Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 88


__ADS_3

Selepas magrib , setelah selesai santap malam , Pelangi memerintahkan ketiga buah hatinya untuk belajar ,


" Kalian sudah bertanya pada teman - teman kalian mengenai mata pelajaran kalian yang tertinggal ? " tanya Pelangi pada ketiganya ,


" Sudah ma , kita tinggal buka buku LKS membacanya dan mengisi soal latihannya aja , Rara sama Dimas juga sama kok ma ! " jelas Kinan ,


" Ya udah , kalian kerjakan yang benar , jangan asal - asalan menjawabnya " Pelangi mengingatkan ketiganya ,


" Iya ma,,,," sahut ketiganya ,


Pelangi keluar dari kamar buah hatinya , ia pergi ke dapur untuk mencuci piring kotor , lalu menyiapkan bahan sayuran dan bumbu untuk masak sarapan besok pagi ,


Pelangi baru saja hendak keluar dari dapur , diambang pintu ia nyaris bertubrukan dengan Surya ,


Pelangi sontak mundur untuk memberikan ruang pada Surya , namun Surya bukannya melangkah melewati Pelangi , melainkan berdiri mematung di depan Pelangi ,


" Ada yang mau aku bicarakan sama kamu " Surya membuka suara ,


Pelangi mengangguk kemudian berjalan melewati Surya , Surya pun mengekor di belakang Pelangi ,


di ruang tv Pelangi menghempaskan tubuhnya di sofa demikian halnya dengan Surya , ia duduk di hadapan Pelangi yang terpisah oleh meja ,


Suasana hening sejenak , Pelangi menolehkan pandangannya ke layar kaca , dia enggan untuk menatap wajah Surya apa lagi untuk berbicara ,


" Aku,,,,,aku minta maaf untuk kejadian tempo hari , aku terbawa emosi sampai aku lepas kendali , aku tahu kamu akan berpikir kalo aku suami yang tidak tahu diri , aku terlalu banyak bicara dan menuntut tanpa berpikir panjang " Surya mengutarakan permohonan maaf atas kesalahan yang telah seharusnya dia lakukan pada Pelangi ,


" Setelah apa yang kamu lakuin ke aku , dengan mudahnya kamu minta maaf , kamu ngga sadar ada anak juga pekerjaan yang jadi korban karena keegoisan kamu , kamu sudah mengenal aku dari semenjak kita masih sekolah , kamu kenal betul pribadi aku dan kamu juga tahu betul apa dan bagaimana pekerjaan aku , tapi sikap kamu tempo hari seolah - olah kamu baru mengenal aku , seolah - olah kamu ngga memahami profesi aku " ungkap Pelangi menahan amarah ,

__ADS_1


" Iya aku minta maaf , aku akuin aku salah , aku terlalu gegabah dalam mengambil sikap , tolong Pelangi , demi anak - anak " rajuk Surya ,


" Sekarang kamu ingat anak - anak , tempo hari kamu ngga peduli sama nasib anak - anak , bahkan saat aku ngga ada , sedikitpun kamu ngga peduli sama mereka justru Ama nya yang merawat mereka ! " tuding Pelangi ,


" Iya aku salah , aku khilaf , tolong maafin aku , kasih aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan aku sama kamu juga anak - anak " Surya terus memohon ,


" Aku ngga butuh kata maaf dari kamu , kamu hanya perlu introspeksi diri , kamu sudah dewasa dan kamu tahu apa yang harus kamu lakukan sebagai wujud tanggung jawab kamu untuk kelangsungan hidup anak - anak kamu " ujar Pelangi tegas , yang membuat Surya bagai ditampar berkali - kali ,


Pelangi bangkit dari duduknya , meninggalkan Surya yang tak bergeming , ia memilih bersama ketiga buah hatinya , dan membiarkan Surya sendiri berharap Surya merenungi kesalahannya dan memahami perkataan terakhirnya ,


@@@@@


Hari terus berganti , seiring berjalannya waktu , Surya telah mendapatkan kembali pekerjaan disebuah perusahaan swasta , hubungan Surya dan Pelangi pun mulai membaik ,


Malam hari


" Kak , ada yang mau aku bicarain sama kamu " Pelangi duduk disamping Surya ,


" Apa ? " tanya Surya ,


" kak , kamu sudah bekerja dan memiliki penghasilan tetap , aku mau kita pindah dari sini " ujar Pelangi hati - hati ,


" Kenapa kamu pengen pindah dari sini ? , apa ada yang bikin kamu ngerasa ngga nyaman tinggal disini , atau ? " telisik Surya


" Engga kak , aku cuma ngga enak terus - terusan numpang tinggal di sini , aku nggak mau ibu terus - terusan ikut mengurus keperluan anak - anak , karena sekarang cucu ibu bukan hanya anak kita , lagi pula ada adik kamu yang lebih membutuhkan paviliun ini " ungkap Pelangi ,


" Ya udah , tapi nanti kalo ibu ngelarang kita pindah atau nanya kenapa kita harus pindah , kita mau jawab apa ? " Surya balik bertanya ,

__ADS_1


" Bilang aja kalo adik kamu lebih membutuhkan tempat tinggal , dia ngga punya pekerjaan di tambah lagi dia baru saja melahirkan anak keempat mereka " jelas Pelangi ,


Setelah berbicara dengan ibu dan sempat mendapat penolakan dari ibu , namun akhirnya ibu mertua Pelangi bisa menerima alasan kepindahan mereka , dan ibu tidak bisa menghalangi niat anak menantunya yang ingin hidup mandiri ,


walau sebenarnya alasan kepindahan Pelangi dari rumah ibu mertuanya salah satunya adalah ia ingin menghindar dari kedua adik perempuan Surya yang selalu menyindir dan berbicara yang membuat hati dan telinga Pelangi sakit ,


Hari kepindahan Pelangi tiba , setelah mengemas semua perabotan miliknya , barang dinaikkan keatas mobil bak , Pelangi dan ketiga buah hatinya berpamitan pada ayah dan ibu Surya juga seluruh penghuni rumah , terkecuali kedua adik perempuan Surya karena keduanya tidak mau menemui Pelangi dan lebih memilih mengunci diri didalam kamar ,


Namun Pelangi tetap berpamitan pada keduanya walau hanya dari luar pintu kamar , Pelangi yakin mereka mendengar suaranya dan tengah tertawa senang dengan kepindahannya ,


Mobil yang membawa Perabotan Pelangi beserta sang empunya melaju meninggalkan kediaman orang tua Surya , ibunda Surya melepas kepindahan anak , menantu beserta cucunya dengan berlinang air mata ,


" Semoga di tempat baru nanti mereka bisa menata kembali rumah tangga mereka yang nyaris berantakan dan menjalani biduk rumah tangga dengan penuh cinta dan kebahagiaan " harapan Mila untuk putra dan menantunya ,


Mila masuk kedalam paviliun , ditatapnya ruangan yang kini kosong dan sunyi , ia tak akan lagi melihat cucu - cucu dari putra sulungnya ,


Setelah satu jam perjalanan , mereka pun tiba ditempat tinggal baru mereka , Pelangi dan Surya menyewa sebuah rumah yang letaknya tidak jauh dari kediaman Senja dan Mentari , namun jarak dari tempat tinggal baru ke sekolah cukup jauh ,


Setelah semua barang - barang diturunkan dari atas mobil bak dan dimasukkan kedalam rumah , Surya dan Pelangi mulai menata perabotannya yang di bantu oleh ketiga buah hati mereka ,


Selepas adzan Dzuhur , Rahayu datang membawa makan siang untuk Putri , menantu dan ketiga cucunya , Kedatangan Rahayu disambut oleh Kinan , Rara dan Dimas , ketiganya membantu Rahayu membawakan barang bawaannya ,


Sementara Pelangi dan Rahayu menyiapkan makanannya , Kinan dan Rara menggelar karpetnya , sedangkan Surya dan Dimas duduk menunggu hingga semuanya selesai dihidangkan , mereka pun duduk lesehan dan menyantap makan siang bersama ,


" Bunda , makasih banyak untuk makan siangnya , bunda selalu tanggap situasi , aku selalu merepotkan bunda , kalo ngga ada bunda pasti sekarang kami masih kelaparan " tutur Pelangi ,


" Sudah - sudah , bunda hanya melakukan yang bunda bisa , lagi pula bunda ngga merasa direpotkan , bunda senang kalian menghabiskan makanannya ,

__ADS_1


__ADS_2