
Ditempat kerja Surya , saat ini jam istirahat Surya tengah mencari seseorang di sebuah rumah makan ,
Setelah mencari - cari , Surya menemukan sesosok tubuh yang dikenalinya , tubuh yang ramping , rambut ikal sebahu dengan kulit sawo matang , ternyata sosok yang tengah di cari Surya adalah seorang wanita ,
" Hai,,,,," sapa Surya ,
" Hai mas,,,,,! , duduk sini " wanita itu menepuk kursi kosong disebelahnya , Surya pun menjatuhkan bokongnya di sana ,
" Udah lama nunggunya ? " tanya Surya manis ,
" Belum sih baru kurang lebih 10 menitan " sahutnya genit ,
" Kamu mau makan apa mas ? " tanya si wanita ,
" Samain aja sama kamu " ujar Surya ,
Si wanita pun memesan dua porsi makanan dengan menu yang sama ,
Sambil menunggu pesanan keduanya berbincang mesra dengan tangan yang saling bertaut ,
Ternyata selama ini Surya berselingkuh di belakang Pelangi , ternyata wanita itu yang telah membuat Surya berubah 180 derajat ,
Sementara di rumah Surya begitu kasar pada istri dan anaknya , tapi dengan wanita ini sikapnya begitu manis dan lembut ,
Di sana Pelangi tengah merasakan kesakitan akibat ulah Surya , di sini Surya tertawa bahagia dengan wanita lain ,
Selingkuhan Surya seorang wanita berdarah Jawa , ia bernama Asri , nama yang indah , tapi tak seindah kepribadiannya , karena pada kenyataannya ia seorang pelakor ,
Entah bagaimana jalan pemikiran Surya , dulu dia begitu membenci sang Ayah yang telah berselingkuh berselingkuh bahkan ia juga benci pada wanita berdarah jawa yang telah merusak rumah tangga ayah dan ibunya ,
Tapi sekarang , justru dia berselingkuh dibelakang Pelangi dengan wanita berdarah Jawa pula , Surya telah menjilat ludahnya sendiri ,
Tak lama berselang makanan yang mereka pesan datang , mereka menyudahi obrolannya lalu menyantap makanannya , sesekali mereka saling tatap dan tersenyum , seperti ABG yang tengah jatuh cinta ,
Sesi makan keduanya telah selesai , sambil menunggu makanan yang baru saja mereka telan di cerna oleh tubuh , keduanya kembali berbincang ,
Entah apa yang dicari Surya dari wanita bernama Asri ini , padahal di rumah istrinya tak kalah cantik , baik hati , rendah diri , lembut tutur katanya , pandai memasak dan mengurus anak , pegawai negeri pula ,
Entah Surya yang tidak pandai bersyukur atau memang Asri menggunakan sesuatu untuk merebut hati Surya dan berpaling dari Pelangi ,
__ADS_1
" Sebentar lagi masuk kita balik ke tempat kerja " ajak Surya yang di angguki Asri , keduanya menyusuri jalanan beraspal sambil berbincang sesekali Asri mengalungkan tangannya di lengan Surya ,
" Pulang kerja nanti aku tunggu di depan ya " ujar Asri , keduanya berpisah menuju ruang divisi masing - masing ,
" Hem ,,,,," gumam Surya ,
Asri melenggang masuk ke ruang divisinya dengan senyum yang tak henti mengembang ,
Di sekolah ,
Pelangi dan ketiga buah hatinya baru saja meninggalkan gedung sekolah , semenjak pagi tadi Pelangi tak melepas masker dari wajahnya , ia tidak ingin orang - orang melihat luka memarnya ,
Satu jam berselang Pelangi dan ketiga buah hatinya , telah sampai dikediaman mereka , Rahayu menyambut kedatangan keempatnya didepan pintu ,
" Assalamu'alaikum,,,," ucap keempatnya ,
" wa'alaikumsalam,,,,," Rahayu menyahuti ,
" Ayo , kalian ganti pakaian , shalat Dzuhur terus makan , Ami sudah masak untuk makan siang kalian " tutur Rahayu ,
" Iya Ami,,,,," sahut mereka bersamaan ,
" Kenapa bunda repot - repot masakin segala sih " Ujar Pelangi ,
" Boleh Bun, cuma Pelangi malu aja , semenjak kita disini bunda udah banyak bantu " Pelangi merasa tak enak hati ,
" Bunda ngga cuma bantuin kamu aja Pelangi , bunda juga selalu bantuin kakak - kakak kamu " Rahayu coba memberi pengertian ,
" Makasih ya Bun " ucap Pelangi , yang di angguki oleh Rahayu ,
Kini mereka tengah santap siang bersama ,
" Abis makan kalian kerjakan tugas sekolah kalian ya " Pelangi mengingatkan ketiga buah hatinya ,
" Iya Bun " sahut mereka disela makannya ,
Usai Makan ketiga buah hati Pelangi masuk ke dalam kamar mereka untuk mengerjakan tugas sekolah , sementara Rahayu dan Pelangi merapihkan meja makan , Rahayu membawa semua piring kotor ke dapur ,
" Bun , biar Pelangi yang cuci piring , bunda istirahat aja ya " Pinta Pelangi ,
__ADS_1
" Ya sudah , ibu tunggu di dalam " Rahayu menuruti pinta putrinya ,
Selesai di dapur , Pelangi menghampiri sang bunda yang tengah duduk di ruang tv ,
" Gimana dengan pipi kamu , masih sakit ? " telisik Pelangi ,
" Sedikit Bun " Pelangi berbohong , ia tak ingin bundanya khawatir ,
rasa nyeri yang Pelangi rasakan pada pipinya serasa menembus kedalam relung hatinya terdalam ,
" Kenapa Surya sampai pukul kamu Pelangi " tanya Rahayu yang diliputi oleh rasa penasaran ,
Pelangi pun mulai menceritakan kronologi pemukulan yang menimpa dirinya pagi tadi , Rahayu menyimak cerita Pelangi dengan hati yang tercabik merasakan sakit yang dialami putri kandungnya ,
" Kenapa nasib kamu seburuk ini Pelangi , padahal kamu anak yang baik , tapi mengapa Tuhan berlaku tidak adil padamu " batin Rahayu lirih ,
" Kamu yang sabar Pelangi , lakukan shalat malam , jangan pernah putus meminta pada Allah agar selalu memberikan yang terbaik untuk rumah tanggamu " Rahayu menasihati Pelangi , berusaha menyalurkan kekuatan pada putrinya itu ,
" Insyaallah Bu , tolong doakan Pelangi ya Bu , supaya Pelangi bisa kuat menghadapi segala permasalahan yang menimpa Pelangi " Pelangi memohon restu bundanya ,
" Selama nafas masih berhembus , bunda akan selalu mendoakan kamu Pelangi , selalu ! " tutur Rahayu penuh penekanan ,
" Ya udah kalo gitu bunda pulang dulu , pamit kan sama cucu - cucu bunda " Rahayu pamit untuk pulang ,
" Iya Bun , nanti Pelangi pamit kan sama anak - anak "
Rahayu berlalu meninggalkan kediaman Pelangi , sepanjang perjalanan menuju kediaman Mentari , Rahayu tak henti memikirkan nasib Pelangi ,
" Diantara semua putri - putriku , Pelangi adalah anak yang patuh dan berhati lembut , tapi kenapa penderitaan selalu menghampiri hidupnya , dari sejak remaja ia selalu tersakiti , apakah ini karma atas perbuatan dari ayahnya Pelangi ? ,
Ya Rabb , ampuni dosa - dosa almarhum suami hamba , dan berikanlah kekuatan pada putri hamba Pelangi " batin Rahayu , tak terasa air mata menetes di pipi , ia bergegas menyeka air matanya , ia tak ingin ada orang yang melihatnya menangis ,
Di luaran sana ,
Jam kerja Surya baru saja usai , Surya baru saja keluar dari ruang divisinya , ia ingat jika akan mengantar Asri pulang , Surya berjalan ke parkiran untuk mengambil motornya ,
Saat Surya keluar dari gerbang tempat kerjanya , nampak Asri tengah berdiri dibibir jalan , Surya pun menghentikan kendaraannya dihadapan Asri ,
Asri menjatuhkan pantatnya di atas sadel motor Surya , melingkarkan tangannya di perut Surya dengan mesra , Surya pun melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang ,
__ADS_1
Surya menatap Asri dari kaca spion , rambut Asri yang tergerai melambai tersapu angin membuatnya terlena di buai angan , membayangkan kemesraan dirinya dengan Asri ,
Ia layaknya seorang perjaka , lupa diri jika ia telah beristri dan memiliki tiga orang anak ,