
Satu bulan berlalu , langit bergelayut mendung , alam pun menangis seakan turut berduka atas kesedihan yang tengah merundung Rahayu beserta keenam buah hatinya ,
Pagi ini Rahayu mendapat kabar duka jika sang suami telah berpulang menghadap sang khaliq , Rahayu begitu terpukul mendengar kepergian sang suami yang begitu cepat , Rahayu tak menduga jika kedatangan dirinya bersama Pelangi menjadi perfemuan terakhir mereka , pertemuan yang menorehkan luka dihati Rahayu dan Pelangi ,
Begitu pula dengan keenam buah hatinya , kendati sang ayah tidak pernah ada untuk mereka , kendati mereka tak pernah merasakan kasih sayang ayah seutuhnya , tapi hati mereka tak bisa berbohong jika ada rasa kehilangan saat mengetahui ayah mereka telah berpulang , mereka sangat menyesalkan kepergian sang ayah sebelum mereka sempat menumpahkan kerinduan mereka pada sosok sang ayah ,
Kini Rahayu dan keenam buah hatinya beserta keluarga besarnya telah berada dikediaman almarhum Adijaya untuk memberikan penghormatan terakhir mereka pada mendiang Adijaya ,
Bahkan kali ini Wulan memberikan kesempatan kepada istri pertama dan juga anak-anak hasil pernikahan Rahayu dengan mendiang suaminya Adijaya berada didekat jenasah disaat terakhirnya ,
Hati Rahayu bagai ditusuk beribu duri , mendapati kondisi sang suami yang telah terbujur kaku , Rahayu sangat terpukul mengingat selama pernikahannya dengan sang suami Rahayu tidak bisa melayani suaminya , Rahayu tidak bisa merawat sang suami dikala sehat maupun sakit , Rahayu tidak bisa menjadi pelipur sang suami dikala lelah maupun gundah ,
Rahayu mengusap air matanya , ia tak ingin ada air matanya yang menitik mengenai wajah sang suami dan memberatkan kepergian mendiang suaminya , perlahan Rahayu membuka penutup wajah mendiang suaminya hingga sebatas leher ,
Ditatapnya wajah sang suami , dengan tangan yang gemetar menahan pedih Rahayu mengusap wajah suami tercintanya mulai dari kening , kedua pipi hingga dagu dengan penuh kasih , menangkupkan telapak tangannya dipipi mendiang sang suami lalu berbicara setengah berbisik ,
" Mas,,,,,aku dan anak-anak datang untuk menyampaikan penghormatan terakhir kami , melantunkan doa mengiringi kepergianmu , maafkan kami yang tidak ada didekat mas disaat-saat terakhir hidup mas , maafkan kami jika ada salah baik dari perkataan maupun perilaku kami terhadap mas ,
Rahayu mengecup kening mendiang sang suami penuh kelembutan dengan durasi yang cukup lama ,
__ADS_1
" Mas,,,,pergilah dengan tenang , aku dan anak-anak sudah ikhlas melepas kepulanganmu menghadap sang khaliq ,
Ya Allah,,,,ampunilah segala kesalahan suami hamba selama hidupnya , terimalah jIhadnya dalam mencari kifayah menafkahi hamba dan anak-anak hamba sebagai amal kebajikan yang tak ternilai , tempatkanlah suami hamba disurgamu yang terindah , dan pertemukanlah kami dengan almarhum disurgamu kelak aamiin,,,,,! " Rahayu menyelipkan doa disana diakhiri dengan mencium punggung tangan mendiang suaminya ,
Sementara dibelakang Rahayu semua anak-anak menangis bersahutan , tangisan pilu yang begitu menyayat hati seluruh pelayat yang ada dalam ruangan tersebut , bahkan Wulan pun turut menitikkan air mata , rasa bersalah dan penyesalan pada Rahayu dan anak-anaknya begitu menyiksa batinnya ,
" Mas,,,,,ijinkan anak-anak kita mencium dan memeluk ayahnya sebagai bakti mereka untuk yang terakhir kalinya ,
" Hapus air mata kalian sebelum menyentuh wajah jasad ayah kalian ! " Rahayu mengingatkan putra-putrinya ,
Satu - persatu anak-anak mendiang adijaya dari pernikahannya dengan Rahayu menghampiri jasad sang ayah dimulai dari Mega , ia menciim kening dan kedua pipi sang ayah yang diakhiri dengan mencium punggung tangan mendiang sang ayah , lalu diikuti oleh adik-adiknya yang lain , hingga tiba giliran Pelangi ,
" Pelangi mengusap wajah mendiang sang ayah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan sang bunda ,
" Selamat jalan ayah,,,,,terima kasih sudah melahirkan pelangi , semoga ayah tenang disurga , pelangi sayang ayah,,,,! " ucapnya dalam hati ,
Pelangi yakin , banyak orang yang telah mendoakan ayahnya , saat ini Pelangi hanya berdoa agar Tuhan memberikan bundanya dan juga kami anak-anaknya ketabahan dan beribu-ribu kekuatan , karena untuk kedepannya akan menjalani hidup tanpa kehadiran sang ayah yang menjadi tulang punggung mereka selama ini ,
Saat ini Rahayu dan keenam buah hatinya tengah mengikuti prosesi pemakaman mendiang Adijaya , perlahan jenasah sang ayah diturunkan kedalam liang lahat lalu diazani oleh salah satu kerabat , sedikit demi sedikit tanah merah mulai menutupi jasad Adijaya diiringi isak tangis kedua istri dan kedua belas anak dari kedua pernikahan mendiang Adijaya , beserta para kerabat juga rekan kerja mendiang Adijaya yang turut hadir dipemakaman ,
__ADS_1
Bunga pun mulai ditaburkan diatas makam mendiang Adijaya , hingga tanah merah tak terlihat karena dipenuhi taburan bunga , usai sesi sambutan yang disampaikan oleh pihak aparat setempat dan juga pihak keluarga lanjut sesi talkin yang dilakukan oleh pemuka agama setempat maka selesai sudah prosesi pemakaman mendiang Adijaya ,
Mereka pun kembali ke rumah duka , kedua istri dan anak-anak dari mendiang Adijaya , bserta kerabat dekat dari kedua istri Adijaya tengah berkumpul ,
Tiba- tiba saja Wulan bangkit lalu berjalan menghampiri Rahayu , Mega dan Jingga yang berada didekat sang bunda berjaga-jaga jika Wulan melakukan hal-hal diluar dugaan ,
Wulan duduk bersimpuh dihadapan Rahayu , lalu menghambur memeluk tubuh Rahayu ,
" Tolong maafkan aku Rahayu,,,,maafkan aku,,,,! " rintih wulan dalam pelukan Rahayu , aku telah dibutakan oleh perasaanku pada mas Adijaya , aku telah merampas hakmu dan juga anak-anakmu , aku egois karena lebih mementingkan diriku dan juga anak-anaku ,
tolong maafkan aku Rahayu,,,,,! " wulan mengurai pelukannya menguncupkan kedua telapak tangan didadanya , wulan tengah menghiba mengharap pengampunan Rahayu istri pertama Adijaya ,
Selama ini aku telah merusak kebahagiaan kalian , aku telah menzholimi kamu dan juga anak-anakmu , kepergian mas Adijaya telah menyadarkan aku betapa serakahnya aku selama ini , sebesar apapun yang aku miliki itu hanya sementara dan Tuhan membuktikan itu dengan memanggil mas Adijaya lebih dulu ,
Tolong maafkan ibu nak,,,,! " Wulan menatap anak-anak Rahayu satu persatu sembari berurai air mata ,
Dihadapan semua anak-anak dan kerabatnya Wulan mengakui kesalahannya , memohon maaf pada Rahayu selaku istri pertama Adijaya juga pada anak-anak dari pernikahan Rahayu dan Adijaya ,
" Jangan seperti ini Wulan , saya sudah memaafkan semua yang telah dilakukan baik oleh almarhumah maupun dirimu , semua yang berlaku atas diriku juga anak-anakku sudah menjadi kehendak yang kuasa , mungkin Tuhan ingin agar aku dan anak-anakku menjadi pribadi yang kuat , yang mandiri tanpa bergantung pada siapa pun " Rahayu menangku tangan Wulan yang menguncup ,
__ADS_1
" Terima kasih Rahayu,,,,,,kamu memang wanita berhati mulia , beruntung mas Adijaya memiliki istri dan anak-anak sebaik kalian " tutur Wulan ,