Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 14


__ADS_3

Pelangi telah siap untuk berangkat kesekolah , ia berjalan menuju dapur , baru saja Pelangi hendak melangkahkan kakinya menuju ruang tengah untuk berpamitan , Jingga sudah berdiri menghadangnya ,


" Hari ini nggak ada sarapan buat kamu , nih ongkos buat kamu kesekolah ! " Jingga melemparkan beberapa lembar uang ke dada Pelangi sambil membalikkan tubuhnya , hingga uang itu jatuh berserakan dilantai , Pelangi memungutinya satu persatu ,


" Pelangi pamit sekolah kak,,,,! " ujar Pelangi , Jingga tak menyahuti , Pelangi pun berlalu dari hadapan sang kakak ,


Dengan langkah gontai Pelangi meninggalkan Kediaman Jingga , ia berjalan sambil menundukkan wajahnya , menyembunyikan matanya yang bengkak dari semua orang ,


Saat melintas dikediaman Mentari , Pelangi hanya menolehkan wajahnya sekilas , ia memilih melanjutkan perjalanannya , Pelangi tak ingin menemui sang bunda dalam keadaan seperti ini , ia tidak ingin membebani sang bunda dan membuat sang bunda merasa bersalah ,


Tiba di jalan raya , Pelangi mendapati mobil Surya telah terparkir di tepi jalan , Pelangi berusaha menghindar untuk bertemu apalagi menumpang mobil Surya , ia tidak mau orang beranggapan jika dirinya telah memanfaatkan kebaikan Surya , terlebih lagi saat ini suasana hatinya sedang kurang baik ,


Alhasil Pelangi pun menjauh dari mobil Surya dan memilih untuk pergi sekolah dengan naik angkot ,


saat mobil yang ditumpangi Pelangi melintas disamping mobil Surya , Pelangi bergegas memalingkan wajahnya membelakangi Surya ,


Namun keberuntungan berpihak pada Surya , tanpa sengaja Surya menoleh kearah angkot yang ditumpangi Pelangi dan menemukan sosok perempuan yang sudah sangat dikenalinya itu ,


" Pelangi,,,,,! , dia,,,,,! " Surya menghela nafas panjang , ia bergegas melajukan kendaraannya mengikuti dari belakang angkot yang ditumpangi Pelangi ,


Sementara Pelangi sedikit pun ia tidak menoleh kebelakang , meski ia tahu Surya tengah mengekor angkot yang ditumpanginya ,


" Aku tahu itu kamu Pelangi , kenapa kamu menghindar dari aku , apa kamu marah karena sikap teman-temanku kemarin ? , tapi kemarin saat turun dari mobil dia nampak baik-baik saja " batin Surya ,


Saat turun dari angkot , Pelangi tidak memberi kesempatan sedikitpun pada Surya , ia langsung bergabung dengan teman-temannya yang tengah menyusuri koridor ,


Surya akhirnya berinisiatif untuk sampai lebih dulu didepan sekolah Pelangi dan menunggunya disana ,


Sepuluh menit kemudian Pelangi pun sampai didepan sekolahnya , ia terkejut mendapati Surya yang sudah berdiri didepan gerbang sekolahnya ,


" Aku fikir Surya sudah menyerah , ternyata dia masih berusaha menemui aku " batin Pelangi ,


" Pelangi,,,,,! " panggil Surya ,


" Maaf Surya , sebentar lagi bel , aku harus cepet-cepet masuk ! " Pelangi berusaha menolak secara halus ,


" Aku tahu,,,,! , sepulang sekolah aku tunggu kamu disini , jangan ada penolakan dan jangan menghindar lagi ! "

__ADS_1


Baru saja Pelangi akan membuka mulutnya , Surya langsung meninggalkan Pelangi yang masih mematung disana , mobil Surya pun telah lenyap dari pandangan , hingga suara bel menyadarkannya ,


setengah berlari Pelangi memasuki halaman sekolah dan bergegas menuju kelasnya ,


Pelajaran baru saja berlangsung satu jam , rasa sakit yang dirasakan kepalanya semenjak semalam semakin menjadi , Pelangi mulai merasa pandangannya kabur , walau berusaha mengerjapkan matanya berulang kali tetap saja tak membaik alhasil Pelangi kini tengah berbaring di ruang UKS karena pingsan saat jam pembelajaran berlangsung ,


Setelah satu jam tak sadarkan diri akhirnya Pelangi siuman , ia menatap kesekeliling ruangan ,


" Kamu sudah siuman Pelangi ? " tanya bu Erni yang tengah berpiket hari ini ,


" Kamu sudah sarapan sebeum berangkat sekolah ? " tanya bu Erni yang dibalas gelengan kepala oleh Pelangi ,


" Bagaimana ia tidak pingsan , dari kemarin siang Pelangi tidak mengisi perutnya , ditambah lagi dari semalam ia memang sudah merasakan pening di kepalanya , ditambah lagi subuh tadi sang kakak telah menyiram tubuhnya , lengkap sudah ,


" Kamu makan dulu rotinya lalu minum teh hangatnya ! " titah bu Erni ,


Pelangi mematuhi perintah sang guru , ia meraih roti dari atas nakas , lalu menyantapnya hingga habis , dan menyesap teh nya , ia menaruh gelasnya diatas nakas , ia kembali merebahkan tubuhnya , pandangannya menerawang menatap langit-langit ruang UKS yang putih bersih ,


" Pelangi , apa kamu sedang ada masalah ? , barangkali kamu mau berbagi cerita sama ibu ? " tegur bu Erni , berdiri disamping bed , sembari mengusap-usap bahu Pelangi ,


" Pelangi baik-baik aja koq bu , makasih ibu sudah peduli sama Pelangi " tuturnya ,


" Itu sudah menjadi kewajiban ibu , karena ibu adalah pengganti orang tua kamu disini ! " jelas Erni memberikan pengertian pada Pelangi ,


" Kenapa orang lain bisa bersikap baik padaku , tapi kakakku sendiri ! " batin Pelangi ,


Setelah merasa baikan , Pelangi pamit kepada bu Erni , untuk kembali ke kelas ,


" Bu,,,,,Pelangi sudah baikan , Pelangi permisi mau kembali ke kelas ! " Ijin Pelangi ,


" Benar kamu sudah merasa baikan ? " Telisik Erni yang diangguki oleh Pelangi ,


" Ya sudah kalo memang kamu sudah mau kembali ke kelas " tutur Erni ,


" Sekali lagi terima kasih banyak bu,,,,! " ucap Pelangi sembari menganggukkan kepalanya sebagai ungkapan rasa hormatnya pada sang guru ,


" Tok,,,,tok,,,,tok,,,,! , assalamu'alaikum,,,,,! " Pelangi mengetuk pintu kelasnya seraya berucap salam ,

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam,,,,masuk,,,,,! " pak Mirza menyahuti ,


Pelangi pun menekan handle pintu lalu mendorongnya perlahan hingga terbuka ,


" Permisi pak,,,,! " ijin Pelangi sembari menganggukkan kepalanya ,


" Pelangi kamu sudah baikan ? " tegur pak Mirza ,


" Sudah pak,,,,,! " sahut Pelangi sopan ,


" Ya sudah,,,,duduklah,,,,! " titah Mirza pada anak didik kesayangannya itu ,


Pelangi pun melangkah menghampiri kursinya dan mendudukkan dirinya disana , fokus pada sang guru yang tengah menyampaikan materi pembelajarannya , mengenai pentingnya peranan orangtua , keluarga serta lingkungan dalam membentuk ahlak serta kepribadian yang sesuai dengan syariat islam ,


Di jam istirahat , Pelangi dan Santi berjalan menuju kantin , mereka hendak mengisi perut mereka , terlebih lagi Pelangi , ia sudah tidak bisa lagi menahan perutnya yang teramat sangat lapar ,


Tiba dikantin keduanya mendudukkan diri dimeja yang tak berpenghuni ,


" Pak , pesan baksonya dua ya,,,,! " pekik Santi pada pak Maman penjaga kantin ,


" Siap neng,,,,! " sahut pak Maman ,


" Haahh,,,,,untung aja semalam kak Jingga hanya memeriksa lemari pakaianku dan mengambil baju-bajuku , apa jadinya kalo tadi malam kak Jingga memeriksa tas ku dan mengambil semua isi dompetku , kak Jingga sudah keterlaluan , memperlakukan aku seperti bukan dengan adiknya sendiri ! " batin Pelangi ,


" Pelangi,,,,Pelangi,,,,! " Santi menepuk tangan Pelangi sekaligus membuyarkan lamunannya ,


" Eh,,,,iya,,,,ada apa San,,,,,! " Sahut Pelangi gelagapan ,


" Aku perhatiin dari semenjak pagi tadi kamu banyak ngelamun deh,,,,! , kamu lagi ada masalah ya,,,,,? " tebak Santi ,


" Aku gapapa koq San,,,,! " sahut Pelangi ,


" Kamu itu ya,,,gapapa gimana ? , lalu apa kabar dengan mata kamu yang sedikit bengkak itu ? " desak Santi ,


" Biasalah San , aku lagi kesel sama kakak aku ! " sahut Pelangi datar ,


Pelangi tidak mau orang lain mengetahui permasalahannya , ia ingin menyimpan masalahnya seorang sendiri ,

__ADS_1


__ADS_2