Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Lelaki Misterius


__ADS_3

Di Ibukota..


Setelah pengobatan dari Tabib Jari Dewa,..


Kondisi Utari dan Mentari sudah dinyatakan Sembuh..


Saat ini..


Mentari dan Yasmin serta para tetua sepuh masih menunggu kepulangan Sein..


Kakak..mengapa Suami kita belum juga kembali...? tanya Mentari..


Belum sempat Yasmin menjawab, Ketua Alap Alap Biru sudah menghadap...


Alap Alap Biru menghadap nyonya...


Ada apa alap alap biru..? Yasmin menjawab Alap Alap Biru.


Lapor nyonya, tuan pangeran saat ini berada di kota Maccini..pangeran telah mengirimkan banyak sekali tanaman obat kering ,..Kata Ketawa Alap Alap Biru.


Owh..suruh pelayan menyimpannya di gudang belakang...! perintah Yasmin.


Maaf nyonya...!


tanaman obat kering ini untuk asosiasi tungku biru...! timpal Ketua Alap Alap Biru menjelaskan..


Ah...iya..mengapa aku sampai lupa...kalau begitu langsung saja suruh pengantar itu membawanya ke gudang Asosiasi Tungku Biru..


Ketua Alap Alap Biru pun segera memerintahkan agar semua barang kiriman Sein di bawa ke asosiasi tungku biru..


Setelah kepergian ketua alap alap biru,


Yasmin mendekati Mentari...


Adik..! saat ini aku sedang mengusut kematian mendiang ibuku...


Oh..baiklah kak..aku akan membantumu..tapi kenapa tiba tiba kak Yasmin mau menyelidikinya. .? tanya Mentari.


Dari dulu aku merasa ada yang janggal dengan kematian ibuku...! jawab Yasmin.


Tapi aku tidak begitu tahu pasti apa, namun kemarin setelah berbincang dengan nyonya parwati, tuan putri agung, aku mendapat sedikit petunjuk..! Jelas Yasmin.


Wah..kak nampaknya ini akan seru...! ucap Mentari.


Tok..!


au...! sakit kak..! ringis Mentari.


Dasar,.. kamu saat seperti ini masih saja ingin bermain...! rutuk yasmin..sambil mengetok kepala Mentari.


Iya iya..kakak maaf..! rajuk Mentari..


Eh lanjut kak..jadi apa rencana kakak...!?tanya mentari


Kamu tolong bantu aku bersandiwara...! kata Yasmin


Maksud kakak..? tanya Mentari


Kita akan bersandiwara, seolah olah kita tidak akur...aku ingin lihat siapa saja orang istana yang akan memancing di air keruh..


Dari sana, aku akan mulai menyelidiki kematian ibuku...


Orang orang yang membenci ibuku hampir dipastikan juga akan berusaha menyingkirkanku...! Jelas Yasmin.


Owh..seperti itu, sepertinya asyik...,


tapi apa tidak sebaiknya kita tunggu suami kita pulang dulu...? tanya mentari


Ya..kita tunggu kak Sein pulang dulu, siapa tau kak Sein punya usul yang lebih baik..! jawab Yasmin...


++


Di tempat Lain..


Nenek Kumba yang masuk ke kawah gunung berapi masih belum menampakkan tanda tanda akan keluar..


Eyang Pikulun juga terlihat masih duduk memejamkan mata...namun ia tetap mengawasi keadaan nenek Kumba yang berada dalam kawah gunung berapi..


Setiap tubuh nenek Kumba akan hancur oleh panasnya magma gunung berapi, eyang pikulun segera menyalurkan energinya menyembuhkan tubuh yang akan hancur itu...begitu terus berulang ulang sampai saat ini sudah tak terhitung berapa kali eyang pikulun menyembuhkan nenek Kumba...


Penyiksaan kawah neraka tingkat I..!


Nenek Kumba saat ini memang sedang mengalami prnyiksaan layaknya di neraka...


Kawah gunung merapi dengan lahar mendidih, adalah sesuatu yang sangat mengerikan bagi keselamatan seseorang, tapi kini nenek Kumba mslah beendam dan berdiam di dalamnya..


Hmmm..Kumba, semoga kau bisa bertahan..., batin Eyang Pikulun..


Setelah melalui penyiksaan ini kau akan menjadi pendekar pilih tanding di seluruh benua...! gumam Eyang pikulun.


Ketika memasuki hari ke dua belas..


Nenek kumba mulai bisa bergerak, selama ini ia hanya diam mematung merasakan kepedihan penderitaan...


Melihat nenek Kumba Yasudah mulai bisa bergerak walaupun hanya pergerakan halus, Eyang pikulun tersenyum.


Bagus, sudah ada perkembangan..!


beberapa bulan kedepan Kumba akan terbiasa degan penyiksaan ini..! gumam Eyang Pikulun.


++


Di Istana..


Hm...Baginda Sultan masih belum mau mendengarkan usulanku untuk mencabut gelar bangsawan milik Yasmin..! gerutu Permaisuri.


Nyonya,..Mungkin kita perlu mencari kesalahan tuan putri kemudian melaporkan pada baginda sultan...


kita akan buat agar baginda sultan marah pada tuan putri...! usul Dayang kesayangan permaisuri, Gao Ling.


Mm...kau betul juga Gao Ling..kalau begitu buatlah sesuatu dan kita akan timpakan kesalahan itu pada Yasmin...!


Kau sudah tau apa yang harus kau lakukan kan??


Saya Mengerti Nyonya..segera saya laksanakan..! jawab Gao Ling.


Hmm...Yasmin..!! tunggulah, sebentar lagi kau akan menyusul ibumu yang dungu itu...hahaha...ucap Peaisuri dengan geram Kemudian tertawa...


Sementara Gao Ling terus berjalan dan menemui seseorang,


Jendral Surali,..! panggil Gao Ling Seraya memberikan sebuah catatan..


Ya...! akan segera aku urus...!!jawab Jendral Surali setelah membaca catatan yang diberikan Gao Ling..


Setelah bercakap sebetar, kedua orang kepercayaan permaisuri itu pun berpencar menyelesaikan urusan masing masing..


++

__ADS_1


Di Goa leluhur Klan Wong...


Sein sedang berdiri di depan dinding marmer...


Wong Liem, sejak tadi sudah duduk mengolah energinya...


Apakah pangeran tidak berniat berlatih disini...?


Energi di sini cukup melimpah untuk berlatih..! kata Wong Liem...


Saat ini mereka sudah berada di tengah tengah tempat pelatihan para Tetua Klan Wong...


Ah..tidak...!


sekiranya ada tempat yang energinya lebih besar dari ini aku akan tertarik...! jawab Sein..


Mm...pangeran..! berlatih di sini sangat berguna untuk peningkatan kekuatan jiwa...! kekuatan jiwa sangat berpengaruh dalam pertarungan tingkat tinggi..! kata Wong Liem berusaha menjelaskan.


Ya..kau benar tuan Liem...!tapi saat ini aku belum tertarik untuk meningkatkan kekuatan jiwaku...jawab Sein sambil terus mengamati dinding marmer di depannya..


Dinding ini sedikit aneh...! sepertinya ada sesuatu di balik ini...! batin Sein.


Wong Liem yang sedang larut dalam pelatihannya sudah tidak memperhatikan lagi apa yang dilakukan Sein...


Sein terus memeriksa dinding itu sambil mengerahkan energi asalmula..


Tepat saat Sein mengetuk dinding marmer itu yang ketiga kalinya dengan energi roh asal mula..seketika pusaran energi yang sangat besar di permukaan dinding muncul dan menghisap tubuh Sein masuk seolah menembus dinding marmer itu..


Slupp....!!


Sein seolah di hisap kedalam lorong yang sangat panjang, ia hanya melihat cahaya putih...hanya warna putih yang tampak di pandangannya..


Aahhhrrh....!! sein berteriak keras..karena ia merasa lorong lorong ini membuatnya tidak bertenaga..dan seolah oleh energinya dikuras habis sampai ia merasakan kesakitan yang luar biasa...


Setelah cukup lama tersedot dalam pusaran, akhirnya Sein terjatuh di sebuah Ruang yang serba putih...


Bukkk...!


Ahhh....!! sering mengerang kesakitan saat tubuhnya tergeletak di lantai batu berwarna bening...


Tubuhnya terasa lemas tak bertenaga..


Tempat apa ini..batin sein...dengan nafas terengah engah...ia sadar saat ini ia sedang berada dalam ruangan yang sangat besar...


Hah..? Apa kekuatanku sudah habis disedot lorong putih tadi . ??


Dengan susah payah Sein hendak bangkit berdiri namun lututnya goyah tak mampu menahan beban tubuhnya...


Akhirnya ia terjerembab kembali di lantai bening itu...


Sein berusaha mengerahkan kekuatan dari pusat energinya ..tapi setelah mencoba beberapa kali, semua itu sia sia..


Akhirnya ia merasa tidak bisa melakukan apa apa di tempat itu, Sein memilih berbaring menelentangkan tubuhnya sambil menutup mata sambil merenung dan berpikir...


Apa yang terjadi...!!? tempat apa ini...? semua energi ku yang lebih dari seratus ribu lingkaran habis...!!? batin Sein seolah tak percaya...


Ahh...apa yang harus aku lakukan...!? gumam Sein bingung..


Tempat ini sepertinya telah menghisap semua energiku..bahkan roh pelahap energiku tak berkutik...!


Sein mencoba memikirkan hal yang baru saja menimpanya dengan tenang..


Wong Liem..! apa dia sengaja menjebakku..!?


Ah...menjebakku atau tidak itu sudah tidak penting lagi saat ini...! batin Sein pasrah..


Antara sadar dan tidak Sein merasa ada seberkas cahaya yang sangat terang, ternysta ada seseorang yang mendatanginya...


Anak muda, bagaimana rasanya tak berdaya..?


Si..siapa kau tuan...? tanya Sein dalam keadaan setengah sadar pada pria paruh baya di depannya ..


Sein tergagap melihat sosok bercahaya di depannya...


Heheh...tidak penting siapa aku,..!


yang terpenting saat ini, bagai mana kau menyadari keadaanmu...! jawab pria paruh baya..


Kalau tidak, selamanya kau akan berada di tempat ini...sampai ajalmu tiba..! hahaha...tambah pria paruh baya itu kemudian perlahan menghilang...


Tu .tunggu....!!


Teriak Sein...yang kemudian langsung terbangun....!


Huh...uh....huh...! dengan nafas tersengal, Sein terbangun dari tidurnya..


namun ia tak dapat leluasa bangkit, bahkan untuk duduk pun sangat sulit baginya karena tubuhnya yang terasa lemas...


Akhirnya ia kembali memejamkan matanya, namun kali ini ia tidak tidur, tapi memikirkan kedatangan pria paruh baya tadi..


Sipa orang itu, aku tadi tertidur, tapi kedatangan orang itu seperti sangat nyata bagiku...!


Dan Apa yang di inginkan orang itu dariku..? banyak pertanyaan yang timbul dam benak Sein..


Setelah berpikir cukup lama, Sein sama sekali tidak dapat kesimpulan apa apa, malah kini ia merasa makin bingung..


Hmh..Sein menghela nafas,..kemudian berusaha menyambung tidurnya yang sempat terputus tadi..


Tak lama berselang, Sein kembali terlelap...


**


Dua minggu berlalu,.


Di tempat Lain, di dalam goa yang sama


Wong Liem yang merasa sudah cukup lama berdiam melatih kekuatan jiwanya mengakhiri pelatihannya..


Eh..!? kemana Pangeran..!?apa ia sudah pergi..!?


Tanya Wong Liem pada dirinya sendiri..


Ah..sepertinya pangeran sudah kembali..mungkin ia bosan menungguku berdiam...! batin Wong Liem..


Wong Lim tidak langsung pulang, namun masih berniat untuk berlatih jurus khusus andalannya selama beberapa minggu lagi..


Sementara itu,


Sein yang masih tergeletak di lantai saat ini sudah sedikit bisa mengatasi tubuhnya yang beberapa waktu ini terasa lemas..


Sedikit sedikit ia dapat bangun dan duduk walau tidak berapa lama, nafasnya kembali tersengal sengal...akhirnya ia kembali mambaringkan tubuhnya dengan terlentang...


Keadaan itu terus berulang...membuat Sein hampir putus asa..


Aaahh...apakah aku hanya akan menghabiskan umurku ditempat iin dengan terus berbaring saja..? batin Sein.


Ketika kembali berada dalam keadaan antara sadar dan tidak, dalam tidurnya,..

__ADS_1


kejadian yang sebelumnya ia didatangi oleh sosok bercahaya kembali terulang...


Kembali ia terbangun dalam keadaan nafas tersengal


...


huh...uh...! mimpi itu lagi...ini adalah yang ketiga...! gumam Sein.


Apa arti semua ini...?mimpi yang sama...pesan yang sama..! ucap Sein lirih.


Ah...! mengapa aku begitu bodoh....! sesuatu terlintas di benak Sein...


Perasaannya kini sedikit membaik...


Rupanya inilah yang seharusnya kulakukan sejak terperangkap di ruang ini...


Sein segera memejamkan mata, menarik nafas teratur dan menyelaraskan sekitarnya dengan pikiran dan detak jantungnya...


beberapa saat kemudian,


ia mulai merasakan ketenangan..


Jauh di dalam lautan jiwanya, ia merasa teduh dan tenang...


Hening...sunyi....!!


Sein bahkan mendengar jantungnya yang berdetak..


Beberapa saat kemudian, sein seolah mendapatkan pencerahan..


Ah...aku selama ini terlalu percaya diri, dengan kekuatan dan kecerdasanku, aku merasa dapat menyelesaikan segalanya...


Tapi setelah itu semua di renggut dariku, aku tidak bisa berbuat apa apa...aku hanyalah seonggok tulang dan daging yang tak berguna...! batin Sein..


Ia tidak lagi berusaha mengerahkan kekuatannya,..


Hmh..walaupun harus berakhir di tempat ini aku tetap akan berusaha bagaimana pun caranya agar pengalaman pelatihanku selama ini dapat kuturunkan pada orang lain...


Semoga orang orang dapat menggunakannya membasmi kejahatan..! tambah Sein membantin dalam hati..


Ketika Sein masih tenggelam dalam renungannya..


Cahaya menyilaukan yang pernah menjumpainya datang lagi..


Sosok lelaki paruh baya muncul dari balik cahaya dalam jarak dua puluh tombak di depan Sein...


Anak muda, kesadaran awal adalah permulaan atas pemahaman baru tentang hidup...!


Kesadaran akan memanfaatkan hidup untuk kebaikan...!


kesadaran akan kelemahan diri..!


kesadaran akan ketiadaan kemampuan..!


Kesadaran akan kesombongan yang harus di buang..!!


terdengar suara lelaki paruh baya itu sambil mendekat pada Sein.


Saat ini kesadaran awalmu sudah bangkit...!


pertahankan itu..! kelak aku akan menjumpaimu lagi dan akan membawamu bertemu seseorang yang dapat membantumu untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi..! jelas pria paruh baya itu...


Hah..? ma..maksudnya bagaimana...! tanya Sein bingung..


Sekarang kau pulanglah dulu, persiapkan dengan baik kesadaran jiwamu..aku akan datang lagi untuk membawamu..! kata pria setengah baya itu sambil memasukkan sebuah pil ke mulut Sein, kemudian segera menghilang dengan seberkas cahaya..tapi sebelumnya ia meletakkan gulungan kulit di samping Sein.


Kejadiannya sangat cepat, hanya setengah tarikan nafas..


Sein tidak dapat bereaksi apa apa,


Sein hanya bisa diam dalam kebingungan..


Sesaat setelah menelan pil yang di berikan, Sein merasa ada sesuatu energi yang menyedotnya sama seperti saat ia dibawa ke tempat ini..


Ah...penyiksaan di lorong ini lagi..! batin Sein ketika mendapati dirinya berada dalam lorong putih seperti sebelumnya...


Eh..! ini aneh..! mengapa aku tidak merasakan apa apa..? Rasa sakit seperti tercabik itu kenapa tidak aku rasakan..?gumam Sein bingung...


Ia masih dalam keadaan bingung ketika ia terjatuh di lantai gua depan dinding marmer tempat Wing Liem berdiam latihan...


Buk...!! suara gedebuk saat Sein di jatuhkan oleh energi yang membawanya kembali..


Eh..? aku sudah kembali lagi kesini . !?batin Sein..


Ia memeriksa keadaan tubuhnya,..Kekuatanku sudah kembali...!


emh...sudah normal..?


eh tidak...!!


ini....aku seperti memperoleh kekuatan baru...!! seru Sein dalam hati dengan mata terbelalak...


Eh ini apa..?.Sein mengamati galungan yang tergeletak di dekatanya..


Galungan ini sebelumnya tidak ada disini..!


Mh..rupanya galungan ini pemberian lelaki paruh baya bercahaya itu...!batin Sein..


Ia segera menyimpan gulungan itu di dalam.cincin penyimpanannya..


nati saja baru aku memeriksanya..! putus Sein.


Ia segera bangkit, ketika hendak pergi dari tempat itu..ia melihat Wong Liem yang masih dalam keadaan berdiam...


Rupanya Wong Liem setelah melatih jurus andalannya ia kembali memutuskan untuk berdiam untuk latihan meningkatkan kekuatan tenaga dalamnya...


Latihan orang tua ini sudah berapa lama...? batin Sein..


Sein terdiam, memikirkan apa yang baru saja dialaminya...


Orang bercahaya itu akan datang membawaku. .!?


kemana..?


untuk apa..?


mengapa harus aku..?


banyak pertanyaan dalam benak Sein.


Ia melirik Wong Liem yang masih terus berdiam..


Sein berpikir untuk meninggalkan Wong Liem di tempat ini, tapi kemudian niatnya ia urungkan...


Ah daripada aku menunggu orang tua ini dengan bosan lebih baik aku latihan juga..


Ia kemudian melakukan posisi duduk bersila kemudian mulai berdiam dan mulai melatih kekuatan jiwanya...

__ADS_1


+++


__ADS_2