
" Bapak / ibu guru yang kami hormati , sebelum kami meninggalkan almamater yang kami cintai ini , ijinkan kami menyampaikan sepatah dua patah kata untuk yang terakhir kalinya ,
Bapak / ibu guru , tugas kami menimba ilmu di sekolah ini telah selesai , begitu banyak ilmu yang kami peroleh berkat bimbingan bapak / ibu guru ,
Kami menghaturkan Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk waktu , tenaga dan fikiran yang telah bapak / Ibu curahkan demi mengajari kami , dengan penuh kesabaran serta keikhlasan menghadapi sikap dan perilaku kami ,
Bapak / ibu guru yang kami hormati , hari ini ijinkan kami memohon maaf atas segala khilaf dan salah yang selama ini kami perbuat , sudilah kiranya bapak / ibu guru memaafkan sikap dan tutur bahasa kami yang kurang berkenan , yang terkadang melewati batas kesopanan hingga menorehkan luka di hati bapak / ibu guru ,
Bapak / ibu guru yang kami hormati , kami tidak mampu membalas budi jasa yang telah bapak / ibu berikan kepada kami selama tiga tahun lamanya , kami hanya bisa mendoakan agar bapak / ibu guru senantiasa dilimpahi kesehatan , kebahagiaan dan keberkahan , aamiin ,
" Bapak / ibu guru yang kami hormati , kami selaku siswa-siswi almamater sekolah menengah keguruan ini mohon undur diri dari sekolah yang selama tiga tahun menaungi kami ,
kami mohon undur diri dari hadapan bapak / ibu guru guna melanjutkan sekolah kami menggapai cita-cita , sudilah kiranya bapak / ibu guru memberikan doa restu untuk keberhasilan kami di masa yang akan datang ,
Selamat tinggal almamater kami teruslah melahirkan generasi penerus yang berkualitas , selamat tinggal guru-guru kami , semoga suatu saat nanti kita dapat di pertemukan kembali dalam keadaan sehat wal'afiat aamiin "
Sepenggal kata perpisahan yang disampaikan oleh siswa-siswi kelas sebelas menguar di sela sesi musafaha antara siswa dan guru juga antar sesama siswa kelas dua belas , yang menambah haru biru suasana pelepasan siswa , tak sedikit dari para siswi dan guru-guru wanita menitikkan air mata ,
Begitu pula dengan Pelangi , ia sedih karena harus berpisah dengan teman dan guru yang menyayangi dirinya selama menimba ilmu , tapi itulah hidup di setiap pertemuan pasti ada perpisahan ,
" Bangkitlah siswa siswiku , pergilah,,,,, raihlah cita-cita setinggi langit , song-song masa depan nan cerah , selamat jalan siswa siswiku , selamat berjuang , semoga kelak kalian menjadi manusia yang berguna bagi agama , nusa dan bangsa " sepenggal doa serta harapan dari kepala sekolah untuk siswa siswi dua belas ,
Jarum jam menunjukkan pukul dua sore saat prosesi pelepasan siswa usai , semua siswa dan guru telah meninggalkan sekolah , begitu pula dengan Pelangi , kini statusnya sudah berubah menjadi alumni semenjak keluar dari gerbang sekolah tempatnya menimba ilmu ,
Mulai besok hingga hari pemberkasan tiba Pelangi akan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah atau sekedar bantu-bantu di tempat catering ,
Seperti pagi ini , Pelangi tengah membantu mengemas kerupuk udang yang sudah di goreng kedalam sebuah plastik , mengemasnya hingga mencapai seratus keping kerupuk dalam satu kemasan ,
__ADS_1
Usai membantu mengemas kerupuk Pelangi membantu mengupas satu nampan penuh bawang merah yang berhasil membuatnya menangis karena rasa pedas yang ditimbulkan dari setiap butirnya ,
Hari merambah siang , Pelangi dan seluruh pekerja catering yang masih kerabat sang bunda tengah santap siang bersama ,
Usai santap siang Pelangi pamit pada sang bunda untuk pulang lebih dulu , karena ia harus menuntaskan pekerjaan di kediaman sang kakak ,
@@@@@
Sebulan kemudian ,
Setelah cukup lama menunggu akhirnya hari pengambilan berkas pun tiba setelah sebelumnya dilakukan pengambilan photo dan sidik jari , hari ini Pelangi membawa pulang ijasah beserta surat keterangan lainnya yang telah di salin dan di legalisir ,
Malam harinya , selepas shalat isya Pelangi mempersiapkan berkas-berkas untuk dimasukkan ke sekolah tempatnya mengajar dulu , ia memutuskan akan kembali menjadi pengajar disana ,
Satu tahun berlalu , Pelangi telah menyelesaikan pendidikannya dan selama itu pula Reyhan telah berdinas , namun belum ada tanda-tanda atau pun kabar mengenai kepulangan Reyhan ,
Pelangi tak pernah bertanya pada Sabil mengenai Reyhan , terlebih lagi akhir-akhir ini Pelangi jarang bertemu dengan Sabil karena Senja dan Sabil sudah pindah dari kediaman Mentari , mereka mengontrak sebuah rumah yang tempatnya tak jauh dari kediaman Mentari , bahkan saat ini Senja tengah mengandung anak pertamanya ,
Pelangi hanya bisa mendoakan tanpa berani berharap lebih , ia menyerahkan sepenuhnya pada sang pencipta ,
Keesokan harinya , seperti kesepakatan yang telah dibuat antara dirinya dan kepala sekolah di tempatnya mengajar waktu itu , Pagi ini Pelangi berniat untuk kembali menemui kepala sekolah untuk membicarakan tawaran yang pernah kepala sekolah berikan padanya ,
Setibanya di sekolah , Pelangi menatap kesekelilingnya , suasana sekolah nampak lengang karena masih libur akhir tahun pembelajaran , dan kegiatan belajar mengajar baru akan di mulai minggu depan ,
" Tok,,,,,tok,,,,tok,,,,," assalamu'alaikum,,,,,! "
Pelangi mengetuk pintu ruang TU seraya berucap salam ,
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam,,,,,,! , Pelangi,,,,,,! " bu Salma juga ibu kepala sekolah menyahuti bersamaan , keduanya terkejut melihat kedatangan Pelangi yang tak terduga
" Apa kabar bu,,,,,! " Pelangi menyalami ibu kepala juga bu Salma ,
" Alhamdulillah kabar kami baik ! " tutur ibu kepala , yang diangguki oleh bu Salma
Di ruangan itu hanya ada bu kepala dan bu Salma yang tengah piket , karena sudah mulai penerimaan siswa baru ,
" Duduk Pelangi ! " ibu kepala mempersilahkan ,
" Terima kasih bu,,,,,! " ucap Pelangi ,
" Bagaimana apa pemberkasan nya sudah selesai ? " tanya bu kepala ,
" Alhamdulillah sudah bu,,,,,! " sahut Pelangi ,
" Berarti Pelangi sudah siap kembali mengajar disini ? " tanya bu kepala lagi ,
" Jika memang masih ada Peluang serta tawaran untuk Pelangi mengajar disini masih berlaku , insyaallah Pelangi siap ! " jawab Pelangi antusias ,
" Tentu saja masih Pelangi , baiklah mulai minggu depan Pelangi sudah mulai bisa masuk ! " jelas bu kepala ,
" Alhamdulillah,,,,,terima kasih banyak bu , terima kasih karena ibu sudah mempercayai Pelangi untuk kembali mengajar " ucap Pelangi ,
" Sama-sama Pelangi , ini semua juga berkat kesungguhan Pelangi selama PKL disini " tutur bu kepala ,
" Baik bu , kalo begitu Pelangi permisi dulu bu ! " pamit Pelangi sembari menyalami kedua guru seniornya itu ,
__ADS_1
" Hati-hati Pelangi ! " timpal bu Salma , yang diangguki oleh Pelangi ,
Pelangi meninggalkan sekolah dengan senyum bahagia , minggu depan ia akan memulai karirnya , mewujudkan cita-citanya menjadi pengajar teladan ,