Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 112


__ADS_3

" Ya Allah ampuni hamba , demi menutupi kesalahan putri sulung hamba , hamba harus berbicara bohong kepada suami hamba ,


Hamba hanya tidak ingin bila suami hamba mengetahui kebenarannya , suami hamba akan melayangkan tangannya kepada putri sulung hamba " batin Pelangi ,


Malam semakin larut , Pelangi belum juga mendapat kabar tentang Kinan , Pelangi tidak tahu siapa saja teman Kinan , karena selama duduk di bangku SMP Kinan tidak pernah membawa teman - teman sekolahnya ke rumah ,


Pelangi tidak mampu memejamkan matanya walau hanya sekejap , pikirannya menerawang pada putri sulungnya ,


Ia khawatir terjadi apa - apa dengan Kinan , ia takut Kinan melakukan sesuatu yang melewati batas wajar ,


" Ya Allah,,,,semoga hamba kuat menghadapi cobaan ini " batin Pelangi ,


Tiga hari berlalu , Kinan tak kunjung pulang , Pelangi tidak sanggup lagi menutupi kebenaran tentang putri sulungnya pada sang suami ,


Entah disadari atau tidak oleh Pelangi , jika dia telah mengajarkan hal yang tidak baik , yang akan membuat anak - anaknya kehilangan rasa percaya pada dirinya ,


Malam harinya Pelangi pun mengajak suaminya berbicara , ia mengutarakan kebenaran tentang putri sulung mereka ,


Kemarahan tergambar di wajah Surya , meskipun begitu Surya tidak meluapkan amarahnya kepada Pelangi karena apa yang dilakukan Kinan bukan kesalahan Pelangi ,


keesokan harinya , selepas Dzuhur Kinan pulang ke rumah , tentu saja Pelangi sangat bersyukur pada akhirnya putri sulungnya pulang juga ,


Namun lain halnya dengan Surya , ia menyambut kedatangan putri sulungnya dengan tatapan tajam ,


" Assalamu'alaikum " Kinan membuka pintu seraya mengucap salam ,


" Wa 'alaikumsalam " sahut Pelangi ,


" Dari mana kamu ? " tanya Surya ketus ,


" A,,,aku dari rumah teman yah " sahut Kinan terbata ,


" Apa begini cara kamu bersikap ? , membuat masalah dan pergi berhari - hari tanpa memberi kabar orang tua , kamu ini anak tertua harusnya kamu memberi contoh yang baik sama adik - adik kamu , apa kamu sudah tidak membutuhkan orang tua ? , apa kamu sudah tidak punya rasa hormat sama orang tua ? , atau kamu merasa sudah besar lantas kamu bisa berbuat semau nya ? " cecar Surya ,


" Apa selama ini papa pernah mengajari Kinan untuk bersikap baik ? , apa papa pernah ajari Kinan cara menghormati orang lain ? apa perlu Kinan ingatkan lagi bagaimana buruknya perlakuan papa kepada mama sama ka ,,,,," perkataan Kinan terputus ,

__ADS_1


" Plakk,,,,,,,! " sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kinan , namun tidak lantas membungkam mulut Kinan , Kinan semakin murka dengan pemukulan yang dilakukan papa nya ,


" Tampar pa,,,,, ! , ayo tampar lagi biar papa puas,,,, ! " ujar Kinan lantang menatap sang ayah dengan tatapan nanar , saat Surya hendak mengangkat telapak tangannya ,


" Kak,,,,,! , cukup,,,,! " pekik Pelangi ,


Kinan pun berlari masuk kedalam kamarnya , menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur , tidak di pedulikannya kedua adiknya yang tengah duduk di bawah tepi ranjang beralaskan karpet ,


" Kak , jangan pernah lagi memukul anak perempuan kamu ' cukup aku saja yang merasakannya " Pelangi menatap lekat wajah Surya ,


Pelangi melangkah meninggalkan Surya yang masih berdiri mematung seraya mengepalkan kedua tangannya ,


Pelangi masuk ke dalam kamar buah hatinya , menghampiri Kinan yang masih menangis dalam posisi telungkup ,


" Kinan " Panggil Pelangi lembut ,


Kinan tak menghiraukan panggilan sang mama ,


" Kinan ,,,," panggil Pelangi untuk yang kesekian kalinya ,


Pelangi tahu betul bukan perkataan Surya yang membuat putrinya menangis melainkan tamparan yang didapat dari papanya ,


" Kinan , apa yang kamu lakukan ? , kenapa kamu melakukan semua ini ? , apa ini sebagai wujud protes kamu sama mama ? , iya ? " tegur Pelangi ,


Kinan hanya terdiam , tak satu kata pun terucap dari mulut Kinan ,


" Kinan , kamu anak paling besar dalam keluarga ini , mama harap kamu bisa memberi contoh yang baik untuk adik - adik kamu , karena kamu yang akan menggantikan mama bila kelak mama sudah tiada ,


Dan apa yang kamu dapat hari ini , anggap saja itu sebagai pelajaran sekaligus hukuman atas perbuatan kamu ,


Perlu kamu tahu , disini Papa sama Mama bekerja banting tulang untuk bisa membiayai hidup juga sekolah kamu dan adik - adik kamu ,


Mama tahu , mama belum bisa memenuhi kebutuhan kamu seperti yang di dapat teman - teman seusia mu diluar sana , mama memang belum bisa memenuhi keinginan kamu ,


Kinan , bukannya mama nggak sayang sama kamu , mama juga ingin membahagiakan kamu , membahagiakan adik - adik kamu

__ADS_1


Tapi untuk sekarang ini mama minta maaf karena mama belum bisa mewujudkannya , mama harap kamu bisa mengerti dan bersabar , begitu juga dengan kalian " Pelangi beralih menatap Rara dan Dimas ,


Dulu , kehidupan mama lebih pahit dari kalian , tapi mama tetap bertekad untuk mewujudkan cita - cita mama walau harus kehilangan masa remaja mama ,


" Kalian dengarkan mama baik - baik , bila kelak mama tidak mampu memenuhi keinginan kalian , bila kelak mama tidak bisa mewujudkan mimpi kalian , tolong maafkan mama , mama doakan semoga kelak kalian bisa mewujudkan mimpi kalian dengan hasil kerja keras kalian sendiri " doa dan harapan Pelangi untuk ketiga buah hatinya ,


Dengan begitu panjang lebar Pelangi memberikan pengertian kepada ketiga buah hatinya ,


Sore hari , Rara membantu sang mama mencuci piring serta pakaian , sementara Kinan , ia masih berdiam diri didalam kamar tanpa melakukan apapun ,


Hingga malam hari , Kinan tak juga keluar dari dalam kamar , meskipun Pelangi berulang kali memintanya untuk makan , namun Kinan tak menghiraukan perkataan sang mama ,


Pelangi hanya bisa pasrah melihat tingkah putri sulungnya , dia paham betul watak keras yang dimiliki Kinan menurun dari papa nya ,


Keesokan harinya , Pelangi pergi ke sekolah Kinan untuk menghadap kepala sekolah sekaligus menyelesaikan administrasi sekolah yang tertunggak selama beberapa bulan karena Kinan tidak membayarkannya ,


Tiba disekolah ,


" Assalamu'alaikum , permisi pak , saya orang tua dari Kinan siswi kelas 9B " Pelangi memasuki ruang kepala sekolah sambil memperkenalkan diri ,


" Wa'alaikumsalam , silahkan duduk ibu " sambut kepala sekolah ramah ,


Setelah semua guru yang bersangkutan hadir diruang kepala sekolah , wali kelas Kinan pun mulai membuka suara ,


" Maaf sebelumnya ibu , apa Kinan sedang ada masalah di rumah ? , atau mungkin ada pertengkaran dalam rumah tangga ibu yang menyebabkan Kinan tidak betah dirumah ? " tanya sang guru ,


" Tidak ada Bu " sahut Pelangi ,


" Baiklah , ada beberapa poin peraturan sekolah yang telah dilanggar Kinan , sehingga pihak sekolah terpaksa mengambil langkah tegas ,


Selain untuk memberikan sangsi bagi siswa yang melanggar juga agar menjadi perhatian untuk siswa yang lain agar tidak mengulang kesalahan yang serupa " jelas guru wali kelas ,


Setelah perbincangan yang menghabiskan waktu hingga satu jam lamanya , alhasil Pelangi dan Kinan harus menandatangani surat perjanjian ,


Yang mana dalam surat perjanjian tersebut dinyatakan , bila Kinan mengulangi kembali kesalahannya maka ia akan dikeluarkan dari sekolah secara tidak hormat ,

__ADS_1


__ADS_2