
Ketika melahirkan Dandi , Pelangi memutuskan jika Dandi adalah yang terakhir , dia tidak ingin mengandung lagi ,
bukannya menolak rejeki yang Tuhan berikan , mengingat masa - masa sulit yang dilaluinya hingga mengorbankan pendidikan kedua putrinya ,
Perkataan bidan Asih tak dihiraukannya , ia depresi , hingga suatu hari ia nekat meminum obat penggugur kandungan , namun janin dalam rahimnya tak kunjung keluar ,
Surya dan Pelangi berusaha mencari info obat yang ampuh untuk menggugurkan kandungan dari orang - orang di luaran sana ,
segala cara telah dilakukan oleh keduanya , namun usaha mereka sia - sia , janin itu tetap bertahan dan tumbuh atas kehendak sang maha pencipta ,
Alhasil Pelangi dan Surya pun pasrah dengan keadaan , keduanya berharap usaha yang mereka lakukan untuk menggugurkan kandungan tidak berimbas buruk pada sang jabang bayi ,
Janin yang tak pernah diharapkan oleh Pelangi dan Surya pun tumbuh semakin membesar , terlihat dari perut Pelangi yang mulai membuncit ,
Dan tentu saja kehamilan sang mama membuat Rara cemas , ia khawatir akan kembali putus sekolah untuk menjaga adiknya saat lahir nanti ,
Hari berganti Minggu , Minggu berganti bulan , tak terasa usia kandungan Pelangi telah memasuki masa persalinan , tinggal menghitung hari ,
hingga suatu malam , Pelangi merasakan mulas pada perutnya , sementara Surya tengah bekerja shift malam ,
Pelangi tidak tega membangunkan anak - anaknya , ia merasakan mulasnya seorang diri ,
Hingga menjelang subuh Pelangi' masih merasakan kontraksi , ia berjalan - jalan bolak balik dari kamar ke ruang tamu sambil berzikir ,
Azan subuh menggema , tanpa menghiraukan sakit yang dirasanya Pelangi menunaikan shalat subuh , diakhir shalat Pelangi bersujud dengan durasi yang cukup lama ,
Konon katanya dengan bersujud dalam waktu lama akan memudahkan posisi bayi memasuki ************ sang ibu ,
Pelangi juga memohon ampun atas segala dosa - dosanya juga memohon diberi kelancaran saat melahirkan bayinya ,
Usai shalat subuh , Pelangi beranjak menuju kamar anak - anaknya dengan langkah tertatih ,
" Kinan , Rara , Dimas , ayo bangun shalat subuh " Pelangi membangunkan ketiga anaknya ,
Melihat sang mama yang meringis dan berjalan tertatih sambil memegangi perutnya , Kinan pun bertanya
" Ma , mama kenapa , apa mama udah mau lahiran ? " telisik Kinan ,
" Iya kak , mama , sedang kontraksi ini " ujar Pelangi ,
" Apa Kinan perlu telepon papa ? " tanya Kinan lagi ,
" Nggak usah , kamu telpon aja Ami , bilang sama Ami mama tolong kasih tahu bidan Asih kalo mama sudah kontraksi " jelas kinan ,
Kinan pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya , setelah berpakaian Kinan pun bergegas menelpon sang nenek sesuai perintah sang mama ,
" Ma Kinan udah telpon Ami , Ami bilang mau langsung kesini sekarang " ujar Kinan , yang di angguki oleh Pelangi ,
__ADS_1
satu jam kemudian Ami dan bidan Asih datang ,
" Assalamu'alaikum " Bidan Asih dan Ami mengucap salam bersamaan ,
" Wa'alaikumsalam " Pelangi menyahuti dari dalam ,
" Pelangi , dari kapan kamu mules ? " tanya Asih ,
" Dari semalem mbak " sahut Pelangi ,
" yuk rebahan , mbak periksa dulu pembukaannya "
Pelangi pun menuruti perintah Asih , ia merebahkan tubuhnya perlahan ,
Asih pun mulai melakukan pemeriksaan , sedangkan Ami langsung ke dapur untuk memasak air panas ,
" Baru pembukaan enam , tensi darah normal , sambil menunggu pembukaan lengkap mbak tinggal ke puskesmas dulu sebentar ya " ujar Asih
" Iya mba " sahut Pelangi ,
" Ami , saya mau ke puskesmas dulu sebentar , pelangi baru pembukaan 6 " pamit Asih pada Rahayu ,
" Oh iya , silahkan " ujar Rahayu ,
Bidan Asih pun bergegas pergi meninggalkan kediaman Pelangi ,
Pukul delapan bidan Asih telah kembali dari puskesmas , ia kembali memeriksa Pelangi ,
" Gimana mulesnya udah mulai intens ? tanya bidan Asih ,
" hampir 10 menit sekali mba " sahut Pelangi ,
" Yuk , periksa lagi pembukaannya " ajak bidan Asih ,
Pelangi pun melangkah tertatih ke dalam kamar yang diikuti oleh bidan Asih , lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur ,
" Sudah pembukaan delapan , lama juga ya ? " tanya bidan Asih ,
" iya , padahal dari tadi ngga berhenti jalan - jalan " ujar Pelangi
" Gapapa kita tunggu aja , semua sudah ada yang ngatur " jelas bidan Asih ,
Akhirnya Pelangi , Rahayu dan bidan Asih berbincang kesana kemari ,
Cukup lama mereka berbincang hampir satu jam , Bidan Asih pun kembali memeriksa Pelangi ,
" Ahh ,,,,sudah pembukaan sepuluh ini , tapi aku belum mau ngeden mbak " ujar Pelangi ,
__ADS_1
" Kok bisa ? , apa utun nya belum mau keluar ya ? , atau ada yang di tunggu ? " telisik bidan Asih ,
" Ngga sih " sangggah Pelangi ,
" Apa nunggu bapak nya kali ya ? , Surya pulang jam berapa ngi ? " tanya bidan Asih ,
" Biasanya sih udah pulang jam segini " ujar Pelangi lagi ,
" kita tunggu 30 menit lagi ya " saran bidan Asih , yang di angguki oleh Pelangi ,
Sambil menunggu , bidan Asih mempersiapkan peralatan persalinan ,
Tiga puluh menit berlalu , namun belum juga ada tanda - tanda Pelangi ingin mengejan ,
" Yuk kita coba keluarin bayinya " ajak Bidan Asih ,
" Utun , ayo keluar sayang mama nya udah siap " ujar bidan Asih seraya mengelus perut buncit Pelangi ,
Ada Pergerakan halus dari dalam sana , seolah sang jabang bayi merespon perkataan bidan Asih ,
Tapi hampir lima belas menit sang jabang bayi belum juga mau keluar , padahal kepala jabang bayi sudah nampak terlihat ,
" Mbak , aku mau cerita sedikit rahasia ke mbak , mbak masih ingat kan awal kehamilan aku ? , aku pernah minta obat peluruh kandungan sama mbak ,
" Oh iya , terus ?? " Bidan Asih mengerutkan dahinya ,
" Sepulang dari mbak aku coba minum jamu , makan nanas muda pokoknya semua cara udah aku coba , tapi kandungan ku kuat dan tetap tumbuh "
" Ya Allah ngi , secara ndak langsung kamu sama Surya ndak mengharapkan kehadiran bayi ini , tapi Tuhan berkehendak lain " jelas bidan Asih ,
" Iya mbak akhirnya aku sama kak Surya menyerah pasrah , dan menerima kenyataan " ungkap Pelangi ,
" Terpaksa toh ! , sekarang udah jelas dia nunggu keridhoan bapaknya ini " ujar bidan Asih ,
Tak lama berselang Surya pun datang , saat memasuki rumah ia terkejut melihat keberadaan Asih dirumahnya ,
" Lho mbak disini ? , Pelangi kenapa mbak , apa Pelangi sudah mau lahiran ? " Cerocos Surya ,
" Iya Sur , tapi bayinya Ndak mau keluar , padahal dari satu jam yang lalu udah pembukaan sepuluh " ujar bidan Asih ,
" Kok bisa mbak ? " tanya Surya , Surya pun masuk ke dalam kamar , mendapati Pelangi yang meringis menahan kontraksi ,
" Kamu ngga apa - apa Pelangi ? " tegur Surya ,
" Engga kak , tapi anak kita ,,,," belum sempat Pelangi melanjutkan ,
" Kamu sama Pelangi punya salah sama si jabang bayi kalo katanya sundanya c utun pundung , Ema sama bapaknya nggak mengharapkan kelahirannya " bidan Asih menimpali ,
__ADS_1
" Astaghfirullah,,,,,itu kan dulu mbak , aku sama Pelangi udah ikhlas makanya sampai sekarang dia masih ada di perut ibu nya " seloroh Surya ,