
Ucapan Pelangi semakin memancing amarah Surya dan ,
" Plak,,,,,,,! " Surya membuat jejak tangan di pipi Pelangi ,
" Ngga usah kamu bawa - bawa mas Joe , dia sudah ngga ada , dia ngga ada hubungannya dengan masalah kita ! "
" Puas kamu kak , apa kamu puas dengan menyakiti tubuh aku ! " Pelangi terisak ,
" Kamu yang memaksa aku melakukannya , kamu yang selalu melawan perkataan aku , suami kamu ! "
" Aku bukan melawan aku hanya berusaha mengatakan yang sebenarnya , karena kamu selalu tidak mau disalahkan , kamu selalu merasa paling benar sendiri , kamu selalu mencari - cari kesalahan dan kekurangan aku untuk menutupi kesalahan kamu sendiri , iya kan ? "
" Kamu,,,,,! " Surya mengangkat tangannya ke udara bersiap untuk menampar Pelangi ,
" Silahkan tampar aku kak , pukul aku sampai kamu puas , kalau perlu habisi saja aku , biar kamu bebas berhubungan dengan perempuan yang bernama Asri itu ! " , Ujar Pelangi ketus ,
Surya tertegun , ia terkejut karena Pelangi mengetahui perselingkuhannya dengan Asri ,
" Kenapa kamu diam kak ? , kamu heran dari mana aku tahu tentang perselingkuhan kalian ? "
" Baguslah kalo kamu sudah tahu , jadi aku ngga perlu repot - repot lagi menyembunyikan nya dari kamu " ujar Surya dengan nada sinis ,
" Aku pikir kamu sudah berubah kak , aku pikir kamu benar - benar ingin memperbaiki rumah tangga kita , tapi ternyata aku salah , aku salah menilai kamu " ujar Pelangi dengan tatapannya yang tajam ,
" Terserah,,,,kamu mau ngomong apa , ini hidup aku , aku berhak berhubungan dengan siapa pun , aku berhak melakukan apa yang aku mau ! " aku Surya sinis ,
" Tapi kamu ngga berhak memikirkan apa lagi menyebut nama wanita lain disaat kamu menggauli aku disaat kamu tengah merasakan kenikmatan diatas tubuhku , kamu ngga berhak menjadikan aku sebagai pelampiasan nafsu bejat kamu ,
Kamu bawa - bawa agama dalam masalah kita , kamu sebut aku pendosa , lalu apa yang kamu lakukan kak ! , kamu layaknya binatang yang tidak bisa membedakan mana yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan oleh agama ! " hardik Pelangi ,
" Kurang ajar kamu ! " Surya menerjang Pelangi , hingga tubuh Pelangi terjungkal ketempat tidur , menindih tubuh Pelangi di lalu mencekik leher Pelangi hingga Pelangi nyaris kehabisan napas ,
Teriakan Surya sempat terdengar oleh ketiga anaknya , hingga ketiganya berlari menghampiri kamar orang tua mereka ,
__ADS_1
" Si,,,,silah,,,,kan ka,,,,mu akhiri hi,,,,hidup aku kak , jika m,,,,memang itu bisa,,,,,mem,,,,buat kamu mera,,,,sa se,,,,nang " napas Pelangi tersengal ,
" Mama,,,,,mama,,,,,! " teriak ketiganya sambil menggedor pintu kamar ,
Teriakan ketiga anaknya membuat Surya tersadar , sontak ia pun melepaskan cengkraman tangannya dari leher Pelangi ,
Pelangi Ter batuk - batuk , wajahnya pucat pasi , di peganginya lehernya yang terasa sakit seraya menetralisir napasnya , membiarkan udara masuk kedalam tenggorokannya ,
Surya bangkit dari tempat tidur , beranjak menghampiri pintu lalu membukanya dan melangkah keluar dari kamarnya ,
Sementara ketiga anaknya berlari menghambur menghampiri Pelangi yang masih tersengal memegangi lehernya ,
" Mama kenapa ? , papa nyakitin mama lagi ya ? " tanya Rara dan Dimas , sementara Kinan bergegas mengambilkan air minum untuk sang mama ,
Pelangi tidak menjawab pertanyaan buah hatinya , karena tengah mengatur napasnya yang nyaris hilang ,
" Ini ma , minum dulu " Kinan menyodorkan gelas berisi air putih , Pelangi meraihnya , meneguk air dan menelannya perlahan ,
" Mama gapapa sayang , kalian ngga usah khawatir , selama ada kalian mama ngga akan kenapa - kenapa " Ujar ketiganya ,
" Mama tidur dikamar kita aja ya , biar kita bisa temenin mama " pinta Rara ,
" Iya ma , kita ngga mau mama di apa - apain lagi sama papa " timpal Kinan ,
Pelangi pun mengangguk menyetujui keinginan ketiganya , mereka pun keluar dari kamar Pelangi ,
" Mama tidur ya , biar kita yang jagain mama " ujar Kinan ,
" Ngga sayang , kalian juga tidur ya,,,," tutur Pelangi pada ketiga buah hatinya , mereka pun merebahkan tubuhnya disamping Pelangi , ,
Kinan , Rara dan Dimas mereka masih terlalu kecil untuk memahami yang terjadi diantara kedua orang tuanya , tapi ada pertanyaan dalam hati mereka , kenapa papa mereka selalu menyakiti mamanya ,
Sementara Surya masih duduk diruang tv , matanya menatap layar kaca namun pikirannya berkecamuk , ia bingung sendiri kenapa ia melakukan itu pada Pelangi , entah apa yang merasuki jiwa nya hingga ia tega dan nyaris menghabisi nyawa sang istri ,
__ADS_1
Hari semakin larut Kinan , Rara dan Dimas telah terlelap , namun Pelangi tak mampu memejamkan matanya walau sedetikpun , indera penglihatannya tak henti menitikkan air mata ,
Ditatapnya wajah putra putrinya satu persatu , ada duka dalam hatinya karena sebagai seorang ibu ia hanya menghadirkan kesedihan dan kedukaan dalam hidup mereka ,
" maafin mama ya nak , dari semenjak kalian lahir , mama belum bisa memberikan kebahagiaan yang seutuhnya pada kalian , maafin mama , karena mama belum bisa menjadi ibu yang terbaik untuk kalian " gumam Pelangi ,
Pelangi menengadahkan wajahnya , matanya yang sembab menatap langit - langit kamar yang putih kemudian memudar berganti dengan gambaran kilas peristiwa yang baru beberapa jam yang lalu dialaminya ,
" Tuhan,,,,,ada apa dengan Suami hamba , kemana perginya Surya yang dulu , kini hamba tak lagi mengenali susmi hamba ,
Tuhan jika memang hamba dan suami hamba masih berjodoh maka hamba mohon sadarkan suami hamba , bukakan mata dan pintu hatinya ,
Namun jika kami tak berjodoh , hamba ikhlas untuk berpisah dan melepas Surya dengan wanita yang dicintainya , biarkan mereka berdua hidup bahagia , dan hamba pun hidup bahagia bersama ketiga buah hati hamba ,
Berikanlah yang terbaik bagi hamba dan putra putri hamba , yang terbaik dalam urusan dunia dan juga akhirat kami aamiin " batin Pelangi ,
Pelangi berusaha menyalurkan energi positif pada dirinya sendiri dan menjadikan putra putrinya sebagai sumber kekuatan dan penyemangat hidupnya ,
12 tahun perjalanan rumah tangga nya dengan Surya memberi Pelangi banyak pelajaran , menjadikannya lebih dewasa dan bijak dalam menghadapi persoalan ,
Jika semalam emosinya memuncak wajar saja , istri mana yang bisa menerima kehadiran wanita lain dalam pernikahannya , istri mana yang tidak sakit hati jika dijadikan tempat pelampiasan oleh suaminya sendiri ,
Jangankan wanita yang telah menikah , wanita yang baru menjalani masa pacaran pun tidak akan mau jika kekasihnya mendua ,
Keesokan harinya ,
Sejak kejadian semalam , Pelangi dan Surya tidur terpisah namun Pelangi masih mau mempersiapkan sarapan untuk Surya , suami yang telah mengkhianati dan menyakitinya ,
Pelangi dan ketiga buah hatinya berangkat sekolah pagi - pagi sekali , se marah apapun dia pada Surya namun Pelangi tetap menanamkan nilai sopan santun pada ketiga buah hatinya untuk tetap menghormati papanya , karena seburuk apapun kelakuan Surya , Surya tetap ayah mereka ,
Pelangi menyuruh ketiganya untuk berpamitan pada papa mereka , dengan rasa enggan ketiganya menuruti keinginan sang mama ,
Setelah berpamitan , ketiga buah hati Pelangi tahu betul jika mereka tidak akan mendapat jawaban dari dalam kamar , ketiganya pun berlalu dari depan kamar orangtuanya dan memutuskan untuk berangkat ke sekolah ,
__ADS_1