Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 72


__ADS_3

Dering alarm yang berulang kali menggema , menyadarkan Pelangi dari lelapnya , Pelangi perlahan bangun dan duduk diatas tempat tidur ,


Pelangi sadar jika dirinya tengah berbadan dua dan harus lebih berhati - hati dalam melakukan apapun , demi menjaga agar jabang bayi dalam kandungannya baik - baik saja ,


Pelangi beranjak dari tempat tidurnya , berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu menunaikan shalat subuh ,


Usai shalat Pelangi membuat sarapan untuk Surya , sementara dirinya hanya sarapan dengan meminum susu ibu hamil saja ,


" Kak,,,,,bangun sudah siang ! " Pelangi membangunkan Surya dengan hati - hati ,


" Emmhhh,,,," Surya menggeliatkan tubuhnya sambil me ngerjapkan kedua matanya ,


ia bangkit dari tidurnya , dilihatnya Pelangi yang sudah mengenakan seragam dinasnya ,


" Kamu mau pergi ngajar , apa kamu udah ngga mual - mual lagi , selidik Surya ,


" Iya kak , masih sih edikit , tapi kalo aku diemin rasa mual nya makin berasa , mudah - mudahan kalo aku bawa beraktifitas mual nya bisa berkurang " tutur Pelangi ,


" Ya sudah , tapi kalo kamu ngga kuat jangan dipaksain cepet pulang ! " titah Surya , yang diangguki oleh Pelangi ,


kini keduanya telah siap untuk berangkat , sebelum pergi keduanya menyempatkan diri untuk berpamitan pada ibunda Surya , sementara menurut keterangan sang ibunda , ayahanda Surya sudah berangkat pagi - pagi sekali karena harus dinas ke luar kota ,


" Pelangi , hati - hati jangan terlalu capek , ingat kamu sedang hamil muda " pesan ibu mertuanya ,


" iya Bu " sahut Pelangi ,


Usai berpamitan keduanya berangkat , Surya melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang , mengingat ia menggoncang istrinya yang tengah mengandung ,


Setelah menempuh satu jam perjalanan , kendaraan yang mereka tumpangi tiba dihalaman sekolah tempat Pelangi mengajar ,


" Hati - hati , jaga diri dan calon bayi kita " Surya berpesan seraya mengulurkan tangannya kepada Pelangi ,


" Iya , kakak juga hati - hati " ujar Pelangi , meraih tangan Surya lalu mencium punggung tangannya ,


" Aku pergi dulu " pamit Surya , Pelangi membalasnya dengan anggukan ,


Pelangi berdiri mematung menatap punggung sang suami yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangan ,


Pelangi berjalan menyusuri lorong sekolah , sesekali ia menyahuti salam dari para siswa yang tengah duduk atau pun berdiri di lorong sekolah dengan senyum ramahnya ,


" Assalamu'alaikum ,,,," Pelangi berucap salam saat memasuki ruang guru yang dijawab oleh rekan sejawatnya yang tengah duduk dimeja kerjanya masing - masing ,


Baru saja mendudukkan tubuhnya dikursi seorang rekan kerjanya sudah menegurnya

__ADS_1


" Bu Pelangi , koq sudah masuk lagi , sudah sembuh Bu ? " tanyanya ,


" Alhamdulillah Bu , saya baik - baik saja , kemarin saya memang sempat mual - mual bahkan muntah - muntah " jelas Pelangi sambil membenarkan posisi duduknya senyaman mungkin ,


" terus apa hasil diagnosanya Bu , nggak ada yang perlu di khawatirkan kan Bu ? " tanya rekan kerja lainnya ,


Semua yang ada diruang guru menunggu jawaban Pelangi dengan rasa penasaran tingkat dewa ,


" Alhamdulillah Bu , saya baik - baik saja , hasil diagnosanya saat ini saya tengah mengandung dan usia kandungan saya sudah menginjak 4 minggu " ungkap Pelangi dengan mata berbinar ,


" Alhamdulillah,,,,,syukurlah,,,,,selamat ya Bu Pelangi , semoga ibu juga calon jabang bayi dalam kandungan ibu sehat hingga persalinan " semua rekan kerja turut bergembira dan mengaminkan doa terbaik yang dipanjatkan ,


" Aamiin,,,,,makasih banyak semuanya " ucap Pelangi ,


" Bu Pelangi jangan terlalu capek , jangan stres juga , kalo butuh bantuan tinggal bilang sama kita " ujar Santi ,


" Iya Bu , makasih banyak sebelumnya " sahut Pelangi lagi ,


Tak lama berselang bel tanda masuk berdering , semua guru bergegas menuju ruang kelasnya masing - masing , begitu pula dengan Pelangi ,


" Assalamu'alaikum,,,,,," Ucap Pelangi ketika memasuki ruang kelasnya ,


" Wa 'alaikumsalam,,,,," jawab para siswa serempak ,


" Iya , kemarin ibu memang kurang enak badan , Alhamdulillah hari ini ibu sudah baikan " ungkap Pelangi pada anak didiknya ,


" Ayo,,,,,sekarang keluarkan buku pelajaran kalian , buka halaman lima , ibu akan menjelaskannya , kalian perhatikan baik - baik ya " titah Pelangi ,


" Baik Bu,,,,," sahut para murid bersamaan ,


Dua jam sudah Pelangi memberikan mata pelajaran dan selama itu pula Pelangi tidak merasakan mual yang berkepanjangan , ujh.ygyvhjhgyhnhh b


Bu


" Alhamdulillah,,,,,aku bisa melakukan aktifitas ku tanpa merasakan mual atau lemas , terima kasih ya sayang kamu tidak menyulitkan mama dalam beraktifitas " Pelangi mengusap lembut perutnya ,


" Jam pelajaran telah usai , Pelangi pun telah memulangkan murid - muridnya , saat ini Pelangi tengah berada diruang guru , mengerjakan laporan sambil menunggu jam sekolah berakhir ,


" Assalamu'alaikum " ibu kepala sekolah memasuki ruang guru ,


" Wa'alaikumsalam " Pelangi menjawab salam ibu kepala , karena hanya dirinya yang ada didalam ruangan itu ,


" Ibu Pelangi , saya dengar dari para guru kalo saat ini ibu Pelangi sedang mengandung ? " tanya ibu kepala seraya duduk dihadapan Pelangi ,

__ADS_1


" Alhamdulillah Bu , sudah empat Minggu " Pelangi membenarkan ,


" Selamat ya Bu Pelangi , saya turut berbahagia untuk Bu Pelangi juga suami , semoga ibu dan jabang bayinya sehat dan dilancarkan hingga hari persalinan " doa ibu kepala ,


" Aamiin,,,,,terima kasih banyak Bu " ucap Pelangi ,


" Mulai hari ini ibu Pelangi tidak boleh terlalu lelah , tidak boleh stres , kalo butuh bantuan tinggal bilang sama guru - guru yang lain " pesan ibu kepala pada Pelangi ,


" Baik Bu,,,,,terima kasih banyak " ucapnya lagi ,


" Baiklah , saya tinggal keruangan saya dulu Bu " pamit ibu kepala ,


" Baik , silahkan Bu " ujar Pelangi ,


Selepas kepergian ibu kepala , Pelangi melanjutkan kembali pekerjaannya ,


Pelangi bersyukur , karena ia memiliki keluarga yang menyayangi dirinya dan dikelilingi oleh orang - orang yang baik , yang peduli pada dirinya ,


Sore harinya ,


Usai mengerjakan semua rutinitas rumahannya , Pelangi mengisi waktu luangnya dengan merajut ,


ia merajut sambil duduk didepan jendela kamarnya , ia ingin saat bayinya lahir nanti menggunakan kaos kaki dan sarung tangan dari hasil rajutannya sendiri ,


Sesekali tatapannya mengarah pada para pekerja yang tengah memindahkan tumpukan karung beras dari atas truk ke dalam gudang ,


Ia bersyukur , meski menikahi Pria dari keluarga berada , namun dirinya tidak pernah menumpang hidup apalagi mengandalkan harta kekayaan mertuanya , penghasilannya sebagai seorang pengajar dan penghasilann Surya sebagai pegawai swasta cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua ,


" Assalamu'alaikum,,,,," Surya berucap salam , yang disahuti oleh Pelangi ,


" Kamu sedang apa sayang ? " tegur Surya mendapati istrinya yang tengah fokus dengan dua benda ditangannya ,


" Sedang membuat sarung tangan untuk calon bayi kita kak " sahut Pelangi ,


Disaat Surya tengah membersihkan tubuhnya , Pelangi bergegas membuatkan kopi untuk sang suami ,


Selesai mandi , Surya duduk disamping Pelangi ,


" Gimana kondisi kamu , apa masih merasa mual ? " selidik Surya ,


" Alhamdulillah kak seharian tadi aku tidak mual - mual , sepertinya jabang bayi ini sangat menyukai aktifitas mamanya " ujar Pelangi ,


" Syukurlah , aku sempat khawatir sampai tidak bisa fokus saat bekerja " tutur Surya

__ADS_1


" Anak pintar , makasih sudah membuat mama kamu nyaman dan memudahkan pekerjaannya " Surya mengusap - usap perut Pelangi


__ADS_2