Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
EPISODE 3


__ADS_3

Keesokan harinya , Rahayu dan keenam anaknya tengah bersarapan ,


" Mega,,,,Jingga,,,,,bunda titip ketiga adik kalian , hari ini bunda akan kekota B bersama Pelangi untuk menengok ayah kalian ! " tutur Rahayu ,


" Baik bun,,,,! " sahut keduanya ,


Rahayu dan Pelangi tengah bersiap , sementara Mentari dan Senja merapihkan meja makan ,


" Anak-anak,,,,,bunda pergi dulu , kalian hati-hati dirumah ! " ujar Rahayu pada kelima anaknya ,


" Baik bun,,,,,! " sahut mereka bersamaan ,


Rahayu pun pergi meninggalkan kediamannya , terdorong oleh rasa khawatir pada kondisi suami tercintanya , Rahayu nekat pergi mengunjungi Adijaya dikediaman istri keduanya dengan sisa uang yang ia miliki ,


Setelah menempuh satu setengah jam perjalanan , akhirnya Rahayu dan Pelangi tiba dikota B , Rahayu dan Pelangi berjalan kaki untuk mencapai kediaman Adijaya , teriknya sinar matahari yang menyengat tubuh tak dirasanya , demi bisa bertemu dengan suami tercinta ,


" Kamu capek sayang,,,,? " tanya Rahayu saat melihat peluh yang membasahi pelipis Pelangi ,


" Enggak bunda,,,,,! " sahut Pelangi ,


" Sabar ya nak,,,,,sebentar lagi kita sampai ! " hibur Rahayu , yang dibalas anggukan Pelangi ,


Akhirnya setelah tiga puluh menit berjalan kaki , mereka pun tiba dikediaman Adijaya ,


" Tok,,,,,tok,,,,,tok,,,,,! , assalamu'alaikum,,,,,! " Dengan perasaan berdebar Rahayu mengetuk pintu seraya mengucap salam ,


Tak ada sahutan , namun Rahayu mendengar suara kunci pintu dibuka , pintu terbuka muncullah sosok wanita yang seumuran dengan dirinya berdiri dengan gagahnya diambang pintu , yang tiada lain dan tiada bukan adalah madunya , ya dia adalah wulan istri kedua suaminya ,


Wulan menatap sinis kearah Rahayu juga Pelangi , nampak dari raut wajahnya jika Wulan tudak menyukai kehadiran Rahayu dikediamannya ,


" Masuk,,,,,! " ujar wulan ketus ,


" Maaf,,,,,kalo kedatangan saya mengganggu ! " ujar Rahayu lemah lembut ,


" Mau apa kamu datang kemari , apa kamu tidak bisa menahan diri , apa kamu tidak bisa menunggu sampai Adijaya datang kerumahmu , atau jangan-jangan tujuan kamu datang kemari mau meminta uang karena kamu tidak mampu menghidupi anak-anakmu ! " hardik Wulan ,


" Maksud kedatangan saya,,,,! " belum sempat Rahayu menyelesaikan kalimatnya wulan bangkit dari duduknya meninggalkan Rahayu dan Pelangi , seolah enggan mendengarkan penjelasan dari Pelangi ,


" Huuhhff,,,,,! " Pelangi menghela nafas panjang , sembari mengusap puncak kepala Pelangi ,

__ADS_1


Bisa-bisanya Wulan bersikap seperti itu didepan Pelangi , padahal dia juga memiliki anak seumuran Pelangi dari pernikahannya dengan suaminya ,


Sementara Pelangi hanya terdiam memendam sedih melihat sang bunda yang diperlakukan tidak baik oleh sipemilik rumah ,


Tak lama kemudian Adijaya keluar dari dalam , menghampiri Rahayu dan Pelangi , Rahayu dan Pelangi bergegas mencium punggung tangan sang i suami sekaligus ayah dari anaknya itu bergantian , Adijaya duduk dihadapan istri pertama dan anaknya ,


" Kenapa kamu datang kemari ? , kenapa kamu tidak tunggu saja sampai aku datang ? " tegur Adijaya dengan wajah tanpa ekspresi ,


" Mas,,,,aku kemari karena mengkhawatirkan keadaan kamu mas , aku dengar dari pak Amir kalo mas sakit , apa salah kalo aku mengkhawatirkan suami dan ayah dari anak-anak aku mas ? " ujar Rahayu ,


Pelangi menatap sang ayah , terpancar kecewa dari tatapannya yang meremang , kehadirannya dan juga Bundanya seperti orang asing bagi sang ayah ,


" Tapi kan sudah ada wulan yang merawat aku , jadi kamu nggak perlu repot-repot kemari ! " kilah Adijaya ,


" Maaf mas,,,,,kalo sikapku ini salah , maaf jika kedatangan kami tidak berkenan dihati mas , maaf,,,,aku dan Pelangi permisi mas " pamit Rahayu seraya mencium punggung tangan suaminya diikuti oleh Pelangi ,


Adijaya tidak mencegah kepergian Rahayu dan Pelangi , dengan tanpa rasa bersalah Adijaya membiarkan istri dan putrinya pergi begitu saja ,


Dengan hati yang luka Rahayu meninggalkan kediaman Adijaya bersama istri keduanya , bagaimana tidak , bukannya sambutan baik dan air minum pelepas dahaga yang ia dapatkan dirumah madunya itu , melainkan perkataan ketus dan menyakitkan dari sepasang suami istri pemilik rumah itu ,


Rahayu berjalan seraya menuntun tangan Pelangi , sesekali Rahayu menyeka air mata yang berurai dipipinya ,


" Siapa bilang ? , ayah sayang sama bunda juga anak-anak bunda " tutur Rahayu yang berusaha menutupi kesalahan sang suami dimata anaknya ,


" Tapi tadi sikap ayah ke bunda sama Pelangi seperti ke orang lain saja bunda ! " ujar Pelangi memastikan ,


" Enggak nak,,, ayah nggak bermaksud seperti itu , mungkin ayah seperti itu karena ayah sedang merasakan kesakitan ditubuhnya " Rahayu berusaha meyakinkan sang putri ,


" Tapi sepertinya ayah sehat-sehat saja bun ! " celoteh Pelangi ,


" Mungkin ayah tidak ingin melihat kita khawatir dengan kondisinya " jelas Rahayu ,


" Gitu ya bun,,,! " sahut Pelangi ,


Rahayu menghentikan langkahnya begitu pun Pelangi turut menghentikan langkahnya ,


" Pelangi,,,,,bunda boleh minta tolong sama Pelangi ? " tanya Rahayu , merengkuh bahu serta menatap lekat mata sang putri ,


" Bunda mau minta tolong apa sama Pelangi ? " tanyanya lagi ,

__ADS_1


" Bunda minta , Pelangi jangan menceritakan perlakuan ayah dan ibu wulan tadi pada siapa pun termasuk kakak juga adikmu ! " pinta Rahayu ,


" Tapi kenapa bun,,,,? " tanya Pelangi polos ,


" Bunda tidak mau terjadi selisih faham antara ayah dan juga kakak-kakakmu , bunda nggak mau anak-anak bunda menjadi anak durhaka karena membenci ayah , kamu mengerti kan ! " Rahayu berusaha memberi pengertian pada Pelangi agar memahami perkataannya ,


" Baik bun,,,,,! " sahut Pelangi ,


" Pelangi harus janji sama bunda kalo Pelangi akan mengunci rapat mulut Pelangi demi bunda ! " Rahayu memastikan ,


" Baik bun , Pelangi janji Pelangi akan mematuhi perintah ibu untuk tidak bercerita apapun ! " Pelangi seolah memahami maksud sang bunda ,


" Anak pintar,,,,! " sanjung Rahayu seraya mengusap lembut pipi Pelangi ,


Itulah sebabnya mengapa Rahayu lebih memilih mengajak Pelangi dibanding kelima anaknya yang lain , karena Pelangi anak yang penurut dan berhati lembut , sikap yang menurun dari dirinya ,


Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan ,


" Bun,,,,,Pelangi haus banget , Pelangi mau minum ! " pinta Pelangi ,


Rahayu bingung , uang didompetnya hanya cukup untuk ongkos pulang saja , dan bila dibelikan air mineral mereka tidak akan bisa pulang kerumah ,


" Pelangi sabar ya,,,,kita mampir dulu kerumah uwak kita minum disana " bujuk Rahayu , yang dibalas anggukan Pelangi ,


" Maafin bunda nak,,,,,kamu jadi ikut menderita karena bunda ajak kamu ! " batin Rahayu ,


Setelah satu jam menyusuri jalanan kota B , sampailah Rahayu dikediaman sang kakak ,


" Tok,,,,tok,,,,tok,,,,! , Assalamu'alaikum,,,,,! , Rahayu mengetuk pintu seraya berucap salam ,


" Wa' alaikumsalam,,,,,! " sayup terdengar sahutan dari dalam ,


Saat pintu terbuka , muncullah sosok wanita muda dihadapan mereka ,


" Rahayu,,,,! " wanita itu terkejut saat mendapati Rahayu dan putrinya didepan rumahnya , mereka pun bercipika cipiki , Pelangi pun meraih tangan wanita itu dan menciumnya ,


masuklah,,,,! " sang wanita memerintahkan Rahayu dan Pelangi untuk masuk ,


" Terima kasih kak,,,,! " ucap Rahayu , ya,,,,wanita itu adalah Lestari kakak kandung Rahayu , yang mengikuti suaminya tinggal dikota B ,

__ADS_1


__ADS_2