sesuatu yang menarik...! ajak Sein menarik tangan Yasmin dan menggendongnya pergi.


+++


__ADS_2