Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 70


__ADS_3

Tiga bulan sudah Pelangi dan Surya menjalani bahtera rumah tangga layaknya suami istri pada umumnya , hubungan keduanya semakin harmonis , kemana pun mereka pergi selalu bersama , layaknya Romeo dan Juliet ,


waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi , Pelangi dan Surya masih terlelap dibuai mimpi , tiba - tiba Pelangi terjaga dari tidurnya , ia bangkit dan duduk disamping Surya yang masih terlelap seraya memegangi perutnya , ia merasakan mual didalam sana ,


Pelangi merasakan sesuatu di tenggorokannya yang ingin memaksa keluar dari mulutnya , ia pun turun dari atas pembaringan dengan setengah berlari ia menuju kamar mandi seraya menutup mulutnya dengan telapak tangannya ,


Setibanya dikamar mandi , " Hoek,,,,,Hoek,,,,,! " Pelangi berusaha memuntahkannya seraya memegangi perutnya yang semakin bertambah mual , sudah berkali - kali Pelangi muntah , namun tak ada sedikit pun yang keluar dari mulutnya , selain cairan salivanya ,


Sementara didalam kamar , samar - samar Surya mendengar suara seperti orang muntah - muntah , dalam hati Surya bergumam siapa gerangan yang tengah muntah pagi - pagi begini ,


semakin lama Surya merasa suara itu tidak jauh dari tempatnya berbaring saat ini , Surya pun membuka matanya , dilihatnya Pelangi tak ada disampingnya , tak lama kemudian indera pendengarannya mendengar jelas suara Pelangi yang tengah muntah - muntah ,


" Pelangi,,,! " gumam Surya bergegas bangkit dari tempat tidur setengah berlari menuju kamar mandi , setibanya di pintu kamar mandi dilihatnya Pelangi yang tengah membungkuk dengan satu tangan memegangi perutnya dan tangan yang lainnya memegang pinggiran wastafel ,


" Pelangi,,,,kamu kenapa ?? " tanya Surya menghampiri sang istri ,


" Ga tau kak , tiba - tiba perutku mual dan berasa ingin muntah " sahut Pelangi lemas dengan wajah yang penuh peluh ,


tak lama kemudian ,,," Hoek,,,,,Hoek,,,,! " Pelangi kembali muntah , Surya memegangi bahu sang istri , setelah rasa ingin muntahnya berhenti , Pelangi membasuh mulut dan wajahnya ,


" Udah selesai ? " tanya Surya yang dibalas anggukan oleh sang Istri ,


Surya pun memapah Pelangi yang nampak lemas dengan wajah pucat pasi , Surya mendudukkan Pelangi dibibir tempat tidur , disentuhnya kening sang Istri khawatir sang istri mengalami demam ,


Disentuhnya kening sang istri , Surya merasakan kening Pelangi yang lebih hangat dari biasanya ,


" Hari ini kamu ga usah ngajar dulu ya , kita berobat " tegas Surya yang dibalas anggukan lemas dari Pelangi ,


Surya bergegas membuatkan teh manis hangat untuk sang Pelangi


" ini minum dulu untuk menghangatkan perutmu " titah Surya seraya menyodorkan gelas berisi teh hangat ,


Pelangi meraih gelas dari tangan Surya lalu menyesap teh hangatnya , Pelangi merasakan gelanyar hangat di perutnya saat teh hangat itu masuk kedalam perutnya ,


" Kak , tolong telfon pihak sekolah , bilang sama kepala sekolah kalo hari ini aku ga bisa berangkat ngajar " pinta Pelangi , yang di angguki oleh Surya ,


Surya berlalu meninggalkan Pelangi , ia berjalan menuju kantor sang Ayah untuk menelfon pihak sekolah , selesai menelfon Surya kembali kedalam kamar ,


" Sudah kak ? " Tanya Pelangi ,


" Sudah ! " sahut Surya ,


" kak Surya berangkat kerja saja , aku gapapa kok kak ! " ujar Pelangi ,


" Gapapa gimana , badan kamu lemes muka kamu juga pucat " sanggah Surya ,

__ADS_1


" Gapapa hari ini aku ijin ga masuk kerja , aku pengen pastikan kamu ga kenapa - kenapa " ujarnya lagi ,


Pelangi hanya terdiam , ia pasrah dengan keputusan sang suami , mengingat kondisi tubuhnya yang memang terasa lemas ,


Hari merambah siang , jarum jam dinding menunjukkan pukul 09.00 tepat , Pelangi dan Surya tengah bersiap untuk pergi berobat ,


Saat keduanya melintas diteras utama ,


" Lho,,,,kalian jam segini masih dirumah , apa kalian tidak berangkat kerja ! " tegur ibunda Surya ,


" Engga ma , dari subuh Pelangi muntah - muntah , ini juga Surya mau bawa Pelangi berobat ! " jelas Surya ,


" Ya ampun,,,! , kamu kenapa Pelangi ? , ya sudah sana cepat pergi berobat , mudah - mudahan tidak terjadi apa - apa dengan kesehatanmu ya,,,," tutur mama mertuanya ,


" Iya ma , aamiin,,,,! , Pelangi pergi dulu ya ma ! "


" Surya pergi ya ma ! " pamit keduanya ,


" Ya , hati - hati kalian ! " pesan ibunda Surya ,


Keduanya pun berlalu dari hadapan ibunda Surya , keduanya pergi dengan berboncengan ,


Sepanjang perjalanan Pelangi hanya terdiam , ia melingkarkan kedua tangannya memeluk tubuh Surya dan menyandarkan kepalanya dipunggung Surya ,


" Kepala kamu pusing sayang ? " tanya Surya seraya menatap Pelangi dari kaca spion lalu kembali fokus ke jalanan ,


" Masih mual ? " tanya Surya lagi ,


" Sedikit , mungkin karena aku belum makan juga " sahut Pelangi ,


" Ya udah , nanti selesai berobat kita cari makan " ajak Surya , Pelangi menganggukkan kepalanya yang masih bersandar dipunggung Surya ,


Tiga puluh menit kemudian keduanya tiba di sebuah klinik diseputaran tempat tinggal keluarga besar Pelangi ,


Keduanya turun motor dan masuk kedalam klinik , Pelangi duduk di kursi ruang tunggu sementara Surya berjalan menghampiri meja pendaftaran


" Selamat pagi , ada yang bisa kami bantu " sapa resepsionis di meja pendaftaran "


" Istri saya mau berobat mbak " ujar Surya ,


" Sudah pernah berobat disini sebelumnya Mas ? " tanya resepsionis klinik ,


" Belum mbak ! " sanggah Surya ,


" Baik silahkan isi formulir pendaftarannya ya mas " titah resepsionis seraya menyulurkan format pendaftaran beserta penanya ,

__ADS_1


Selesai mengisi format dan menyerahkannya kepada petugas , Surya menghampiri Pelangi dan duduk disampingnya ,


Pelangi meraih lengan Surya dan menyandarkan kepalanya di bahu Surya ,


Sepuluh menit kemudian ,


" Atas nama Pelangi ! " seru resepsionis


" Iya ! " sahut Surya ,


" Silahkan keruang pemeriksaan ! " titah Resepsionis seraya menunjuk ruang pemeriksaan yang dimaksud ,


Surya merengkuh bahu Pelangi , keduanya berjalan menuju ruang pemeriksaan ,


" Selamat pagi dokter " sapa keduanya ,


" Pagi , silahkan duduk " ibu dokter mempersilahkan kepada keduanya untuk duduk ,


" Siapa yang sakit ? " tanya dokter ,


" Saya dok " sahut Pelangi


Setelah Pelangi menceritakan semua keluhannya dokter mempersilahkan Pelangi untuk naik ke matras dan memeriksanya dengan teliti ,


" Bagaimana istri saya dok ? " tanya Surya saat sang dokter baru saja mendudukkan dirinya dihadapan mereka ,


" Bila berdasarkan keluhan dan pemeriksaan , sepertinya istri mas tengah berbadan dua " Jelas dokter ,


" Istri saya hamil dok ! " Surya memastikan ,


" untuk hasil yang lebih akurat kita akan melakukan tes urine terlebih dahulu , silahkan mba Pelangi tampung urinenya disini " titah dokter seraya menyerahkan wadah mungil untuk menampung air urine ,


Pelangi menerima wadah tersebut dan bergegas menuju kamar mandi ,


" Ya Tuhan , apa benar dalam rahimku telah tumbuh janin calon anakku dan juga Surya " Batin Pelangi ,


Setelah 10 menit menunggu hasil tes urine ,


" Selamat ya mas , mbak , kalian akan menjadi orang tua , mbaknya sedang mengandung , dan usia kandungannya sudah berusia 4 minggu " dokter menjelaskan ,


" Alhamdulillah,,,,,kamu hamil sayang ! " ujar Surya bahagia , Pelangi mengangguk dengan mata yang berkaca - kaca ,


Kini keduanya berjalan meninggalkan klinik setelah mendapat resep dan mengambil obatnya ,


Tiba diparkiran motor ,

__ADS_1


" Kak dari sini kita mampir kerumah bunda ya , aku pengen ketemu bunda " pinta Pelangi yang di aangguki oleh Surya ,


Surya melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju kediaman ibunda Pelangi ,


__ADS_2