
Satu tahun berlalu ,
Sudah hampir satu bulan , Pelangi menjalankan PKL dengan menjadi pendidik sekolah dasar di sebuah pedesaan ,
Seperti pagi ini ia tengah bersiap untuk pergi mengajar , ia tidak lagi mengenakan seragam putih abunya , kali ini ia mengenakan atasan kemeja dipadu dengan rok sepan dibawah lutut ,
Ia berkaca sambil memoles tipis bedak dan lipstik diwajahnya , riasan sederhana namun menampakkan aura kecantikannya , highheels yang dikenakannya memperlihatkan kakinya yang jenjang , dengan tas selempang dibahunya , menampakkan sisi feminimnya sebagai seorang wanita yang beranjak dewasa ,
" Tap,,,,tap,,,,tap,,,,,tap,,,,suara langkah kaki Pelangi saat menyusuri jalanan
" Berangkat bu guru,,,,,! " goda sang kakak ipar saat Pelangi melintas didepan kediaman Mentari , Pelangi lebih dulu menyambangi kediaman sang kakak , menghampiri sang kakak ipar mencium punggung tangannya ,
" Makin cakep aja adekku ini,,,,,pantes aja kalo udah banyak yang nungguin ! " goda Joe ,
" Apaan sih mas,,,,,! " rutuk Pelangi , seraya berlalu masuk kedalam , ia berpamitan pada sang bunda dan semua orang ,
" Si Reyhan makin kesengsem aja liat penampilan Pelangi yang sekarang ! " tutur Sabil ,
Setelah berpamitan , Pelangi pun melangkah meninggalkan kediaman sang kakak ,
Tiba disekolah tempatnya mengajar Pelangi langsung masuk keruang guru , disana nampak beberapa guru seniornya yang sudah datang , Pelangi pun menyapa mereka semua dengan sopan ,
Pelangi sangat disukai oleh guru-guru senior dan juga anak didiknya karena sifatnya yang sopan , ramah juga rendah hati ,
" Tak lama berselang bel masuk berbunyi , Pelangi bergegas menuju ruang kelas ,
" Selamat pagi bu guru,,,,,! " sapa murid-murid ,
" Selamat pagi anak-anak,,,,! " jawab Pelangi sumringah ,
__ADS_1
Pelangi mengajar dikelas satu , itu sebabnya dibutuhkan tenaga ekstra untuk mengajarkan anak didiknya dari nol , beruntung Pelangi memiliki tingkat kesabaran yang tinggi dan menyukai anak-anak jadi Pelangi bisa mengatasi anak didiknya yang suka merengek bahkan menangis didalam kelas ,
Seperti saat ini Pelangi tengah mengajarkan cara menulis hurup tegak bersambung , bagi siswa yang tidak mampu melakukannya maka siswa itu akan menangis meminta agar mamanya mau menemaninya didalam kelas ,
Setiap siswa memiliki daya tangkap dan pemahaman yang berbeda , Pelangi akan memberikan pujian pada siswa yang bisa mengerjakan dan akan mengajarkan dengan telaten pada siswa yang tidak bisa mengerjakan , Pelangi akan membuat tanda jejak berupa titik-titik yang membentuk bayangan sebuah hurup lalu muridnya akan mengikuti dengan menebalkan tanda jejak itu hingga membentuk huruf yang dimaksud hingga berhasil ,
Pelangi tentu saja merasa lelah dengan aktifitasnya mengajar , namun lelahnya akan terbayarkan saat mendapati semua murid-muridnya mampu mengerjakan pelajaran yang ia berikan ,
Semua orang tua murid sangat mengagumi Pelangi , karena Pelangi sudah mengajar anak-anak mereka dengan penuh kesabaran , hal ini tentunya menambah nilai plus bagi Pelangi sebagai seorang guru PKL ,
Jarum jam dilengan Pelangi menunjukkan pukul duabelas siang , Pelangi bersiap untuk pulang , meskipun anak didiknya sudah pulang dari jam sepuluh namun Pelangi tetap harus mengikuti aturan kedinasan ,
Pelangi melangkah menyusuri jalanan yang disisi kiri dan kanannya membentang perkebunan milik penduduk sekitar yang notabene orang tua dari para anak didiknya ,
karena jarak pemberhentian angkot dari sekolah tempat Pelangi mengajar lumayan jauh , kendati ada ojek atau andong namun Pelangi lebih memilih berjalan kaki sambil menikmati angin sepoi-sepoi dan udara segar disekitarnya ,
Disela langkah kakinya Pelangi tak henti menghirup udara dan menghembuskannya berulang , memberikan sirkulasi udara pada rongga dadanya , tak lupa pula senyum yang selalu tersungging dibibirnya membalas sapaan warga setempat yang berpapasan dengan dirinya maupun yang tengah menyiangi kebunnya ,
" Iya ibu,,,,,! " Sahut Pelangi , menghentikan langkahnya sejenak ,
" Ini buat neng guru ! " ibu itu menyerahkan sekantung sayuran kepada Pelangi ,
" Aduh ibu , koq repot-repot ! " sanggah Pelangi ,
" Engga neng , ini alakadarnya saja ! " tutur ibu itu ,
" Baiklah,,,,,saya terima ya bu,,,,makasih banyak ! " ucap Pelangi ,
" Sama-sama neng guru ! " balas ibu itu ,
__ADS_1
" Kalo gitu saya permisi ya bu,,,,,! " pamit Pelangi ,
" Iya,,,,mangga,,,,hati-hati neng guru ! " tutur ibu itu lagi , yang diangguki oleh Pelangi ,
" Alhamdulillah ya Allah atas nikmat-Mu yang tak terkira ! " Pelangi berucap syukur ,
Iya seperti itulah , hampir setiap hari Pelangi pulang sekolah tanpa tangan kosong , selalu saja ada yang dibawanya saat pulang mengajar , selalu saja ada orang tua murid yang memberi hasil kebunnya pada Pelangi , rejeki orang soleh memang nggak pernah ada habisnya ya,,,,
Tiba dirumah , Pelangi langsung masuk kedalam kamarnya , berganti pakaian dan menunaikan shalat dzuhur , usai shalat Pelangi berjalan kedapur , meraih tas berisi sayuran pemberian orang tua murid ,
ia membagi dua sayurannya sebagian untuk Jingga dan sebagian lagi akan dibawa kerumah Mentari ,
Saat ini Pelangi tengah melakukan rutinitas rumahannya , meski pun kesibukan Pelangi bertambah , selain membuat makalah sebagai seorang siswa ia juga harus membuat laporan sebagai seorang pengajar , namun Pelangi tetap membantu mengerjakan pekerjaan rumah sang kakak ,
Malam hari ,
Usai membersihkan tubuhnya Pelangi menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim , setelah merapihkan perlengkapan shalatnya Pelangi duduk dimeja belajarnya , ia kemudian mempelajari materi pembelajaran yang akan disampaikan esok hari pada murid-muridnya , dan mencari cara agar murid-muridnya dengan mudah menangkap pelajaran yang ia berikan dengan mengambil contoh dari kegiatan sehari-hari ,
selesai mencari metode pembelajaran , Pelangi menjabarkannya dalam sebuah buku diktat yang telah disampul rapih bertajuk materi pembelajaran siswa kelas satu ,
Di dalam buku itu Pelangi harus menjabarkan mata pelajaran yang dipelajari , metode yang Pelangi gunakan saat menyampaikan pelajaran , dalam artian cara Pelangi menyampaikan pelajarannya harus disesuaikan dengan usia serta daya nalar murid- muridnya , dan mengambil contoh dari kehidupan sehari- hari agar mudah dipahami ,
Diatas meja Pelangi terdapat beberapa buah buku diktat yang tersampul rapih dengan tajuk yang beraneka ragam ,
Mulai dari buku daftar pribadi siswa , buku materi dan metode pembelajaran , buku penilaian siswa , buku rekap nilai , buku perkembangan siswa dan lain sebagainya , Pelangi harus mengisi buku-buku itu dan akan diperiksa oleh pengawas kedinasan tiap semesternya ,
Dan penilaian pengawas kedinasan yang akan menentukan apakah Pelangi layak menjadi seorang pengajar atau tidak , karena Profesionalisme Pelangi dalam mengajar akan diuji lebih dulu ,
Malam.semakin.larut , Pelangi menyudahi aktifitasnya , di rapihkannya semua buku-buku diatas mejanya , ia duduk di bibir ranjangnya meregangkan sejenak otot-otot tubuhnya yang terasa pegal di bagian leher , punggung juga pinggangnya ,
__ADS_1
Pelangi merebahkan tubuhnya , menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut dan menatap matanya , sebelum terlelap tak lupa Pelangi memanjatkan doa dalam hati , berharap esok hari dirinya diberikan kemudahan serta kelancaran dalam melaksanakan pekerjaannya ,