
Keesokan harinya , seperti biasa Pelangi tengah melakukan aktifitas mengajarnya , kendati suasana hatinya sedang tak menentu namun Pelangi tetap bersikap profesional , menjadi guru yang terbaik untuk murid - muridnya ,
Tetap memprioritaskan kewajibannya sebagai seorang pengajar yang telah bersumpah untuk menjalankan tugas sebaik - baiknya saat pra jabatan beberapa waktu lalu ,
Sore hari , sepulang kerja Surya langsung menemui Pelangi , ia berniat menjemput Pelangi untuk menemui ibundanya ,
" Pelangi , apa semua pekerjaan kamu sudah selesai ? " tanya Surya ,
" Sudah , kenapa ? " selidik Pelangi ,
" Semalam saya sudah bicara dengan ibu , mengenai rencana pernikahan kita , ibu bertanya kenapa harus terburu - buru , ibu mengira jika kita melakukan kesalahan
" Awalnya ibu ragu tapi akhirnya ibu menerima , dan ibu meminta saya untuk membawa kamu ke rumah , ibu ingin bertemu dan mengenal calon mantunya , itu sebabnya sore ini aku mau ajak kamu bertemu ibu " jelas Surya ,
" Baiklah saya siap - siap dulu " Pelangi masuk ke dalam untuk berganti pakaian ,
Setelah meminta ijin pada Jingga , bunda dan juga Joe , keduanya pun pergi ke kediaman orang tua Surya ,
Jarak antara kediaman Pelangi dan Surya memang tidak terlampau jauh , hingga hanya dalam waktu tiga puluh menit mereka sudah sampai di kediaman Surya ,
Saat melangkah memasuki pintu gerbang , Pelangi mendapati sebuah rumah yang besar yang nampak berdiri kokoh dengan halaman yang sangat luas ,
" Ayo masuk ! " ajak Surya saat tiba di depan pintu ruang utama dari rumah besar itu ,
" Assalamu'alaikum,,,,,! " Pelangi mengucap salam yang di jawab oleh Surya ,
" Duduk dulu , saya mau memberitahu ibu kalo tamu yang dinantinya sudah datang " ujar Surya ,
yang di angguki oleh Pelangi ,
Pelangi pun mendudukkan dirinya di kursi yang terbuat dari kayu jati , Pelangi mengarahkan pandangannya ke seputar ruang tempat dirinya berada ,
Tak lama kemudian Surya muncul yang di ikuti seorang wanita paruh baya di belakangnya ,
__ADS_1
" Bu,,,,kenalin ini Pelangi , Pelangi,,,,kenalin ini ibu ! " Surya memperkenalkan keduanya ,
" Pelangi mengangguk hormat , mengulurkan tangannya , menyalami dan mencium tangan ibunda Surya ,
" Silahkan duduk nak ! " Ibunda Surya mempersilahkan Pelangi seraya mengulas senyum ,
Mereka pun duduk dan berbincang ,
" Nak Pelangi , Surya sudah menceritakan semuanya kepada ibu , hanya yang menjadi pertanyaan ibu , apa nak Pelangi sudah memikirkan matang - matang ingin bersanding dengan putra ibu Surya , apa nak Pelangi mau menerima keberadaan Surya yang begini adanya , Surya hanya seorang buruh pabrik sedangkan nak Pelangi seorang guru " Ibunda Surya kembali memastikan keputusan Pelangi ,
" Insyaallah Bu,,,,niat saya sudah bulat , saya tidak memandang Surya dari segi apapun , yang saya tahu Surya pria yang baik , dan santun ,
Mengenai pekerjaan Surya itu tidak masalah , yang penting Surya memiliki penghasilan tetap dan bisa bertanggung jawab , masalah rejeki kita bisa cari sama - sama memulai segalanya dari nol " tutur Pelangi ,
" Baiklah , ibu tidak bisa menghalangi niat baik kalian , ibu merestui kalian , semoga niat kalian dilancarkan hingga menjelang prosesi akad nanti " ujar ibunda Surya ,
" Terima kasih Bu ,,,,,! " Pelangi menatap ibunda Surya dan Surya bergantian ,
Setelah puas berbincang dan melihat - lihat sekeliling rumah Surya serta di perkenalkan pada seluruh saudara saudari Surya , mengingat hari pun sudah malam Pelangi pamit undur diri dari kediaman Surya ,
keduanya pun meninggalkan kediaman Surya , selama perjalanan menuju kediaman Pelangi , keduanya lebih banyak diam ,
Tiba di kediaman Jingga , Surya langsung pamit pulang mengingat hari sudah larut , Pelangi pun masuk kedalam dan langsung menuju kamarnya ,
Setelah berganti pakaian , Pelangi merebahkan tubuhnya di pembaringan , matanya menatap langit - langit kamar pikirannya kembali menerawang ,
Pelangi kembali bertanya pada dirinya sendiri , apakah keputusan menikah dengan Surya sudah benar , apakah Pelangi gamang ? , tentu saja ! ,
Bukan hal yang mudah bagi Pelangi untuk berpaling dari cinta Reyhan , meskipun Pelangi menyukai Surya dan merasa nyaman saat bersama Surya ,
" Kak Rey , maafkan Pelangi , sesungguhnya Pelangi sanggup untuk setia dan menunggu kakak ,
Ketidakberdayaan Pelangi , memaksa Pelangi untuk mengambil langkah ini " Batin Pelangi ,
__ADS_1
Tanpa sadar bulir air mata telah meluncur bebas dari kedua kelopak mata Pelangi ,
Ternyata bukan hanya kebebasan di masa muda nya saja yang harus di korbankan , kehidupan dan percintaannya pun turut di pertaruhkan ,
keesokan harinya , di kediaman Joe semua penghuninya tengah di sibukkan dengan persiapan acara lamaran , Malam ini Surya beserta keluarganya akan datang melamar Pelangi
Ini tentu saja menjadi kabar yang menyenangkan bagi Joe , karena sedari awal Joe memang sudah berniat untuk mempersatukan keduanya , hanya saja niatnya harus kandas karena Pelangi telah menjatuhkan pilihannya pada Reyhan ,
Reyhan selain mapan , ia juga pria yang baik , sopan dan pandai mengambil hati Pelangi dengan karakternya yang bersahaja , sedangkan Surya ia sedikit keras dan mudah emosi ,
Selepas Isya , Surya beserta kedua orang tua dan beberapa orang kerabatnya telah tiba di kediaman Joe , saat ini kedua keluarga besar tengah berkumpul ,
Ayahanda Surya mengutarakan maksud dari kedatangan mereka dan disambut baik oleh keluarga Pelangi yang di wakilkan kepada Joe selaku kakak yang di tuakan ,
Satu jam berlalu , prosesi lamaran telah usai , kini kedua kelurga tengah berembug menetapkan hari dan tanggal baik untuk prosesi akad ,
Setelah perbincangan yang cukup alot , akhirnya memaksa keluarga besar Pelangi untuk mengalah dan berbesar hati menerima keputusan ayahanda Surya , mengingat ayahanda Surya yang sedikit jumawa dan lebih dituakan ,
Alhasil hari dan tanggal pun telah di sepakati , keduanya akan menikah satu Minggu setelah perayaan idul Fitri , mengingat di saat itu masih suasana hari raya dan sekolah Pelangi masih libur ,
Setelah semua selesai di bicarakan dan di sepakati , keluarga Surya pun pamit undur diri dari kediaman Joe , mengingat malam pun sudah mulai larut ,
Kini tinggal keluarga besar Pelangi yang tengah berkumpul , mereka tengah membicarakan mengenai perilaku ayah Surya yang tidak mau terbantahkan ,
" Jangan - jangan kalo Pelangi sama Surya sudah nikah , kehidupan mereka di atur sama bapaknya si Surya ! " Celoteh Sabil ,
" Ya jangan maulah,,,,si Surya nya harus punya prinsip ! " timpal Joe ,
Sementara Pelangi , selama prosesi lamaran.ia lebih banyak diam , ia hanya membuka suara saat diminta , ia lebih banyak mengangguk atau menggelengkan kepalanya saat dimintai jawaban , memaksakan dirinya untuk tersenyum manis ,
Bagi yang lain mungkin saja bisa tertipu oleh sikap manis Pelangi , tapi tidak bagi Rahayu , sebagai seorang ibu yang telah mengandung dan melahirkan Pelangi , Rahayu tahu persis kesedihan yang tengah dirasakan putrinya ,
Rahayu sadar betul jika ini semua tidak benar adanya , tapi mau bagaimana lagi , Jika saat ini Reyhan ada di tanah air sudah pasti semua keluarga besar Pelangi akan meminta Reyhan yang mempersunting Pelangi bukan Surya ,
__ADS_1
Inilah suratan takdir , tidak pernah ada yang tahu seperti apa dan bagaimana takdir yang akan kita hadapi di esok hari ,