
Memasuki awal bulan Ramadhan semua kegiatan belajar mengajar di liburkan dengan tujuan agar para umat. yang melaksanakan ibadah puasa bisa menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan khidmat ,
Malam hari , menjelang adzan isya , Pelangi bergerak menuju masjid untuk melaksanakan ibadah shalat tarawih bersama sang bunda ,
Mengawali puasa Pelangi akan menginap di kediaman Mentari ia ingin melaksanakan sahur pertama dengan sang bunda ,
Saat makan sahur tiba , Pelangi membantu sang bunda menyiapkan santap sahur , ia tidak ingin melewatkan momen berharga yang hanya datang setahun sekali itu bersama bundanya ,
Semua makanan telah tersaji , Bunda , Pelangi , Mentari Joe dan ke lima anak- anak mereka sudah berkumpul di meja makan , mereka pun santap sahur bersama ,
Pelangi kembali teringat masa- masa kecilnya dulu , setiap bulan Ramadhan tiba hanya sang bunda yang selalu ada menemani saat makan sahur dan berbuka , tanpa kehadiran sang ayah barang sekali pun ,
Usai santap sahur Pelangi merapihkan meja makan , membawa semua piranti kotor ke dapur lalu mencucinya ,
Selepas shalat subuh , Pelangi memutuskan kembali ke kediaman Jingga , untuk mengerjakan rutinitasnya yang tidak lama lagi akan berakhir setelah dirinya menyandang status isteri Surya ,
Setibanya di kediaman Jingga , Pelangi mendapati meja dapur dan tempat cucian piring yang berantakan , padahal semalam saat ia tinggalkan tempat itu begitu rapih dan bersih ,
Tanpa pikir panjang PeLangi mulai merapihkan meja dapur dan mencuci semua piranti kotornya , usai mencuci piring lanjut ke pekerjaan lainnya yang juga tak kalah menumpuk di sudut ruang dapur ,
Pelangi lebih dulu memilah setelan jas milik kakak iparnya dan merendamnya secara terpisah , jas milik kakak iparnya bukanlah jas biasa , melainkan jas mahal yang membutuhkan tenaga ekstra saat mencucinya ,
Hari mulai terang saat Pelangi selesai menjemur semua pakaian yang telah di cucinya , Pelangi beranjak ke sudut pekarangan , meraih sapu lidi dan mulai menyapu pekarangan rumah yang di penuhi dedaunan kering yang berserakan ,
Peluh yang mengucur di pelipis Pelangi menandakan betapa lelahnya pagi yang ia lewati selepas subuh tadi , namun Pelangi tetap melakukan aktifitasnya tanpa menyerah dan berkeluh kesah ,
Pelangi pun beranjak menuju kamar mandi , guna membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena keringat yang telah mengering di tubuhnya ,
Berada di rumah tanpa melakukan aktifitas apapun Tentu saja membuat Pelangi merasa bosan , ia pun lebih memilih tinggal di dalam kamarnya ,
Selepas menunaikan shalat Dhuha dan melantunkan ayat - ayat Al qur'an , Pelangi merebahkan tubuhnya yang terasa penat , kedua kelopak matanya pun mulai terasa berat ,
__ADS_1
Pelangi tak mampu lagi menahan rasa kantuk yang menderanya , perlahan ia mengatupkan kedua matanya hingga akhirnya tak sadarkan diri dan terlelap , dengkuran halus Yang keluar dari bibirnya menandakan betapa lelahnya ia ,
Hari pertama puasa telah terlewati , saat berbuka pun telah tiba , selesai membantu menyiapkan santap untuk berbuka di kediaman Jingga , Pelangi bergegas menuju kediaman Mentari guna membantu sang bunda menyiapkan santap untuk berbuka ,
Pelangi tidak ingin melewatkan hari pertama berbuka bersama sang bunda , Pelangi pun tidak lupa membelikan makanan kesukaan sang bunda ,
" Kamu masih ingat saja makanan kesukaan bunda ! ujar Rahayu ,
" Pelangi nggak akan pernah lupa Bun , dan Pelangi akan memberitahu anak- anak Pelangi makanan kesukaan neneknya , kalo mati Pelangi nggak ada anak- anak Pelangi yang akan membelikannya untuk bunda " ungkap Pelangi ,
" Huusshh ,,,,,! , kamu in,,,,i kalo bicara suka ngawur aja ! " seru Rahayu ,
" Maksud Pelangi kalo Pelangi sedang berada jauh dari bunda gitu lho Bun,,,,! " jelas Pelangi ,
" Emangnya kamu mau kemana pelangi ? , kalo kamu sudah menikah nanti nggak usah kemana - mana cari tempat tinggal yang dekat - dekat sini saja ! " sanggah ibu ,
" Ya siapa tahu Pelangi di tugas dinaskan keluar daerah Bun ! " celetuk Pelangi ,
Sepuluh menit menjelang adzan magrib , semua anggota keluarga Mentari sudah berkumpul di meja makan , sementara Pelangi dan Rahayu masih berkutat di dapur menyiapkan teh manis hangat untuk mereka berbuka ,
Tak lama berselang , suara adzan pun mengudara , semua berucap syukur karena telah mampu menyelesaikan puasa hari ini dari segala godaan yang mampu membatalkan puasa ,
" Alhamdulillah,,,,ya Allah atas nikmat - Mu yang tak terhingga " Pelangi berucap syukur ,
Dapat menyelesaikan puasa dan makan di saat berbuka adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa , ada kenikmatan dan kepuasan lahir batin saat berbuka ,
Pelangi menyesap teh nya perlahan , lalu memakan beberapa buah kurma serta camilan , kemudian bergegas menunaikan shalat magrib lebih dulu ,
Selesai merapihkan meja dan mencuci semua piranti kotor , Pelangi dan sang bunda beranjak menuju masjid , setiap berbuka mereka hanya minum teh hangat dan sedikit makanan ringan , mereka akan makan sepulang dari shalat tarawih ,
Saat ini Pelangi tengah menemani sang bunda makan , ia hanya mengambil sedikit nasi dan lauk karena tidak ingin tidur dalam keadaan perut kekenyangan ,
__ADS_1
Usai mencuci bekas piring kotor bekas makan bunda dan dirinya , Pelangi berpamitan untuk kembali ke kediaman Jingga ,
Tiba di kediaman Jingga , Pelangi kembali di hadapkan pada piranti kotor yang menumpuk di tempat cucian piring , tanpa menunda - nunda Pelangi pun membersihkan nya dan menyulap dapurnya kembali rapih dan bersih ,
pukul 02.00 dini , alarm membangunKan Jingga , ia pun bergegas turun dari tempat tidur , beranjak menuju kamar Pelangi dan membangunkannya ,
" Pelangi,,,, bangun,,,,! " Jingga menarik selimut yang menutupi tubuh Pelangi , mengguncangkan tubuh Pelangi dengan keras , hingga membuat Pelangi terperanjat ,
" Kak Jingga,,,,,,! , ada apa kak,,,,! " pelangi berusaha mengumpulkan nyawanya ,
" Ada apa,,,,,! " bangun,,,,! " siapin buat makan sahur ! " seru Jingga ,
Pelangi menatap lekat jam di meja belajarnya ,
" Tapi ini baru pukul 02.00 pagi kak,,,,! " sanggah Pelangi ,
" Udah pinter ngebantah sekarang ya,,,,! , mentang - mentang udah sukses jadi pegawai negeri berasa jadi tuan putri ! , ke dapur sana ! ! " hardik Jingga ,
Jingga berlalu dari kamar Pelangi , Pelangi pun turun dari tempat tidurnya membawa dirinya menuju dapur , tiba di dapur di dapati nya sayuran yang sudah tergeletak di atas meja dapur ,
Dan Pelangi sudah mengerti , apa yang harus di masaknya untuk makan sahur nanti , Pelangi pun mulai memotong sayuran serta menyiapkan bahan untuk bumbunya ,
Setelah capcay kuah dan ayam semurnya siap , Pelangi mulai menyiapkan piranti makan dan menata makanannya di atas meja makan , sementara Pelangi memilih membuat nasi goreng untuk makan sahurnya ,
Jingga , Ismail juga Abi sudah siap di meja makan untuk santap sahur ,
" Mana Pelangi , apa dia nggak ikut makan sahur ? " Ismail bertanya pada istrinya saat tak mendapati Pelangi di meja makan ,
" Dia sudah makan di dapur sambil memasak tadi " ujar Jingga asal ,
Ketiganya pun mulai menyantap makanannya ,
__ADS_1