Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 52


__ADS_3

Hari berganti Minggu , Minggu berganti bulan , bulan berganti tahun , tak terasa satu tahun sudah Pelangi menjadi pegawai negeri sipil , dan itu berarti dua tahun lebih sudah Reyhan bertugas tanpa kabar berita ,


Sementara hubungan Pelangi dan Surya semakin dekat , bahkan Joe sangat mendukung kedekatan Surya dan Pelangi ,


Di suatu hari sepulang bekerja Surya sengaja singgah ke kediaman Joe sang guru , Surya sudah menganggap Joe seperti kakak begitu pula Joe , Surya sudah seperti adik baginya ,


meskipun Surya anak dari kalangan atas , namun dalam kesehariannya Surya tidak pernah menunjukkan jika dirinya adalah anak orang berada , itu terbukti ia bisa berbaur dengan semua teman- teman dari kalangan bawah sekalipun , bahkan Surya tidak segan membantu temannya yang sedang dalam kesulitan ,


Surya memberitahukan pada Joe tentang perasaannya pada Pelangi yang sudah mulai ada sejak pertama kali bertemu semasa sekolah dulu , hanya saja Surya tidak memiliki kesempatan untuk mengutarakan perasaannya pada Pelangi ,


Karena Pelangi telah mematahkan hatinya dengan prinsipnya yang tidak akan menjalin hubungan dengan pria hingga sekolahnya selesai , ditambah lagi dengan kedekatan Pelangi dengan Reyhan yang membuat Surya mundur Perlahan ,


Mengingat Pria saingannya adalah seorang abdi negara sedangkan dirinya hanya seorang lulusan SMA yang belum mempunyai penghasilan kala itu , membuat Surya merasa kecil di mata Pelangi ,


Selama satu tahun ini Surya kembali dekat dengan Pelangi , ia berusaha mendekati dan mengambil hati Pelangi dengan caranya dan itu cukup berhasil ,


Pelangi mulai mau menerima kehadiran Surya meskipun baru sebatas persahabatan , dan tanpa sengaja Surya sering mendengar Pelangi yang di perlakukan tidak baik oleh Jingga , meskipun Surya tak melihat dengan mata kepala nya sendiri , namun perkataan kasar yang di tujukan pada Pelangi jelas terdengar di indera pendengarannya ,


Surya yang notabene anak paling besar dari sebelas bersaudara tidak pernah berkata kasar apa lagi sampai menjatuhkan harga diri saudara laki-laki terlebih lagi saudara perempuannya ,


Surya mengatakan semua ayang sering didengarnya pada Joe tanpa ada yang terlewatkan , tapi tidak mengurangi atau melebihkan nya ,


" Tapi maaf om , Surya nggak ada maksud men jelek-jelek kan mbak Jingga , Surya menyayangi Pelangi dan hati Surya ikut sakit tiap kali mendengar kata- kata kasar yang keluar dari mulut mbak Jingga ,

__ADS_1


Kenapa Pelangi yang begitu baik , patuh , mempunyai hati yang lembut dan tulus yang sudah banyak mengorbankan waktu di masa remajanya untuk membantu mbak Jingga layaknya asisten rumah tangga tapi di perlakukan kurang pantas oleh kakak kandungnya sendiri " ungkap Surya panjang lebar ,


Joe termenung sesaat Setelah mendengar semua penuturan Surya , ia percaya Surya tidak mungkin berbohong , Joe menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar hingga akhirnya berbicara ,


Awalnya Joe tidak nggak yakin kalo Jingga Sekasar itu sama Pelangi , karena selama ini Pelangi tidak pernah mengeluh apapun perihal sikap Jingga , tapi Joe percaya kalo Surya tidak berbohong ,


Dan Joe k tahu Pelangi melakukan pekerjaan rumah tangga di kediaman Jingga semata mata untuk balas Budi karena Jingga telah membiayai sekolah Pelangi ,


Joe menanggapi semua masukan dari Surya namun Joe tidak bisa semena-mena mengambil langkah apa pun selama Pelangi tidak mengungkapkan kebenarannya dan meminta bantuannya ,


" Makasih Surya kamu sudah peduli sama Pelangi , tapi om belum bisa mengambil sikap apa pun terkait hal ini , om akan membicarakannya lebih dulu dengan istri om " ujar Joe tanpa mematahkan hati Surya ,


Surya pun bisa memahami maksud perkataan gurunya itu , karena bagaimana pun juga semua kembali kepada Pelangi ,


Setelah kepulangan Surya , Joe masuk ke dalam kamar nya , ia pun mulai membicarakan apa yang baru saja di dengarnya dari Surya kepada Mentari istrinya ,


" Kamu kan kakaknya , cobalah sekali- kali ajak Pelangi bicara berdua dari hati ke hati sebagai sesama perempuan , siapa tahu dia mau terbuka ,


Mas yakin Pelangi menyembunyikan kebenarannya dan menyimpannya sendiri , itu semua pasti dia lakukan karena dia nggak mau membebani dan membuat bundanya sedih ,


" Baiklah,,,, nanti aku coba bicara dengan Pelangi " Mentari menyanggupi ,


Mentari termenung untuk sesaat , fikirannya kembali menerawang , ia masih tidak percaya Jingga bisa berbuat seperti itu pada Pelangi , secara Pelangi adalah adik kandungnya yang harus dia lindungi dan dia sayangi ,

__ADS_1


Meski pun Jingga telah membiayai sekolah Pelangi bukan berarti dia bisa bersikap sesuka hati , lagi pula bukankah Pelangi sudah melakukan yang seharusnya di lakukan sebagai rasa terima kasih nya pada Jingga ,


" Kok malah ngelamun dek,,,,! " tegur Joe pada sang isteri ,


Pelangi hanya menghela nafas panjang tanpa bersuara ,


Joe bisa merasakan apa yang sekarang ini isterinya rasakan , dirinya pun antara percaya dan tidak setelah mendengar penuturan Surya ,


Sementara di kediaman Jingga , Pelangi tengah berada di dalam kamarnya , ia tengah di sibukkan dengan pekerjaan sekolahnya , mengoreksi lembaran - lembaran jawaban ulangan murid - muridnya ,


Pelangi sangat mencintai profesinya sebagai seorang Pengajar , se-lelah apa pun ia akan sangat menikmati pekerjaannya , senyum dan tawa kecil murid-muridnya yang imut dan polos mampu mengobati rasa lelahnya ,


Sementara di ruangan lain , Jingga tengah menidurkan putranya , ia belum mengetahui jika saat ini ada orang- orang yang tengah mempertanyakan tentang prilakunya pada Pelangi adik kandungnya ,


Dan di tempat lain , Surya tengah duduk di atas pembaringan nya , ia merasa sedikit lega karena telah mengatakan apa yang selama ini mengganjal di hatinya ,


" Maafin aku Pelangi , tanpa seijin mu aku mengatakan mengenai perlakuan Jingga terhadap mu , aku tidak memiliki niat buruk aku hanya ingin melihat mu di perlakukan dengan baik ,


aku memang bukan siapa - siapa kamu , aku tidak berhak mencampuri urusan pribadi kamu , aku hanya seseorang yang peduli dan sayang pada mu " batin Surya ,


Malam semakin larut , Pelangi masih berkutat dengan pekerjaannya , setelah mengoreksi dan memberi nilai pada tiap - tiap lembarnya , Pelangi lanjut memasukkan semua nilai siswa pada buku rekap nilai ,


Usai mengerjakan semua tugasnya , Pelangi merapihkan meja belajarnya , meraih Tumbler nya membasahi kerongkongan nya yang kering

__ADS_1


, Pelangi memadamkan lampu kamarnya lalu beranjak menuju tempat tidur membaringkan tubuhnya , seketika rasa nyaman dirasa saat bagian punggung dan pinggang nya menyentuh alas tempat tidurnya ,


Suasana begitu hening , Pelangi pun dapat mendengar suara detak jantungnya sendiri , semua orang telah terlelap , hanya suara detak jarum jam yang mengalun memecah kesunyian , seolah menghantarkan Pelangi melewati malam , menjemput mimpi hingga pagi menyapa ,


__ADS_2