Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 116


__ADS_3

Ketika melahirkan Dandi , Pelangi memutuskan jika Dandi adalah yang terakhir , dia tidak ingin mengandung lagi ,


bukannya menolak rejeki yang Tuhan berikan , mengingat masa - masa sulit yang dilaluinya hingga mengorbankan pendidikan kedua putrinya ,


Perkataan bidan Asih tak dihiraukannya , ia depresi , hingga suatu hari ia nekat meminum obat penggugur kandungan , namun janin dalam rahimnya tak kunjung keluar ,


Surya dan Pelangi berusaha mencari info obat yang ampuh untuk menggugurkan kandungan dari orang - orang di luaran sana ,


segala cara telah dilakukan oleh keduanya , namun usaha mereka sia - sia , janin itu tetap bertahan dan tumbuh atas kehendak sang maha pencipta ,


Alhasil Pelangi dan Surya pun pasrah dengan keadaan , keduanya berharap usaha yang mereka lakukan untuk menggugurkan kandungan tidak berimbas buruk pada sang jabang bayi ,


Janin yang tak pernah diharapkan oleh Pelangi dan Surya pun tumbuh semakin membesar , terlihat dari perut Pelangi yang mulai membuncit ,


Dan tentu saja kehamilan sang mama membuat Rara cemas , ia khawatir akan kembali putus sekolah untuk menjaga adiknya saat lahir nanti ,


Hari berganti Minggu , Minggu berganti bulan , tak terasa usia kandungan Pelangi telah memasuki masa persalinan , tinggal menghitung hari ,


hingga suatu malam , Pelangi merasakan mulas pada perutnya , sementara Surya tengah bekerja shift malam ,


Pelangi tidak tega membangunkan anak - anaknya , ia merasakan mulasnya seorang diri ,


Hingga menjelang subuh Pelangi' masih merasakan kontraksi , ia berjalan - jalan bolak balik dari kamar ke ruang tamu sambil berzikir ,


Azan subuh menggema , tanpa menghiraukan sakit yang dirasanya Pelangi menunaikan shalat subuh , diakhir shalat Pelangi bersujud dengan durasi yang cukup lama ,


Konon katanya dengan bersujud dalam waktu lama akan memudahkan posisi bayi memasuki ************ sang ibu ,


Pelangi juga memohon ampun atas segala dosa - dosanya juga memohon diberi kelancaran saat melahirkan bayinya ,


Usai shalat subuh , Pelangi beranjak menuju kamar anak - anaknya dengan langkah tertatih ,


" Kinan , Rara , Dimas , ayo bangun shalat subuh " Pelangi membangunkan ketiga anaknya ,


Melihat sang mama yang meringis dan berjalan tertatih sambil memegangi perutnya , Kinan pun bertanya


" Ma , mama kenapa , apa mama udah mau lahiran ? " telisik Kinan ,


" Iya kak , mama , sedang kontraksi ini " ujar Pelangi ,


" Apa Kinan perlu telepon papa ? " tanya Kinan lagi ,


" Nggak usah , kamu telpon aja Ami , bilang sama Ami mama tolong kasih tahu bidan Asih kalo mama sudah kontraksi " jelas kinan ,


Kinan pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya , setelah berpakaian Kinan pun bergegas menelpon sang nenek sesuai perintah sang mama ,


" Ma Kinan udah telpon Ami , Ami bilang mau langsung kesini sekarang " ujar Kinan , yang di angguki oleh Pelangi ,

__ADS_1


satu jam kemudian Ami dan bidan Asih datang ,


" Assalamu'alaikum " Bidan Asih dan Ami mengucap salam bersamaan ,


" Wa'alaikumsalam " Pelangi menyahuti dari dalam ,


" Pelangi , dari kapan kamu mules ? " tanya Asih ,


" Dari semalem mbak " sahut Pelangi ,


" yuk rebahan , mbak periksa dulu pembukaannya "


Pelangi pun menuruti perintah Asih , ia merebahkan tubuhnya perlahan ,


Asih pun mulai melakukan pemeriksaan , sedangkan Ami langsung ke dapur untuk memasak air panas ,


" Baru pembukaan enam , tensi darah normal , sambil menunggu pembukaan lengkap mbak tinggal ke puskesmas dulu sebentar ya " ujar Asih


" Iya mba " sahut Pelangi ,


" Ami , saya mau ke puskesmas dulu sebentar , pelangi baru pembukaan 6 " pamit Asih pada Rahayu ,


" Oh iya , silahkan " ujar Rahayu ,


Bidan Asih pun bergegas pergi meninggalkan kediaman Pelangi ,


Pukul delapan bidan Asih telah kembali dari puskesmas , ia kembali memeriksa Pelangi ,


" Gimana mulesnya udah mulai intens ? tanya bidan Asih ,


" hampir 10 menit sekali mba " sahut Pelangi ,


" Yuk , periksa lagi pembukaannya " ajak bidan Asih ,


Pelangi pun melangkah tertatih ke dalam kamar yang diikuti oleh bidan Asih , lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur ,


" Sudah pembukaan delapan , lama juga ya ? " tanya bidan Asih ,


" iya , padahal dari tadi ngga berhenti jalan - jalan " ujar Pelangi


" Gapapa kita tunggu aja , semua sudah ada yang ngatur " jelas bidan Asih ,


Akhirnya Pelangi , Rahayu dan bidan Asih berbincang kesana kemari ,


Cukup lama mereka berbincang hampir satu jam , Bidan Asih pun kembali memeriksa Pelangi ,


" Ahh ,,,,sudah pembukaan sepuluh ini , tapi aku belum mau ngeden mbak " ujar Pelangi ,

__ADS_1


" Kok bisa ? , apa utun nya belum mau keluar ya ? , atau ada yang di tunggu ? " telisik bidan Asih ,


" Ngga sih " sangggah Pelangi ,


" Apa nunggu bapak nya kali ya ? , Surya pulang jam berapa ngi ? " tanya bidan Asih ,


" Biasanya sih udah pulang jam segini " ujar Pelangi lagi ,


" kita tunggu 30 menit lagi ya " saran bidan Asih , yang di angguki oleh Pelangi ,


Sambil menunggu , bidan Asih mempersiapkan peralatan persalinan ,


Tiga puluh menit berlalu , namun belum juga ada tanda - tanda Pelangi ingin mengejan ,


" Yuk kita coba keluarin bayinya " ajak Bidan Asih ,


" Utun , ayo keluar sayang mama nya udah siap " ujar bidan Asih seraya mengelus perut buncit Pelangi ,


Ada Pergerakan halus dari dalam sana , seolah sang jabang bayi merespon perkataan bidan Asih ,


Tapi hampir lima belas menit sang jabang bayi belum juga mau keluar , padahal kepala jabang bayi sudah nampak terlihat ,


" Mbak , aku mau cerita sedikit rahasia ke mbak , mbak masih ingat kan awal kehamilan aku ? , aku pernah minta obat peluruh kandungan sama mbak ,


" Oh iya , terus ?? " Bidan Asih mengerutkan dahinya ,


" Sepulang dari mbak aku coba minum jamu , makan nanas muda pokoknya semua cara udah aku coba , tapi kandungan ku kuat dan tetap tumbuh "


" Ya Allah ngi , secara ndak langsung kamu sama Surya ndak mengharapkan kehadiran bayi ini , tapi Tuhan berkehendak lain " jelas bidan Asih ,


" Iya mbak akhirnya aku sama kak Surya menyerah pasrah , dan menerima kenyataan " ungkap Pelangi ,


" Terpaksa toh ! , sekarang udah jelas dia nunggu keridhoan bapaknya ini " ujar bidan Asih ,


Tak lama berselang Surya pun datang , saat memasuki rumah ia terkejut melihat keberadaan Asih dirumahnya ,


" Lho mbak disini ? , Pelangi kenapa mbak , apa Pelangi sudah mau lahiran ? " Cerocos Surya ,


" Iya Sur , tapi bayinya Ndak mau keluar , padahal dari satu jam yang lalu udah pembukaan sepuluh " ujar bidan Asih ,


" Kok bisa mbak ? " tanya Surya , Surya pun masuk ke dalam kamar , mendapati Pelangi yang meringis menahan kontraksi ,


" Kamu ngga apa - apa Pelangi ? " tegur Surya ,


" Engga kak , tapi anak kita ,,,," belum sempat Pelangi melanjutkan ,


" Kamu sama Pelangi punya salah sama si jabang bayi kalo katanya sundanya c utun pundung , Ema sama bapaknya nggak mengharapkan kelahirannya " bidan Asih menimpali ,

__ADS_1


" Astaghfirullah,,,,,itu kan dulu mbak , aku sama Pelangi udah ikhlas makanya sampai sekarang dia masih ada di perut ibu nya " seloroh Surya ,


__ADS_2