
keesokan harinya ,
Pukul 04.00 pagi , pelangi telah terbangun , kini ia tengah mempersiapkan perlengkapan sekolah ketiga buah hatinya ,setelah membangunkan ketiga buah hatinya , Pelangi lalu membuatkan sarapan ,
Usai sarapan mereka bersiap untuk pergi ke sekolah , sementara Surya masih berada di dalam kamarnya ,
" Pa , kami berangkat sekolah dulu , assalamu'alaikum " Kinan , Rara dan Dimas berpamitan kepada papanya dari depan pintu kamar , namun tak terdengar sahutan dari dalam sana , keempatnya pun pergi setelah sebelumnya berpamitan pada Ama mereka ,
Cuaca Pagi seolah seolah mendukung suasana hati ketiga buah hati Pelangi , matahari pagi bersinar cerah , secerah wajah - wajah Pelangi dan ketiga buah hatinya ,
Mereka pergi dengan berjalan kaki , karena jarak tempuh dari tempat tinggal mereka ke sekolah hanya membutuhkan waktu 30 menit , sepanjang perjalanan tangan mereka saling bertautan ,
Ketiganya berjalan tertawa dan bercanda , terkadang bersenandung , seolah tak merasa lelah , menyaksikan keceriaan ketiga buah hatinya membuat Pelangi mengembangkan senyum diwajahnya ,
" Pelangi bersyukur , meskipun disatu sisi ia memiliki Suami yang telah membuatnya terluka , namun di sisi lain Tuhan telah menghadirkan putra - putri yang baik dan Soleh yang mampu mengobati lukanya , semoga mereka tetap saling menyayangi satu sama lain hingga dewasa nanti " Pelangi berucap syukur atas rejeki yang telah Tuhan titipkan padanya ,
Tanpa terasa , mereka pun telah tiba didepan sekolah , Kinan Rara dan Dimas langsung menuju kelasnya masing - masing , sementara Pelangi berjalan menuju ruang guru ,
Setibanya diruang guru , kehadiran Pelangi disambut oleh rekan - rekan sejawatnya ,
" Bu Pelangi , gimana kabarnya ? , Ibu baik - baik
aja kan ? " sapa Bu Aning ,
" Iya gimana kabar anak - anak Bu mereka juga baik - baik aja kan ? " tanya Bu Oky ,
Mereka saling bersalaman dan cipika cipiki secara bergantian ,
" Alhamdulillah Bu , saya dan anak - anak baik - baik saja " sahut Pelangi ,
" Syukurlah kami senang mendengarnya " ujar Bu Aning ,
" Kami semua sangat mengkhawatirkan keadaan ibu dan anak - anak " timpal Bu Neni , yang di angguki oleh guru lainnya ,
__ADS_1
" Terima kasih banyak , atas kepedulian ibu - ibu kepada kami " ucap Pelangi seraya menguncup kan kedua telapak tangannya di depan dada ,
" Saya juga mau minta maaf atas ketidak hadiran saya dan ketiga putra - putri saya selama beberapa hari ini , karena semua diluar kendali saya " Pelangi meminta maaf kepada rekan - rekan guru yang juga merupakan wali kelas dari ketiga putra - putrinya ,
" Tidak apa - apa Bu , kami semua bisa memaklumi , yang penting sekarang ibu dan anak - anak dalam keadaan sehat wal'afiat dan sudah kembali ke sekolah " ujar Bu Oky lagi ,
" Iya , Alhamdulillah Bu " sahut Pelangi ,
Tak lama berselang bel sekolah berdering pertanda jam pelajaran akan dimulai , semua guru pergi menuju kelasnya masing - masing , sementara Pelangi berjalan menuju ruang kepala sekolah ,
" assalamu'alaikum Bu " ucap Pelangi saat memasuki ruang ibu kepala ,
" Bu Pelangi , duduk Bu " ibu kepala mempersilahkan kepada Pelangi untuk duduk ,
" Terima kasih Bu " Pelangi mendudukkan dirinya di sofa ,
" Bagaimana kabar ibu dan anak - anak " tanya ibu kepala ,
" Berdasarkan kabar yang saya dapat dari orang terdekat ibu , saya turut prihatin atas masalah yang terjadi dalam biduk rumah tangga ibu , saya bisa memahami kondisi ibu saat itu ,
Tapi,,,,,sebagai seorang pimpinan saya tetap harus mengingatkan ibu , jika kita adalah pegawai pemerintahan yang sudah melakukan sumpah untuk menjalankan tugas dengan profesional sesuai aturan yang berlaku ,
Kita juga mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik kita sebagai pengajar dan nama baik sekolah tempat kita mengajar di depan mata umum " jelas ibu kepala ,
" Iya Bu , saya mohon maaf atas kelalaian yang saya lakukan , kemarin saya terlalu terbawa emosi sehingga saya tidak memikirkan akibatnya terhadap kinerja saya , anak - anak didik saya dan juga ketiga putra - putri saya ,
Ini pertama kali terjadi dalam rumah tangga saya , yang membuat saya shock hingga saya tidak ingin menemui atau ditemui oleh siapapun selain mengurung diri di dalam kamar " ungkap Pelangi ,
" Saya masih bisa mentolelir kelalaian ibu , mengingat reputasi dan kinerja ibu yang baik di kedinasan , tapi saya tidak bisa berbuat banyak jika hal seperti ini kembali terulang dan diketahui oleh pihak dinas , apalagi ketidakhadirannya hingga berhari - hari , kecuali kalau ibu menjalani perawatan dirumah sakit , itu lain lagi perkaranya " jelas ibu kepala lagi ,
" Baik Bu , terima kasih ibu sudah mengingatkan saya dan saya akan berusaha untuk lebih baik lagi kedepannya " ujar Pelangi ,
" Sama - sama Bu , baiklah silahkan ibu kembali mengajar " titah ibu kepala ,
__ADS_1
" Baik Bu , saya permisi " Pelangi mohon undur diri , yang di angguki oleh ibu kepala , Pelangi pun berlalu dari ruang kepala sekolah menuju ruang kelasnya ,
" Untung saja aku segera kembali ke sekolah , jika aku absen lebih lama lagi , bisa bisa aku kena sangsi mutasi atau bahkan kehilangan pekerjaan yang menjadi aset masa depanku " Pelangi menyadari kelalaiannya ,
" Assalamu'alaikum,,,,selamat pagi anak - anak " sapa Pelangi pada anak didiknya ,
" wa'alaikumsalam , selamat pagi Bu guru,,,,," jawab murid - murid bersamaan ,
Pelangi menaruh tasnya diatas meja , seraya menatap ke arah papan tulis , di sana sudah tertera soal matematika yang tengah di kerjakan oleh murid - muridnya ,
" Mungkin saat dirinya tengah menemui ibu kepala , ada guru lain yang masuk ke kelasnya dan memberikan tugas " batin Pelangi ,
" Anak - anak ibu mohon maaf , karena beberapa hari kebelakang ibu tidak mengajar kalian karena ada kepentingan , silahkan kalian lanjutkan mengisi soalnya " ujar Pelangi kepada murid - muridnya , yang disahuti oleh murid - muridnya ,
Jam mengajar Pelangi telah usai , namun Pelangi lebih memilih berdiam diri di dalam kelasnya membuat laporan sambil menunggu jam sekolah ketiga putrinya berakhir ,
Empat hari Pelangi tidak mengajar , ia harus mengadakan ulangan harian dan tes kemampuan siswa untuk mengisi rekap nilai siswa ,
Ia baru teringat jika putra - putrinya juga absen selama empat hari dan harus mengejar mata pelajaran yang tertinggal ,
" Semua ini karena Surya , kalau dia ngga berulah , aku sama anak - anak ngga akan terkena masalah , sudah pengangguran bertingkah pula , kalau aku ngga ada anak sudah aku tinggal dia " gerutu Pelangi ,
" Ya Tuhan , tolong beri jalan keluar atas kemelut rumah tangga yang tengah aku hadapi ,
Bunyi bel sekolah membuyarkan lamunan Pelangi , Pelangi bergegas merapihkan alat tulis ,
" Ma,,,," Kinan membuka pintu kelas Sang mama ,
" Ternyata mama disini , pantes aja dicari diruang guru ngga ada " celoteh Rara ,
" kalian nyariin mama , kasian,,,,,ya udah kita pulang yuk ! " Pelangi menuntun kedua buah hatinya ,
Mereka pun berlalu meninggalkan area sekolah , sama seperti pagi tadi , siang ini pun mereka pulang dengan berjalan kaki dengan ceria , teriknya matahari pun tak mereka hiraukan ,
__ADS_1