
Dering alarm yang berulang kali menggema , menyadarkan Pelangi dari lelapnya , Pelangi perlahan bangun dan duduk diatas tempat tidur ,
Pelangi sadar jika dirinya tengah berbadan dua dan harus lebih berhati - hati dalam melakukan apapun , demi menjaga agar jabang bayi dalam kandungannya baik - baik saja ,
Pelangi beranjak dari tempat tidurnya , berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu menunaikan shalat subuh ,
Usai shalat Pelangi membuat sarapan untuk Surya , sementara dirinya hanya sarapan dengan meminum susu ibu hamil saja ,
" Kak,,,,,bangun sudah siang ! " Pelangi membangunkan Surya dengan hati - hati ,
" Emmhhh,,,," Surya menggeliatkan tubuhnya sambil me ngerjapkan kedua matanya ,
ia bangkit dari tidurnya , dilihatnya Pelangi yang sudah mengenakan seragam dinasnya ,
" Kamu mau pergi ngajar , apa kamu udah ngga mual - mual lagi , selidik Surya ,
" Iya kak , masih sih edikit , tapi kalo aku diemin rasa mual nya makin berasa , mudah - mudahan kalo aku bawa beraktifitas mual nya bisa berkurang " tutur Pelangi ,
" Ya sudah , tapi kalo kamu ngga kuat jangan dipaksain cepet pulang ! " titah Surya , yang diangguki oleh Pelangi ,
kini keduanya telah siap untuk berangkat , sebelum pergi keduanya menyempatkan diri untuk berpamitan pada ibunda Surya , sementara menurut keterangan sang ibunda , ayahanda Surya sudah berangkat pagi - pagi sekali karena harus dinas ke luar kota ,
" Pelangi , hati - hati jangan terlalu capek , ingat kamu sedang hamil muda " pesan ibu mertuanya ,
" iya Bu " sahut Pelangi ,
Usai berpamitan keduanya berangkat , Surya melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang , mengingat ia menggoncang istrinya yang tengah mengandung ,
Setelah menempuh satu jam perjalanan , kendaraan yang mereka tumpangi tiba dihalaman sekolah tempat Pelangi mengajar ,
" Hati - hati , jaga diri dan calon bayi kita " Surya berpesan seraya mengulurkan tangannya kepada Pelangi ,
" Iya , kakak juga hati - hati " ujar Pelangi , meraih tangan Surya lalu mencium punggung tangannya ,
" Aku pergi dulu " pamit Surya , Pelangi membalasnya dengan anggukan ,
Pelangi berdiri mematung menatap punggung sang suami yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangan ,
Pelangi berjalan menyusuri lorong sekolah , sesekali ia menyahuti salam dari para siswa yang tengah duduk atau pun berdiri di lorong sekolah dengan senyum ramahnya ,
" Assalamu'alaikum ,,,," Pelangi berucap salam saat memasuki ruang guru yang dijawab oleh rekan sejawatnya yang tengah duduk dimeja kerjanya masing - masing ,
Baru saja mendudukkan tubuhnya dikursi seorang rekan kerjanya sudah menegurnya
__ADS_1
" Bu Pelangi , koq sudah masuk lagi , sudah sembuh Bu ? " tanyanya ,
" Alhamdulillah Bu , saya baik - baik saja , kemarin saya memang sempat mual - mual bahkan muntah - muntah " jelas Pelangi sambil membenarkan posisi duduknya senyaman mungkin ,
" terus apa hasil diagnosanya Bu , nggak ada yang perlu di khawatirkan kan Bu ? " tanya rekan kerja lainnya ,
Semua yang ada diruang guru menunggu jawaban Pelangi dengan rasa penasaran tingkat dewa ,
" Alhamdulillah Bu , saya baik - baik saja , hasil diagnosanya saat ini saya tengah mengandung dan usia kandungan saya sudah menginjak 4 minggu " ungkap Pelangi dengan mata berbinar ,
" Alhamdulillah,,,,,syukurlah,,,,,selamat ya Bu Pelangi , semoga ibu juga calon jabang bayi dalam kandungan ibu sehat hingga persalinan " semua rekan kerja turut bergembira dan mengaminkan doa terbaik yang dipanjatkan ,
" Aamiin,,,,,makasih banyak semuanya " ucap Pelangi ,
" Bu Pelangi jangan terlalu capek , jangan stres juga , kalo butuh bantuan tinggal bilang sama kita " ujar Santi ,
" Iya Bu , makasih banyak sebelumnya " sahut Pelangi lagi ,
Tak lama berselang bel tanda masuk berdering , semua guru bergegas menuju ruang kelasnya masing - masing , begitu pula dengan Pelangi ,
" Assalamu'alaikum,,,,,," Ucap Pelangi ketika memasuki ruang kelasnya ,
" Wa 'alaikumsalam,,,,," jawab para siswa serempak ,
" Iya , kemarin ibu memang kurang enak badan , Alhamdulillah hari ini ibu sudah baikan " ungkap Pelangi pada anak didiknya ,
" Ayo,,,,,sekarang keluarkan buku pelajaran kalian , buka halaman lima , ibu akan menjelaskannya , kalian perhatikan baik - baik ya " titah Pelangi ,
" Baik Bu,,,,," sahut para murid bersamaan ,
Dua jam sudah Pelangi memberikan mata pelajaran dan selama itu pula Pelangi tidak merasakan mual yang berkepanjangan , ujh.ygyvhjhgyhnhh b
Bu
" Alhamdulillah,,,,,aku bisa melakukan aktifitas ku tanpa merasakan mual atau lemas , terima kasih ya sayang kamu tidak menyulitkan mama dalam beraktifitas " Pelangi mengusap lembut perutnya ,
" Jam pelajaran telah usai , Pelangi pun telah memulangkan murid - muridnya , saat ini Pelangi tengah berada diruang guru , mengerjakan laporan sambil menunggu jam sekolah berakhir ,
" Assalamu'alaikum " ibu kepala sekolah memasuki ruang guru ,
" Wa'alaikumsalam " Pelangi menjawab salam ibu kepala , karena hanya dirinya yang ada didalam ruangan itu ,
" Ibu Pelangi , saya dengar dari para guru kalo saat ini ibu Pelangi sedang mengandung ? " tanya ibu kepala seraya duduk dihadapan Pelangi ,
__ADS_1
" Alhamdulillah Bu , sudah empat Minggu " Pelangi membenarkan ,
" Selamat ya Bu Pelangi , saya turut berbahagia untuk Bu Pelangi juga suami , semoga ibu dan jabang bayinya sehat dan dilancarkan hingga hari persalinan " doa ibu kepala ,
" Aamiin,,,,,terima kasih banyak Bu " ucap Pelangi ,
" Mulai hari ini ibu Pelangi tidak boleh terlalu lelah , tidak boleh stres , kalo butuh bantuan tinggal bilang sama guru - guru yang lain " pesan ibu kepala pada Pelangi ,
" Baik Bu,,,,,terima kasih banyak " ucapnya lagi ,
" Baiklah , saya tinggal keruangan saya dulu Bu " pamit ibu kepala ,
" Baik , silahkan Bu " ujar Pelangi ,
Selepas kepergian ibu kepala , Pelangi melanjutkan kembali pekerjaannya ,
Pelangi bersyukur , karena ia memiliki keluarga yang menyayangi dirinya dan dikelilingi oleh orang - orang yang baik , yang peduli pada dirinya ,
Sore harinya ,
Usai mengerjakan semua rutinitas rumahannya , Pelangi mengisi waktu luangnya dengan merajut ,
ia merajut sambil duduk didepan jendela kamarnya , ia ingin saat bayinya lahir nanti menggunakan kaos kaki dan sarung tangan dari hasil rajutannya sendiri ,
Sesekali tatapannya mengarah pada para pekerja yang tengah memindahkan tumpukan karung beras dari atas truk ke dalam gudang ,
Ia bersyukur , meski menikahi Pria dari keluarga berada , namun dirinya tidak pernah menumpang hidup apalagi mengandalkan harta kekayaan mertuanya , penghasilannya sebagai seorang pengajar dan penghasilann Surya sebagai pegawai swasta cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua ,
" Assalamu'alaikum,,,,," Surya berucap salam , yang disahuti oleh Pelangi ,
" Kamu sedang apa sayang ? " tegur Surya mendapati istrinya yang tengah fokus dengan dua benda ditangannya ,
" Sedang membuat sarung tangan untuk calon bayi kita kak " sahut Pelangi ,
Disaat Surya tengah membersihkan tubuhnya , Pelangi bergegas membuatkan kopi untuk sang suami ,
Selesai mandi , Surya duduk disamping Pelangi ,
" Gimana kondisi kamu , apa masih merasa mual ? " selidik Surya ,
" Alhamdulillah kak seharian tadi aku tidak mual - mual , sepertinya jabang bayi ini sangat menyukai aktifitas mamanya " ujar Pelangi ,
" Syukurlah , aku sempat khawatir sampai tidak bisa fokus saat bekerja " tutur Surya
__ADS_1
" Anak pintar , makasih sudah membuat mama kamu nyaman dan memudahkan pekerjaannya " Surya mengusap - usap perut Pelangi