
Keesokan harinya ,
Pukul 05.00 pagi Pelangi , Kinan , Rara dan Dimas sudah bangun , mereka tengah menunaikan shalat subuh dan bersiap untuk mengerjakan shalat Ied di mesjid dekat rumah ,
Sementara Pelangi tengah menghangatkan makanan menu hari raya yang semalam di masaknya lalu menatanya di meja makan ,
Setelah urusan di dapur selesai Pelangi lanjut menyeka tubuh Surya dan memakaikan pakaian nya ,
Tidak seperti tahun - tahun yang lalu , kali ini Pelangi tidak mengikuti shalat Ied , karena harus menemani Surya di rumah ,
Surya sudah rapih dengan pakaian koko nya , begitu pula Pelangi yang nampak anggun dengan balutan gamis beserta hijab yang menutupi kepalanya ,
Saat ini keduanya tengah duduk di ruang tamu , menunggu kepulangan anak - anak mereka dari mesjid ,
Tak lama kemudian , " assalamu'alaikum ,,,,," Kinan , Rara dan Dimas bersamaan mengucap salam saat memasuki ambang pintu , yang disahuti oleh Pelangi dan Surya ,
Pelangi bangkit dari duduknya ,
" Kak maaf lahir batin , maafin jika aku ada salah " ucap Pelangi seraya berjongkok dihadapan Surya , diraih dan di ciumnya punggung tangan Surya ,
" aku juga minta maaf begitu banyak kesalahan yang aku buat sama kamu " balas Surya sembari menepuk bahu Pelangi ,
Pelangi mengakhiri sungkeman nya , berdiri di samping Surya , memberikan ruang kepada Kinan ,
Sama halnya seperti Pelangi , Kinan pun berjongkok di hadapan Surya ,
" Maaf lahir batin ya pa " ucap Kinan seraya mencium punggung tangan sang papa ,
" Maafin papa juga ya nak " Surya mengelus puncak kepala putri sulungnya itu ,
" Maafin Kinan ya Ma " Kinan mencium punggung tangan Pelangi lalu menghambur memeluk sang mama ,
" Iya sayang maafin mama juga ya nak " Pelangi balas memeluk putri sulungnya , keduanya menitikkan air mata , dikecupnya kening dan kedua pipi Kinan penuh kasih ,
Kini giliran Rara yang bersimpuh didepan Surya , melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh mama dan kakak nya , kemudian di susul oleh Dimas ,
" Ma , maafin Rara ya ma " Rara mencium punggung tangan Pelangi lalu memeluk tubuh sang mama ,
" Dimas juga minta maaf ya ma,,,," Dimas menghambur memeluk Pelangi pula ,
" Maafin mama juga ya sayang " Pelangi pun memeluk tubuh keduanya , menciumi kening serta kedua pipi Rara dan Dimas bergantian ,
Suasana haru begitu di rasakan Surya saat melihat kedekatan dan kasih sayang diantara istri beserta ketiga anaknya ,
__ADS_1
Surya telah kehilangan kehangatan dari anak - anaknya , karena perhatiannya yang terpecah semenjak kehadiran Asri dalam kehidupan Surya ,
" Sekarang kita makan yuk , mama udah siapin " titah Pelangi pada Kinan , Rara dan Dimas , ketiganya melenggang menuju meja makan ,
" Aku mau ambilkan makan buat kamu dulu ya kak " ujar Pelangi pada Surya yang di angguki oleh Surya ,
Pelangi pun menyusul ketiga anaknya ke meja makan ,
Pelangi meraih dan mengisi piring dengan potongan ketupat , menyiramkan opor ayam diatasnya , menambahkan sambel goreng kentang dan kornet sapi ,
Setelah mengantarkan makanan nya pada Surya ,Pelangi kembali ke meja makan untuk menemani ketiga anaknya makan ,
30 menit berselang sesi makan telah selesai ,
" Bun , sekarang kita ke rumah Ami kan ? " kan ? " tanya Rara ,
" Engga sayang , kita di rumah aja , kalian kan tahu kalo papa belum bisa kemana - mana " tutur Pelangi ,
" Jadi kita ngga akan berkeliling ke rumah saudara dong mah " celoteh Dimas ,
" Engga sayang , kalo kita keliling papa gimana , lagi pula semua saudara sudah tahu kondisi papa kamu , mama tahu kalian pasti kangen ingin berkumpul dengan saudara tapi untuk kali ini mama minta pengertian kalian , demi papa kalian " Pelangi berusaha memberi pengertian pada ketiga buah hatinya ,
" Iya ma " sahut ketiganya ,
" Mending sekarang kalian nonton tv sambil temenin papa di depan " titah Pelangi ,
Selesai urusan di dapur Pelangi bergabung dengan suami dan ketiga anaknya , mereka menyaksikan acara hiburan Iedul Fitri yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi ,
Tak lama berselang , terdengar suara deru kendaraan yang berhenti dihalaman rumah , awalnya Pelangi menduga jika itu adalah kendaraan yang bertamu ke rumah tetangga sebelahnya ,
" Assalamu'alaikum ! " suara seseorang mengucap salam di depan pintu kediaman Pelangi ,
" Siapa ? " tanya Surya , yang dibalas gelengan kepala oleh Pelangi , sementara Kinan , Rara dan Dimas menatap ke arah orang tua mereka bergantian ,
" wa'alaikumsalam " sahut Pelangi seraya bangkit dari kursi menghampiri pintu ,
Saat pintu terbuka ,
" assalamu'alaikum,,,," ujar Tante Ima juga Tante Pon, mereka adalah Tante Surya , adik kandung dan adik ipar dari ibunda Surya ,
" Tante,,,,,Om,,,,! " seru Pelangi saat mendapati kedua pasang om dan Tante Surya di depan pintu ,
" Maaf lahir batin Om , Tante " Pelangi menyalami kedua pasangan paruh baya itu ,
__ADS_1
" masuk Tante , Om " Pelangi mempersilahkan tamunya masuk ,
" Eh,,,,cucu - cucu nenek " Tante Ima menyapa Kinan , Rara dan Dimas yang tengah duduk lesehan di atas karpet ,
Ketiganya bangkit menyalami kakek dan nenek dari Ama nya ,
" Sur , gimana keadaanmu ? " tanya Om Ale seraya menghampiri keponakannya ,
" Alhamdulillah om , udah agak mendingan " keduanya saling berjabat tangan ,
" Ini om sama Tante ngga ke rumah Ama ? " tanya Pelangi' ,
" Ini kita mau ke sana , tadi pas diperjalanan kak Kusuma minta kita mampir kesini dulu buat jemput kalian " tutur Om Ale ,
" kenapa harus repot - repot sih Om " ujar Surya ,
" Iya jadi ngerepotin nih " timpal Pelangi ,
" gapapa , biar sekalian " ujar Om Ale ,
" Ya udah kalo gitu kita langsung berangkat mumpung masih pagi " ajak Om Ale ,
" Nggak bikin minum dulu Om ? " tanya Pelangi ,
" Nanti aja di rumah Ama mu " ujar Tante Ima ,
" Ya sudah kami siap - siap dulu " sahut Pelangi ,
Pelangi bangkit untuk mengambil tas Selempang dan semua barang yang diperlukan selama di rumah mertuanya ,
" Ayo " ajak Pelangi ,
" Om Ale dan Om Herman memapah Surya yang berjalan menggunakan tongkat , Tante Ima dan Tante Pon menuntun Kinan , Rara dan Dimas , sementara Pelangi mengunci pintu rumah ,
Mereka masuk kedalam kendaraan yang di bawa oleh om Ale , setelah semua siap , perlahan om Ale melajukan kendaraannya ,
Kendaraan pun meluncur memecah jalanan yang ramai , sisi kiri kanan jalan dipenuhi pejalan kaki yang sesekali bersalaman kala bertemu kawan dan kerabat ,
Satu jam berlalu kendaraan yang mereka tumpangi telah sampai di pelataran rumah orang tua Surya , mereka pun turun dari kendaraan ,
Kedatangan mereka disambut hangat oleh ibunda Surya ,
ibunda Surya tak kuasa menahan tangis saat melihat putra sulungnya berjalan tertatih dengan menggunakan tongkat ,
__ADS_1
" Ama,,,,," seru Dimas , ketiganya menghampiri Ama nya yang tengah berdiri di ambang pintu rumah ,
Mila merengkuh tubuh ketiga cucunya bersamaan , di ciumnya puncak kepala cucu - cucu nya bergantian , rona bahagia terpancar di wajah ketiganya ,