
Satu Minggu sudah Pelangi mengajar dengan diawasi oleh pengawas dari dinas pendidikan ,
selama itu pula Pelangi berusaha menunjukkan yang terbaik kepada para pengawas , baik dari segi materi maupun praktek belajar mengajar ,
Pelangi dituntut untuk bisa menyampaikan materi pembelajaran berdasarkan kurikulum yang diterapkan oleh dinas pendidikan ,
Kerja keras dan kesungguhan Pelangi membuahkan hasil , ia kembali menjadi salah satu guru terbaik dengan nilai A ,
Pelangi patut berbangga hati dengan keberhasilannya sebagai seorang pendidik , Pelangi merasa senang , namun dibalik keberhasilannya anak yang harus terhenti pendidikannya ,
Hari ini adalah perayaan kelulusan sekaligus perpisahan pelepasan siswa seangkatan Rara , wajah - wajah ceria menghiasi para siswa - siswi yang akan meninggalkan bangku sekolah dasar ,
Namun tidak halnya dengan Rara , ia duduk di teras rumah sambil menggendong Dandi , dengan wajah bergelayut mendung , ia hanya menyaksikan kebahagiaan teman - teman sekelasnya dari kejauhan ,
Acara kelulusan dimeriahkan oleh acara pentas seni , seluruh siswa kelas 3,4,5 dan 6 menjadi pengisi acaranya , dan Pelangi , tentu saja ia menjadi panitia pelaksana ,
Rara tidak mau bertemu dengan teman - temannya meskipun itu untuk yang terakhir kalinya ,
Rara malu , Rara tidak berani menghadapi tatapan serta pertanyaan dari teman - teman nya nanti ,
Mungkin saat ini Rara tengah bersedih , karena tak satu pun yang peduli pada perasaannya , tak ada yang menghibur terlebih lagi menguatkannya ,
Rara bangkit dari duduknya , ia berjalan menuju ruang kelas 6 , mendudukkan dirinya di bangku yang pernah menjadi tempatnya menimba ilmu selama satu tahun ,
Namanya masih terpampang di deretan nama siswa yang tergantung di atas meja kelompoknya ,
ditatapnya seluruh sudut ruangan , satu persatu kenangan kebersamaan selama satu tahun kebelakang membayang di pelupuk matanya ,
mencoba mengingat setiap wajah dan nama teman - temannya , wajah - wajah teman yang pernah bertegur sapa , bercanda , belajar bersama selama satu tahun lamanya ,
" Selamat ya teman - teman kalian sudah lulus dan akan melanjutkan ke sekolah menengah pertama , kalian sangat beruntung " batin Rara getir ,
Rara bangkit dari duduknya , meninggalkan ruang kelas , ia kembali duduk di teras rumah ,
Acara perpisahan dan pelepasan siswa berlangsung hingga pukul 15.00 sore ,
__ADS_1
Saat pelangi kembali , Dandi tengah tertidur , sedangkan Rara tengah merapihkan seisi rumah ,
Pelangi pulang dengan membawa banyak barang ditangannya , Rara tidak terlalu menghiraukannya , ia fokus pada apa yang sedang di kerjakan nya ,
Selepas magrib , seperti biasa Rara akan pergi mengaji ,
Keseharian Rara layaknya seorang baby sitter merangkap asisten rumah tangga , mungkin itulah yang membuat Rara minder dan enggan bertemu dengan teman - temannya ,
Selepas magrib Rara pergi mengaji hingga memasuki waktu isya ,
saat ini Kinan , Rara dan Dimas tengah berada didalam kamar ,
Setelah seharian lelah menjaga Dandi lalu mengerjakan pekerjaan rumah , satu - satunya hiburan bagi Rara adalah bermain bersama teman - teman disekitaran rumah ,
Rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat sambil menonton televisi tidak pernah di rasakan oleh Kinan , Rara dan Dimas ,
karena aturan Surya yang menekankan agar selepas magrib ketiganya tidak boleh menonton televisi tetapi harus belajar di dalam kamar ,
bahkan saat di siang hari pun bila Surya berada di rumah , mereka tidak bisa menonton televisi , Sikap otoriter Surya telah merampas kebahagiaan anak - anaknya ,
Satu bulan berlalu , tahun pembelajaran baru telah dimulai , Rara pun kembali bersekolah , karena ada sang nenek yang menggantikan tugasnya menjaga Dandi ,
Mentari , kakak Pelangi sudah kembali ke netherland , negara asal sang suami sehingga Rahayu bisa kembali membantu Pelangi ,
Senyum di wajah Rara pun telah kembali walau kini dia harus satu kelas dengan adik kelasnya terdahulu ,
Namun kini Kinan yang bersedih , karena Kinan tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena terkendala oleh biaya ,
Kakak - kakak Pelangi adalah orang yang berlebih dalam segi materi , namun pantang bagi Pelangi untuk meminta bantuan terlebih lagi Surya ,
Alhasil Kinan memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan tekstil yang letaknya tidak jauh dari rumah ,
kesedihan Pelangi seolah tak kunjung usai , ujian datang silih berganti , Pelangi berusaha untuk kuat , Rahayu pun selalu berusaha menyemangati Pelangi , agar putrinya tidak menyerah pada keadaan ,
Sore harinya , Pelangi dan Rahayu duduk di ruang tv , keduanya tengah berbincang , setelah tiga bulan lamanya mereka tak bersua ,
__ADS_1
" Pelangi , rumah yang ditempati oleh kakak mu akan dibeli , dan uang hasil penjualannya akan bunda bagikan kepada semua anak - anak bunda ,
Bunda ingin kalian menggunakan uang itu sebaik - baiknya , terutama kamu Pelangi , bunda ingin melihat kamu mempunyai rumah sendiri , agar tidak harus berpindah - pindah tempat tinggal " Ungkap Rahayu ,
" Makasih banyak sebelumnya bunda , insyaallah Pelangi akan melaksanakan amanah bunda , doakan Pelangi ya Bun , biar Pelangi bisa secepatnya memiliki rumah sendiri " Pelangi meminta restu sang bunda ,
" Pasti , ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan saudara - saudara kamu lainnya " ujar Rahayu ,
Malam harinya , Pelangi menceritakan semua yang disampaikan bunda padanya ,
" Pa , tadi bunda cerita kalau rumah bunda akan dibeli oleh suami kak Mega , dan hasil penjualannya akan di bagikan pada anak - anak bunda ,
Bunda mau uang nya untuk DP ambil perumahan supaya kita ngga ngontrak terus , " jelas Pelangi ,
Surya pun menyambut dengan antusias niat baik dari ibu mertuanya itu ,
" Alhamdulillah kalo seperti itu , biar nanti aku cari info perumahan yang DP nya murah " sahut Surya yang di angguki oleh Pelangi ,
" Ya Allah,,,,semoga engkau kabulkan hajat kami untuk bisa memiliki rumah sendiri " doa pelangi dalam hati ,
Beberapa tahun kemudian , satu persatu masalah yang dihadapi Pelangi terselesaikan , Pelangi pun bisa sedikit bernafas ,
Kinan telah melanjutkan sekolahnya ke SMA begitu pula dengan Rara yang telah melanjutkan sekolahnya ke SMP ,
sementara Dimas naik ke kelas 6 , dan Dandi sudah berusia 4 tahun ,
Namun harapannya untuk memiliki rumah sendiri belum terwujud , justru Tuhan memberikan Pelangi rejeki yang tak terduga ,
Pelangi kembali mengandung anak kelimanya , akibat dirinya telat meminum obat kontrasepsi , sementara kondisi usia Pelangi masih terbilang produktif dengan kondisi rahim yang subur ,
Karena ketidak siapan Pelangi untuk kembali memiliki momongan , Pelangi berkonsultasi dengan bidan Asih , ia berniat untuk mengeluarkan Janin dalam rahimnya yang baru berusia dua Minggu , mengingat Dandi yang masih kecil ,
Namun Asih menolak melakukannya , justru Asih menasehati Pelangi untuk merawat janinnya dengan baik , berusaha memberi pengertian , jika calon jabang bayi dalam rahimnya itu adalah rejeki dari Tuhan ,
Sementara diluar sana banyak wanita yang sulit memiliki anak , berharap bisa menjadi wanita sempurna dengan mengandung dan melahirkan keturunan dari hasil buah cinta mereka ,
__ADS_1
karena