
Hari menunjukkan pukul dua belas siang , Pelangi baru saja keluar dari kelasnya , ia tengah berjalan menyusuri trotoar seorang diri di temani teriknya sinar matahari , tiba-tiba sebuah mobil berhenti disamping tubuhnya ,
" Pulang bareng yuk,,,,! " ajak Surya tanpa basa -basi ,
Pelangi menatap kedalam mobil sekilas , nampak ke tiga sahabatnya ada didalam sana ,
" Makasih Surya,,,,tapi aku mau jalan aja ! " Pelangi kembali menolak ajakan Setia ,
" Nggak mungkin juga aku ikut Surya sedang didalam sana nanti perempuannya hanya aku sendiri , bukannya aku takut , aku percaya mereka anak-anak baik , karena mereka anak asuh mas Joe , lagian mereka juga nggak akan berani macem sama aku , akh cuma nggak enak kalo dilihat orang , aku takut dikira wanita nggak bener ! " batin Pelangi ,
" Ayo Pelangi , bareng kita aja , kita-kita udah jinak koq ! " Seru salah satu dari mereka ,
Di belakang nampak banyak mobil yang sudah berjejer karena terhalang oleh mobil Surya yang sesekali membunyikan klaksonnya ,
" Ayo,,,,,kamu mau kena marah mereka ! " seru Surya ,
Sekilas Pelangi menoleh kebelakang mobil Surya , yang memang macet , dengan terpaksa Pelangi pun masuk ke dalam mobil Surya , kembali duduk di samping Surya seperti pagi tadi ,
" Ehemm,,,,,ngobrol dong jangan diem-dieman , anggap aja kita-kita ini patung ! " celetuk salah seorang teman Surya ,
" Patung yang bisa kentut,,,,! " timpal Surya ,
" Si bos bisa aja becandanya ! " mereka tergelak ,
Surya tetap fokus pada kemudinya , dengan sesekali menatap ke arah Pelangi ,
" Hati-hati bos,,,,yang fokus nyetirnya ! " goda Rama ,
" Maaf ya Pelangi , teman-teman aku udah kayak burung yang belum dikasih makan ! "
Sementara Pelangi hanya tersenyum simpul dengan wajah menunduk , memainkan jemari tangannya ,
" Emang kita belum makan siang bos ! " celetuk Dito ,
__ADS_1
Surya memperlambat laju kendaraannya , menepikan mobilnya dan berhenti , karena sudah sampai didepan gang yang menuju rumah Pelangi ,
" Terima kasih Surya,,,,! , saya duluan ya,,,,! " pamit Pelangi pada teman-teman Surya ,
" Jangan kapok ya,,,,! " ujar Surya ,
Pelangi membuka pintu mobil dan bergegas turun , ia mempercepat langkahnya tanpa ingin menoleh kebelakang ,
Semenjak Surya selalu memberi tumpangan pada Pelangi , Jatah ongkos yang didapatnya dari Jingga ditabungnya , sedikit demi sedikit Pelangi bisa membeli kebutuhan dengan uang tabungannya , sepulang sekolah Pelangi sesekali belanja alat kecantikan untuk sekedar menjaga penampolannya ,
Hal itu tentu sajamemantik kecurigaan Jingga pada Pelangi , melihat pakaian yang dikenakan Pelangi nampak modis dan kekinian ,
Hiigga suatu hari , Jingga masuk kekamar Pelangi , memeriksa seisi kamar juga lemari pakaiannya , disana Jingga menemukan beberapa pakaian Pelangi yang masih terbungkus pelastik , Jingga membuka semua kemasan dan mengamati pakaian itu satu persatu ,
" Baju anak itu bagus-bagus , dari mana dia mendapatkan baju sebagus ini , apa jangan-jangan dia ada main diluar sana , secara aku tidak pernah memberinya uang lebih ! " batin Jingga ,
Pelangi tidak menyadari jika Jingga tengah merazia kamarnya , Pelangi terperanjat ketika mendapati sang kakak tengah duduk diatas ranjangnya seraya menggenggam pakaiannya yang baru di belinya dan belum pernah memakainya ,
Jingga menatatap lekat wajah Pelangi , menatap adiknya degan tatapan penuh prasangka ,
" Pelangi,,,,,! , dari mana kamu mendapatkan baju-baju bagus ini ? , apa kamu mencurinya ? , atau kamu berbuat yang tidak-tidak diluar sana dengan om-om ? " tuding Jingga sambil mengarahkan telunjuknya kewajah Pelangi ,
" Tidak kak,,,,baju-baju itu,,,,,baju - baju itu aku membelinya dengan uang tabunganku sendiri " jelas Pelangi ,
" Apa kamu bilang ? , kamu beli dari hasil uang tabungan kamu sendiri ? " seru Jingga yang diangguki oleh Pelangi ,
" Dari mana kamu punya uang untuk di tabung ? , selama ini kakak tidak pernah kasih kamu uang saku lebih , apa jangan-jangan kamu minta-minta sama kakak mu yang lain atau bunda mungkin ? " ujar Jingga ,
" Enggak kak,,,,,! , sungguh,,,,! , aku nggak pernah minta sama siapa pun apalagi bunda ! " ujar Pelangi ,
" Terus dari mana kamu punya uang hemm,,,,! " Jingga mencengkram tangan Pelangi ,
" Uang itu sebagian dari pemberian mas Ismail , se,,,,," belum sempat Pelangi melanjutkan perkataannya ,
__ADS_1
" Owh,,,,,! , jadi selama ini kamu merayu mas Ismail bahkan menggodanya supaya memberi kamu uang iya,,,,! , kamu merendahkan harga diri kamu demi uang hemm,,,,! " hardik Jingga ,
Jingga memotong pembicaraan Pelangi , meluapkan amarahnya , amarah yang tak beralasan ,
" Demi Tuhan kak,,,,! , aku tidak seperti yang kakak tudingkan padaku , aku selalu menolak tiap kali mas Ismail memberiku uang , tapi mas Ismail maksa aku , mas Ismail bilang kalo aku tidak menerima pemberiannya itu berarti aku tidak menghormatinya sebagai seorang kakak yang menyayanginya , aku tidak pernah merayu atau menggoda siapa pun , aku bersumpah ! , aku bersumpah semi bunda yang sudah melahirkan aku ! , kalo kakak tidak percaya , kakak boleh tanya kak Ismail " rintih Pelangi disela isak tangisnya ,
" Ngaak usah kamu bawa-bawa nama bunda ! " Jingga berlalu meninggalkan Pelangi dikamarnya dengan membawa semua pakaian yang Jingga tuding dibeli dari uang hasil menggoda suaminya ,
" Ya Tuhan,,,,kenapa kakak kandungku sendiri tega mengatai aku seperti itu , selama ini selalu aku mematuhi semua perkataannya tanpa berani menentangnya sedikit pun ! " batin Pelangi lirih , yang kini telah duduk bersimpuh dilantai kamarnya ,
Pelangi tak kunjung keluar dari kamarnya , ia enggan melakukan apapun dan hanya berbaring diatas tempat tidur meratapi kesedihannya , air mata tak henti membasahi kedua belah pipinya yang mulus , rasa lapar diperutnya pun tak dihiraukan , hingga tanpa sadar ia terlelap dengan gurat kesedihan diwajahnya ,
Tengah malam Pelangi terjaga dari lelapnya , ditatapnya jam dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari , Pelangi duduk dibibir tempat tidurnya , kepalanya terasa berdenyut ,
" Ya ampun,,,,,aku belum mengerjakan tugas sekolah ! " gumam Pelangi sambil memegangi kepalanya , Pelangi beranjak menghampiri meja belajarnya dan mulai mengerjakan tugasnya ,
Menjelang subuh Pelangi baru selesai mengerjakan tugasnya , ia merapihkan mejanya dan memasukkan semua alat tulis kedalam tasnya , ia beranjak menuju dapur untuk mengerjakan rutinitas rumahannya ,
Saat Pelangi tengah membilas cucian , tiba-tiba ,
" Byuurr,,,,,,! " air membasahi kepala dan tubuh Pelangi ,
" Ya Allah,,,,,! " Pelangi terperanjat , ia mengwdarkan pandangannya keaeluruh tempat mencuci namun tak ada yang bocor , saat menoleh kebelakang dilihatnya jingga sudah berdiri dengan berkacak pinggang ,
" Kakak,,,,,apa salah aku sampai kakak menyiramku " tanya Pelangi ,
" Kamu ini ya,,,,kenapa kamu nggak makan makanan yang kakak siapin buat kamu semalam ! , itu makanan beli pake duit bukan pake daun ! , jangan mentang-mentang kamu udah bisa beli baju terus kamu bisa seenaknya ! " hardik Jingga ,
" Maaf kak , aku nggak ada maksud apa-apa , semalem aku ketiduran jadi nggak sempet makan " Pelangi berusaha mengatakan yang sejujurnya , air mata pun tak terbendung
" Nggak usah membela diri ! , nggak usah nangis , air mata kamu nggak mempan buat kakak ! " hardik Jingga sambil melengoskan wajahnya dan berlalu dari sana ,
Dengan tubuh yang menggigil kedinginan Pelangi melanjutkan pekerjaan rumahnya ,
__ADS_1