
Pelangi , Seorang gadis polos , baik hati juga penurut , terlahir dari pasangan suami istri dimana sang ayah yang bernama Adijaya adalah seorang yang ternama dan memiliki jabatan dalam pekerjaannya dan disegani oleh para bawahannya , sementara sang ibu Rahayu adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang baik ramah juga rendah hati , tak aneh bila semua orang diseputar kediamannya begitu mengenalnya ,
Pelangi adalah anak kelima dari enam bersaudara , mereka adalah Mega , Jingga , Mentari , Senja dan Bayu , kala Rahayu mengandung Mega putri pertamanya Adijaya memutuskan untuk berpoligami , sejak saat itu nasib baik tidak pernah berpihak pada ibunda , pelangi dan kelima saudaranya , terlebih lagi karena sang ayah yang lebih mengutamakan keluarga barunya ,
Entah Adijaya yang mulai abai pada kewajibannya entah karena kondisi pekerjaannya , hingga disatu masa Adijaya tidak lagi intens dalam memenuhi kebutuhan Rahayu dan anak-anaknya , kondisi ekonomi yang mereka hadapi memaksa sang kakak Mentari putri ketiga Rahayu menikah muda demi menopang kehidupan ibunda beserta sang adik , sementara Pelangi harus menjalani hidup layaknya asisten rumah tangga dikediaman kakak kandungnya sendiri ,
*****
EPISODE 1
Masa kecil Pelangi dan keenam saudaranya harus dilewati dengan masa-masa yang memprihatinkan , ditambah lagi kasih sayang seutuhnya dari seorang ayah yang tak lagi didapat oleh keenamnya , sang ayah yang jarang pulang , sekalinya pulang hanya beberapa menit saja lalu pergi lagi , itu pun bila ada projek lapangan yang harus beliau tinjau diseputaran kediaman Pelangi ,
Siang hari , Adijaya didampingi oleh asistennya datang untuk mengunjungi Rahayu dan keenam anak-anaknya , Rahayu menaruh kopi yang baru saja dibuatnya untuk suaminya diatas meja lalu mendudukkan dirinya didepan sang suami ,
" Bun , panggilkan anak-anak kemari ! " titah Adijaya pada sang istri ,
Rahayu bangkit dari duduknya melangkah masuk kedalam menghampiri keenam anaknya ,
" Nak,,,,! " ayah kalian datang temuilah beliau , katakan apa yang kalian butuhkan ! " ibu memberitahukan kedatangan sang ayah pada keenam anaknya ,
__ADS_1
Tanpa menyahuti , keenam anak yang tengah duduk diruang keluarga dan telah mengetahui kedatangan sang ayah bangkit satu-persatu berjalan menghampiri sang ayah lalu mencium tangan sang ayah bergantian , mereka duduk berbaris dihadapan sang ayah layaknya budak yang tengah menghadap majikannya ,
Adijaya menatap putra-putrinya yang duduk dengan menundukkan kepalanya satu persatu ,
" Syukurlah kalian semua sehat-sehat ! " sang ayah berucap syukur ,
Adijaya pun menanyai anaknya satu persatu apa saja yang harus mereka beli untuk keperluan sekolah mereka , lalu dijawab oleh masing-masing anak , ayah mengeluarkan note book dari dalam tas kerjanya , dibukanya note book tadi helai demi helai dan mengambil sejumlah uang dari sela-sela helaian note book lalu memberikannya pada keenam anaknya sesuai dengan kebutuhan mereka ,
" Kalian sekolah yang rajin , belajarlah dengan giat ! " ujar Adijaya pada keenam anaknya , setelah semua anak menerima jatah mereka , mereka pun berlalu dari hadapan sang ayah , kini giliran Rahayu menerima sejumlah uang dari sang suami untuk kebutuhan sehari-hari ,
Setelah urusannya selesai Adijaya pamit pada istrinya untuk kembali bekerja dan menghabiskan malam dikediaman istri mudanya ,
Rahayu mencium tangan sang suami dengan takzim , selepas kepergian sang suami Rahayu masuk kedalam kamarnya ,
Keenam anaknya bisa memahami apa yang kini ibunda mereka rasakan karena saat ini mereka telah beranjak remaja , mereka pun turut prihatin atas apa yang menimpa sang bunda namun mereka tak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan agar Tuhan memberi sang bunda kekuatan dalam menjalani takdirnya ,
Mereka pun tak habis fikir mengapa sang ayah tega menduakan ibunda mereka yang begitu baik , lembut penuh kasih sayang , saking berhati mulianya Rahayu , ia tetap mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu menghormati ayah mereka , seburuk apapun sang ayah dimata mereka agar tidak membencinya , bagaimanapun Adijaya adalah laki-laki yang telah melahirkan mereka , meski Rahayu faham jika selama ini anak-anaknya memendam kekecewaan pada sosok ayah mereka ,
Malam harinya ,
__ADS_1
Selepas menunaikan shalat magrib , Rahayu menyiapkan makan malam untuk keenam buah hatinya , kini keenam anaknya telah berada dimeja makan , mereka tengah melakukan santap malam , mereka menyantap makanannya tanpa bersuara , Rahayu senantiasa mengulas senyum dihadapan buah hatinya , namun gurat kesedihan tak luput dari wajahnya yang ayu ,
" Bunda,,,,,kenapa bunda nggak ikut makan bareng kita ? " tanya Bayu putra bungsunya ,
" Bunda belum lapar nak,,,,! , kalian makanlah,,,,,selesai makan belajarlah,,,,! , ingat,,,,! , pergunakanlah uang pemberian ayah kalian sebaik mungkin , pandai-pandailah menabung , hari ini kalian masih bisa mendapatkan uang saku kalian , tapi esok lusa kita belum lagi tahu ! " tutur ibu penuh penekanan , yang dibalas anggukan oleh keenam buah hatinya ,
Usai makan Rahayu merapihkan meja makan lalu membawa piranti kotornya kedapur , sementara keenam anaknya pergi kekamar mereka untuk belajar ,
Rahayu menghempaskan tubuhnya dikursi yang berada diruang tengah , matanya menatap kosong kelayar kaca didepannya , namun fikirannya tertuju pada suami yang teramat dicintainya ,
Malam telah larut , Rahayu mematikan televisi lalu bangkit dari duduknya , berjalan menghampiri kamar buah hatinya , membuka pintunya perlahan , ditatapnya satu-persatu wajah buah hatinya yang telah terlelap diranjangnya masing-masing ,
" Maafin bunda yang tidak bisa membahagiakan kalian nak,,,,! " gumam Rahayu lirih , tatapannya meremang , genangan hangat menggelayut dikedua kelopak matanya , Rahayu bergegas menyapu airmatanya yang mengurai seraya menutup kembali pintu kamarnya ,
Rahayu masuk kedalam kamarnya , merebahkan tubuhnya diatas pembaringan , matanya menerawang menatap langit-langit kamar , meratapi kesendiriannya , dipejamkan matanya melupakan sejenak segala kemelut hidup yang dilaluinya , mengistirahatkan tubuhnya dari lelah dan penat setelah seharian beraktifitas menjalankan rumah tangganya yang pincang ,
Tengah malam ,
Rahayu terjaga dari lelapnya , Rahayu kerap bangun ditengah malam untuk menunaikan shalat malam , menumpahkan segala keluh kesahnya , menyebut nama buah hatinya satu-persatu , menyerahkan segala urusan , memohon pertolongan , mengharap yang terbaik untuk dirinya juga keenam buah hatinya pada sang khaliq ,
__ADS_1
" Ya Rabb,,,,,lindungilah hamba dan anak-anak yang Engkau tiripkan kepada hamba , berikanlah mereka kekuatan iman serta keteguhan hati dalam menjalani ujian-Mu , semoga putra-putri hamba senantiasa dalam lindungan serta limpahan rahmat-Mu Aamiin,,,,,! " munajat Rahayu di penghujung shalat malamnya ,
Usai menunaikan shalat malam , Rahayu kembali beranjak menuju pembaringan dan merebahkan tubuhnya disana , melanjutkan tidurnya menghabiskan malam , menjemput mimpi menyongsong pagi , berharap jika esok hari dirinya dan putra-putrinya akan menemui kebahagiaan ,