
Saat pintu terbuka , Pelangi terkejut melihat Surya yang duduk terkulai di anak tangga pintu rumahnya ,
" Kak , kamu kenapa ? " Pelangi berjongkok di samping Surya ,
" Kaki,,,,,kaki aku " ujar Surya menahan sakit ,
Pelangi berusaha membangunkan Surya , memapah tubuh Surya membawanya masuk ke dalam kamar tamu dan membaringkannya di sana , kemudian melepas sepatu Surya
" Akh,,,,,,pelan - pelan " pekik Surya ,
" Ya ampun , kenapa dengan kaki kamu " batin Pelangi saat mendapati kaki Surya yang nampak membengkak ,
Sementara Surya hanya meringis menahan nyeri ,
Pelangi bergegas ke dapur mengambil wadah dan mengisinya dengan air hangat , tidak lupa membawa wash lap juga handuk ,
perlahan Pelangi membuka pakaian Surya yang kotor , mengelap sekujur tubuh Surya yang berkeringat , selesai memakaikan baju Pelangi kembali ke dapur untuk membuat ramuan beras kencur ,
Setelah obat ramuannya siap , dengan hati - hati Pelangi membalurkan obat ramuannya ke area kaki Surya yang membengkak secara merata ,
Pelangi merawat Surya dengan telaten , sesakit apa pun hatinya karena perbuatan Surya , tapi Pelangi tidak sampai hati melihat Surya yang menderita karena kesakitan ,
Pukul 03.00 pagi Pelangi tengah menyiapkan makan sahur untuk dirinya dan ketiga buah hatinya , setelah semua makanan tersaji di meja makan Pelangi membangunkan ketiga anaknya untuk makan sahur ,
Mereka pun bersantap sahur tanpa suara , selain karena aturan yang tidak memperkenankan berbicara disaat makan , juga karena mereka makan sahur dalam kondisi yang masih mengantuk ,
Ketiga anak itu sudah tidak pernah lagi mempertanyakan mengapa papa mereka tidak pernah ikut makan sahur , karena dari awal puasa Surya tidak pernah ada bersama mereka walau hanya untuk sekedar berbuka puasa ,
Usai santap sahur Pelangi merapihkan semua peralatan makan yang kotor berikut makanan sisa santap sahur , memasuki waktu subuh Kinan , Rara dan Dimas pergi ke masjid untuk shalat subuh berjamaah lanjut ceramah subuh , mengingat ketiganya mendapat tugas mencatat ceramah selama bulan Ramadhan ,
Pukul 06.00 pagi , Kinan , Rara dan Dimas baru kembali dari masjid , mereka langsung masuk kedalam kamar untuk menaruh perlengkapan shalat ,
" Mama itu untuk apa ? " tanya Kinan saat keluar dari kamar , melihat mama nya membawa wadah yang berisi air dengan asap yang masih mengepul ,
__ADS_1
" Mama mau seka papa kamu " sahut Pelangi ,
" Emang papa kenapa ma ? " Kinan penasaran ,
" Papa kamu kakinya terkilir , jadi ngga bisa jalan " jelas Pelangi sambil berlalu meninggalkan Kinan yang masih berdiri mematung ,
Kinan , Rara dan Dimas belum mengetahui kalau semalam papanya pulang dalam keadaan sakit ,
Dengan langkah perlahan Kinan berjalan menghampiri kamar tamu tempat dimana sang mama merawat papanya , Kinan menyembulkan sedikit kepalanya dibalik pintu , agar keberadaannya tidak diketahui oleh mama dan papanya ,
" Mama istri yang baik , walaupun papa sering menyakiti mama , tapi mama masih mau merawat papa " gumam Kinan ,
Kinan membalikkan tubuhnya , kembali ke dalam kamarnya , sesampainya di dalam kamar Kinan memberitahukan kepada kedua adiknya jika saat ini papa mereka tengah sakit ,
" Beneran kak , papa sakit ? " , " sakit apa kak ? " tanya Rara dan Dimas bersamaan ,
" Mama bilang semalam kaki terkilir , sekarang papa ngga bisa jalan " jelas Kinan ,
" Kita lihat papa yu kak " ujar Dimas ,
Untung saja disaat Surya terkena musibah Pelangi dan anak - anaknya sudah libur sekolah , sehingga Pelangi tidak kerepotan ,
Di dalam kamar tamu ,
" Pelangi , makasih kamu sudah mau merawat aku " tutur Surya , yang di angguki oleh Pelangi ,
" Maaf aku jadi merepotkan kamu " Surya menyampaikan permohonan maaf , Pelangi tidak bersuara barang sepatah katapun , ia hanya merespon ucapan Surya dengan menganggukkan kepalanya ,
Setelah selesai mengganti pakaian Surya , Pelangi bergegas keluar kamar meninggalkan Surya seorang diri ,
Surya memaklumi sikap Pelangi , mungkin selama ini Pelangi memendamn rasa kecewa padanya , itu sebabnya Pelangi enggan bicara padanya ,
" Kinan , mama titip papa sebentar , mama mau panggil orang buat urut kaki papa yang terkilir " ujar Pelangi ,
__ADS_1
" Iya ma " Kinan menyahuti ,
Pelangi pun bergegas pergi kerumah Mbah Nan , kebetulan tempat tinggal Mbah Nan berdekatan dengan kediaman Mentari ,
Setelah dari rumah Mbah Nan Pelangi mampir sejenak kerumah Rahayu untuk sekedar memberitahukan keadaan Surya ,
Rahayu pun terkejut saat mendengar penuturan Pelangi , mengenai kondisi Surya yang pulang dalam kondisi sakit ,
Pelangi , Rahayu dan Mbah Nan sudah sampai dikediaman Pelangi , saat ini Mbah Nan tengah memeriksa kaki Surya ,
Ternyata ada bagian tulang engkel pada kaki Surya yang bergeser dari tempat semestinya , Mbah Nan melakukan pemijatan dengan hati - hati ,
Terdengar pekikan dan rintihan Surya kala Mbah Nan memijat kaki Surya karena nyeri yang dirasanya ,
Untuk mengurangi rasa sakitnya , Mbah Surya memijat kaki Surya sambil mengajak Surya berbincang , Mbah Nan bertanya mengenai kronologi kejadian yang menyebabkan kakinya terkilir ,
Surya pun mulai menceritakan nya kepada Mbah Nan , Pelangi dan Rahayu turut menyimak pembicaraan Mbah Nan dan Surya ,
Berdasarkan penuturan Surya , dia terjatuh saat turun dari bus karyawan , ia melompat dari atas bus , karena kondisi malam hari dan gelap , Surya tidak mengetahui jika jalanan yang dipijaknya berlubang sedalam kurang lebih satu meter dengan lebar yang sama ,
Surya tidak mengetahui jika di bahu jalan tengah ada proyek penggalian kabel yang dikerjakan oleh pihak PLN ,
Surya berusaha minta tolong , tapi tak satu orang pun yang mendengar teriakannya dari dalam lubang , akhirnya Surya berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan diri dari sana dengan kedua tangan dan sebelah kakinya yang terasa ngilu sementara kaki yang lainnya tak mampu di gerakkan ,
karena saat itu malam telah larut tidak ada seorang pun yang berlalu lalang , Surya harus menyebrang jalan dan berusaha untuk sampai kerumah dengan jalan ngesot selama dua jam lamanya ,
" Bersyukurlah Tuhan masih melindungi kamu , kamu masih bisa pulang kerumah walau dengan cara dan kondisi kurang baik , dan langsung mendapat pertolongan pertama begitu sampai dirumah , coba kalo Tuhan mengambil nyawamu saat itu juga , mungkin hingga saat ini jasad kamu belum ditemukan " Mbah Nan berusaha menyadarkan Surya ,
" Iya Mbah , Alhamdulillah " Surya berucap syukur ,
"Apa yang dikatakan Mbah Nan memang ada benarnya , mungkin selama ini aku kurang bersyukur hingga Tuhan menegurku dengan cara seperti ini " batin Surya ,
Setelah satu jam lamanya , Mbah Nan pun menyudahi aktifitas memijatnya lalu membalut kaki Surya dengan kain kasa dan menyiramnya dengan cairan berwarna kuning untuk mengobati memarnya ,
__ADS_1
Untuk sementara Surya berjalan dengan menggunakan tongkat kaki yang diberi pinjam oleh Mbah Nan ,
Setelah selesai melakukan perawatan pada kaki Surya , Mbah Nan pun pamit pulang , Rahayu mengantar Mbah Nan hingga pintu depan ,