Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 91


__ADS_3

Dipagi hari , Ketiga buah hati Pelangi telah siap mengenakan seragam sekolahnya masing - masing dan sarapan , sementara Pelangi masih berada didalam kamar ,


Tak lama kemudian , ketiga anak yang baru saja menyelesaikan sarapan dikejutkan dengan suara keras yang berasal dari kamar orang tua mereka ,


Di dalam kamar Pelangi ,


" Surya meraih pakaian yang sudah disiapkan oleh Pelangi , saat hendak mengenakannya , tiba - tiba Surya berteriak ke arah Pelangi ,


" Pelangi,,,,,! , kamu ini becus ngga sih jadi istri ! " hardik Surya ,


" Ada apa kak , kenapa Kakak pagi - pagi sudah berteriak , ngga enak didengar anak - anak sama tetangga sebelah " Pelangi mencoba mengingatkan ,


" Ini bajunya , kenapa kamu ngga setrika bajunya dengan rapih ! " seraya menunjukkan baju yang sudah disetrika oleh Pelangi dengan begitu rapihnya tanpa ada bagian yang kusut sedikitpun ,


" Tapi bajunya sudah aku setrika dengan rapi seperti biasa kak " ujar Pelangi seraya menghampiri Surya lalu mengamati pakaian yang baru saja dikenakan Surya ,


" Rapih dari mananya ? , baju kusut begini ! " bentak Surya ,


" kak,,,,itu baju rapi nggak kusut sama sekali ! " Pelangi mulai kesal ,


" Mata kamu buta apa hah,,, ! , baju kusut begini dibilang rapi ! " Tuding Surya ,


" Mata aku masih normal kak , bajunya memang ngga kusut " Nada Suara Pelangi meninggi satu oktaf ,


" Bukk,,,,,! " Surya mengepalkan tangannya lalu meninju wajah Pelangi dengan sekuat tenaga layaknya sedang meninju seorang preman ,


" Auww,,,,! " pekik Pelangi seraya memegangi tulang pipinya yang terasa nyeri ,


Surya tidak menyadari jika perbuatannya disaksikan oleh ketiga anaknya yang tengah mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka ,


Tanpa menghiraukan kondisi Pelangi , Surya mengancingkan pakaiannya lalu beranjak keluar kamarnya , alangkah terkejutnya Surya saat melihat ketiga anaknya sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan tatapan menghakimi ,


" Mama,,,,! " ketiganya masuk kedalam kamar menghambur memeluk tubuh Pelangi yang duduk dibibir ranjang , yang tengah menangis seraya memegangi pipinya ,


" Mama kenapa ? , mama bertengkar lagi sama papa ya ? " ketiganya ikut menangis ,


" Mama gapapa sayang " Pelangi menyeka air matanya , ia tidak mau kesedihannya melemahkan ketiga buah hatinya ,


" Ma ,,,,,pipi mama kenapa ? , papa pukul mama lagi ya ? " mendapati pipi sang mama yang nampak lebam ,


" Ini sakit ya ma,,,,? , mama jangan nangis ? Isak Dimas ,


Tangi pelangi pun pecah dalam pelukan ketiga buah hatinya , mereka pun menangis bersama ,

__ADS_1


Rahayu yang mendengar suara tangis dari luar , bergegas masuk kedalam rumah dengan perasaan cemas ,


Saat mendapati pemandangan putri dan ketiga buah hatinya tengah menangis , Rahayu melangkah menghampiri mereka ,


" Kalian kenapa Menangis ? " tegur Rahayu ,


Menyadari kehadiran sang nenek , perlahan ketiganya mengurai pelukan , memberikan tempat kepada sang nenek ,


Alangkah terkejutnya Rahayu saat mendapati pipi bagian atas putrinya lebam ,


" Pipi kamu kenapa Pelangi ? , kamu jatuh atau terbentur dinding ? " telisik Rahayu ,


Belum sempat Pelangi menjawab ,


" Mama dipukul sama papa Umi " ujar Kinan ,


" Di pukul ? , ada apa Pelangi ? , kenapa dia sampe tega pukul kamu ? " telisik Rahayu ,


" Ceritanya nanti aja ya Bun , sekarang Pelangi sama anak - anak harus pergi ke sekolah , nanti kita telat " Jelas Pelangi ,


" Ya sudah kalo begitu , hati - hati di jalan , kalian jagain mama kalian ya " pesan Ami ,


" Iya Ami " sahut ketiganya ,


Pagi ini keempatnya berjalan dengan wajah sendu , kesedihan nampak terpancar di wajah keempatnya ,


Sepanjang perjalanan menuju sekolah , Pelangi tak henti menitikkan air mata , perlakuan Surya yang tidak berprikemanusiaan pada dirinya benar - benar melukai perasaan sekaligus menjatuhkan harga dirinya ,


Pelangi merasa ia tidak pantas mendapatkan perlakuan buruk dari Surya karena ia tidak bersalah dalam pertengkaran tadi ,


Pelangi merasa Surya sengaja mencari - cari kesalahan nya agar bisa menciptakan pertengkaran dengannya ,


" Kenapa ya Allah , sebenarnya apa yang dinginkan oleh suamiku , kemarin lusa dia mengatakan sarapan yang ku buat tidak enak , hari ini baju yang begitu rapih dibilangnya kusut , besok - besok entah drama apa lagi yang akan dia ciptakan " batin Pelangi ,


Tiba disekolah ketiga buah hati Pelangi masuk ke kelas mereka masing - masing , begitu pula dengan Pelang ia lebih memilih masuk ke kelasnya ketimbang ke ruang guru ,


Pelangi pasrah jika sebagian wajahnya yang ditutupi masker menjadi pusat perhatian dan perbincangan para rekan guru beserta murid - murid ,


Benar saja , saat bel berdering dan para murid memasuki ruang kelas , mereka nampak aneh melihat gurunya yang memakai masker ,


" Anak - anak , ibu mohon maaf atas ketidaknyamanan nya , , kalian pasti bertanya - tanya kenapa ibu memakai masker , ini karena ibu sedang flu , ibu tidak mau menulari kalian itu sebabnya ibu memakai masker paham ! " Pelangi mencoba memberi pengertian pada anak didiknya ,


" Paham Bu guru,,,,, " sahut murid - murid ,

__ADS_1


Pelangi pun memulai pembelajarannya , sesedih dan seluka apapun hatinya , Pelangi harus tetap menjalankan tugasnya dengan profesional , mengesampingkan semua masalah kehidupan pribadinya , demi tugas mulia ,


Jam pembelajaran berakhir , semua murid sudah dipulangkan , namun Pelangi tidak beranjak dari ruang kelasnya , ia duduk termenung , tatapannya kosong ,


Sementara di ruang guru , Bu Aning masuk ke dalam ruang guru ,


" Dari pagi kok saya ngga liat Bu Pelangi , apa beliau tidak masuk hari ini ? " Aning bertanya pada guru - guru yang ada di dalam ruangan ,


" Sepertinya beliau ada di ruang kelasnya Bu " sahut Bu Oky ,


"Tapi sepertinya beliau sedang sakit , karena tadi saya sempat lihat beliau mengenakan masker " jelas Bu Oky lagi ,


" Oh Ya ? , ya udah kalo gitu saya mau ke kelasnya Bu Pelangi " Ujar Bu Aning seraya berlalu dari ruang guru ,


Bu Aning mengetuk pintu kelas Pelangi , satu kali , dua kali hingga tiga kali namun tak ada sahutan dari dalam , Bu Aning menekan handle pintu , perlahan membukanya ,


" Assalamu'alaikum,,,," Bu Aning mengucap salam , namun Pelangi tak merespon dia tengah asik dengan lamunannya ,


Akhirnya Bu Aning memutuskan untuk masuk kedalam ,


" Bu Pelangi " panggilan Bu Aning membuyarkan lamunannya ,


" Ibu,,,,se,,,,sejak kapan ibu disini ? " sahut Pelangi gelagapan ,


" Maaf Bu , saya masuk tanpa ijin , tadi saya sudah mengetuk pintu berkali - kali , dan mengucap salam tapi sepertinya ibu sedang melamun " jelas Bu Aning ,


" Oh,,,,iya,,,,,maaf Bu " Pelangi salah tingkah ,


" Maaf Bu , apa Bu Pelangi sakit ? " tanya Bu Aning ,


" i,,,,iya , ngga,,,,! , eh anu Bu cuma ngga enak badan sedikit " Ujar Pelangi terbata ,


" Kenapa ibu ngga ijin untuk pulang lebih cepat " tegur Bu Aning ,


" Gapapa Bu , saya masih kuat kok , ngga ada yang perlu dikhawatirkan " aku Pelangi ,


" Beneran ibu gapapa ? " selidik Bu Aning ,


" Iya Bu , saya baik baik aja " Pelangi berusaha meyakinkan ,


" Ya sudah kalo begitu saya tinggal dulu " pamit Bu Aning yang di angguki oleh Pelangi ,


Pelangi berusaha menyembunyikan luka lebam di wajahnya , ia tidak ingin orang luar mengetahui ada kekerasan dalam rumah tangganya ,

__ADS_1


__ADS_2