Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 81 - 82


__ADS_3

selepas magrib , Surya dan Pelangi tengah berbincang sambil menonton televisi , entah kenapa Surya dan Pelangi merasakan suasana hati yang tak seperti biasanya ,


Tak lama berselang ,


" tok,,,,tok,,,,tok,,,," terdengar suara pintu diketuk ,


Pelangi bergegas bangkit berjalan kearah pintu , saat pintu terbuka nampak Senja berdiri dengan mata yang sembab ,


" Kak Senja , kakak kenapa ? " Pelangi terkejut melihat wajah Senja yang berduka ,


" Pelangi , m,,,,mas Joe,,,," Senja terbata ,


" Mas Joe kenapa kak ? " telisik Pelangi ,


" Mas Joe sudah berpulang " ujar Senja ,


" Mas Joe ? , innalillahi , kak,,,,,! , kak Surya,,,,,! " pekik Pelangi ,


Surya pun bergegas menghampiri Pelangi dan Senja ,


" Ada apa Yang ? , kamu sama mbak Senja kenapa ? " Surya penasaran melihat keduanya berlinang air mata ,


" Mas Joe kak , mas Joe sudah berpulang " Ujar Pelangi disela tangisnya ,


" Mas Joe,,,,? " tanpa banyak kata Surya ambil langkah seribu menuju kediaman Joe , tanpa menghiraukan Pelangi dan Senja ,


" Pelangi , ayo kita kesana " ajak Senja ,


" Ayo kak , sebentar aku ambil Kinan dulu " ujar Pelangi seraya masuk kedalam kamar untuk mengambil Kinan yang tengah tertidur ,


" Ayo kak ? " ajak Pelangi , keduanya bergegas menuju kediaman Joe ,


Setibanya di kediaman Joe , Surya mendapati Joe yang telah terbujur kaku diatas pembaringannya , ia tak kuasa menahan kesedihannya ,


Bagi Surya , Joe sudah seperti orang tua sekaligus kakak ,


" Kenapa secepat ini om , kenapa begitu cepat om pergi , sementara aku belum bisa membalaskan Budi baik om selama ini " batin Surya ,


Kepergian Joe membuat Surya terpukul , dia tidak menitikkan air mata , tapi dia merasakan kesedihan yang begitu mendalam ,


Dia bisa menjadi lelaki yang kuat sepeeti sekarang ini dengan ilmu beladiri yang mumpuni berkat bimbingan Joe ,


Surya menoleh tatkala seseorang menyentuh bahu Surya , seolah ingin memberi kekuatan ,


ternyata Pelangi sudah berdiri dibelakang Surya sambil menggendong Kinan ,


" Kita semua kehilangan mas Joe kak , tapi kita harus mengikhlaskan kepergian beliau , tugas beliau membimbing kita sudah selesai , kita harus kuat kak " Pelangi berusaha menghibur Surya ,


" Aku turut berduka atas berpulangnya mas Joe mbak , mbak yang kuat ya mbak " ujar Pelangi seraya memeluk Mentari , yang di angguki oleh Mentari ,


" Tante,,,,,! " pekik anak - anak Joe seraya menghambur memeluk Pelangi ,


" Kalian yang ikhlas ya,,,, kalian harus kuat demi ibu kalian " Pelangi berusaha menguatkan para keponakannya ,


Pelangi menghampiri sang bunda yang tengah duduk dengan kepala menunduk


Tak lama kemudian pengurus kematian dari mesjid setempat datang untuk memberitahukan jika prosesi pemandian jenazah sudah bisa dilakukan ,


Beberapa pria berdiri di sisi kiri dan kanan almarhum termasuk Surya , sabil suami senja dan Bayu adik bungsu Pelangi , mereka membopong tubuh almarhum untuk diletakkan di tempat memandikan jenazah yang telah dipersiapkan disamping rumah ,


Mentari beserta para putra putrinya turut memandikan almarhum Joe sebagai penghormatan terakhir ,


Mentari melangkah menghampiri jasad sang suami , ditatapnya wajah Joe dengan sendu , saat membasuh wajah Joe Pelangi berucap ,


diwajah ini ada tatapan mata yang selalu meneduhkan , ada senyuman yang mampu menenangkan jiwa , selalu terucap kata - kata yang mampu menyejukkan hati " ,


Mentari berangsur membasuh dada bidang sang suami seraya berucap ,

__ADS_1


" Dada bidang ini yang selalu memberikan rasa damai , rasa nyaman saat menjadi sandaran kepalaku dikala aku senang dan berduka " ,


Kemudian berangsur membasuh kedua tangan Joe , ia pun kembali berucap ,


" tangan ini yang telah memberiku nafkah , yang selalu menggenggam hangat tanganku , yang selalu membelai lembut kepalaku , yang selalu memeluk tubuhku , memberiku kekuatan " ,


Kemudian berangsur kebawah membasuh kedua kaki Joe , lalu berucap ,


" Ya Rabb , ampunilah segala dosa yang pernah diperbuat oleh suami hamba mulai dari puncak kepala hingga telapak kakinya , terimalah segala amal ibadah serta kebajikan yang diperbuat selama hidupnya , terangkan dan lapangkan kuburnya , ringankan hisabnya , masukkan ia kedalam surga - Mu , pertemukan kelak kami di Yaumil akhir Aamiin ya Rabb " Mentari menyudahi prosesi memandikan jasad


ditatapnya kembali wajah Joe untuk yang terakhir kalinya , mengecup kening Joe cukup lama ,


" Selamat jalan suamiku , semoga kau tenang dan damai disisi sang Khaliq " batin Mentari ,


Mentari gegas menarik wajahnya menjauh dari wajah almarhum , tak ingin air matanya menetes mengenai jasad sang suami tercinta ,


Pelangi berlalu dari tempat pemandian , dengan air mata yang kembali berurai tak kuasa menahan duka yang dirasa ,


Selesai dimandikan jenazah Joe lalu dikafani , kini jenazah Joe diletakkan di tengah rumah , para saudara dan kerabat yang datang , melantunkan doa dengan membacakan surh Yasin silih berganti ,


Hingga larut malam kediaman almarhum Joe masih dipenuhi oleh para saudara dan kerabat , mereka ingin turut serta mengantar almarhum Joe ke peristirahatan terakhirnya ,


Keesokan harinya , tepat pukul 08.00 pagi , para saudara , kerabat , tetangga beserta aparat setempat telah bersiap untuk mengshalatkan jenazah Joe di mesjid terdekat lalu diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhirnya ,


Seluruh murid perguruan beladiri yang dinaungi oleh almarhum turut mengantar jenazah Joe ke pemakaman mereka pun bergantian mengusung keranda almarhum sebagai penghormatan terakhir atas berpulangnya guru besar mereka ,


Selama prosesi pemakaman berlangsung , tangis keluarga dan kerabat dekat kembali pecah , mereka telah mengikhlaskan kepergian almarhum Joe , tapi tak seorang pun yang bisa membendung kesedihan karena kehilangan orang terkasih ,


Mentari beserta putra - putrinya ber genggaman tangan , saling menguatkan satu sama lain , sambil memanjatkan doa terbaik untuk almarhum Joe ,


Kini jasad sang guru besar yang mereka hormati telah tertutup tanah merah bertabur bunga yang harum semerbak ,


Satu - persatu para saudara dan kerabat meninggalkan area pemakaman , sebagian orang kembali kerumah masing - masing , sebagian lagi kembali ke kediaman almarhum untuk mengikuti acara tahlil yang akan digelar sesuai tradisi leluhur ,


Pemuka agama memimpin acara tahlilan , ayat - ayat Alquran yang dilantunkan dengan khidmat begitu menyentuh kalbu , menggetarkan jiwa , suaranya menggema di seputar ruangan ,


Satu jam berlalu , acara tahlil yang di gelar pun selesai sudah , mereka tengah menyantap hidangan yang telah dipersiapkan oleh keluarga besar almarhum sebagai wujud rasa syukur dan rasa terima kasih kepada seluruh saudara , kerabat , warga dan aparat setempat yang telah membantu mulai prosesi pemulasaran jenazah hingga pemakaman ,


Malam kian larut , satu - persatu para saudara dan kerabat meninggalkan kediaman almarhum Joe , hanya tersisa para penghuni , suasana pun terasa sunyi tak terdengar lagi suara orang yang melantunkan ayat - ayat suci atau pun suara orang yang berbincang ,


Baik Rahayu , Mentari dan anak - anaknya berada di kamar mereka dalam diam dengan pemikiran nya masing - masing ,


bahkan hingga larut malam pun Mentari belum mampu memejamkan matanya , seolah tak percaya jika suami yang dicintainya telah pergi menghadap sang pencipta ,


@@@@@


lima tahun kemudian ,


Tujuh tahun sudah Pelangi berkecimpung di dunia pendidikan , saat ini Pelangi telah memiliki tiga orang anak , dua orang putri dan satu orang putra ,


Pelangi pun sudah tidak lagi mengajar disekolah yang dulu mengangkat dirinya , seiring turunnya surat kedinasan , Pelangi pun dipindah tugaskan ke sekolah lain ,


Begitu pula dengan ketiga buah hatinya , mereka turut menjadi siswa di sekolah tempatnya mengajar ,


Putri sulung Pelangi yaitu Kinanti duduk di bangku kelas lima , sedang putri keduanya Kirana duduk di bangku kelas tiga , dan putra ketiganya Dimas duduk di bangku kelas satu ,


Namun nasib baik tidak berpihak pada Pelangi dan ketiga buah hatinya , semenjak memiliki tiga anak , karir ayahanda Surya jatuh karena penyalahgunaan wewenang , bahkan usaha nya pun gulung tikar karena kehadiran orang ketiga diantara ayahanda dan ibunda Surya ,


Rumah besar beserta harta benda yang dulu pernah mereka tempati dan nikmati di sita oleh pihak bank tanpa tersisa hingga jatuh miskin , bahkan ibunda Surya sempat jatuh sakit karena depresi ,


Bagaimana tidak kehidupan nya yang serba mewah dan bergelimang harta tiba - tiba lenyap direnggut secara paksa oleh pihak berwenang untuk menutupi hutang - hutang ayahanda Surya ,


karena keadaan sang ibunda membuat Surya harus kembali memboyong Pelangi dan ketiga buah hatinya untuk tinggal di kediaman baru orang tua nya yang tak seluas dan senyaman dulu ,


Ditambah lagi kondisi pekerjaan Surya yang sering keluar masuk dari satu perusahaan ke perusahaan lain bahkan kerap kali menganggur , membuat Pelangi semakin tidak nyaman , karena kedua adik perempuan Surya selalu menyindir status Pelangi sebagai istri pengangguran yang menumpang hidup ,


Pelangi berontak , batinnya menjerit namun dia tidak bisa berbuat apa - apa , ia harus patuh dan turut pada kehendak sang suami , meskipun itu menyakiti hatinya ,

__ADS_1


Semenjak tinggal seatap dengan keluarga besar Surya , Selain mendapatkan hinaan dari kedua iparnya , Pelangi pun harus selalu menyaksikan pertengkaran antara Surya dan ayahnya , hingga semakin hari hubungan keduanya semakin tidak harmonis ,


Satu masalah belum teratasi , kini Pelangi harus dihadapkan pada permasalahan lain , semakin lama sikap Surya perlahan mulai berubah , sikapnya tak lagi seromantis dan sehangat dulu , Surya lebih sering marah - marah , Surya tak segan - segan melampiaskan emosinya pada Pelangi bahkan anak - anaknya , dengan mengeluarkan kata - kata yang tak pantas untuk dilontarkan terlebih lagi di dengar oleh anak - anaknya yang masih dibawah umur , bahkan Surya selalu mengangkat tangannya untuk meluapkan amarahnya ,


Pelangi tak habis pikir dengan jalan pikiran Surya , dimana dia tinggalkan nuraninya hingga tega berbuat kasar pada dirinya dan ketiga buah hatinya demi kepuasan ego nya ,


Hingga suatu hari pertengkaran besar terjadi antara Surya dan Pelangi bahkan melibatkan ketiga anak dan juga ayah mertuanya ,


Entah apa yang menjadi pemicu pertengkaran mereka , baru saja Pelangi pulang mengajar , tenggorokannya yang kering pun belum tersentuh air , apalagi tubuhnya yang lelah belum sempat beristirahat ,


" Pelangi,,,,,! , dari mana aja kamu hari gini baru pulang ? , kamu ngga mikir apa kamu tuh ada suami yang nunggu di rumah , nggak bisa apa kamu pulang lebih awal ! " hardik Surya di depan ketiga anaknya ,


" Kinan , Rara , Dimas , kalian main di luar dulu ya , mama sama papa mau bicara " titah Pelangi yang di angguki oleh ketiga anaknya ,


Selepas kepergian ketiga anaknya , Pelangi menutup rapat pintu nya , Pelangi tidak mau , pertengkarannya dengan sang suami menjadi tontonan anak - anak mereka ,


" Maaf kak , jam mengajar ku mengharuskan aku pulang sesuai aturan yang ditetapkan oleh dinas , aku ngga bisa seenaknya kakak sudah tau itu dari awal ,


" Kamu mau nurut sama aturan pekerjaan kamu atau nurut sama suami kamu hah,,,,! " hardik Surya ,


" Kak , jangan pernah meminta aku untuk memilih , aku akan mematuhi apapun yang kakak minta , tapi aku ngga bisa mematuhi permintaan kakak untuk melanggar aturan " sanggah Pelangi ,


" Oh,,,,,jadi kamu lebih mementingkan pekerjaan kamu dibanding suami kamu ! " hardik Surya sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Pelangi ,


" Bukan begitu kak , kakak tahu seperti apa pekerjaan aku , kalau aku harus mematuhi kemauan kakak itu berarti aku harus siap kehilangan pekerjaan aku , kalau aku kehilangan pekerjaan aku , kita mau makan apa ? , siapa yang akan memenuhi kebutuhan kita sama anak - anak kak ! " Pelangi berusaha memberi pengertian pada Surya ,


" Oh,,,,sombong kamu ya,,,,mentang - mentang kamu punya penghasilan tetap dan aku cuma pengangguran , itu berarti kamu lebih memilih pekerjaan kamu dan mengabaikan perintah suami kamu ! " amarah Surya memuncak ,


" Aku nggak bermaksud mengabaikan apalagi meremehkan kakak , aku cuma mengutarakan kebenaran , aku bicara fakta kak ! " Pelangi berusaha membela diri , karena ia merasa tidak salah dalam hal ini


" Kurang ajar kamu , plak,,,,,! " sebuah tamparan mendarat di pipi Pelangi ,


" Sudah puas kak ? , puas kamu nampar aku ? " Pelangi memegangi pipinya yang terasa panas , air mata pun jatuh membasahi pipi Pelangi ,


" Kamu,,,,,! " baru saja Surya mengangkat tangannya hendak menampar Pelangi untuk yang kedua kalinya ,


" Surya,,,,,! , apa - apa an kamu , kenapa kamu pukul istri kamu ! " hardik ayahanda Surya yang tiba - tiba muncul di ambang pintu ,


" Ayah ngga usah ikut campur urusan rumah tangga aku ! , aku mau pukul istri aku atau apapun itu urusan aku ! " Surya menunjukkan rasa tidak sukanya ,


" Ayah saja sudah setua ini ngga pernah pukul ibu kamu ! "


" Ayah memang ngga pernah pukul ibu , tapi ayah mengkhianati ibu , ayah menyakiti hati ibu " tuding Surya ,


" Kamu ngga usah bawa - bawa masalah ayah sama ibu ! "


Melihat Suami dan ayah mertuanya bertengkar , Pelangi memilih keluar meninggalkan keduanya , karena pertengkaran kali ini sudah menyangkut masalah internal keluarga Surya ,


Di ruangan lain ,


Kinan , Rara dan Dimas melihat mamanya berjalan mendekati mereka , dengan air mata berurai ,


" Mama kenapa nangis ? " tanya ketiganya bersamaan Seraya menghambur memeluk tubuh Pelangi ,


" Mama gapapa sayang " Pelangi berusaha menenangkan ketiga anaknya ,


namun ketiga anaknya mengetahui ada sesuatu yang terjadi melihat tanda merah di pipi sang mama , ketiganya bisa menduga jika itu ulah papa mereka ,


" Kinan , Rara , Dimas , mama mau ke rumah Ami , kalian dirumah sama papa ya " Pamit Pelangi pada ketiganya ,


" Mama jangan pergi , kalo mama mau kerumah Ami Rara ikut , Dimas juga " rengek kedua anaknya ,


" Rara , Dimas , kalian sayang mama kan ? , jadi kalian harus denger apa kata mama " Pelangi berusaha membujuk keduanya ,


" Kinan , jaga adik kamu , kalian baik - baik di rumah , jangan nakal ya sayang " Pesan Pelangi pada anak - anaknya yang di angguki oleh ketiganya ,


Dengan membawa luka , Pelangi pun berlalu dari hadapan ketiga putrinya , menyusuri jalanan seraya mengusap air matanya ,

__ADS_1


Sebenarnya berat bagi Pelangi meninggalkan ketiga anaknya , tapi apa daya saat ini Pelangi butuh waktu untuk menenangkan diri ,


__ADS_2