
Bun , dimana kak Jingga dan Ismail , apa mereka tidak kemari ? " akhirnya Pelangi bertanya pada sang bunda ,
" Tadi mereka kesini , sebelum kamu datang mereka berpamitan untuk pergi ke rumah orang tua Ismail " Rahayu menjelaskan , Pelangi pun mengangguk mengerti ,
Menjelang magrib ,
" Pelangi , saya harus pulang , saya harus mengantar Bapak sama ibu ke rumah kerabat ! " Surya memberitahukan Pelangi ,
" Saya nggak ikut gapapa kan ? , saya masih ingin sama bunda ! " pinta Pelangi ,
" Ya sudah gapapa , apa nanti kamu mau saya jemput ? " tanya Surya ,
" Nggak usah ! , kamu pasti capek , lagi pula saya mau menginap disini ! " Pelangi memastikan ,
" kalo gitu saya pergi dulu ! " pamit Surya ,
" Hati - hati di jalan ! " ujar Pelangi yang diangguki oleh Surya ,
Surya pun pergi setelah berpamitan pada semua orang yang ada di kediaman Joe ,
" Syukurlah Surya pergi , aku akan mengabari Reyhan , agar mereka bisa berbicara berdua dengan leluasa ,
Tak lama kemudian
" Assalamu'alaikum,,,,,! " Reyhan berucap salam begitu sampai di depan pintu ,
" Wa'alaikumsalam,,,,! " semua yang ada di dalam menyahuti ,
" Reyhan,,,,,! , ayo masuk,,,,! , kapan pulang ? , Joe setengah terkejut melihat kedatangan Reyhan yang tiba - tiba ,
" Kemarin malam mas ! " ujar Reyhan seraya menyalami Joe dan semua yang ada dalam ruangan ,
" Sehat toh,,,,! " tanya Joe
" Alhamdulilah sehat mas .! " Reyhan mendudukkan dirinya di sofa ,
Sementara Sabil dan Senja yang sudah mengetahui kepulangan Reyhan bersikap tenang ,
Pelangi yang baru datang dari dapur , menghentikan langkahnya di ambang pintu , mata nya terkesiap saat mendapati Pria yang di cintai ,
Namun Reyhan tak menyadari keberadaan Pelangi karena terhalang oleh bufet yang menjadi penyekat antara ruang tamu dan ruang tengah ,
Joe melihat keberadaan Pelangi , keterkejutan dan kesedihan tergambar jelas di wajah adik ipar nya itu ,
" Apa aku tidak salah lihat ! " Pelangi mencoba mengerjap kan matanya , berharap itu hanya halusinasi nya ,
tapi harapan nya terpatahkan oleh kenyataan jika yang di lihatnya nyata adanya ,
" Kak Rey,,,,! " Pelangi merasakan tubuhnya lemas dan bergetar , satu persatu air matanya berjatuhan dari kelopak matanya ,
__ADS_1
Pelangi melangkah mundur dengan perlahan , menghempaskan bokongnya di kursi ,
Rahayu yang melihat Pelangi menangis sontak menghampiri putrinya dengan penuh kekhawatiran
" Pelangi kamu kenapa sayang ? " Rahayu merengkuh bahu Pelangi ,
" Kak Rey ,,,,,! " hanya kata itu yang terlontar dari bibir Pelangi , Pelangi yang tak mampu menguasai dirinya akhirnya terkulai lemas dalam rengkuhan sang bunda ,
" Pelangi,,,,,! " Seru Rahayu panik ,
Senja,,,,! , Tari,,,,! , Joe,,,,! " Teriak bunda ,
" Semua yang mendengar teriakan bunda berlari menghambur ke arah dapur ,
" Pelangi,,,,,! " pekik Senja dan Mentari bersamaan ,
" Pelangi kenapa Bun ? " tanya Reyhan ,
" Angkat,,,,! , bawa dia ke kamar ! " titah Joe ,
Dengan sigap Reyhan menggendong Pelangi , membawanya ke kamar bunda dan membaringkannya di sana ,
" Dek bangun dek,,,,,! " Reyhan menepuk pipi Pelangi berkali - kali , namun Pelangi tak bergeming ,
" Pelangi,,,,sadar sayang,,,,,! " Pelangi mengusap kepala Pelangi ,
" Ayo kita tunggu di luar sampai dia siuman ! " ajak Joe ,
" Pelangi kenapa mbak , mas ? , apa dia sakit Bil ? " Reyhan menatap mereka bergantian ,
" Tadi mas lihat dia berdiri di ambang pintu dapur , sepertinya Pelangi shock melihat kamu di sini Rey ! " Joe mencoba menarik kesimpulan ,
Setelah tiga puluh menit pingsan , akhirnya Pelangi sadarkan diri ,
" Pelangi,,,, syukurlah kamu sudah sadar ! " Rahayu merasa lega ,
" Ini nggak nyata kan bun ? , ini hanya halusinasi Pelangi aja kan bun ! " ujar Pelangi lirih ,
" Temuin dia Rey , kasihan,,,, selama ini dia sudah banyak berkorban dan menanggung duka nya sendiri ,
" Mohon ijin mas , mbak , ! " Reyhan meminta ijin untuk menemui dan berbicara dengan Pelangi ,
" Ya,,,,! " tegas Joe ,
Reyhan bangkit dari duduknya , berjalan menghampiri kamar tempat dimana dirinya membaringkan Pelangi saat pingsan tadi ,
Reyhan mematung sejenak di depan pintu kamar , pendengarannya sempat menangkap pembicaraan antara kedua ibu dan anak itu ,
" Kak Rey nggak ada disini kan bun ! " desak Pelangi ,
__ADS_1
" Reyhan,,,,dia,,,,," Rahayu terbata ,
dia memang,,,,," belum sempat Rahayu menyelesaikan perkataannya ,
" Saya disini dek. ! " Potong Reyhan , berdiri di ambang pintu kamar ,
" Kak Rey,,,,,! " Isak Pelangi ,
Rahayu bangkit dari duduknya , meninggalkan Reyhan dan Pelangi agar bisa berbicara berdua ,
" Ijin Bun,,,,! " Reyhan meminta ijin pada Rahayu , yang diangguki oleh Rahayu ,
Reyhan mendudukkan dirinya dihadapan Pelangi yang menyembunyikan wajah nya diantara kedua lutut yang di tekuk dan kedua lengan yang di letakkan di atasnya ,
Nampak bahunya bergerak naik turun , pertanda ia sedang menangis ,
" Dek,,,,,! " panggil Reyhan lembut , di usapnya kepala Pelangi penuh kasih ,
Pelangi perlahan mengangkat kepalanya , mengarahkan tatapannya pada pria di hadapannya , Reyhan balas menatap lekat mata Pelangi yang masih berurai air mata ,
Keduanya saling terdiam , mata kedua nya seolah mengungkapkan rasa cinta dan kerinduan yang terpendam sekian lama ,
Ingin rasanya Pelangi memeluk lelaki di hadapannya , namun Pelangi sadar diri jika statusnya kini telah menjadi istri pria lain ,
Begitu pula dengan Reyhan , ingin rasa nya ia memeluk erat wanita pujaan hatinya yang selama ini ia rindukan dan kini telah menjadi milik pria lain ,
Reyhan menyeka air mata di pipi Pelangi dengan lembut , di genggam nya tangan Pelangi penuh kehangatan ,
Pelangi bisa merasakan tangan Reyhan yang gemetar , ia pun balas menggenggam tangan Reyhan ,
" Maafkan Pelangi kak,,,,,! , maafkan Pelangi ! " akhirnya Pelangi memecah keheningan diantara kedua nya ,
Pelangi tidak berniat mengingkari janji apa lagi mengkhianati kak Rey ! " Pelangi menangis tersedu ,
Tangisan Pelangi begitu menyayat hati Reyhan , ia bisa merasakan apa yang Pelangi rasakan , Reyhan tak mampu lagi menahan diri ,
Reyhan tak kuasa lagi menahan diri , dipeluknya Pelangi dengan erat , hati nya ikut teriris mendengar tangisan Pelangi yang memilukan ,
" Saya tahu dek,,,,! , saya sudah tahu semua kebenaran nya , maafkan saya yang tidak ada saat kamu butuhkan , maafkan saya yang tidak bisa melindungi dan menguatkan kamu dikala kamu dalam masalah ,
" Kalau Pelangi tahu kak Rey akan pulang secepat ini , Pelangi pasti akan bertahan dan menunggu kepulangan kak Rey ! " batin Pelangi , penyesalan hadir dalam hati Pelangi ,
" Maafkan saya dek,,,,! " ujar Reyhan dengan suara yang bergetar ,
Pelangi melepaskan diri dari pelukan Reyhan , ia sudah mulai tenang , tangis nya pun telah reda ,
" Maafkan Pelangi kak,,,,! , ! maafkan Pelangi,,,,,! " nampak kesedihan di wajah Pelangi , ia merasa bersalah karena telah melukai perasaan pria baik seperti Reyhan yang tulus mencintai nya ,
" Yang sudah terjadi biarlah terjadi , mungkin ini sudah jalan kita , mungkin untuk saat ini kita belum berjodoh ! " Reyhan berusaha menguatkan Pelangi sekaligus menguatkan dirinya ,
__ADS_1
" Andai waktu itu Pelangi bisa bersabar sedikit saja , andai Pelangi tidak terburu - buru dalam mengambil keputusan , mungkin saat ini,,,,,! " Pelangi kembali menitikkan air mata , menghela nafas dalam - dalam , melonggarkan dadanya yang terasa sesak ,