
Pelangi , Surya dan ketiga anaknya tengah membantu berbenah sementara Rahayu menjaga Dandi ,
Menjelang magrib ,
Pelangi sekeluarga tengah beristirahat karena perkejaan beres - beres telah selesai satu jam yang lalu ,
Hari ini Rahayu memutuskan untuk menginap , karena besok ia harus kembali menjaga Dandi ,
Keesokan harinya ,
Pagi - pagi sekali Pelangi dan Rahayu telah terbangun , Pelangi tengah menyiapkan sarapan sementara Rahayu masih berzikir sambil menunggui Dandi ,
Begitu pula dengan kedua putrinya , Kinan tengah mencuci piring sementara Rara tengah mengepel , Pelangi sengaja membagi tugas pekerjaan rumah ,
Selain untuk meringankan juga menanamkan sedari dini pada kedua putrinya untuk belajar merapihkan rumah ,
Agar kelak saat berumah tangga mereka telah terbiasa mengerjakan segala sesuatunya tanpa harus mengandalkan orang lain ,
Setelah selesai mengerjakan tugas masing - masing Kinan dan Rara mandi dan bersiap ke sekolah ,
Rara dan Dimas masih bersantai di dalam kamar , karena sekolah mereka hanya lima langkah dari kediaman mereka yang baru ,
Jarum jam dinding mengarah pada angka 06,45 , saat Pelangi dan Dimas meninggalkan rumah ,
karena mereka harus sudah ada di sekolah minimal lima belas menit sebelum bel masuk ,
Siang hari , setelah semua kembali dari sekolah , Rahayu memutuskan untuk pulang ,
" Pelangi , bunda pulang dulu , besok pagi Bunda balik lagi kemari " Pamit Rahayu ,
" Ngga tidur lagi disini Bun ? " Pelangi mencoba menahan sang bunda ,
" Ngga , bunda mau periksa dulu keadaan di rumah kakakmu " ujar Rahayu ,
Sebetulnya anak - anak Mentari semuanya sudah dewasa , mereka bisa merawat diri sendiri , hanya sudah menjadi tanggung jawab Rahayu untuk mengawasi mereka ,
" ya sudah kalo begitu , makasih banyak ya Bun , udah di repotin " Pelangi memberikan Rahayu sejumlah uang untuk ongkos pulang ,
__ADS_1
" Nggak usah Pelangi , bunda punya uang kok pemberian kakakmu Mentari " Rahayu menolak ,
" Nggak bisa begitu Bun , uang dari kak Mentari itu uang bunda untuk keperluan bunda , jangan digunakan untuk keperluan lain " jelas Pelangi ,
" Gapapa dong , kan yang make bunda bukan kamu " timpal Rahayu ,
" Iya yang make bunda tapi untuk ongkos perjalanan kesini , menjaga anak Pelangi " ujar Pelangi ,
" Maaf Bun , Pelangi hanya ngga mau , di bilang manfaatin uang bunda , Pelangi ngga mau itu terjadi ,
jujur Bun , saat ini hati Pelangi merasa tidak tenang bunda menjaga dan merawat Dandi , Pelangi takut bunda jatuh sakit karena kelelahan " batin Pelangi ,
" Ngala usah mikir macem - macem , doakan aja bunda ini sehat terus " Rahayu membuyarkan lamunan Pelangi ,
" Emh ,,,,,iya aamiin Bun " Pelangi mengaminkan ,
Selepas kepergian Rahayu , Pelangi masuk kedalam kamar menemani Dandi ,
Pelangi kembali memikirkan sang bunda , memikirkan kesehatannya , memikirkan keselamatannya , Pelangi takut terjadi hal - hal yang tidak diharapkan saat sang bunda dalam perjalanan menuju kemari atau saat bunda pulang ke kediaman sang kakak ,
" Ya Allah , tolong lindungi bunda , selamatkan bunda , jauhkan bunda dari segala marabahaya dan juga dari orang - orang yang aniaya aamiin " Pelangi memohon perlindungan untuk bunda tercintanya ,
Usia senjanya tak lantas menjadi penghalang bagi Rahayu untuk melakukan banyak hal , ia begitu tulus , tak pernah berkeluh kesah ,
Tak sedikit pun ia mengharap balas jasa , semua itu dilakukannya demi anak - anak serta cucu - cucu nya ,
Semua cucu - cucunya memiliki usia yang jaraknya tidak terlalu jauh , hanya beda satu tahun ,
Disekolah , Pelangi tengah mengajar murid - muridnya , yang mana di sana ada salah satu penilik yang turut duduk diantara murid - murid nya ,
Sang penilik tengah menilik cara Pelangi menyampaikan metode pembelajaran pada anak didiknya serta menilik sejauh mana daya tangkap serta daya serap para murid dari apa yang dijabarkan oleh Pelangi di muka kelas ,
Kurang lebih satu jam penilik mengikuti kelas Pelangi , dari hasil pengamatan sang penilik , Pelangi memiliki nilai plus ,
Selain buku laporan yang dibuatnya dengan penulisan dan kosa kata yang tertata rapih , Pelangi menyampaikan metode pelajaran dengan cara yang mudah dipahami oleh murid pada usianya ,
Usai pemeriksaan seluruh guru beserta para penilik santap siang bersama yang dilanjut dengan pembinaan ,
__ADS_1
Dimana sesi pembinaan ini lebih mengarah pada pesan dan kesan penilik terhadap kinerja serta loyalitas para guru ,
Dimana tugas mereka adalah mencerdaskan anak - anak didik mereka dari tak bisa menjadi bisa , dari bisa menjadi terbiasa , dari terbiasa menjadi termotivasi dan berprestasi ,
Tak lupa penilik mengumumkan siapa guru terbaik yang mendapatkan nilai terbaik pula yang patut diacungi jempol dan ditiru oleh guru lainnya ,
Dan sungguh diluar dugaan jika yang disebut sebagai guru dengan nilai terbaik adalah Pelangi ,
Keberhasilan Pelangi tentu saja tidak diraihnya secara instan , ada banyak kerikil tajam , perjuangan serta pengorbanan selama meniti karirnya ,
Ada banyak kepahitan yang dilaluinya , ada cibiran , hinaan dan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang sekitar mau pun rekan seprofesinya ,
Namun itu semua tidak membuat Pelangi patah semangat , justru Pelangi menjadikan semua kepedihan nya sebagai doa ,
Seperti saat ini , saat penilik mengumumkan guru terbaik , masih saja ada yang mencibir dan merasa dirinyalah yang paling baik ,
Bahkan meremehkan hasil penilaian para penilik dan beranggapan jika Pelangi telah menyuap para penilik dan banyak lagi tudingan - tudingan lainnya ,
Namun Pelangi patut bersyukur , karena masih banyak rekan - rekan seprofesinya yang baik hati dan mensuport Pelangi ,
Mereka yang mensuport adalah orang - orang yang betul - betul mengenal Pelangi dan teman satu perjuangan dengan Pelangi ,
Mulai dari jaman sekolah pendidikan guru , masa PKL , masa Pengangkatan jabatan dan masa pelantikan , mereka terpisah karena penempatan kedinasan mereka yang berbeda sesuai SK dari Departemen pendidikan dan kebudayaan pada jamannya ,
Pencapaian Pelangi membuat kepala sekolah bangga memiliki anak buah seperti Pelangi dan menjadi teladan untuk rekan - rekan sejawatnya ,
Sejak itu pulalah Pelangi diangkat sebagai wakil kepala sekolah berdasarkan instruksi dari penilik ,
Pelangi sempat menolak pengangkatan dirinya tersebut , mengingat masih banyak guru lain yang berpotensi untuk menempati posisi wakil kepala sekolah ,
Namun Pelangi tak bisa berkutik saat mengetahui keputusan pengangkatannya adalah berdasarkan instruksi dari dinas pendidikan yang mengawasi tempat Pelangi mengajar ,
Untuk para rekan guru yang dekat dengan Pelangi , hal ini tentu saja menjadi kabar yang menggembirakan , namun tidak bagi beberapa orang guru yang selalu merendahkan Pelangi ,
Mau tidak mau Pelangi menerima keputusan pengangkatannya tersebut , itu pun tak lepas dari persetujuan sang suami dan support dari rekan sejawat lainnya ,
Seperti pepatah mengatakan anjing menggonggong kafilah , selama kita berada di jalan yang benar , tidak menyalahi aturan , tidak keluar dari koridor atau melewati batasan maju terus ,
__ADS_1
Itulah Pesan yang disampaikan rekan sejawatnya sebagi bentuk dukungan untuk Pelangi , karena mereka menyadari jika Pelangi memang layak dan memiliki kapasitas melebihi mereka ,