Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 75


__ADS_3

Mbak periksa dulu kondisi Pelangi ya Sur " ujar bidan Asih yang di angguki oleh Surya ,


Bidan Asih memeriksa denyut nadi berikut tensi darah Pelangi ,


kemudian memeriksa kandungan Pelangi untuk memastikan pembukaan pada pintu rahim Pelangi ,


" Alhamdulillah , semua stabil dan kamu bisa melahirkan normal , kamu baru saja pembukaan lima , kita tunggu sampai pembukaan sepuluh , lebih baik kamu tidur menyamping ke kiri , agar kepala bayi berada dileher rahim dengan sempurna dan memudahkan jabang bayi keluar " jelas bidan Asih ,


" Sambil menunggu pembukaan sempurna , mbak mau mempersiapkan peralatan persalinan dulu ya , banyak berdzikir ya Pelangi " ujar bidan Asih ,


" Baik mbak , makasih mbak " ujar keduanya ,


Bidan Asih masih kerabat dari keluarga besar Pelangi , persalinan ketiga kakak perempuan Pelangi pun dibantu oleh bidan Asih juga Mbah Wang ibunya yang merupakan dukun beranak yang sudah mengantongi sertifikat dari puskesmas setempat ,


Sebelum mbak Asih menjadi bidan , dulu Mbah Wang lah yang selalu membantu persalinan masyarakat disekitaran tempat tinggalnya , bahkan beliau kerap membantu persalinan di puskesmas setempat ,


Menjelang magrib , Pelangi telah memasuki pembukaan sembilan , Bidan asih memperkirakan Pelangi akan melahirkan selepas magrib ,


" Kak , aku udah ngga tahan lagi " rengek Pelangi , sesekali mempererat pegangan tangannya menahan rasa sakit akibat kontraksi ,


" Tahan ya sayang , sebentar lagi , kamu harus kuat demi anak kita " Surya berusaha menenangkan Pelangi ,


Selepas magrib , bidan Asih kembali keruang persalinan , kembali memeriksa pembukaannya ,


" Alhamdulillah , pembukaan nya sudah sempurna , ayo Pelangi tekuk kedua kakimu , lalu atur nafas ,


" Hufh,,,,hufh,,,,hufh,,,,," Pelangi mengatur nafasnya berulang kali ,


" Ayo tarik nafas lalu mengejan " bidan Asih menuntun Pelangi , Pelangi pun melakukannya sesuai anjuran bidan Asih ,


" Bagus,,,,tarik nafas lagi mengejan lagi " titah bidan Asih untuk yang kedua kalinya ,


" Bagus,,,,kepala bayi sudah mulai keluar , ayo tarik nafas lagi lalu mengejan sekaligus ya " titah bidan Asih ,


Pada tarikan nafas ketiga Pelangi mengejan sekuat tenaga tanpa jeda dan akhirnya,,,,,


" Eaa,,,, eaa,,,,, eaa,,,,," jerit tangis bayi menggema di seputar ruang persalinan ,


" Alhamdulillah,,,,,," semua berucap syukur ,


" Bayimu berjenis kelamin perempuan Pelangi , bayi yang sangat cantik " ujar bidan Asih ,


Bidan Asih menyerahkan sang bayi pada Mbah Wang untuk dibersihkan , sementara bidan Asih menyelesaikan tugasnya , mulai dari memotong ari - ari dan membersihkan sisa - sisa persalinan ,


Pelangi telah selesai dibersihkan ia telah dipindah tempatkan keruang perawatan , untuk beristirahat memulihkan tenaganya yang hampir terkuras habis ,


" Makasih sayang , kamu sudah berjuang untuk kelahiran bayi kita " Surya mengecup kening Pelangi ,

__ADS_1


Tak lama kemudian bidan Asih masuk seraya menggendong bayi Pelangi , lalu menyerahkannya pada Surya ,


Dengan hati - hati Surya menggendong bayi nya , lalu melantunkan adzan di telinga sang bayi , lalu meniupkan doa di puncak kepala sang bayi ,


Surya menidurkan sang bayi disamping Pelangi , dengan lengan Pelangi sebagai bantalannya ,


" Hai sayang nya mama , selamat datang , terima kasih kamu sudah hadir di kehidupan kami " tutur Pelangi pada bayi yang baru dilahirkannya beberapa menit yang lalu ,


" Kak , bayi kita mau dikasih nama apa ? " tanya Pelangi ,


" Apa kamu sudah punya nama untuk bayi kita ? " telisik Surya ,


" Kalo nama depannya Kinanti gimana kak ? " Pelangi menyebutkan satu nama ,


" Bagus , gimana kalo kepanjangannya Nurul Aulia " tutur Surya ,


" Jadi nama bayi kita Kinanti Nurul Aulia " Pelangi menegaskan yang di angguki oleh Surya ,


" Hai Kinanti , terima kasih kamu sudah hadir di kehidupan kami , semoga kelak kamu menjadi anak yang Soleha , pandai dan berbakti " doa Pelangi yang diamini oleh Surya ,


keduanya tersenyum bahagia ,


Surya tak henti menciumi bayi Kinan penuh kasih sayang ,


" Kak,,,,Kinanti nya jangan di ciumi terus " ujar Pelangi ,


" Abisnya dede bayinya lucu , wangi lagi " Surya terus menciumi seraya mencubit gemas pipi putri mungilnya ,


" Ya udah , kalo aku nggak boleh cium bayinya , aku cium mamanya aja , boleh kan ? " goda Surya seraya mencium kilat pipi dan bibir Pelangi bergantian ,


" Kak,,,,,malu nanti ada yang liat " sergah Pelangi. ,


" Biarin aja , aku cium istriku sendiri " gerutu Surya ,


" Hemm,,,,,," gumam Pelangi ,


Tak lama berselang kedua orang tua Surya datang setelah mendapat kabar dari Surya jika cucu mereka telah lahir ,


" Mana cucu , ama sama aba " seru ibunda Surya saat memasuki ruang perawatan ,


Dihampirinya bayi Kinan lalu digendongnya , diciumi nya cucu baru nya itu penuh kasih ,


" Lihat aba , cucu aba yang cantik " Ibunda Surya memperlihatkan bayi Kinan pada suaminya , ayahanda Surya pun mengusap lembut pipi bayi Kinan seraya mengulas senyum bahagia ,


" Sudah kamu beri nama bayinya Sur ? " tanya Ayah ,


" Sudah yah , namanya Kinanti Nurul Aulia " dengan bangga Surya menyebutkan nama Putri pertamanya ,

__ADS_1


" Kinanti ? , nama yang cantik , secantik bayinya " puji ibunda Surya ,


" Kinanti,,,,,ini Ama sama aba sayang,,,,tumbuh jadi anak yang Soleha dan sehat ya nak " doa ibunda Surya yang diamini oleh kedua orang tua bayi Kinanti juga kakek neneknya ,


Rona bahagia terpancar dari wajah mereka ,


Setelah cukup lama mereka berbincang , datanglah ibunda beserta Mentari dan senja


" Assalamu'alaikum,,,,," ucap ketiganya tatkala memasuki ruang perawatan , yang dijawab oleh mereka yang berada ruangan ,


Ketiganya menyalami kedua orang tua Surya


" Selamat ya Bu , untuk kelahiran cucu pertamanya " ujar ibunda Pelangi pada ibunda Surya ,


" Sama - sama Bu , cucu ibu bertambah lagi " sahut ibunda Surya ,


Lalu ketiganya menghampiri Surya dan Pelangi yang masih berbaring ditempat tidur ,


" Surya , Pelangi , selamat ya nak kalian sudah menjadi orang tua " ibunda Pelangi memeluk putrinya penuh haru , lanjut kedua kakaknya memberi selamat secara bergantian ,


Bidan Asih yang mengetahui keberadaan kerabatnya dikediamannya , membiarkan mereka menikmati kebersamaan mereka dengan cucu baru mereka ,


Ibunda Pelangi menghampiri ibunda Surya yang tengah mendekap bayi Kinanti ,


" Boleh saya gendong bayinya Bu ? " ibunda Pelangi meminta ijin ,


" Tentu Bu " ibunda Surya menyerahkan bayi Kinanti kedalam gendongan ibunda Pelangi ,


" Wahh,,,,,keponakan uwa' cantik ya,,,," puji Mentari ,


" Siapa dulu uwa' nya " celetuk Senja ,


" Yee,,,,, emak bapaknya kali,,,,,! " timpal Mentari ,


Semua tertawa mendengar celotehan kedua kakak Pelangi ,


" Hai cantik,,,,,ini Umi sama uwa " ujar Mentari ,


" Siapa nama keponakan uwa' yang cantik ini ? " tanya Mentari ,


" Kinanti kak , Kinanti Nurul Aulia " ungkap Pelangi ,


" Wah,,,,nama yang cantik , secantik baby nya " puji Mentari ,


" Nama adalah doa , semoga bayi Kinanti bisa menjaga nama baiknya bila sudah besar kelak " tutur ibunda Pelangi , yang diamini oleh semuanya ,


Kehadiran seorang bayi memang selalu memberikan warna dan kebahagian bagi kedua orang tua juga orang - orang disekelilingnya ,

__ADS_1


Siapa orangnya yang tidak menyukai bayi yang wangi , imut , tanpa cela , kecuali orang - orang yang dibutakan mata dan hatinya ,


Hari mulai malam , kedua orang tua Surya , ibunda Pelangi beserta kedua kakaknya pamit pulang , setelah sebelumnya berpamitan pada bidan Asih ,


__ADS_2