
Pelangi telah siap untuk berangkat kesekolah , ia berjalan menuju dapur , baru saja Pelangi hendak melangkahkan kakinya menuju ruang tengah untuk berpamitan , Jingga sudah berdiri menghadangnya ,
" Hari ini nggak ada sarapan buat kamu , nih ongkos buat kamu kesekolah ! " Jingga melemparkan beberapa lembar uang ke dada Pelangi sambil membalikkan tubuhnya , hingga uang itu jatuh berserakan dilantai , Pelangi memungutinya satu persatu ,
" Pelangi pamit sekolah kak,,,,! " ujar Pelangi , Jingga tak menyahuti , Pelangi pun berlalu dari hadapan sang kakak ,
Dengan langkah gontai Pelangi meninggalkan Kediaman Jingga , ia berjalan sambil menundukkan wajahnya , menyembunyikan matanya yang bengkak dari semua orang ,
Saat melintas dikediaman Mentari , Pelangi hanya menolehkan wajahnya sekilas , ia memilih melanjutkan perjalanannya , Pelangi tak ingin menemui sang bunda dalam keadaan seperti ini , ia tidak ingin membebani sang bunda dan membuat sang bunda merasa bersalah ,
Tiba di jalan raya , Pelangi mendapati mobil Surya telah terparkir di tepi jalan , Pelangi berusaha menghindar untuk bertemu apalagi menumpang mobil Surya , ia tidak mau orang beranggapan jika dirinya telah memanfaatkan kebaikan Surya , terlebih lagi saat ini suasana hatinya sedang kurang baik ,
Alhasil Pelangi pun menjauh dari mobil Surya dan memilih untuk pergi sekolah dengan naik angkot ,
saat mobil yang ditumpangi Pelangi melintas disamping mobil Surya , Pelangi bergegas memalingkan wajahnya membelakangi Surya ,
Namun keberuntungan berpihak pada Surya , tanpa sengaja Surya menoleh kearah angkot yang ditumpangi Pelangi dan menemukan sosok perempuan yang sudah sangat dikenalinya itu ,
" Pelangi,,,,,! , dia,,,,,! " Surya menghela nafas panjang , ia bergegas melajukan kendaraannya mengikuti dari belakang angkot yang ditumpangi Pelangi ,
Sementara Pelangi sedikit pun ia tidak menoleh kebelakang , meski ia tahu Surya tengah mengekor angkot yang ditumpanginya ,
" Aku tahu itu kamu Pelangi , kenapa kamu menghindar dari aku , apa kamu marah karena sikap teman-temanku kemarin ? , tapi kemarin saat turun dari mobil dia nampak baik-baik saja " batin Surya ,
Saat turun dari angkot , Pelangi tidak memberi kesempatan sedikitpun pada Surya , ia langsung bergabung dengan teman-temannya yang tengah menyusuri koridor ,
Surya akhirnya berinisiatif untuk sampai lebih dulu didepan sekolah Pelangi dan menunggunya disana ,
Sepuluh menit kemudian Pelangi pun sampai didepan sekolahnya , ia terkejut mendapati Surya yang sudah berdiri didepan gerbang sekolahnya ,
" Aku fikir Surya sudah menyerah , ternyata dia masih berusaha menemui aku " batin Pelangi ,
" Pelangi,,,,,! " panggil Surya ,
" Maaf Surya , sebentar lagi bel , aku harus cepet-cepet masuk ! " Pelangi berusaha menolak secara halus ,
" Aku tahu,,,,! , sepulang sekolah aku tunggu kamu disini , jangan ada penolakan dan jangan menghindar lagi ! "
__ADS_1
Baru saja Pelangi akan membuka mulutnya , Surya langsung meninggalkan Pelangi yang masih mematung disana , mobil Surya pun telah lenyap dari pandangan , hingga suara bel menyadarkannya ,
setengah berlari Pelangi memasuki halaman sekolah dan bergegas menuju kelasnya ,
Pelajaran baru saja berlangsung satu jam , rasa sakit yang dirasakan kepalanya semenjak semalam semakin menjadi , Pelangi mulai merasa pandangannya kabur , walau berusaha mengerjapkan matanya berulang kali tetap saja tak membaik alhasil Pelangi kini tengah berbaring di ruang UKS karena pingsan saat jam pembelajaran berlangsung ,
Setelah satu jam tak sadarkan diri akhirnya Pelangi siuman , ia menatap kesekeliling ruangan ,
" Kamu sudah siuman Pelangi ? " tanya bu Erni yang tengah berpiket hari ini ,
" Kamu sudah sarapan sebeum berangkat sekolah ? " tanya bu Erni yang dibalas gelengan kepala oleh Pelangi ,
" Bagaimana ia tidak pingsan , dari kemarin siang Pelangi tidak mengisi perutnya , ditambah lagi dari semalam ia memang sudah merasakan pening di kepalanya , ditambah lagi subuh tadi sang kakak telah menyiram tubuhnya , lengkap sudah ,
" Kamu makan dulu rotinya lalu minum teh hangatnya ! " titah bu Erni ,
Pelangi mematuhi perintah sang guru , ia meraih roti dari atas nakas , lalu menyantapnya hingga habis , dan menyesap teh nya , ia menaruh gelasnya diatas nakas , ia kembali merebahkan tubuhnya , pandangannya menerawang menatap langit-langit ruang UKS yang putih bersih ,
" Pelangi , apa kamu sedang ada masalah ? , barangkali kamu mau berbagi cerita sama ibu ? " tegur bu Erni , berdiri disamping bed , sembari mengusap-usap bahu Pelangi ,
" Pelangi baik-baik aja koq bu , makasih ibu sudah peduli sama Pelangi " tuturnya ,
" Itu sudah menjadi kewajiban ibu , karena ibu adalah pengganti orang tua kamu disini ! " jelas Erni memberikan pengertian pada Pelangi ,
" Kenapa orang lain bisa bersikap baik padaku , tapi kakakku sendiri ! " batin Pelangi ,
Setelah merasa baikan , Pelangi pamit kepada bu Erni , untuk kembali ke kelas ,
" Bu,,,,,Pelangi sudah baikan , Pelangi permisi mau kembali ke kelas ! " Ijin Pelangi ,
" Benar kamu sudah merasa baikan ? " Telisik Erni yang diangguki oleh Pelangi ,
" Ya sudah kalo memang kamu sudah mau kembali ke kelas " tutur Erni ,
" Sekali lagi terima kasih banyak bu,,,,! " ucap Pelangi sembari menganggukkan kepalanya sebagai ungkapan rasa hormatnya pada sang guru ,
" Tok,,,,tok,,,,tok,,,,! , assalamu'alaikum,,,,,! " Pelangi mengetuk pintu kelasnya seraya berucap salam ,
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam,,,,masuk,,,,,! " pak Mirza menyahuti ,
Pelangi pun menekan handle pintu lalu mendorongnya perlahan hingga terbuka ,
" Permisi pak,,,,! " ijin Pelangi sembari menganggukkan kepalanya ,
" Pelangi kamu sudah baikan ? " tegur pak Mirza ,
" Sudah pak,,,,,! " sahut Pelangi sopan ,
" Ya sudah,,,,duduklah,,,,! " titah Mirza pada anak didik kesayangannya itu ,
Pelangi pun melangkah menghampiri kursinya dan mendudukkan dirinya disana , fokus pada sang guru yang tengah menyampaikan materi pembelajarannya , mengenai pentingnya peranan orangtua , keluarga serta lingkungan dalam membentuk ahlak serta kepribadian yang sesuai dengan syariat islam ,
Di jam istirahat , Pelangi dan Santi berjalan menuju kantin , mereka hendak mengisi perut mereka , terlebih lagi Pelangi , ia sudah tidak bisa lagi menahan perutnya yang teramat sangat lapar ,
Tiba dikantin keduanya mendudukkan diri dimeja yang tak berpenghuni ,
" Pak , pesan baksonya dua ya,,,,! " pekik Santi pada pak Maman penjaga kantin ,
" Siap neng,,,,! " sahut pak Maman ,
" Haahh,,,,,untung aja semalam kak Jingga hanya memeriksa lemari pakaianku dan mengambil baju-bajuku , apa jadinya kalo tadi malam kak Jingga memeriksa tas ku dan mengambil semua isi dompetku , kak Jingga sudah keterlaluan , memperlakukan aku seperti bukan dengan adiknya sendiri ! " batin Pelangi ,
" Pelangi,,,,Pelangi,,,,! " Santi menepuk tangan Pelangi sekaligus membuyarkan lamunannya ,
" Eh,,,,iya,,,,ada apa San,,,,,! " Sahut Pelangi gelagapan ,
" Aku perhatiin dari semenjak pagi tadi kamu banyak ngelamun deh,,,,! , kamu lagi ada masalah ya,,,,,? " tebak Santi ,
" Aku gapapa koq San,,,,! " sahut Pelangi ,
" Kamu itu ya,,,gapapa gimana ? , lalu apa kabar dengan mata kamu yang sedikit bengkak itu ? " desak Santi ,
" Biasalah San , aku lagi kesel sama kakak aku ! " sahut Pelangi datar ,
Pelangi tidak mau orang lain mengetahui permasalahannya , ia ingin menyimpan masalahnya seorang sendiri ,
__ADS_1