Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Berita Penting Dari Alap Alap Biru untuk Sultan Malik


__ADS_3

Tak lama setelah itu, Arya Jalu menghadap dalam keadaan terluka parah..


Arya Jalu.., ada apa denganmu..? tanya Sultan Malik.


Ampun baginda, hamba ketahuan mengintai pasukan Parsi..


Untung hamba di tolong oleh seorang kakek sakti dan membawaku pulang ke ibukota.., jelas Arya Jalu.


Mm..seribu lima ratus pasukan itu sedang berkumpul di pinggir hutan Rimbo Panti, pasukan itu akan segera bergerak masuk melalui perbatasan selatan.., tambah Arya Jalu...


Wah...berani juga mereka terang terangan..., kata Perdana Menteri.


Baru saja orang orang di aula itu berpikir akan alasan keberanian pasukan parsi yang terang terangan,


Sebuah teriakan dari prajurit jaga menggema..


Penjaga kediaman pangeran Sein meminta menghadap..!!!


Hah..ada apa penjaga kediaman itu meminta menghadap saat seperti ini...? mengapa bisa ia lolos sampai ke sini dari penjagaan prajurit..? kata Perdana Menteri..


Sultan Malik mengerti situasinya, tidak mungkin penjaga rumah itu akan lolos sampai ke depan aula jika tidak menunjukkan sesuatu..


Ijinkan masuk..! perintah Sultan Malik.


Seorang pelayan rumah kediaman Sein di antar masuk oleh dua orang prajurit..


Pelayan rumah itu sebenarnya adalah salah satu anggota alap alap biru yang di perintah Sein sebelum ke danau Singkarak untuk memberikan informasi keberadaan Pemberontak Makil serta pergerakan pasukan parsi yang dikendalikan oleh pemberontak Makil kepada istana..


Lapor baginda,...kata Pelayan sambil menyodorkan cap pangeran sebagai bukti bahwa ia benar benar di perintah oleh Sein..


Sultan Malik memperhatikan cap pangeran dengan seksama lalu berkata,


Mm...katakanlah..! perintah Sultan Malik.


Baginda, hasil penyelidikan pangeran Sein mendapatkan lokasi persembunyian Pemberontak Makil serta pasukannya..


Owh..dimana itu..?


Di jurang Gunung Tujuh..mereka membangun basis militer mereka di sana baginda...


Lima ratus pasukan sudah tiba di sana, sisa yang seribu lima ratus akan menyerang perbatasan secara langsung..kata Pelayan terputus karena di potong oleh Menteri Acara.


Ohoho...bukankah ini terlalu gegabah..? pemberontak licik itu tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini.. apa yang kau katakan ini adalah lelucon.., hardik Menteri Acara memotong..


Menteri Acara, dia belum selesai bicara..biarkan dia menyelesaikannya dulu..potong Ince Zulfa.


Menteri acara pun terdiam..


Lanjutkan..! kata ince zulfa kemudian.


Pelayan itu pun melanjutkan kata katanya yang terputus tadi..


Maaf, pasukan mereka hanya pengalih perhatian, sesungguhnya negeri Singgalang akan mengirimkan sepuluh ribu pasukannya untuk membantu pemberontak Makil merebut tahta..., jelas Pelayan kediaman Sein.


Appa...??..apa yang kau katakan ini benar..??tanya Jendral Menteri Pertahanan..


Benar tuan, pangeran Sein saat ini sedang menyelidiki kekuatan kedua kerajaan itu..jawab pelayan kediaman Sein yang sebenarnya ia sendiri yang menyelidiki hal itu atas perintah Sein.


Rupanya reputasi pangeran kita ini yang memiliki kecerdasan luar biasa memang bukan isapan jempol belaka..., pangeran kita benar benar mampu bergerak cepat, dapat mengetahui ancaman yang akan segera menimpa kesultanan ini lebih cepat dari siapapun..., puji Datuk Ago..


Hal ini membuat wajah Sultan Malik sekilas menggelap namun normal kembali, tidak ada yang memperhatikan perubahan itu kecuali ince Zulfa..


Tetap saja pangeran bergerak tanpa perintah..itu juga hal yang kurang baik untuk kesultanan ini.., kata Sultan Malik..


Ya..baginda betul tindakan pangeran yang seperti ini, selalu bergerak sendiri adalah masalah besar dalam komando pasukan...ia bisa merusak rencana militer..., tambah Menteri pertahanan.


Heiii..apa yang kau katakan,..pangeran bukanlah pejabat istana..ia juga bukan anggota pasukan.. merusak rencana militer apanya..semua berita yang ia sampaikan tergantung padamu saja mau menggunakannya atau tidak...


jika kau benar benar hebat, gunakan bantuan informasi dari pangeran ini untuk mendapatkan kemenangan dari musuh musuh kita..., pangeran hanya berniat baik membantu kalian...kalian malah menyalahkannya...dasar tidak tahu malu...!! bentak Ince Zulfa ber api api...


Kau....!! menteri pertahanan tidak bisa berkata kata...


apa yang di katakan ince zulfa ada benarnya..


Demikian juga dengan sultan malik yang sedikit tersinggung dengan ucapan ince Zulfa, wajahnya sedikit memerah lalu berdehem untuk menghentikan adu mulut ince Zulfa dan menteri pertahanan..


Ehemmm..!! sudahlah..! kita jangan saling menyalahkan..benar kata sekretaris, kita sebaiknya menggunakan berita penting dari pangeran ini untuk menghadapi pasukan musuh.., kata Sultan Malik menengahi..


Sementara itu,


beberapa pejabat yang ada di aula menjadi panik..,


Mengapa negeri Singgalang begitu berani ikut campur...?? tanya salah satu dari mereka gusar..


Selama puluhan tahun ini, kitalah yang memimpin kawasan ini, bahkan raja raja kerajaan itu akan gemetar mendengar kekuatan angkatan perang kita..., kata Perdana Menteri.


Raja Singgalang yang baru saja,naik tahta, masih muda dan penuh ambisi..ia sepertinya bertekad menguasai kawasan ini.., timpal Panglima Tinggi kesultanan..


Juga harus kita akui, sekarang situasinya telah banyak berubah..kekuatan negeri Singgalang dan Samudra Biru telah banyak meningkat.., kata Datuk Rangkayo menmbahkan..


Oh..jaringan mata mata kita memang sudah sering melaporkan perkembangan kekuatan angkatan perang mereka.., sambung kepala departemen penyelidik..


Menteri pertahanan..., segera lakukan langkah penanganan,.jangan biarkan mereka memasuki wilayah kita sejengkal saja..., perintah Sultan Malik tegas..


Baik baginda,..timpal menteri pertahanan..

__ADS_1


Panglima Tinggi, Serang Jurang Gunung Tujuh Selagi seribu lima ratus pasukan mereka belum bergabung ke jurang gunung tujuh.., perintah Sultan Malik lagi..


Segera hamba laksanakan yang mulia..., jawab Panglima Tinggi.


Beberapa saat kemudian, suasana aula sudah kosong


Semua orang sudah kembali dan melaksanakan tugasnya masing masing...


Saat ini di ruang baca sultan,..


Ince Zulfa duduk dihadapan sultan Malik dengan acuh..


Hei, apa maksudmu tadi menyinggungku di aula..., kata sultan malik protes..


Menyinggungmu bagaimana..? aku hanya memberi tahu yang sebenarnya pada menteri pertahanan yang sombong itu...kilah inces Zulfa..


Tapi sebelumnya aku juga mengatakan hal yang kurang baik tentang Sein.., kata Sultan Malik


nah itulah, sama menantu sendiri saja kau masih berlaku seperti itu..., timpal Ince Zulfa..


Aku hanya mengemukakan hal yang seharusnya ku katakan pada semua pejabat agar tidak ada yang mengikuti Sein, selalu bertindak sendiri..


Haha..katakan saja kau tidak suka pujian yang di berikan Datuk Ago pada menantu kita itu...


Hah..jangan mengada ada...aku hanya sedikit tidak setuju dengan pujian yang berlebihan padanya itu..


oh, apakah kau berencana membunuhnya..??


Jangan sembarangan, apa aku terlihat akan membunuhnya..?


Perubahan wajahmu sekikas tadi saat mendengarkan pujian itu, dan tatapan matamu itu adalah tatapan membunuh.., kata Ince Zulfa..


Hehe...hal ini pun kau bisa melihatnya..., hehe..jangan khawatir..akal sehatku masih mengalahkan kemarahanku...jelas Sultan Malik.


Terserah padamu saja, tapi ingat,. jika Sein mati bukan cuma anak mu yang akan jadi janda, tapi anakku juga..dan siapa yang membuat anakku menjadi janda, aku akan mengirimnya untuk menemani menantuku agar tidak kesepian di alam sana..., kata ince Zulfa..


Apa Kau sedang mengancamku..??tanya Sultan malik tersenyum dingin..


Huh, aku hanya mengingatkanmu agar memastikan akal sehatmu terus bisa mengalahkan kemarahanmu seperti yang kau katakan... timpal ince Zulfa berjalan pergi meninggalkan Sultan malik..


Huh..dasar orang tua pemarah...! rutuk Sultan Malik sambil melihat punggung ince Zulfa yang berjalan meninggalkannya sendiri di dalam ruang baca...


+


Hutan Bambu..


Di Rumah pengungsian,


Sein sedang bercengkrama bersama Yasmin, Mentari dan Salwa..


Ayah..mengapa ayah perginya lama sekali..? tanya Salwa.


Maaf nak, sebelumnya ayah ada urusan yang harus di kerjakan, tapi sekarang ayah akan menemanimu bermain...jawab Sein.


mendengar itu,


Salwa pun mengagguk senang...


Sementara itu kedua istri Sein masih masang wajah cemberut...


Suamiku, katakan kamu kemana saja...?


Oh..? apa kau lupa aku ke danau Singkarak..?jawab Sein sekenanya.


Hei...itu kami tahu..tapi mengapa lama sekali apakah kau bertemu dengan siluman danau yang cantik sehingga lupa pulang..? hardik Mentari..


Suamiku jelaskan saja yang sebenarnya, tidak usah bermain main terus.., ucap Yasmin tegas.


Iya...iya...kalian ini kenapa makin sudah diajak bermain..? gerutu Sein.


Haish...kak, ayo kita beri lelaki ini pelajaran, enak saja masih bisa bermain setelah membuat kita khawatir berhari hari..., seru Mentari pada Yasmin.


Hehe...adik, tenanglah...masih belum terlambat untuk memberinya pelajaran, biarkan dia menjelaskannya dulu..., timpal Yasmin.


Mm..baik, ikut apa kata kak Yasmin saja...,


hei pak tua, kau bisa menjelaskannya sekarang kan..?? kata Mentari menyebut Sein 'Pak Tua..'.


Baiklah 'Nek'..jawab Sein singkat.


Ini kontan membuat mentari segera meledak...


apa..??


nenek??


kau menyebutku nenek..??


geram Mentari lalu berjalan mendekati Sein.


Kenapa..? apa kau ingin menyakitiku?


Ya,.memang kenapa kalau aku akan menyakitimu..., jawab mentari sambil.teru ls.mendekat..


Saat tangan mentari hendak mencubit pinggang Sein, Sein langsung menangkap tangan mentari lalu menariknya kepangkuannya..

__ADS_1


ah..apa yang kau lakukan..??pekik mentari yang kini sudah berada dalam pangkuan Sein dengan memunggungi Sein..


Sein kemedian membisikkan sesuatu ketelinga mentari


' jangan terlalu banyak bergaul dengan nenek, sekarang kau ketularan suka marah marah, sebentar lagi kulitmu juga akan keriput sepertinya'...hehehe


Mendengar itu mentari langsung berdiri dan menatap Sein dengan marah...


Kau...bajingan..! ia kemudian mengayunkan tangan hendak kembali mencubit perut Sein namun Seib lebih sigap, kini.mentari malah duduk di pangkuan Sein berhadapan wajah dengan Sein..


Sein menatap wajah mentari lekat lekat sambil berbicara pada Yasmin..


Yasmin.., sepertinya wanita ini sudah tidak sabar menahan rindunya padaku, tolong bawa Salwa dulu...kata Sein tanpa melihat ke arah yasmin, tapi malah menatap lekat wajah mentari sembari tersenyum .


Seketika wajah mentari memerah..


Yasmin pun segera membawa salwa masuk ke kamarnya..


Salwa...! ayo temani ibu, biar ayah yang menemani ibu mentari..kata Yasmin lalu menyambar tangan Salwa dan membawanyaasuk ke kamar.


Kau bajingan...!! rengek Mentari setelah hanya tinggal mereka berdua..


Kenapa, apa kau merindukan bajingan ini..? hehehehe...goda Sein yang membuat wajah mentari semakin memerah.


+


Ke Esokan harinya,


Semua tetua sepuh berkumpul di ruangan tengah yang luas itu, mereka ingin mendengarkan penjelasan Sein, apa yang terjadi selama ini dan mengapa ia bisa masuk menerobos kubah energi...


Mereka telah menanyakan ini pada karaeng Gantarang namun karaeng Gantarang mengatakan sebaiknya langsung menanyakan hal ini pada pangeran Sein saja..


Anakku, katakan apa yang terjadi..mengapa kau pergi begitu lama...? tanya Dewa Sedih..


Emh..maaf kek, para tetua semua..sudah membuat kalian khawatir..


Sein kemudian menceritakan semua yang terjadi kecuali bagian masuk ke dalam lumpur hisap hitam...


Pada bagian itu ia mengatakan kalau pergi menemani karaeng Gantarang berlatih di suatu tempat..


Semua tetua sedikit bingung..., lalu begawan Sidik Parasada bergerak memeriksa karawang Gantarang...


Wahh..benar bebar...terjadi peningkatan yang luar biasa dari sebelumnya..., seru Begawan Sidik Parasada..


Semua tetua lalu mengerhakan kekuatan memeriksa karaeng Gantarang..


Semua manggut manggut,


Sepertinya kemampuan tetua Gantarang memang meningkat pesat...,tapi bagaimana tuan menyembunyikan nya dari kami..?tanya Sutan Rajo Bintang.


Ah..bukan apa apa, kelak akan aku ceritakan..tapi untuk saat ini biar aku menyimpannya dulu.., kata Karaeng Gantarang menghindari membahas masalah itu.


Sebelumnya Karaeng Gantarang berada di tingkat Grand Master Abadi tingkat lima, namun kini ia sudah memasuki ranah petarung legenda bumi tingkat satu..


Mm..tetua Gantarang tidak ingin membicarakannya, kita bahas yang lain saja, timpal Kiyai Malaka..


Mangenai kubah pelindung itu bagaimana kalian bisa menembus masuk kemari? tanya Ki Balang Nipa


Kalau itu aku bisa menembusnya karena teknik untuk menembusnya sudah aku pelajari, dan juga kubah energi itu di buat oleh tuan Salman tujuannya untuk menjaga kalian semua selama aku pergi..


Menjaga kami..? menjaga kami dari apa?? sanggah kakek Dai..


Apa kalian pernah dengar tentang dewa iblis? tanya Sein.


Dewa Iblis..!!?? Mahluk sesat menyesatkan itu..??seru para tetua.


Ya,..kami baru baru ini berurusan dengan murid muridnya..., jelas Sein.


Sein pun menceritakan bagaimana mereka di serang oleh sekelompok orang dari sebuah pemukiman di dalam hutan yang mana kelompok itu merupakan petarung tingkat tinggi pengikut dewa iblis...


Hah...?? mereka benar benar sudah mulai bertindak??gumam nenek Serba tahu..


Ya..menurut perhitungan zaman, memang tidak lama lagi dewa iblis akan bangkit, sepertinya para pengikutnya sudah mulai mempersiapkan kebangkitan kembali dewa iblis.., jelas Dewa Sedih.


Oh..? Dewa Iblis sang pengacau dunia? seru begawan sidik Parasada bertanya


Ya..Dewa Iblis adalah mahluk ciptaan sang pencipta, ia diciptakan dari api..mahluk yang dulunya sangat patuh lalu kemudian ingkar karena iri pada utusan pertama..


Sang pencipta menyuruhnya menghotmat pada utusan pertama yang diciptakan dari tanah, namun ia enggan karena merasa lebih mulia dari sang utusan pertama..


' aku lebih mulia dari nya, aku diciptakan dari api sedangkan dia dari tanah, mengapa aku harus menghormat padanya..?'. itulah kata Mahluk Sesat si Dewa Iblis, saat membangkang perintah sang pencipta..


Karena sifat sombong inilah ia mendapat murka dari sang pencipta, ia terusir dari segala kenikmatan yang ia dapatkan selama ini..


Hal ini membuatnya tidak terima dan bersumpah akan menggoda dan menyesatkan seluruh ummat manusia agar sama seperti dirinya, membangkang perintah dari sang pencipta.., jelas Sein yang di benarkan oleh Kiyai Malaka.


Berarti mahluk ini sudah lebih dulu ada dari manusia..? tanya Kaisar Kelana...


Tentu saja, dan juga kesaktiannya tidak perlu di ragukan lagi..ia pernah menjadi pimpinan para malaikat karena ketaatannya..sang maha pencipta banyak menganugerahinya dengan ilmu ilmu yang tinggi..,


Karena itulah, saat ia membangkang ia pergi dengan membawa segala kesaktian yang terlanjur dimilikinya.., Jelas Kiyai Malaka kemudian.


Mengapa sang pencipta tidak menarik kembali apa yang telah diberikan pada mahluk itu?? tanya Kakek Dai.


Karena mahluk sesat itu akan menjadi ujian bagi ummat manusia, apakah akan mengikuti langkah langkah sesatnya ataukah mengikuti ketetapan sang pencipta dan utusannya..,

__ADS_1


Jika mengikuti mahluk sesat itu maka manusia itu akan celaka, dan sebaliknya jika mengikuti ketentuan sang pencipta dan utusannya maka manusia akan selamat.., jelas Sein.


+++


__ADS_2