Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
EPISODE 63


__ADS_3

Bun , dimana kak Jingga dan Ismail , apa mereka tidak kemari ? " akhirnya Pelangi bertanya pada sang bunda ,


" Tadi mereka kesini , sebelum kamu datang mereka berpamitan untuk pergi ke rumah orang tua Ismail " Rahayu menjelaskan , Pelangi pun mengangguk mengerti ,


Menjelang magrib ,


" Pelangi , saya harus pulang , saya harus mengantar Bapak sama ibu ke rumah kerabat ! " Surya memberitahukan Pelangi ,


" Saya nggak ikut gapapa kan ? , saya masih ingin sama bunda ! " pinta Pelangi ,


" Ya sudah gapapa , apa nanti kamu mau saya jemput ? " tanya Surya ,


" Nggak usah ! , kamu pasti capek , lagi pula saya mau menginap disini ! " Pelangi memastikan ,


" kalo gitu saya pergi dulu ! " pamit Surya ,


" Hati - hati di jalan ! " ujar Pelangi yang diangguki oleh Surya ,


Surya pun pergi setelah berpamitan pada semua orang yang ada di kediaman Joe ,


" Syukurlah Surya pergi , aku akan mengabari Reyhan , agar mereka bisa berbicara berdua dengan leluasa ,


Tak lama kemudian


" Assalamu'alaikum,,,,,! " Reyhan berucap salam begitu sampai di depan pintu ,


" Wa'alaikumsalam,,,,! " semua yang ada di dalam menyahuti ,


" Reyhan,,,,,! , ayo masuk,,,,! , kapan pulang ? , Joe setengah terkejut melihat kedatangan Reyhan yang tiba - tiba ,


" Kemarin malam mas ! " ujar Reyhan seraya menyalami Joe dan semua yang ada dalam ruangan ,


" Sehat toh,,,,! " tanya Joe


" Alhamdulilah sehat mas .! " Reyhan mendudukkan dirinya di sofa ,


Sementara Sabil dan Senja yang sudah mengetahui kepulangan Reyhan bersikap tenang ,


Pelangi yang baru datang dari dapur , menghentikan langkahnya di ambang pintu , mata nya terkesiap saat mendapati Pria yang di cintai ,


Namun Reyhan tak menyadari keberadaan Pelangi karena terhalang oleh bufet yang menjadi penyekat antara ruang tamu dan ruang tengah ,


Joe melihat keberadaan Pelangi , keterkejutan dan kesedihan tergambar jelas di wajah adik ipar nya itu ,


" Apa aku tidak salah lihat ! " Pelangi mencoba mengerjap kan matanya , berharap itu hanya halusinasi nya ,


tapi harapan nya terpatahkan oleh kenyataan jika yang di lihatnya nyata adanya ,


" Kak Rey,,,,! " Pelangi merasakan tubuhnya lemas dan bergetar , satu persatu air matanya berjatuhan dari kelopak matanya ,

__ADS_1


Pelangi melangkah mundur dengan perlahan , menghempaskan bokongnya di kursi ,


Rahayu yang melihat Pelangi menangis sontak menghampiri putrinya dengan penuh kekhawatiran


" Pelangi kamu kenapa sayang ? " Rahayu merengkuh bahu Pelangi ,


" Kak Rey ,,,,,! " hanya kata itu yang terlontar dari bibir Pelangi , Pelangi yang tak mampu menguasai dirinya akhirnya terkulai lemas dalam rengkuhan sang bunda ,


" Pelangi,,,,,! " Seru Rahayu panik ,


Senja,,,,! , Tari,,,,! , Joe,,,,! " Teriak bunda ,


" Semua yang mendengar teriakan bunda berlari menghambur ke arah dapur ,


" Pelangi,,,,,! " pekik Senja dan Mentari bersamaan ,


" Pelangi kenapa Bun ? " tanya Reyhan ,


" Angkat,,,,! , bawa dia ke kamar ! " titah Joe ,


Dengan sigap Reyhan menggendong Pelangi , membawanya ke kamar bunda dan membaringkannya di sana ,


" Dek bangun dek,,,,,! " Reyhan menepuk pipi Pelangi berkali - kali , namun Pelangi tak bergeming ,


" Pelangi,,,,sadar sayang,,,,,! " Pelangi mengusap kepala Pelangi ,


" Ayo kita tunggu di luar sampai dia siuman ! " ajak Joe ,


" Pelangi kenapa mbak , mas ? , apa dia sakit Bil ? " Reyhan menatap mereka bergantian ,


" Tadi mas lihat dia berdiri di ambang pintu dapur , sepertinya Pelangi shock melihat kamu di sini Rey ! " Joe mencoba menarik kesimpulan ,


Setelah tiga puluh menit pingsan , akhirnya Pelangi sadarkan diri ,


" Pelangi,,,, syukurlah kamu sudah sadar ! " Rahayu merasa lega ,


" Ini nggak nyata kan bun ? , ini hanya halusinasi Pelangi aja kan bun ! " ujar Pelangi lirih ,


" Temuin dia Rey , kasihan,,,, selama ini dia sudah banyak berkorban dan menanggung duka nya sendiri ,


" Mohon ijin mas , mbak , ! " Reyhan meminta ijin untuk menemui dan berbicara dengan Pelangi ,


" Ya,,,,! " tegas Joe ,


Reyhan bangkit dari duduknya , berjalan menghampiri kamar tempat dimana dirinya membaringkan Pelangi saat pingsan tadi ,


Reyhan mematung sejenak di depan pintu kamar , pendengarannya sempat menangkap pembicaraan antara kedua ibu dan anak itu ,


" Kak Rey nggak ada disini kan bun ! " desak Pelangi ,

__ADS_1


" Reyhan,,,,dia,,,,," Rahayu terbata ,


dia memang,,,,," belum sempat Rahayu menyelesaikan perkataannya ,


" Saya disini dek. ! " Potong Reyhan , berdiri di ambang pintu kamar ,


" Kak Rey,,,,,! " Isak Pelangi ,


Rahayu bangkit dari duduknya , meninggalkan Reyhan dan Pelangi agar bisa berbicara berdua ,


" Ijin Bun,,,,! " Reyhan meminta ijin pada Rahayu , yang diangguki oleh Rahayu ,


Reyhan mendudukkan dirinya dihadapan Pelangi yang menyembunyikan wajah nya diantara kedua lutut yang di tekuk dan kedua lengan yang di letakkan di atasnya ,


Nampak bahunya bergerak naik turun , pertanda ia sedang menangis ,


" Dek,,,,,! " panggil Reyhan lembut , di usapnya kepala Pelangi penuh kasih ,


Pelangi perlahan mengangkat kepalanya , mengarahkan tatapannya pada pria di hadapannya , Reyhan balas menatap lekat mata Pelangi yang masih berurai air mata ,


Keduanya saling terdiam , mata kedua nya seolah mengungkapkan rasa cinta dan kerinduan yang terpendam sekian lama ,


Ingin rasanya Pelangi memeluk lelaki di hadapannya , namun Pelangi sadar diri jika statusnya kini telah menjadi istri pria lain ,


Begitu pula dengan Reyhan , ingin rasa nya ia memeluk erat wanita pujaan hatinya yang selama ini ia rindukan dan kini telah menjadi milik pria lain ,


Reyhan menyeka air mata di pipi Pelangi dengan lembut , di genggam nya tangan Pelangi penuh kehangatan ,


Pelangi bisa merasakan tangan Reyhan yang gemetar , ia pun balas menggenggam tangan Reyhan ,


" Maafkan Pelangi kak,,,,,! , maafkan Pelangi ! " akhirnya Pelangi memecah keheningan diantara kedua nya ,


Pelangi tidak berniat mengingkari janji apa lagi mengkhianati kak Rey ! " Pelangi menangis tersedu ,


Tangisan Pelangi begitu menyayat hati Reyhan , ia bisa merasakan apa yang Pelangi rasakan , Reyhan tak mampu lagi menahan diri ,


Reyhan tak kuasa lagi menahan diri , dipeluknya Pelangi dengan erat , hati nya ikut teriris mendengar tangisan Pelangi yang memilukan ,


" Saya tahu dek,,,,! , saya sudah tahu semua kebenaran nya , maafkan saya yang tidak ada saat kamu butuhkan , maafkan saya yang tidak bisa melindungi dan menguatkan kamu dikala kamu dalam masalah ,


" Kalau Pelangi tahu kak Rey akan pulang secepat ini , Pelangi pasti akan bertahan dan menunggu kepulangan kak Rey ! " batin Pelangi , penyesalan hadir dalam hati Pelangi ,


" Maafkan saya dek,,,,! " ujar Reyhan dengan suara yang bergetar ,


Pelangi melepaskan diri dari pelukan Reyhan , ia sudah mulai tenang , tangis nya pun telah reda ,


" Maafkan Pelangi kak,,,,! , ! maafkan Pelangi,,,,,! " nampak kesedihan di wajah Pelangi , ia merasa bersalah karena telah melukai perasaan pria baik seperti Reyhan yang tulus mencintai nya ,


" Yang sudah terjadi biarlah terjadi , mungkin ini sudah jalan kita , mungkin untuk saat ini kita belum berjodoh ! " Reyhan berusaha menguatkan Pelangi sekaligus menguatkan dirinya ,

__ADS_1


" Andai waktu itu Pelangi bisa bersabar sedikit saja , andai Pelangi tidak terburu - buru dalam mengambil keputusan , mungkin saat ini,,,,,! " Pelangi kembali menitikkan air mata , menghela nafas dalam - dalam , melonggarkan dadanya yang terasa sesak ,


__ADS_2