
Pagi hari mentari memancarkan sinarnya , udara pagi begitu cerah dan segar secerah dan sesegar wajah Pelangi ,
Dua bulan sudah Pelangi menjalani biduk rumah tangga bersama Surya , aura kecantikannya semakin hari semakin terpancar ,
Ibarat bunga mawar yang dijaga dan dirawat penuh cinta , mekar merekah indah di pandang mata ,
Begitu pulalah sosok Pelangi dilihat dari kaca mata Erlangga sang kepala desa , yang dengan diam - diam selalu memperhatikan Pelangi setiap kali mendapati Pelangi tengah melintas di depan kantor tempatnya berdinas ,
Kepala desa yang berstatus duda itu telah jatuh hati pada Pelangi tanpa mengetahui siapa dan apa status Pelangi ,
Erlangga sering menitip salam untuk Pelangi melalui asistennya , dan pak Darmin penjaga sekolah sebagai penyambung lidahnya ,
Untuk menghindari hal - hal yang tidak di inginkan pelangi berinisiatif untuk mengambil sikap , sebelum semuanya terlambat ,
Pelangi keluar dari ruang kelasnya , ia mencari - cari keberadaan pak Darmin sang penjaga sekolah ,
" Pak Darmin,,,,,! " Pelangi menyapa pak Darmin yang mendapati pak Darmin disamping halaman sekolah yang sedang menyiram tanaman ,
" Iya Bu,,,,,! " pak Darmin menyahuti ,
apa ada yang bisa saya bantu ? " tanya nya , seraya menghentikan aktifitasnya ,
" Maaf pak , saya mengganggu pekerjaan bapak sebentar " ujar Pelangi ,
Anu pak ,,,,,,saya mau minta tolong sama bapak , kalo nanti asisten pak lurah ada kemari , tolong sampaikan pada beliau jika ada waktu saya ingin bicara dengan beliau " jelas Pelangi ,
" Oh siap Bu , nanti saya sampaikan kepada beliau " sahut pak Darmin
" Terima kasih banyak pak,,,, ! " ucap Pelangi ,
" Sama - sama Bu ! " sahut pak Darmin seraya mengangguk ,
__ADS_1
Pelangi pun segera berlalu dari hadapan pak Darmin , ia kembali menuju ruang kelasnya ,
Tiga jam sudah pembelajaran berlangsung ,
Pelangi memindai jam dipergelangan tangannya , jarum jam menunjuk angka 10 tepat , pertanda Pelangi harus menyudahi pembelajarannya dan memulangkan murid - muridnya ,
Anak - anak , rapihkan peralatan menulis kalian , saatnya untuk pulang ! " titah Pelangi pada anak didiknya ,
" Baik Bu,,,,,,! " jawab para murid serempak , murid - murid pun merapihkan alat tulis mereka masing - masing , usai melantunkan surat alfatihah bersama , para murid pun bangkit dari duduknya berbaris rapi menyalami pelangi secara bergantian ,
" Hati - hati dijalan ya , jangan lupa kerjakan tugas sekolahnya " ujar Pelangi menatap satu persatu muridnya yang meraih tangannya untuk Salim seraya mengulas senyum ,
Semua murid telah pulang , kini tinggal Pelangi seorang diri didalam ruang kelas , ia tengah duduk di mejanya seraya memeriksa hasil tulisan tangan para muridnya ,
Mata pelangi memindai setiap jawaban yang tertera di buku para muridnya , tangan nya dengan cekatan memberikan nilai dan paraf di buku murid - muridnya , tak lupa ia tuliskan pesan penyemangat untuk murid - muridnya ,
Setelah selesai memeriksanya Pelangi merapihkan buku - buku lalu menaruhnya di lemari ,
Pelangi memutuskan untuk tidak pergi keruang guru , ia kembali duduk di mejanya , ia memilih menghabiskan waktunya untuk melanjutkan membuat rekap nilai murid - muridnya sambil menunggu jam sekolah berakhir ,
Pelangi berjalan menyusuri lorong sekolah , sesekali ia menolehkan pandangan nya tatkala melintas didepan pintu kelas lain , namun ia sudah tak menemukan rekan kerjanya di dalam sana ,
" Mungkin mereka sudah berada diruang guru " batin Pelangi ,
Ketika melintas di ruang guru , samar - samar Pelangi mendengar suara rekan - rekan kerjanya yang tengah berbincang , saat tiba didepan pintu saat itu pula nampak rekan - rekan kerjanya berjalan beriringan hendak keluar dari ruang guru , setelah saling berbincang mereka pun berlalu meninggalkan area sekolah ,
Ditengah perjalanan , langkah Pelangi terhenti karena seseorang memanggil dirinya ,
" Selamat siang Bu guru , maaf mengganggu waktunya sebentar " sahut seorang pria muda seraya menghampiri Pelangi ,
Ternyata Pria itu adalah asisten dari kepala desa ,
__ADS_1
" Oh , bapak , kebetulan kita bertemu disini , ada yang ingin saya sampaikan kepada bapak " ungkap Pelangi tanpa basa basi ,
" iya , tadi saya sempat bertemu dengan pak Darmin , beliau menyampaikan pesan dari ibu kepada saya " jelas asisten kepala desa itu ,
" Iya pak mohon maaf sebelumnya " Pelangi mengangguk hormat ,
Begini pak , saya hanya ingin meluruskan sesuatu yang menurut saya salah , tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada bapak kepala desa , saya tidak bisa menerima kebaikan juga perhatian yang selama ini beliau berikan kepada saya melalui bapak , karena saya tidak pantas untuk menerimanya , mengingat status saya yang sudah bersuami , sekali lagi tolong sampaikan permohonan maaf juga rasa terima kasih saya kepada beliau " jelas Pelangi ,
Sang asisten terkejut mendengar penuturan Pelangi , saat mengetahui kebenaran yang diungkapkan Pelangi , namun dia berusaha bersikap tenang ,
" Begitu ya,,,,baiklah Bu , nanti akan saya sampaikan kepada pak kades " ujar sang asisten ,
" Baiklah pak , apa yang perlu saya luruskan sudah saya sampaikan kepada bapak , terima kasih untuk waktunya , saya permisi dulu pak " Pelangi pamit undur diri dari hadapan sang asisten kades ,
" sama - sama ibu , silahkan , hati - hati dijalan Bu guru " ujar sang asisten kades ,
Pelangi pun melanjutkan perjalanannya , sementara sang asisten kades masih termangu di tepi jalan , ia tidak menduga jika wanita yang disukai oleh atasannya sudah bersuami , ia pun merasa kasihan pada atasannya yang harus bertepuk sebelah tangan , mengingat atasan nya itu begitu mengagumi dan menaruh hati bahkan berharap banyak pada Pelangi , tapi mau tidak mau ia harus menyampaikan kebenaran ini pada atasannya ,
Sementara Pelangi merasa lega telah mengatakan kebenarannya , jika dirinya adalah wanita yang telah bersuami , ia memiliki kewajiban untuk menjaga pernikahannya , menjaga nama baik diri juga suaminya ,
Dua jam kemudian , Pelangi telah tiba dikediaman mertuanya , ia langsung menuju pafilyun dimana kamarnya berada , usai berganti pakaian dan menunaikan shalat Dzuhur Pelangi menyantap makan siang dengan lauk yang dibelinya sepulang sekolah tadi ,
selesai makan Pelangi beristirahat sejenak , membiarkan tubuhnya mencerna makanan yang baru saja memenuhi ruang perutnya ,
ia duduk didepan jendela kamarnya , tatapannya mengarah pada para pekerja ayah mertuanya yang tengah menurunkan karung - karung beras dari atas mobil truk ,
Saat ini usaha yang dikelola oleh ayah Surya tengah berkembang , ditambah lagi karirnya sebagai abdi negara yang banyak menuai penghargaan dari instansi tempatnya bekerja ,
Tiga puluh menit sudah Pelangi beristirahat , ia pun bangkit dari duduknya dan mulai mengerjakan rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga ,
Malam hari , selepas menunaikan shalat magrib Pelangi dan Surya memutuskan untuk pergi kerumah om Joe , disamping Pelangi yang ingin menemui ibu juga kakaknya , malam ini Surya hendak berlatih beladiri bersama rekan - rekan seperguruannya , dibawah pengawasan sang guru om Joe tentunya .
__ADS_1
@@@@@
Assalamu'alaikum , hallo para pembaca yang Budiman , mohon maaf sebelumnya karena cukup lama saya tidak menulis novel dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan untuk saya menulis , karena harus merawat ibu sekaligus adik yang sakit , saat ini ibu saya masih menderita struk dan adik saya baru saja tutup usia , baru beberapa hari ini saya mulai kembali menulis dengan harapan saya masih memiliki kesempatan untuk menjadi penulis yang menyuguhkan cerita yang terbaik , mohon doa dan dukungannya ya sahabat semua , terimakasih 🙏🙏.