
Pelangi tak menyahuti perkataan Surya , ia juga enggan menatap wajah lelaki yang sudah menyakiti dirinya hanya demi keegoisannya , tiap kali mengingat kejadian itu hatinya berdenyut sakit , namun Pelangi juga tak bisa mengabaikan keadaan dan perasaan ketiga buah hatinya ,
" Kalian masuk dulu ya , mama mau ambil tas sekalian pamit sama Umi dan Uwa " Pelangi menuntun kedua anaknya masuk kedalam rumah , tanpa menghiraukan Surya , namun Surya pun mengekor dibelakang ketiganya ,
Setelah mendudukkan kedua buah hatinya , Pelangi berlalu ke kamar sang Bunda ,
" Bun , Pelangi pamit pulang bersama mereka , Pelangi ngga tega lihat keadaan mereka tanpa Pelangi " ujar Pelangi ,
" Alhamdulillah , akhirnya kamu berubah fikiran , memang sudah seharusnya kamu berada disamping anak - anak kamu ,
Pelangi , kita bertahan hidup hanya demi anak - anak yang kita lahirkan , mereka yang membuat kita kuat , batin kita terikat satu sama lain , suatu saat nanti mereka bisa menilai sendiri seperti apa orang tua yang mereka miliki , mereka bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah , jadikan perjalanan hidup bunda sebagai pembelajaran ,
Mengalah bukan berarti kita menyerah dan kalah , justru dengan mengalah kita akan menemukan kedamaian hati ,
Ingat Pelangi , pengalaman hiduplah yang akan menjadi guru terbaik kita " Rahayu memberikan nasihat pada putrinya ,
" Baik Bun , Pelangi akan selalu mengingat pesan dan nasihat bunda " sahutnya ,
Rahayu memberi nasihat pada putrinya bukan atas dasar melihat dan mendengar dari orang terdekat ataupun orang di sekelilingnya , melainkan berdasarkan perjalanan hidup yang dilaluinya , dimana Pelangi merupakan salah satu saksi hidup betapa getirnya perjalanan rumah tangga Rahayu dan Adijaya dulu ,
Pelangi mengambil tasnya lalu keluar dari kamar sang bunda menuju kamar Mentari yang diikuti oleh Rahayu ,
diketuknya pintu kamar sang kakak ,
tak lama kemudian pintu kamar terbuka ,
" Kak , Pelangi mau pamit pulang " ujar Pelangi ,
" Apa Surya ada jemput kamu kesini ? "selidik Mentari ,
" Iya kak , dia dateng sama anak - anak " Pelangi membenarkan ,
Makasih ya kak , kakak sudah mengijinkan Pelangi tinggal disini , maaf karena Pelangi sudah banyak merepotkan kakak sama bunda " ungkap Pelangi ,
" Syukurlah kalo Surya mau jemput kamu , itu berarti dia memiliki itikad baik untuk memperbaiki masalah yang terjadi dalam rumah tangga kalian " Mentari turut senang ,
__ADS_1
Tiba di ruang tamu ,
" Bunda , kak Mentari , saya ijin membawa Pelangi pulang " Surya membuka suara , yang di angguki oleh Rahayu ,
" Sur , selesaikan masalah kalian baik - baik , sudah bukan masanya lagi mengedepankan ego kalian , sudah ada tiga anak diantara kalian yang harus kalian prioritaskan , jangan sampai masalah rumah tangga kalian merusak psikologis anak - anak kalian , jangan sampai permasalahan kalian menjadi Boomerang dalam keluarga kalian " Mentari berusaha mengingatkan Surya dan Mentari ,
" Baik kak ! " Sahut Surya sementara Pelangi hanya mengangguk pelan ,
Setelah menyalami Bunda dan Mentari , Pelangi , Surya dan kedua anaknya pamit undur diri dari kediaman Mentari ,
Selepas kepergian Pelangi , Rahayu dan Mentari kembali masuk ke dalam kamar mereka masing - masing ,
Setibanya dikediaman mertuanya , Pelangi bergegas masuk ke dalam paviliun untuk bertemu dengan putri sulungnya ,
" Assalamu'alaikum,,,,,"
" Wa'alaikumsalam , mama,,,,,! " Kinan menghambur memeluk tubuh Pelangi ,
" Alhamdulillah , mama udah pulang " ucap kinan dengan mata yang berkaca ,
" Maafin mama ya nak , mama udah ninggalin kamu sama adek - adek kamu , makasih kamu udah mau jagain adek - adek kamu buat mama " tutur Pelangi haru ,
" Iya sayang,,,," sahut Pelangi ,
" Janji ?? " tanya Kinan ragu ,
" Iya,,," jawab Pelangi singkat ,
" Maafin mama Kinan , mama terpaksa berbohong , mama takut ngga bisa menepati janji mama sama kalian , semua berpulang pada papamu , apa dia bisa mempertahankan hubungan kami atau sebaliknya " batin Pelangi ,
" Syukurlah Pelangi , akhirnya kamu pulang juga " tiba - tiba Ama muncul dibelakang Pelangi ,
" Ibu " Pelangi meraih dan mencium tangan ibu mertuanya ,
" maafin Pelangi Bu , Pelangi pergi dari rumah tanpa pamit , maaf Pelangi udah ngerepotin ibu " tutur Pelangi ,
__ADS_1
" Gapapa Pelangi , ibu bisa memahami perasaan kamu , ibu bisa memaklumi jalan fikiran dan sikap yang kamu ambil " ujar Mila ,
" Makasih Bu , ibu mau ngertiin Mila , makasih banyak ibu sudah menjaga dan merawat anak - anak " ujarnya lagi ,
" Iya sama - sama , ibu juga ngga keberatan mereka juga kan cucu - cucu ibu " sahut Mila ,
' Ya sudah , kamu temani anak - anak kamu istirahat , mereka pasti kangen ingin tidur ditemani mamanya " titah Mila ,
" Iya Bu , sekali lagi makasih banyak ya Bu " Pelangi mengucap kata terima kasih untuk yang kesekian kalinya , Mila mengangguk seraya mengulas senyum ,
Selepas kepergian Mila , Pelangi memilih tinggal dikamar bersama putra - putrinya
" Ngomong - ngomong siapa yang kasih tahu Ama , Kamo mama udah pulang ? " tanya Pelangi pada buah hatinya ,
" Rara ma , Rara yang kasih tahu Ama kalo mama udah pulang " Ujar Rara dengan mata yang berbinar ,
Kinan menyentuh kening Rara dan Dimas bergantian , ternyata keduanya sudah tidak demam lagi ,
" Mama memang obat yang mujarab buat Rara sama Dimas " tutur Kinan ,
" iya ? , kok bisa ? " Pelangi tersenyum ,
" Iya ma , dari pagi kan mereka berdua demam , udah dikasih obat sama Ama tapi demamnya nggak turun - turun , bahkan saat mereka pergi ke rumah Umi pun dalam keadaan demam , tapi setelah ketemu mama demam mereka sembuh " jelas Kinan ,
" Em,,,,,itu tandanya kalian sama mama memiliki ikatan batin yang kuat " ujar Pelangi lembut , yang disahuti oleh tawa ketiga buah hatinya ,
" Mungkin ini adalah rencana Tuhan , agar Surya mau mengesampingkan ego nya demi kepentingan anak - anak " batin Surya ,
Setelah cukup lama berbincang melepas rindu , keempatnya tertidur , dengan posisi Pelangi yang diapit oleh ketiga buah hatinya , seolah menjaga agar sang mama tidak beranjak dari sisi mereka ,
Diam - diam Surya melihat kedalam kamar anak - anaknya , mendapati Pelangi dan ketiga anaknya terlelap dengan senyum di wajah mereka , membuat Surya menyadari jika anak - anaknya memang tak bisa hidup berjauhan dari mamanya ,
Sempat terbersit cemburu dibenaknya , saat Pelangi tak ada , tak satupun dari anak - anaknya datang padanya untuk sekedar bertanya atau meminta apapun , justru mereka lebih memilih mendatangi Ama nya ,
" Apa sikap aku pada Pelangi kemarin terlalu berlebihan ? , kenapa aku mudah terbawa emosi dan tidak berpikir panjang sebelum mengambil sikap " sesalnya dalam hati ,
__ADS_1
sejak sepeninggal almarhum Mas Joe aku jadi sulit mengontrol emosiku , selama ini memang mas Joe lah yang selalu mengarahkan aku untuk lebih tenang dan bijak dalam menyikapi setiap permasalahan yang dihadapi ,
Apa itu berarti selama ini aku selalu bergantung pada mas Joe , apa itu berarti aku belum benar - benar memahami dan menanamkan dalam diriku apa yang diajarkan almarhum untuk selalu melatih kesabaran " batin Surya ,