Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Menyelidiki Klan Wong dan tibanya Laila di tanjung Petir Hitam


__ADS_3

Orang itu sudah kami tahan di ruang belakang nyonya,..jawab Ketua Alap Alap Biru.


Yasmin dan Mentari saling menatap dan mengangguk..


Mereka berdua meninggalkan Utari yang masih terbaring lemah,


Di ruang belakang kediaman Sein.


Dua orang, ibu dan anak lelakinya berumur tujuh tahun sedang meringkuk ketakutan...


di rumah merkalah Utari di temukan oleh pasukan alap alap biru...


Beritahu kami, bagaimana kami harus memanggilmu..kata Mentari pada ibu dari anak yang meringkuk itu..


Na..nama saya Gauri nyonya..dan ini anak saya ajay...!


Nyonya Gauri, katakan apa yang terjadi mengapa adik kami berada di rumahmu..


Tanya Yasmin, yang yakin kalau bukan wanita itu yang menculik Utari...


Anu...nyonya, itu...seorang wanita muda, yang menitipkannya..


Emm...apa kau tahu, siapa wanita muda itu..!?


Ti..tidak nyonya..ia selalu memakai topeng, tapi dari suaranya aku yakin kalau ia seorang wanita muda...!jawab Gauri tidak berkata jujur...


Mm...apa kau tahu nama wanita muda itu..?


Sepertinya aku pernah dengar, kawan kawannya memanggilnya Kabut Jingga...! jawab Gauri memberi sedikit keterangan, tapi tidak seutuhnya...


Mm...Kabut Jingga...!!?Mentari mengernyit...


Aku tidak pernah dengar nama itu...!kata Yasmin..


Aku juga kak...!! mungkin ia orang baru dan belum terkenal..! kata Mentari.


Atau ia juga di suruh oleh seseorang..! sambung Yasmin.


Siapa saja yang sering datang bersama Kabut Jingga di rumahmu..? tanya Yasmin pada Gauri..


No..nona itu kadang bersama beberapa orang lelaki,.nama depannya juga pakai kata Kabut...iya..aku ingat...Kabut Merah dan Kabut coklat...!! seru Gauri..


Hm...unik juga nama orang orang ini...! kata Mentari..


Nanti saja kita tanyakan pada Kak Sein barangkali ia tahu...Kata Yasmin..


Em..Gauri, Kapan terakhir kali kabut jingga kerumahmu dan apa yang di ucapkannyya padamu saat itu...? tanya Yasmin pada Gauri.


I..itu, sekitar lima atau enam hari yang lalu, dia mengatakan kalau tahanan itu sebenarnya sudah tidak berguna lagi baginya, ia menyuruh aku membawanya ke hutan bambu dan membuarkannya di temukan orang...! jelas Gauri..


Lantas, mengapa kau masih menyekapnya di rumahmu...!!?bentak Mentari Melotot..


Ma..maaf nyonya, aku tidak menyekapnya...! sewaktu aku akan mbawanya ke hutan bambu kondisinya sangat lemah..jadi aku beberapa hari ini membeli obat untuknya...! jawab Gauri gemetar...


Oh..aku hampir lupa..


katanya kau tinggal hanya dengan anakmu ini..? betul..?


Betul nyonya...saya tinggal hanya berdua dengan Ajai..!


Kemana suamimu...!?


Mendengar pertanyaan itu, Wajah Gauri tiba tiba gelap...ia sangat marah...


Suamiku sudah lama meninggal..bahkan tidak sempat melihat anaknya lahir..! jawab Gauri dengan suara bergetar menahan marah...


Perasaan takut yang tadi ia alami, mendadak hilang saat di ingatkan akan suaminya..


Apa ada yang membunuhnya..!?tanya Mentari.


Ya nyonya..suamiku di bunuh oleh Baginda Sultan,...! jawab Gauri dengan emosi makin memuncak..


Gauri tidak tahu, kalau saat ini ia berada di Kediaman Seorang Pangeran, berada dalam lingkungan istana, sebab sewaktu is di bawa, matanya ditutup oleh anggota Alap Alap Biru...


Gauri..! kau jangan asal bicara..!! sebab apa seorang Raja membunuh warganya..?kalau pun Sultan mau membunuh, tentu bukan beliau langsung yang melakukannya..! kata Mentari..


Ya..memang bukan Baginda Sultan yang langsung membunuhnya, tapi baginda sultan yang telah memaksanya ke jalan buntu...!!


Apa maksudmu..jelaskanlah dengan lengkap..!! perintah Mentari membentak..


Gauri pun langsung kembali gemetar..


b.ba..baik nyonya..aku akan ceritakan penderitaan kami...!


Suamiku adalah seorang kepala pasukan,


Watu itu aku sedang mengandung Ajay, umur kandunganku sudah enam bulan..


Suamiku baru saja pulang,.setelah hampir dua tahun di medan perang,..


Namun tiba tiba malam itu, ada titah lagi dari baginda sultan, memerintahkan suamiku mengantar hadiah baginda sultan untuk Raja Kesultanan Ciremai secara rahasia..di Benua Timur..


Saat itu suamiku serba salah, sebelumnya ia sudah memberitahu Jendral Kasogi untuk beristirahat di rumah sampai aku selesai melahirkan..tapi titah baginda sultan membuat suamiku berada di jalan buntu...demi mengabdi pada kesultanan, terpaksa ia pergi mengantar hadiah itu...


Di perjalanan, suamiku terbunuh oleh orang bertopeng...! dan hadiah itu di bawa kabur oleh orang itu...


Setelah kematian suamiku, aku berharap kerajaan akan memberikan perhatian pada kami tetapi, kesultanan juga tidak pernah lagi membahas masalah kematian suamiku bahkan tunjangan untuk kami juga dihentikan...


Nyonya...apakah aku tidak boleh dendam pada Baginda Sultan...!!? tanya Gauri.


Gauri, apa kau masih menyimpan titah sultan waktu itu...!?? tanya Yasmin tanpa menjawab pertanyaan Gauri.


Tentu saja nyonya...walaupun aku tidak bisa membalasnya, tapi dendam in akan terus aku ingat...


Ini titah pembawa bencana bagi kami...!!kata Gauri menunjukkan secarik kain yang dia ambil dari saku di balik lengan bajunya...


Yasmin memegang kain titah itu, kemudian mengamatinya beberapa saat,..


Gauri,..titah ini siapa yang membawanya pada suamimu pada saat itu..!? tanya Yasmin.

__ADS_1


Aku belum pernah melihatnya sebelumnya, dan sesudah kejadian itu pun aku tidak pernah melihatnya...! tapi apa pentingnya itu sekarang...! kata Gauri..


Hmm...boleh aku pinjam titah sial ini..? kata Yasmin...


Besok aku akan mengembalikannya padamu..! tambah Yasmin lagi.


Ssi..silahkan...! Ta..tapi..untuk apa nyonya...?.tanya Gauri penasaran..


Aku akan membantu mu mendapatkan keadilan...!! kata Yasmin..


Terserah padamu saja nyonya...! tapi apakah bisa nyonya membantuku..? tanya Gauri Lagi.


Kau di sini saja dulu sampai kami mengijinkan kamu pulang...!!kata Yasmin tegas, tanpa menjawab pertanyaan Gauri.


I..iya..nyonya...! jawab Gauri..


Adik, ayo...! ajak Yasmin pada Mentari untuk meninggalkan ruangan itu...


Kak menurutmu, kira kira siapa yang menyuruh kabut Jingga untuk menculik Utari...!? tanya Mentari sambil berjalan di samping Yasmin.


Kalau di pikir pikir, ada kemungkinan orang yang cukup mengenal keluarga kita..! tapi tujuannya apa, aku tidak tahu...! jawab Yasmin...


Alap Alap biru...! panggil Yasmin pada Ketua Alap Alap Biru yang sedang berdiri di depan kamar Utari..


Ya..Nyonya. .! perintahkan anggotamu untuk terus berjaga di sekitar rumah tempat Utari di sekap..! jika ada yang mendatangi rumah itu segera tangkap dan bawa kemari..! perintah Yasmin..


Ingat, jika kemampuan orang itu, di atas kalian maka kalian jangan bertindak, segera laporkan pada kami...! tambah Yasmin..


Baik nyonya, perintah segera kami laksanakan...!! jawab Ketua Alap Alap.Biru kemudian pergi untuk mengatur anggotanya..


Adik..! bagaimana menurutmu, keterangan Gauri..?


Aku pikir masih ada yang mengganjal..tapi aku tidak tahu apa itu...!jawab Mentari..


Mmm..ya aku juga merasa dia belum berbicara sepenuhnya, masih ada yang ia sembunyikan...


timpal Yasmin...


Tapi...ah..sudahlah,..kuta tunggu Kak Sein kembali, biar ua yang memeriksanya...tambah Yasmin.


++


Sein,


Di Kota Maccini...kawasan pemukiman keluarga Jalanara...


Pak tua, apa kau sudah lama membuka kedai ini..!? tanya Sein pada Seorang Lelaki tua...


lelaki tua itu adalah pemilik warung kopi tempat Sein menikmati segelas kopi dan beberapa penganan lainnya...


Emh..Iya tuan..dari sejak kakek saya kecil, kedai ini sudah buka..! sampai saya pun sudah kakek kakek seperti ini, masih akan tetap buka...!! jawab lelaki tua itu...


Duluan mana warung kopi ini dengan kawasan pemukiman di sini pak tua..?


Ya sepertinya bersamaan, karena kata kakek saya, dia dulunya tidak berjualan kopi seperti ini...kakek saya dulunya ikut bekerja di keluarga Jalanara, tapi setelah kakek saya menikah dengan nenek, maka mereka ingin mandiri dan di ijinkan berjualan di kawasan ini, bahkan tanah dan bangunan ini adalah pemberian dari keluarga Jalanara...! Jelas Pak tua itu.


Ah..tidak juga..hehe...kluarga Jalanara memang memperlakukan semua anak buahnya dengan baik...! kata pak tua itu memuji keluarga Jalanara..


Jadi semua anggota Jalanara kalau sudah ingin mandiri di berikan kesempatan ya pak tua,..? tanya Sein.


Betul...!


Kita bebas memilih tanah lokasi untuk berbisnis,..


itu...lihat di sana itu...! kata pak tua menunjukkan beberapa tanah yang sudah di beri patok berwarna perak..


Semua tanah dengan patok yang berwarna perak itu boleh di pilih selama belum ada yang memilihnya, kecuali tanah yang di patok warna emas, itu tidak boleh meskipun belum ada yang menilihnya...! jelas Pak tua.


Owh..kenapa seperti itu,..? tanya Sein penasaran.


Itu adalah tanah milik Klan Wong...! bisik lelaki tua itu di telinga Sein.


Oh..memangnya kenapa dengan Klan itu..apa namanya tadi..? tanya Sein lagi.


Klan Wong...! potong orang tua itu dengan berbisik..


Klan itu sangat kuat dan sangat berkuasa di wilayah Batu Landai ini...! tambah orang tua itu..


Sein makin penasaran,


apa Klan Wong lebih berkuasa dari Tumenggung Morosi..?tanya Sein


Oh..itu,...sudah menjadi rahasia umum kalau tuan Tumenggung Morosi bekerja sama dengan keluarga Jalanara, kalau dmega Klan Wong Tuan tumenggung tidak begitu akrab,.jadi Keluarga Jalanara merupakan penghubung dari keduanya.....jelas lelaki tua itu lagi...


Apa tuan tahu, siapa saja yang sering berkunjung ke kediaman Klan Wong..?


Yang berkunjung ke sana kebanyakan pendekar, biasanya mereka mencari beberapa sumberdaya untuk peningkatan ilmu..!


Akhir akhir ini yang berkunjung kesana cukup banyak,...sebelum sebelumnya tidak sebanyak sekarang...!


Mungkin ada hubungannya dengan pelatihan beladiri yang mereka lakukan...!.beber pria tua itu..


++


Di suatu tempat yang jauh dari ibu kota Kesultanan Datuk Delapan...


Di pesisir pantai benua barat..


Laila, sudah hampir tiba di tanjung petir hitam...


ia berjalan terus menyusuri tepi pantai yang dipenuhi hutan bakau...


Sepertinya tidak lama lagi aku akan memasuki wilayah perguruan Tanjung Petir Hitam..! batin Laila.


Saat memasuki hutan bakau yang cukup lebat, Laila merasakan ada beberapa orang yang mengintainya...


Keluarlah...!! seru Laila.


Ia bersiap dengan jurus Pedang perak..

__ADS_1


Tap..!


Tap...!


Tap...!


Satu persatu orang yang mengintainya menampkakkan diri...mengepung Laila..


Hehehe....bocah, kau cukup berani juga..! sudah lama kami tak.melihat wanita muda dan cabtik sepertimu melalui tempat kami ini...! seru salah orang dari pengepung.


Tanpa basa basi dan bicara, Laila segera menyerang pengepungnya dengan jurus jurus pedang perak...


Wah...anak ini cukup kejam juga...hahah...! kata salah seorang pengepung..


Betul,.Bocah ini cukup hebat juga, ayo kita ringkus bocah ini secepatnya...! timpal orang yang menjadi pemimpin kelompok ini..


HIAAAAA.....!!!


Laila dengan cepat menyerang pemimpin itu dengan jurus jurus pedang perak yang di pelajarinya dari Sein...


Wah..!! pemimpin kelompok itu sejenak kaget, ia cepat cepat hendak menghindar, namun karena serangan Laila yang cepat dan gencar membuat pimpinan kelompok itu terpaksa melakukan tangkisan dengan golok di tangannya..


Trangngngng...!!


Dua senjata beradu..pemimpin kelompok itu terjajar dua langkah,...


Semetara Laila, tetap berdiri dengan tangan sedikit bergetar....!!


Hahaha....! hanya segitu kemampuan kalian..!?


mulut kalian terlalu membual untuk meringkusku...! ejek Laila...


Ah..kurang ajar, ayo serang bocah ini dengan formasi Kincir Api...! seru pimpinan kelompok itu....


Segera ke lima pengepung itu turun dari dahan dahan pohon bakau, kemudian membentuk formasi yang mereka sebut formasi kincir api..


Laila maklum kalau lawan sudah mengerahkan ilmu tertingginya..ia pun bersiap mengerahkan Jurus Pedang Perak Berpadu...


HIAAAAAA.....!


Laila mendahului kelima lawannya untuk menyerang...


Hati hati...jurus pedang bocah ini sangat berbahaya...! seru salah seorang dari kelompok pengeroyok...


Pertarungan berlangsung sengit,..Laila dengan Jurus Pegang Perak Berpadu dengan minim pengalaman bertarung, melawan lima orang penguasa hutan bakau dengan formasi mereka yang sudah berpengalaman puluhan tahun...


Akhirnya Laila mulai terdesak...!!


Sial....jika saja tenaga dalamku naik satu tingkat saja, aku pasti akan bisa memecahkan formasi mereka...! batin Laila...


Buk...!! sebuah tendangan tepat mengenai punggung Laila...


Arrhh...!! pekik Laila, terhuyung beberapa langkah...


Belum lagi Laila menguasai diri, sebuah tendangan mengarah kepalanya...


Whusssss..!!


Gawattt...! batin Laila, kemudian menunduk dan berguling menjauh dari pengepungnya....


Hehehehe....bocah tengik...! bagaimana...!? kami tidak membual kan...!?? ejek pimpinan kelompok itu...sambil terkekeh menertawai Laila.


Huh...cih..!! Laila meludah...ada darah bercampur dalam ludahnya...!


Kalian jangan senang dulu..!! geram Laila...


Hahah...bocah, sebaiknya kau menyerah saja...! ikut kami saja, kau sudah terluka dalam...jika di lanjutkan..nyawamu akan melayang...hahaha...! ejek pimpinan kelompok itu lagi...


Iya bocah...sayang kalau kecantikanmu itu rusak gara gara keras kepala...!! hahaha...! timpal yang lainnya...


Kalian Keparat....!! bentak Laila...


Kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik saku lengan bajunya, lalu memakai sarung tangan di tangan kanannya dan mengeluarkan sebuah benda yang terbungkus...


Ya...benda itu terbungkus juga dengan sarung tangan sebelah kiri...


Seketika...hawa pekat menyelimuti tempat itu...


kelima pengepung itu, merasakan sesak nafas...


I...ii...ni...apa....!?? kata salah seorang pe ngepung dengan nafas sesak..


Bo..bocah..itu...mengeluarkan senjata sakti...hati hati...!! timpal pimpinan kelompok itu...


Ta...tapi...kita tidak bisa bergerak....!! kata yang lain lagi...


Mereka berlima bermandi keringat, perlahan tapi pasti mereka lemas dan pingsan...


Laila pun sama...tak lama setelah kelima pengepungnya pingsan...ia pun pingsan akibat aura senjata yang di keluarkannya...


Di tempat lain, tak jauh dari tempat Laila di kepung..


Di kedalaman sebuah gua


Hah...!!? aura ini...!!


anak itu pasti mengeluarkan senjata itu...!!


Celaka..!! lima penguasa bakau akan mati jika terlambat...! batin seorang wanita.


Secepat kilat wanita itu berkelebat pergi mengarah ke tempat Laila bertarung..


Sesampainya di hutan bakau,..


Hmh...untunglah, anak ini belum sempat memainkannya...jika ia sampai memainkannya, maka riwayat kelima penguasa bakau ini akan tamat..! batin wanita itu..


Segera wanita itu memasukkan kembali senjata Laila kedalam saku lengan baju Laila, kemudian mengangkat tubuh Laila dan dan membawanya pergi..


+++

__ADS_1


__ADS_2