Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
107


__ADS_3

Pagi ini Kinan , Rara dan Dimas tidak berangkat ke sekolah , ketiganya ingin menunggui prosesi lahiran sang mama ,


Tak lama kemudian Surya datang namun bukan dengan Mbah Wang melainkan mbak Asih , anak dari Mbah Wang ,


" Assalamu'alaikum " mbak Asih mengucap salam , Yang disahuti oleh Kinan dan Rara ,


" Mbak,,,," sapa Pelangi ,


karena mbak Asih sudah datang , Kinan , Rara dan Dimas keluar dari kamar sang mama , mereka duduk di ruang tengah ,


" Gimana mulasnya udah mulai sering ? " tanya Asih ,


" Sudah mbak " ujar Pelangi seraya meringis menahan sakit ,


Pukul 07.00 pagi ,


" Pelangi aku pergi ke tempat kerja dulu untuk mengambil cuti hari ini " pamit Surya yang di angguki oleh Pelangi ,


" Aku titip Pelangi ya mba " tutur Surya , Surya pun berlalu meninggalkan Pelangi bersama mbak Asih ,


" Ayo Pelangi berbaring dulu , mbak akan periksa dulu sudah pembukaan berapa " titah Asih , Pelangi mematuhi nya ,


Asih mulai memeriksa Pelangi ,


" Sudah pembukaan enam , masih menunggu 4 pembukaan lagi " ujar Asih ,


Asih lalu memeriksa tekanan darah Pelangi ,


" Pelangi , baringkan tubuhmu ke sebelah kiri " Pelangi pune membalikkan posisi tubuhnya ke menghadap ke sebelah kiri ,


Sambil menunggu , Asih mempersiapkan alat medis yang akan digunakan untuk membantu persalinan Pelangi ,


Dua jam kemudian ,


" Mbak aku udah ngga tahan pengen ngeden ini " ujar Pelangi ,


" Biar mbak cek lagi " Asih menghampiri Pelangi memeriksa kembali pembukaannya ,


" KInan , tolong masak air untuk memandikan Dede bayinya " Titah Asih ,


" Baik bude " sahut Kinan , Kinan pun pergi ke dapur untuk memasak air ,


" Ayo Pelangi tarik nafas,,,, hembuskan ,,,,, tarik lagi,,,,hembuskan lagi " Asih mengarahkan , Pelangi pun mengikuti arahan Asih ,


" Dalam hitungan ketiga kamu tarik nafas lalu hembuskan sambil mengejan ya ? " tutur Asih yang di angguki Pelangi ,


" Satu,,,,Du,,,," Asih menjeda hitungannya saat tiba - tiba Mbah Wang muncul dipintu kamar , alhasil persalinan Pelangi dibantu oleh ibu dan anak yang berprofesi sama ,


Mbah Wang adalah dukun beranak dibawah naungan puskesmas , yang telah terlatih dan memiliki sertifikat sedangkan Asih lulusan fakultas kebidanan ,


" Ayo Pelangi , dalam hitungan ketiga tarik nafas lalu mengejan , satu,,,,dua,,,, tiga,,,,"

__ADS_1


" Eeugghh,,,, huh,,,,huh,,,,, eugghh,,,,,huh,,,,huh,,,," , Pelangi melakukannya berulang - ulang ,


" Ayo sedikit lagi Pelangi " Asih menyemangati , dan akhirnya,,,,


" Eaa,,,,,ea,,,,,ea,,,," suara tangis bayi pun pecah ,


" Alhamdulillah,,,,,anakmu lanang Pelangi " ujar Mbah Wang ,


" Bayimu sehat Pelangi dan tampan Pelangi " ujar mbak Asih ,


" Alhamdulillah ya Allah,,,," Pelangi mengucap syukur ,


Sementara Asih memandikan Sang bayi , Mbah Wang membantu mengeluarkan placenta sang bayi ,


Prosesi persalinan telah selesai , Pelangi dan bayinya pun telah selesai dibersihkan ,


Pelangi menatap sang bayi yang berada dalam pangkuannya penuh rasa bahagia , tak berasa air mata berlinang membasahi pipi ,


" Pelangi ini Ari - Ari anakmu sudah selesai dibersihkan dan diberi bunga rampe , nanti suruh Surya untuk menguburnya jangan lupa saat masuk waktu magrib diberi penerangan " Asih memberitahu Pelangi ,


" Iya mbak " sahut Pelangi ,


" Yo wes , Mbah tak pulang dulu nggeh , kamu sama cah Bagus sehat - sehat yo " ujar Mbah Wang ,


" Mbak tinggal dulu ya Pelangi , mbak harus ke puskesmas ini , sudah di tunggu " Mbah Wang dan Asih berpamitan ,


" Makasih banyak Mbah , mbak , udah bantu persalinan Pelangi " Pelangi mengucap terima kasih berkat mereka berdua Proses lahiran Pelangi berjalan lancar ,


Selepas kepergian Mbah Wang dan Asih , Kinan , Rara dan Dimas masuk ke dalam kamar sang mama untuk melihat adik mereka yang baru saja lahir ,


" Dede bayinya lucu ya,,,," ujar Rara , seraya mengusap lembut pipi sang adik ,


Sementara Dimas hanya terdiam menatap bayi yang ada dalam pangkuan sang mama ,


" Dimas , sini lihat dede nya " panggil Pelangi , namun Dimas tak bergeming ia tetap berdiri di tempatnya ,


Pelangi faham dengan sikap Dimas , saat ini Dimas pasti sedang ketakutan , ia takut mamanya lebih memperhatikan Adik barunya ketimbang dirinya ,


Tak lama berselang Surya datang , ia langsung menuju kamarnya , saat memasuki pintu kamar Surya terkesima melihat Pelangi yang tengah mengendong bayinya ,


" Kak,,,," panggil Pelangi , senyum mengembang diwajahnya ,


" Bayinya sudah lahir ? " Surya melangkah menghampiri Pelangi dan bayinya , ditatapnya sang bayi yang tergolek di samping Pelangi ,


" Aku mau bersih - bersih dulu " ujar Surya yang di angguki Pelangi ,Surya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum menggendong sang bayi ,


Usai berganti pakaian , Surya kembali menghampiri Pelangi , diambilnya sang bayi dari pangkuan Pelangi ,


Mendekatkan wajahnya ke telinga sang bayi kemudian melantunkan adzan dengan hikmat ,


" Tanpa sadar Pelangi menitikkan air mata saat Surya melantunkan adzan untuk putranya yang baru lahir satu jam yang lalu ,

__ADS_1


Usai melantunkan adzan , Surya mengecup kening bayinya dengan lembut , sang bayi pun menggeliatkan tubuhnya seolah merespon ciuman sang papa ,


Surya kembali menyerahkan bayi nya kepada Pelangi ,


" Kak , apa kamu sudah siapkan nama untuk bayi kita ? " tanya Pelangi ,


" Sudah " sahut Surya ,


" Siapa namanya ? " Pelangi penasaran ,


" Dandi , Dandi Nugraha Alamsyah " ujar Surya ,


" Nama akhirnya sama dengan Dimas ya " tutur Pelangi ,


" Hmm ,,,,,," angguk Surya ,


Surya yang memberi nama semua anak - anak mereka ,


Yang pertama Kinanti Nurul Alamsyah yang berusia 13 tahun ,


Yang kedua Tiara Fitri Alamsyah yang berusia 11 tahun ,


Yang ketiga Dimas Rizqi Alamsyah yang berusia 10 tahun ,


Jarak anak keempat dengan Dimas lumayan jauh yaitu 10 tahun , awalnya Pelangi tidak menduga jika di usia nya yang menginjak 35 tahun akan dikaruniai kembali seorang anak ,


Ternyata bersatunya kembali Surya dan Pelangi mendatangkan rejeki yang tak terhingga ,


Pelangi berharap kehadiran Dandi membawa keberkahan dan kebahagiaan dalam rumah tangganya ,


Alamsyah diambil dari nama belakang Surya , nama lengkap Surya adalah Raden Surya Alamsyah ,


" Alhamdulillah sayang,,,,, sekarang kamu udah punya nama , nama kamu Dandi " ujar Pelangi sambil mencium kening bayinya ,


Malam harinya , Surya dan Pelangi bergantian mengurus bayi mereka , acap kali sang bayi terbangun dari tidurnya ,


Bantuan Surya sangat berarti bagi Pelangi , namun begitu tidak lantas membuat Pelangi melupakan kewajibannya ,


Meskipun semalaman harus bergadang , namun Pelangi tetap menyiapkan kebutuhan serta menyiapkan sarapan untuk suami dan ketiga buah hatinya ,


Semenjak Cuti , Kinan , Rara dan dimas berangkat ke sekolah tanpa Pelangi , sebetulnya ini membuat Pelangi khawatir , mengingat Kinan dan Dimas masih kecil ,


Siang harinya ,


Sepulang sekolah para guru di tempat Pelangi mengajar berencana hendak menjenguk Pelangi dan bayinya ,


Mereka pun mengajak Rara dan Dimas untuk pulang bersama menggunakan kendaraan umum yang telah mereka boking ,


Sepanjang perjalanan para guru berbincang , sesekali mereka tertawa saat seseorang berceloteh kocak ,


" Dimas , Dede nya ganteng kaya Dimas ya ? " tanya Bu Aning ,yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya ,

__ADS_1


__ADS_2