
" Apa kamu pikir anak - anak bisa bertahan hidup dengan bapaknya yang pengangguran ? , apa kamu pikir anak - anak kamu ngga butuh makan ? " ujar ibu penuh penekanan ,
" Jadi ibu keberatan sudah memberi makan anak - anak aku beberapa hari ini ? " timpalnya ,
" Surya,,,,,! , ibu tidak pernah keberatan dan terbebani dengan mengurus mereka , yang ibu pertanyakan disini , mana tanggung jawab kamu sebagai seorang kepala rumah tangga , lihat ayah kamu , seburuk - buruknya dia , tapi dia masih bertanggung jawab menafkahi anak istri " Mila mulai naik pitam ,
" Cukup Bu,,,,! , ngga usah samain aku sama ayah ! " hardik Surya ,
" Lalu apa bedanya kamu sama ayah kamu ? , kalian sama - sama menyakiti istri - istri kalian , kamu marah dan benci sama ayah kamu karena dia sudah menyakiti ibu , tapi kamu sendiri melakukan hal yang sama ! " ungkap Mila ,
" Kalau kamu benar - benar suami yang baik dan bertanggung jawab , istri kamu ngga akan pergi sampai berhari - hari dan mana ada ayah yang baik tapi tidak tahu menahu kalo kedua anaknya sekarang sedang jatuh sakit " ketua Mila sambil berdiri dan berlalu meninggalkan putra sulungnya dengan perasaan yang campur aduk antar marah , kesal , kecewa ,
Selepas kepergian ibundanya , Surya merenung
Yang dikatakan oleh ibunya semua nya benar , keegoisan dan keangkuhannya hanya akan membuat dirinya kehilangan Pelangi dan anak - anaknya , bisa jadi kekurangan dan keburukan nya menjadi senjata bagi Pelangi untuk minta berpisah darinya ,
" Ya ampun,,,,! " Surya bangkit dan berjalan menuju kamar anak - anaknya saat dirinya menyadari perkataan sang ibu kalau kedua anaknya tengah sakit ,
Surya membuka pintu kamar anaknya , didapati nya ketiga anaknya tengah berada di atas tempat tidur , Surya berjalan menghampiri ketiganya ,
" Maafin papa ya nak , papa udah lalai menjaga kalian , sampai papa tidak tahu kalo kalian sakit , hanya karena mengikuti amarah papa sampai mengabaikan kalian " ujar Surya , disentuhnya kening Rara dan Dimas bergantian ,
" Rara sama Dimas udah minum obat ? " tanya Surya pada Kinan ,
" Udah pa , tadi Ama yang kasih makan sama obatnya " sahut Kinan ,
" Pa , Rara kangen mama , Rara pengen ketemu sama mama " Rajuk Rara ,
" Dimas juga Pa , kapan mama pulang Pa ? " Dimas pun merajuk ,
" Kalian sedang sakit , kalian harus sembuh dulu nanti baru kita ketemu mama " bujuk Surya ,
" Ngga mau pa , Dimas mau nya sekarang " , " Rara juga " rengek keduanya ,
" Iya,,,,,nanti ya,,,,sekarang kalian istirahat dulu biar demamnya cepat turun " Surya kembali membujuk keduanya ,
Selepas magrib , demam Rara dan Dimas tak kunjung turun , keduanya terus merengek minta mama nya ,
Sementara di kediaman Mentari , Pelangi pun merasakan hal yang sama , kerinduannya pada ketiga buah hatinya semakin membebaninya , ia merasa gelisah , jantungnya berdebar tak menentu ,
__ADS_1
Rahayu dan Mentari pun sudah tak mampu membujuk Pelangi , terlebih lagi mereka sangat menyayangkan sikap Surya , yang tidak memiliki itikad baik untuk menemui dan berbicara baik - baik dengan Pelangi ,
" Seandainya mas Joe masih ada , pasti dia bisa menengahi pertengkaran mereka , karena selama ini Surya selalu patuh dan hanya mendengarkan Joe " gumam Mentari ,
" Iya , bunda cuma ngga nyangka aja , setelah memiliki tiga anak , sikap Surya berubah , dulu dia dewasa , apapun akan dia lakuin buat Pelangi , apa yang Surya lakukan dulu hanya sandiwara atau semata - mata karena tidak enak hati pada Joe " ujar Bunda ,
" Tari juga ngga habis pikir Bun , sabar aja ya Bun , tari yakin pasti ada jalan keluarnya " Mentari berusaha menenangkan sang Bunda ,
Selama berada di kediaman Mentari , Pelangi tak pernah keluar rumah untuk alasan apapun , ia lebih banyak mengurung diri di dalam kamar sang bunda ,
Bahkan Senja dan Jingga pun tak mengetahui keberadaan Pelangi , karena Pelangi meminta pada bunda dan Mentari untuk tidak menceritakan masalah yang tengah dihadapinya dan merahasiakan keberadan nya ,
" Apa , aku pulang saja untuk menemui anak - anak , tapi hati aku enggan untuk bertemu Surya , maafin mama ya nak , mama terpaksa ninggalin kalian dengan papa kalian , biar papa kalian menyadari perbuatannya " batin Surya
" Sur , kayaknya kedua anak - anak kamu bukan mengalami demam biasa , mereka sepertinya merindukan mamanya , semacam kontak batin ,
Karena tidak tahan mendengar rengekan kedua anaknya dan terus menerus mendengar keluhan ibu nya , akhirnya Surya memutuskan untuk membawa kedua anaknya yang masih demam menemui Pelangi , berharap setelah menemui Pelangi kedua anaknya akan sembuh dari demamnya ,
" Kinan , ayah bawa adek kamu dulu buat ketemu sama mama , kamu tinggal di rumah sama Ama ya " ujar Surya pada putri sulungnya , yang di angguki oleh Kinan ,
" Bu aku pergi bawa anak - anak ketemu mamanya , aku titip Kinan Bu " pamit Surya ,
Tiga puluh menit berlalu , Surya dan kedua anaknya baru sampai di kediaman Mentari ,
Surya menuntun kedua anaknya berjalan kearah pintu ,
Surya menekan bel rumah , satu kali masih belum ada sahutan , Surya menekan bel untuk yang kedua kalinya , saat hendak menekan bel untuk yang kesekian kalinya , pintu rumah terbuka ,
" Assalamu'alaikum Bun,,,," ucap Surya ,
" wa'alaikumsalam " balas Rahayu ,
" Umi,,,,,! " Rara dan Dimas yang tadi duduk di kursi berdiri berjalan menghampiri sang nenek dan mencium punggung tangan nya ,
" Kalian ikut juga ? , tunggu,,,,,! , badan kalian panas , kalian sedang sakit ? " Rahayu menatap cucunya bergantian , keduanya mengangguk membenarkan dugaan sang nenek ,
" Mereka ingin bertemu mamanya Bun , apa Pelangi ada ? " tutur Surya hati - hati ,
" Ayo,,,,masuklah ! " titah Rahayu ,
__ADS_1
" Biar kami tunggu disini saja Bun " sahut Surya ,
" Ya sudah , bunda panggilkan Pelangi dulu " Rahayu membalikkan tubuhnya meninggalkan menantu dan cucunya di teras ,
Tiba di dalam kamar ,
" Pelangi , di luar ada Surya ! " ibu memberitahukan kedatangan suami dari putrinya itu ,
" Tolong bilang sama kak Surya Bun , Pelangi belum mau ketemu dia " tolak Pelangi ,
" Tapi Pelangi dia,,,,"
" Pelangi mohon Bun,,,," Rajuk Pelangi ,
" Benar kamu ngga mau temuin mereka ? " tanya Ibu ,
" Mereka ? , maksud bunda,,,, mereka ? " Pelangi terdiam sesaat ,
" Surya datang sama a,,,,," belum sempat Rahayu mengatakan ,
Begitu memahami arah pembicaraan sang Bunda , Pelangi beranjak dari tempat tidur , dengan setengah berlari ia berjalan kearah depan rumah ,
Dari kejauhan dilihatnya Surya dan kedua buah hatinya tengah berdiri di depan pintu ,
" Rara,,,,,Dimas,,,,,! " Sapa Pelangi dengan mata berkaca ,
" Mamaaaaa,,,,! " keduanya menghambur memeluk tubuh Pelangi ,
Pelangi menciumi puncak kepala kedua buah hatinya ,
Pelangi tidak merasakan suhu tubuh kedua buah hatinya yang panas , karena suhu tubuhnya pun sama halnya seperti kedua buah hatinya ,
" Mama,,,,,Rara kangen mama " , " ayo kita pulang ma,,,,," Rengek keduanya disela Isak tangis mereka ,
" Ayo kita pulang Pelangi , demi anak - anak , masalah yang terjadi diantara kita , kita bicarakan nanti , mereka sampai demam saking merindukan mamanya " ,
" Maafin Mama sayang , mama juga kangen sama kalian " Pelangi menciumi pipi kedua buah hatinya dengan berurai air mata , di rengkuh nya tubuh kedua buah hatinya , membawanya kedalam pelukan ,
Menyaksikan adegan anak dan ibu di depan matanya yang begitu dramatis membuat Surya sadar , jika kebahagiaan anak - anak adalah bersama ibu mereka , batin mereka saling terikat satu sama lain ,
__ADS_1