Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 74


__ADS_3

Dua bulan kemudian ,


Matahari memancarkan sinar hangatnya , langit pagi hari pun begitu cerah , pagi ini Pelangi tidak berangkat mengajar setelah mengambil cuti dua Minggu yang lalu , usai mengerjakan rutinitas rumahannya ia kembali mengisi kekosongan waktu berkutat dengan kegiatan merajut nya ,


Setelah berhasil membuat kaos kaki dan sarung tangan bayi , kini Pelangi tengah membuat sebuah topi untuk sang jabang bayi , sambil merajut sesekali pelangi mengusap perutnya sambil mengajak bicara sang jabang bayi untuk memecah keheningan ,


Pelangi merindukan suasana sekolah , dia merindukan murid - muridnya yang comel , dia merindukan kebersamaan dengan rekan - rekan guru , teringat saat mereka bercengkerama atau rapat membahas program kurikulum sekolah ,


" Pelangi,,,,,Pelangi,,,,kamu ada didalam , kemana ini anak teh ! " seseorang memanggil namanya seraya mengetuk pintu kamar , suara yang sudah tak asing lagi ditelinga nya , suara khas ibu mertuanya dengan logat sundanya yang khas ,


" Iya Bu , tunggu sebentar " Pelangi gegas menghampiri daun pintu lalu membukanya ,


" Ada apa Bu , maaf barusan Pelangi lagi di kamar mandi , maklum ibu hamil bawaannya pengen buang air kecil terus " ujar Pelangi seraya mengusap perut buncitnya ,


" Ibu kira kamu teh masih tidur , kamu sudah sarapan ? , sudah minum susu ? " cecar ibu mertuanya ,


" Udah Bu , Pelangi udah sarapan , udah minum susunya juga , ibu ga usah khawatir , Pelangi baik - baik aja " tutur Pelangi ,


" Syukur atuh , kalo gitu ibu tinggal dulu ke depan , kalo ada apa - apa panggil ibu ya " pesan ibu mertuanya sebelum berlalu meninggalkan Pelangi ,


" Iya Bu,,,," sahut Pelangi , selepas kepergian ibu mertuanya , Pelangi kembali berkutat dengan rajutan nya , karena hanya itu yang ingin dilakukannya ,


Disela aktifitas merajutnya , Pelangi selalu melantunkan shalawat serta berzikir , keduanya membuat Pelangi merasa tenang bahkan sang jabang bayi pun selalu menunjukkan responnya dengan pergerakannya didalam sana ,


Hari merambah siang , adzan dzuhur pun menggema , Pelangi menghentikan aktifitas merajut nya , ia bergegas pergi ke kamar mandi mengambil air wudhu lalu menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslimah ,


Usai shalat Pelangi mengisi perutnya yang sudah meronta meminta di isi , diusia kandungannya yang sudah membesar mengharuskan Pelangi mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan juga gizi mengingat dia harus menjaga agar janin dalam kandungannya tetap tumbuh sehat begitu juga untuk dirinya agar saat melahirkan nanti tubuhnya benar - benar sehat dan memiliki kekuatan ,


Karena menurut informasi yang di dapat dari para ibu diluar sana , saat wanita hendak melahirkan sangat menguras fikiran , tenaga juga emosinya , pikirannya yang dipenuhi oleh rasa cemas akan keselamatan dan kesehatan bayi , tenaga yang akan dikeluarkan saat mengejan , emosi yang turun naik efek dari rasa sakit yang dirasakan akibat kontraksi ,


Ibunda Pelangi pun berpesan " saat proses persalinan nanti , disaat merasakan kontraksi yang hebat , tetap berzikir memohon pertolongan dari sang maha memberi kehidupan agar diberi kemudahan dan kelancaran saat melahirkan "


Sore hari ,


" Assalamu'alaikum " ucap Surya seraya membuka handle pintu kamarnya , yang disahuti oleh Pelangi ,


" Assalamu'alaikum anaknya papa , kamu sehat - sehat di sana ya,,,,, " Surya berinteraksi dengan jabang bayi sambil mengelus perut Pelangi , Pelangi mengulum senyum

__ADS_1


Pelangi beranjak dari duduknya , berjalan menghampiri Surya , diraihnya jemari tangan sang suami dan mencium punggung tangannya ,


Sementara Surya mandi , Pelangi berlalu menuju dapur untuk membuatkan kopi lalu menyiapkan pakaian ganti untuk Surya ,


kini keduanya tengah bersantai sambil menonton televisi ,


" Sini sayang " Surya meraih bahu Pelangi dan merebahkan kepala Pelangi dipangkuan nya ,


tangan satunya mengusap - usap perut Pelangi dan tangan yang lainnya mengelus kepala Pelangi , sementara Pelangi hanya diam menikmati pergerakan jabang bayi dalam perutnya , seolah mengetahui jika sang papa tengah menunjukkan kasih sayangnya ,


tiba - tiba pergerakan jabang bayi dalam rahimnya semakin intens , hingga mentari meringis menahan sakit ,


" Astaghfirullah,,,,,awww,,,,," rintih Pelangi ,


" Kamu kenapa sayang " Surya yang tengah fokus menonton sontak mengalihkan perhatiannya pada Pelangi yang nampak kesakitan ,


" Perutku tiba - tiba sakit kak " keluh Pelangi ,


" sakit gimana ? " Surya panik namun berusaha tenang ,


" Perut aku mules kak " keluh Pelangi lagi ,


" Sepertinya begitu kak , allahu akbar ya Allah,,,," ucap Pelangi disela kesaktiannya ,


" Tahan ya sayang aku siapkan dulu semua perlengkapan persalinannya " Surya mengambil bag pack yang berisi perlengkapan bayi dan kebutuhan Pelangi yang sudah Pelangi persiapkan beberapa waktu lalu ,


Sementara Pelangi berjalan diseputaran kamar untuk mengurangi rasa sakitnya walau tertatih - tatih menahan nyeri pada perutnya ,


Setelah mempersiapkan bag pack nya , Surya berlari menuju rumah utama untuk memberitahukan kondisi Pelangi pada ibundanya ,


" Bu,,,,,ibu,,,,,! " Surya mencari keberadaan ibundanya ,


Sang ibunda yang tengah berdzikir pun sontak menghentikan aktifitasnya , saat mendengar suara Surya , ia bergegas membuka mukenanya berjalan menuju pintu kamar untuk menemui putra sulungnya itu ,


" Bu,,,,,! " Surya mengetuk - ngeruk pintu kamar ibundanya ,


saat hendak mengetuk untuk yang kedua kalinya , pintu sudah terbuka ,

__ADS_1


" Ada apa Sur ? " tanya ibu ,


" Pelangi Bu,,,,Pelangi kayaknya udah mau lahiran ! " jelas Surya kemudian berlalu dari hadapan sang bunda untuk kembali ke kamarnya ,


Dengan tergesa ibunda Surya berjalan menuju paviliun dimana kamar Surya berada ,


" Kak , mulasnya semakin lama semakin intens " keluh Pelangi saat Surya masuk kedalam kamar ,


" Pelangi,,,,,! , kamu sudah kontraksi nak ? " ibunda Surya menghampiri Pelangi yang tengah terduduk di bibir tempat tidur ,


" Iya Bu,,,,! " sahut Pelangi ,


" Tahan ya nak , banyak berdzikir , cucuku sudah waktunya kamu lahiran , bantu mamamu ya nak , agar persalinan mu lancar " ibunda Surya berusaha menenangkan keduanya seraya mengelus perut Pelangi ,


" Sur , cepat bawa istrimu ke bidan , biar cepat ditangani ! " titah sang bunda ,


" Ayo sayang ! " ajak Surya , merengkuh bahu Pelangi sementara tangan yang lain menjinjing bag pack nya ,


Pelangi berjalan dengan di apit oleh Surya dan bundanya ,


Surya mengambil kunci mobil , membukakan pintu mobil untuk Pelangi lalu membantu Pelangi duduk ,


kini keduanya tengah diperjalanan menuju kediaman bidan tempat dirinya biasa memeriksakan kandungannya yang berada disekitaran kediaman ibundanya ,


Hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai di bidan ,


Surya membantu Pelangi turun dari mobil lalu memapah Pelangi masuk kedalam klinik ,


" Assalamu'alaikum ! " Surya mengucap salam ,


" wa'alaikumsalam " Bidan Asih terdengar sahutan dari dalam , tak lama berselang pintu pun terbuka ,


" Pelangi,,,,,Surya,,,,! " sapa bidan Asih ,


" Mbak , Pelangi sepertinya mau lahiran " ujar Surya ,


" Ayo bawa Pelangi keruang persalinan " titah bidan Asih seraya membantu memapah Pelangi ,

__ADS_1


Surya membantu Pelangi naik keatas tempat persalinan dan membaringkannya di sana ,


Surya mengelus puncak kepala Pelangi yang tengah merasakan kesakitan , kedua tangan mereka saling bertautan , Surya berusaha menyalurkan energi positif pada Pelangi memberinya kekuatan , namun yang lebih utama adalah berdoa memohon pertolongan pada sang Khaliq ,


__ADS_2