
Tiga bulan sudah Pelangi dan Surya menjalani bahtera rumah tangga layaknya suami istri pada umumnya , hubungan keduanya semakin harmonis , kemana pun mereka pergi selalu bersama , layaknya Romeo dan Juliet ,
waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi , Pelangi dan Surya masih terlelap dibuai mimpi , tiba - tiba Pelangi terjaga dari tidurnya , ia bangkit dan duduk disamping Surya yang masih terlelap seraya memegangi perutnya , ia merasakan mual didalam sana ,
Pelangi merasakan sesuatu di tenggorokannya yang ingin memaksa keluar dari mulutnya , ia pun turun dari atas pembaringan dengan setengah berlari ia menuju kamar mandi seraya menutup mulutnya dengan telapak tangannya ,
Setibanya dikamar mandi , " Hoek,,,,,Hoek,,,,,! " Pelangi berusaha memuntahkannya seraya memegangi perutnya yang semakin bertambah mual , sudah berkali - kali Pelangi muntah , namun tak ada sedikit pun yang keluar dari mulutnya , selain cairan salivanya ,
Sementara didalam kamar , samar - samar Surya mendengar suara seperti orang muntah - muntah , dalam hati Surya bergumam siapa gerangan yang tengah muntah pagi - pagi begini ,
semakin lama Surya merasa suara itu tidak jauh dari tempatnya berbaring saat ini , Surya pun membuka matanya , dilihatnya Pelangi tak ada disampingnya , tak lama kemudian indera pendengarannya mendengar jelas suara Pelangi yang tengah muntah - muntah ,
" Pelangi,,,! " gumam Surya bergegas bangkit dari tempat tidur setengah berlari menuju kamar mandi , setibanya di pintu kamar mandi dilihatnya Pelangi yang tengah membungkuk dengan satu tangan memegangi perutnya dan tangan yang lainnya memegang pinggiran wastafel ,
" Pelangi,,,,kamu kenapa ?? " tanya Surya menghampiri sang istri ,
" Ga tau kak , tiba - tiba perutku mual dan berasa ingin muntah " sahut Pelangi lemas dengan wajah yang penuh peluh ,
tak lama kemudian ,,," Hoek,,,,,Hoek,,,,! " Pelangi kembali muntah , Surya memegangi bahu sang istri , setelah rasa ingin muntahnya berhenti , Pelangi membasuh mulut dan wajahnya ,
" Udah selesai ? " tanya Surya yang dibalas anggukan oleh sang Istri ,
Surya pun memapah Pelangi yang nampak lemas dengan wajah pucat pasi , Surya mendudukkan Pelangi dibibir tempat tidur , disentuhnya kening sang Istri khawatir sang istri mengalami demam ,
Disentuhnya kening sang istri , Surya merasakan kening Pelangi yang lebih hangat dari biasanya ,
" Hari ini kamu ga usah ngajar dulu ya , kita berobat " tegas Surya yang dibalas anggukan lemas dari Pelangi ,
Surya bergegas membuatkan teh manis hangat untuk sang Pelangi
" ini minum dulu untuk menghangatkan perutmu " titah Surya seraya menyodorkan gelas berisi teh hangat ,
Pelangi meraih gelas dari tangan Surya lalu menyesap teh hangatnya , Pelangi merasakan gelanyar hangat di perutnya saat teh hangat itu masuk kedalam perutnya ,
" Kak , tolong telfon pihak sekolah , bilang sama kepala sekolah kalo hari ini aku ga bisa berangkat ngajar " pinta Pelangi , yang di angguki oleh Surya ,
Surya berlalu meninggalkan Pelangi , ia berjalan menuju kantor sang Ayah untuk menelfon pihak sekolah , selesai menelfon Surya kembali kedalam kamar ,
" Sudah kak ? " Tanya Pelangi ,
" Sudah ! " sahut Surya ,
" kak Surya berangkat kerja saja , aku gapapa kok kak ! " ujar Pelangi ,
" Gapapa gimana , badan kamu lemes muka kamu juga pucat " sanggah Surya ,
__ADS_1
" Gapapa hari ini aku ijin ga masuk kerja , aku pengen pastikan kamu ga kenapa - kenapa " ujarnya lagi ,
Pelangi hanya terdiam , ia pasrah dengan keputusan sang suami , mengingat kondisi tubuhnya yang memang terasa lemas ,
Hari merambah siang , jarum jam dinding menunjukkan pukul 09.00 tepat , Pelangi dan Surya tengah bersiap untuk pergi berobat ,
Saat keduanya melintas diteras utama ,
" Lho,,,,kalian jam segini masih dirumah , apa kalian tidak berangkat kerja ! " tegur ibunda Surya ,
" Engga ma , dari subuh Pelangi muntah - muntah , ini juga Surya mau bawa Pelangi berobat ! " jelas Surya ,
" Ya ampun,,,! , kamu kenapa Pelangi ? , ya sudah sana cepat pergi berobat , mudah - mudahan tidak terjadi apa - apa dengan kesehatanmu ya,,,," tutur mama mertuanya ,
" Iya ma , aamiin,,,,! , Pelangi pergi dulu ya ma ! "
" Surya pergi ya ma ! " pamit keduanya ,
" Ya , hati - hati kalian ! " pesan ibunda Surya ,
Keduanya pun berlalu dari hadapan ibunda Surya , keduanya pergi dengan berboncengan ,
Sepanjang perjalanan Pelangi hanya terdiam , ia melingkarkan kedua tangannya memeluk tubuh Surya dan menyandarkan kepalanya dipunggung Surya ,
" Kepala kamu pusing sayang ? " tanya Surya seraya menatap Pelangi dari kaca spion lalu kembali fokus ke jalanan ,
" Masih mual ? " tanya Surya lagi ,
" Sedikit , mungkin karena aku belum makan juga " sahut Pelangi ,
" Ya udah , nanti selesai berobat kita cari makan " ajak Surya , Pelangi menganggukkan kepalanya yang masih bersandar dipunggung Surya ,
Tiga puluh menit kemudian keduanya tiba di sebuah klinik diseputaran tempat tinggal keluarga besar Pelangi ,
Keduanya turun motor dan masuk kedalam klinik , Pelangi duduk di kursi ruang tunggu sementara Surya berjalan menghampiri meja pendaftaran
" Selamat pagi , ada yang bisa kami bantu " sapa resepsionis di meja pendaftaran "
" Istri saya mau berobat mbak " ujar Surya ,
" Sudah pernah berobat disini sebelumnya Mas ? " tanya resepsionis klinik ,
" Belum mbak ! " sanggah Surya ,
" Baik silahkan isi formulir pendaftarannya ya mas " titah resepsionis seraya menyulurkan format pendaftaran beserta penanya ,
__ADS_1
Selesai mengisi format dan menyerahkannya kepada petugas , Surya menghampiri Pelangi dan duduk disampingnya ,
Pelangi meraih lengan Surya dan menyandarkan kepalanya di bahu Surya ,
Sepuluh menit kemudian ,
" Atas nama Pelangi ! " seru resepsionis
" Iya ! " sahut Surya ,
" Silahkan keruang pemeriksaan ! " titah Resepsionis seraya menunjuk ruang pemeriksaan yang dimaksud ,
Surya merengkuh bahu Pelangi , keduanya berjalan menuju ruang pemeriksaan ,
" Selamat pagi dokter " sapa keduanya ,
" Pagi , silahkan duduk " ibu dokter mempersilahkan kepada keduanya untuk duduk ,
" Siapa yang sakit ? " tanya dokter ,
" Saya dok " sahut Pelangi
Setelah Pelangi menceritakan semua keluhannya dokter mempersilahkan Pelangi untuk naik ke matras dan memeriksanya dengan teliti ,
" Bagaimana istri saya dok ? " tanya Surya saat sang dokter baru saja mendudukkan dirinya dihadapan mereka ,
" Bila berdasarkan keluhan dan pemeriksaan , sepertinya istri mas tengah berbadan dua " Jelas dokter ,
" Istri saya hamil dok ! " Surya memastikan ,
" untuk hasil yang lebih akurat kita akan melakukan tes urine terlebih dahulu , silahkan mba Pelangi tampung urinenya disini " titah dokter seraya menyerahkan wadah mungil untuk menampung air urine ,
Pelangi menerima wadah tersebut dan bergegas menuju kamar mandi ,
" Ya Tuhan , apa benar dalam rahimku telah tumbuh janin calon anakku dan juga Surya " Batin Pelangi ,
Setelah 10 menit menunggu hasil tes urine ,
" Selamat ya mas , mbak , kalian akan menjadi orang tua , mbaknya sedang mengandung , dan usia kandungannya sudah berusia 4 minggu " dokter menjelaskan ,
" Alhamdulillah,,,,,kamu hamil sayang ! " ujar Surya bahagia , Pelangi mengangguk dengan mata yang berkaca - kaca ,
Kini keduanya berjalan meninggalkan klinik setelah mendapat resep dan mengambil obatnya ,
Tiba diparkiran motor ,
__ADS_1
" Kak dari sini kita mampir kerumah bunda ya , aku pengen ketemu bunda " pinta Pelangi yang di aangguki oleh Surya ,
Surya melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju kediaman ibunda Pelangi ,