
Sudah satu minggu ini Surya selalu pulang tepat waktu , karena Asri sang kekasih masih berada dikampung halaman ,
Sikap Surya pun perlahan berubah , tidak sedingin dan se kasar beberapa hari yang lalu ,
Hal itu tentu saja membuat Pelangi heran sekaligus bersyukur karena kekakuan diantara dirinya dan Surya telah mencair ,
Pelangi cukup bernafas lega karena tidak ada lagi aksi drama Surya yang selalu menghiasi pagi hari mereka ,
Seperti sore ini Pelangi sedang duduk di sofa sambil menonton tv , tiba - tiba Surya duduk disamping Pelangi , merebahkan kepalanya dipangkuan Pelangi ,
Sontak hal itu membuat Pelangi heran , karena sudah cukup lama Surya tak pernah menunjukkan sikap manjanya , tentu saja ini menepiskan rasa curiga Pelangi yang merasakan perubahan pada diri Surya ,
Pelangi berpikir jika kemarin - kemarin Surya tengah banyak masalah ditempat kerjanya , sehingga pembawaannya selalu marah - marah ,
Namun sayang dugaan Pelangi tidak sepenuhnya benar , karena pada kenyataannya saat ini Surya tengah merindukan Asri dan dia melampiaskannya pada Pelangi ,
Surya tak henti mencumbu Pelangi , hingga membuat Pelangi kewalahan , mereka pun nyaris melakukan penyatuan di sofa , namun Pelangi mencegahnya , ia khawatir saat mereka tengah melakukannya anak - anak mereka pulang dari bermain ,
Surya pun akhirnya menarik tangan Pelangi , membawanya ke kamar mereka , Surya mengunci pintu kamar terlebih dahulu ,
Surya merebahkan Pelangi di pembaringan , melancarkan kembali aksinya , ia mencumbu Pelangi dengan rakusnya membuat Pelangi berulang kali melenguh ,
" As,,,,,ri,,,,,! " Saat pelepasan Surya menyebutkan nama Asri , bagai disambar petir di siang bolong ,betapa tidak , Surya menyetubuhi dirinya namun wanita lain yang ada dalam pikirannya ,
Hati Pelangi bagai ditusuk - tusuk seribu jarum , ia bergegas bangkit dari tempat tidur , meninggalkan Surya yang terkulai lelah diatas tempat tidur ,
Didalam kamar mandi Pelangi menangis tersedu , ia mengguyurkan air ke sekujur tubuhnya membawa serta air mata yang berurai di pipinya ,
" Tega kamu kak , tega kamu lakukan ini , apa salah dan kurangnya aku kak " lirih Pelangi disela Isak tangisnya , hatinya sakit bukan kepalang ,
" Ternyata sikap manis mu bukan untukku tapi untuk perempuan diluar sana , ternyata kamu menunaikan hasrat mu bukan untuk menafkahi batinku , melainkan hanya menjadikan aku sebagai pelampiasan nafsu bejat mu "
Rasanya Pelangi enggan keluar dari dalam kamar mandi , rasanya enggan menunjukkan dirinya dihadapan Surya , ternyata kecurigaannya selama ini , kini terjawab sudah , Surya memiliki wanita lain dibelakangnya ,
__ADS_1
Selepas mandi Pelangi langsung menuju kamar buah hatinya , merebahkan tubuhnya di sana , setiap kali mengingat nama wanita yang disebut Surya membuat hatinya berdenyut sakit tak mampu membendung air mata ,
Pelangi tidak menyangka jika ia akan merasakan derita yang di alami oleh sang bunda dulu , di duakan oleh pasangan hidupnya ,
" Bunda,,,,,,! " lirih Pelangi ,
Tak lama berselang , ketiga buah hati Pelangi kembali dari bermain , ketiganya terkejut saat memasuki kamar mereka mendapati sang mama yang tengah tertidur dengan mata sembab ,
" Mama kenapa ya kak , sepertinya mama habis nangis ? " bisik Rara ,
" Apa mama bertengkar lagi sama papa ya ? " timpal Dimas ,
" Kakak juga ngga tahu " Kinan menyahuti ,
Ketiganya pun duduk di atas karpet , menunggu hingga sang mama terjaga dari tidurnya ,
Pelangi yang merasakan kehadiran ketiga buah hatinya perlahan membuka matanya ,
" Kalian sudah pulang ? " tanya Pelangi pada ketiga buah hatinya , yang di angguki oleh ketiganya ,
" Mama gapapa kok " Pelangi mengembangkan senyum diwajahnya seolah tak terjadi apapun , Pelangi berusaha untuk tidak memperlihatkan kesedihan didepan buah hatinya ,
Tidak ingin tangisnya kembali pecah , Pelangi beranjak keluar dari kamar buah hatinya , saat keluar dari kamar dilihatnya Surya tengah menonton TV , Pelangi melanjutkan langkah kakinya menuju dapur , tanpa menoleh ke arah Surya sedikitpun ,
Setibanya di dapur Pelangi bingung harus berbuat apa , karena sudah tidak ada lagi yang bisa ia kerjakan , sejak pagi tadi semua pekerjaan rumah sudah beres ,
Akhirnya Pelangi hanya duduk di tangga dapur rumahnya , tatapannya kosong pikirannya menerawang entah kemana ,
Suara adzan magrib membuyarkan lamunannya , ia pun bergegas mengambil air wudhu dan menunaikan shalat ,
Dalam sujud akhirnya Pelangi memohon pertolongan pada sang Khaliq , agar dirinya diberi beribu - ribu kekuatan dalam menghadapi segala ujian yang Tuhan tetapkan atas dirinya ,
Usai shalat Pelangi menyiapkan makan malam untuk suami dan ketiga buah hatinya , lalu kembali ke kamarnya , merebahkan tubuhnya di sana , menyelimuti sekujur tubuhnya ,
__ADS_1
Tak lama berselang , pintu kamar terbuka , saat melihat sosok Surya diambang pintu Pelangi pura - pura memejamkan matanya , agar Surya mengira dirinya sudah tidur ,
Surya beranjak keatas ranjang , membaringkan tubuhnya disamping Pelangi , dalam satu selimut yang sama ,
Pelangi merasa enggan berada di dekat Surya , Setiap kali mengingat kejadian siang tadi membuat luka dihatinya semakin menganga ,
Surya memeluk tubuh Pelangi dari belakang , ingin rasanya Pelangi menepiskan tangan Surya , namun Pelukan Surya begitu erat , terlebih lagi Surya mulai melancarkan aksinya ,
Namun tak satu pun sentuhan Surya membuat Pelangi bergairah , hanya ada rasa muak juga kecewa yang menyesakkan dada ,
Mendapati Pelangi yang dingin dan tak merespon dirinya membuat Surya geram , ia pun berniat membalikkan tubuh Pelangi yang memunggunginya dengan paksa ,
Namun belum sempat Surya melakukannya ,
" Tolong kak aku ingin istirahat , aku lelah " Pelangi berusaha menolak secara halus , walau dalam hatinya ia ingin berontak dan berteriak ,
" Tapi aku sedang Ingin " pinta Surya ,
" Tadi siang kita sudah melakukannya kak , jadi aku mohon biarkan aku istirahat " tutur Pelangi ,
" Kamu tahu kan kalo menolak ajakan Suami itu dosa " ujar Surya ,
" Tapi kamu juga nggak boleh egois dengan memaksakan keinginan kamu kak " Pelangi membela diri ,
" Percuma kamu sholat dan mengaji , kalo kamu tidak mau melakukan kewajiban kamu melayani suami " Surya bangkit duduk disamping Pelangi , ia mulai emosi , karena penolakan Pelangi ,
" Ngga usah bawa - bawa masalah shalat dan mengaji kak , aku melakukan itu bukan karena aku sok suci , aku hanya ingin menjadi manusia yang lebih baik " ujarnya ,
" Percuma kalo kamu tidak memahami artinya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari - hari " ujar Surya ketus ,
" Apa aku pernah tidak sopan sama kamu ? , apa aku pernah tidak mematuhi keinginan kamu kak ? " Pelangi bangkit dari tidurnya ,
" Kamu pikir apa yang kamu lakukan barusan itu benar ? apa kamu mematuhi suami kamu ? apa kamu pikir itu bukan dosa ? " Surya tak mau kalah ,
__ADS_1
" Apa kamu pikir kamu sudah menjadi suami yang benar kak ? , Apa kamu pikir menyakiti tubuh istri itu tidak berdosa ? , apa kamu pikir melukai hati istri juga bukan perbuatan dosa kak ? " Pelangi mengembalikan pertanyaan Surya ,
" Kamu sudah melupakan semua yang diajarkan mas Joe , kebaikan yang mas Joe ajarkan sama kamu turut terkubur dengan jasad mas Joe dan tak tersisa sedikitpun tertanam dalam jiwa kamu " Pelangi berusaha mengingatkan Surya ,