
Pagi ini Kinan , Rara dan Dimas tidak berangkat ke sekolah , ketiganya ingin menunggui prosesi lahiran sang mama ,
Tak lama kemudian Surya datang namun bukan dengan Mbah Wang melainkan mbak Asih , anak dari Mbah Wang ,
" Assalamu'alaikum " mbak Asih mengucap salam , Yang disahuti oleh Kinan dan Rara ,
" Mbak,,,," sapa Pelangi ,
karena mbak Asih sudah datang , Kinan , Rara dan Dimas keluar dari kamar sang mama , mereka duduk di ruang tengah ,
" Gimana mulasnya udah mulai sering ? " tanya Asih ,
" Sudah mbak " ujar Pelangi seraya meringis menahan sakit ,
Pukul 07.00 pagi ,
" Pelangi aku pergi ke tempat kerja dulu untuk mengambil cuti hari ini " pamit Surya yang di angguki oleh Pelangi ,
" Aku titip Pelangi ya mba " tutur Surya , Surya pun berlalu meninggalkan Pelangi bersama mbak Asih ,
" Ayo Pelangi berbaring dulu , mbak akan periksa dulu sudah pembukaan berapa " titah Asih , Pelangi mematuhi nya ,
Asih mulai memeriksa Pelangi ,
" Sudah pembukaan enam , masih menunggu 4 pembukaan lagi " ujar Asih ,
Asih lalu memeriksa tekanan darah Pelangi ,
" Pelangi , baringkan tubuhmu ke sebelah kiri " Pelangi pune membalikkan posisi tubuhnya ke menghadap ke sebelah kiri ,
Sambil menunggu , Asih mempersiapkan alat medis yang akan digunakan untuk membantu persalinan Pelangi ,
Dua jam kemudian ,
" Mbak aku udah ngga tahan pengen ngeden ini " ujar Pelangi ,
" Biar mbak cek lagi " Asih menghampiri Pelangi memeriksa kembali pembukaannya ,
" KInan , tolong masak air untuk memandikan Dede bayinya " Titah Asih ,
" Baik bude " sahut Kinan , Kinan pun pergi ke dapur untuk memasak air ,
" Ayo Pelangi tarik nafas,,,, hembuskan ,,,,, tarik lagi,,,,hembuskan lagi " Asih mengarahkan , Pelangi pun mengikuti arahan Asih ,
" Dalam hitungan ketiga kamu tarik nafas lalu hembuskan sambil mengejan ya ? " tutur Asih yang di angguki Pelangi ,
" Satu,,,,Du,,,," Asih menjeda hitungannya saat tiba - tiba Mbah Wang muncul dipintu kamar , alhasil persalinan Pelangi dibantu oleh ibu dan anak yang berprofesi sama ,
Mbah Wang adalah dukun beranak dibawah naungan puskesmas , yang telah terlatih dan memiliki sertifikat sedangkan Asih lulusan fakultas kebidanan ,
" Ayo Pelangi , dalam hitungan ketiga tarik nafas lalu mengejan , satu,,,,dua,,,, tiga,,,,"
__ADS_1
" Eeugghh,,,, huh,,,,huh,,,,, eugghh,,,,,huh,,,,huh,,,," , Pelangi melakukannya berulang - ulang ,
" Ayo sedikit lagi Pelangi " Asih menyemangati , dan akhirnya,,,,
" Eaa,,,,,ea,,,,,ea,,,," suara tangis bayi pun pecah ,
" Alhamdulillah,,,,,anakmu lanang Pelangi " ujar Mbah Wang ,
" Bayimu sehat Pelangi dan tampan Pelangi " ujar mbak Asih ,
" Alhamdulillah ya Allah,,,," Pelangi mengucap syukur ,
Sementara Asih memandikan Sang bayi , Mbah Wang membantu mengeluarkan placenta sang bayi ,
Prosesi persalinan telah selesai , Pelangi dan bayinya pun telah selesai dibersihkan ,
Pelangi menatap sang bayi yang berada dalam pangkuannya penuh rasa bahagia , tak berasa air mata berlinang membasahi pipi ,
" Pelangi ini Ari - Ari anakmu sudah selesai dibersihkan dan diberi bunga rampe , nanti suruh Surya untuk menguburnya jangan lupa saat masuk waktu magrib diberi penerangan " Asih memberitahu Pelangi ,
" Iya mbak " sahut Pelangi ,
" Yo wes , Mbah tak pulang dulu nggeh , kamu sama cah Bagus sehat - sehat yo " ujar Mbah Wang ,
" Mbak tinggal dulu ya Pelangi , mbak harus ke puskesmas ini , sudah di tunggu " Mbah Wang dan Asih berpamitan ,
" Makasih banyak Mbah , mbak , udah bantu persalinan Pelangi " Pelangi mengucap terima kasih berkat mereka berdua Proses lahiran Pelangi berjalan lancar ,
Selepas kepergian Mbah Wang dan Asih , Kinan , Rara dan Dimas masuk ke dalam kamar sang mama untuk melihat adik mereka yang baru saja lahir ,
" Dede bayinya lucu ya,,,," ujar Rara , seraya mengusap lembut pipi sang adik ,
Sementara Dimas hanya terdiam menatap bayi yang ada dalam pangkuan sang mama ,
" Dimas , sini lihat dede nya " panggil Pelangi , namun Dimas tak bergeming ia tetap berdiri di tempatnya ,
Pelangi faham dengan sikap Dimas , saat ini Dimas pasti sedang ketakutan , ia takut mamanya lebih memperhatikan Adik barunya ketimbang dirinya ,
Tak lama berselang Surya datang , ia langsung menuju kamarnya , saat memasuki pintu kamar Surya terkesima melihat Pelangi yang tengah mengendong bayinya ,
" Kak,,,," panggil Pelangi , senyum mengembang diwajahnya ,
" Bayinya sudah lahir ? " Surya melangkah menghampiri Pelangi dan bayinya , ditatapnya sang bayi yang tergolek di samping Pelangi ,
" Aku mau bersih - bersih dulu " ujar Surya yang di angguki Pelangi ,Surya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum menggendong sang bayi ,
Usai berganti pakaian , Surya kembali menghampiri Pelangi , diambilnya sang bayi dari pangkuan Pelangi ,
Mendekatkan wajahnya ke telinga sang bayi kemudian melantunkan adzan dengan hikmat ,
" Tanpa sadar Pelangi menitikkan air mata saat Surya melantunkan adzan untuk putranya yang baru lahir satu jam yang lalu ,
__ADS_1
Usai melantunkan adzan , Surya mengecup kening bayinya dengan lembut , sang bayi pun menggeliatkan tubuhnya seolah merespon ciuman sang papa ,
Surya kembali menyerahkan bayi nya kepada Pelangi ,
" Kak , apa kamu sudah siapkan nama untuk bayi kita ? " tanya Pelangi ,
" Sudah " sahut Surya ,
" Siapa namanya ? " Pelangi penasaran ,
" Dandi , Dandi Nugraha Alamsyah " ujar Surya ,
" Nama akhirnya sama dengan Dimas ya " tutur Pelangi ,
" Hmm ,,,,,," angguk Surya ,
Surya yang memberi nama semua anak - anak mereka ,
Yang pertama Kinanti Nurul Alamsyah yang berusia 13 tahun ,
Yang kedua Tiara Fitri Alamsyah yang berusia 11 tahun ,
Yang ketiga Dimas Rizqi Alamsyah yang berusia 10 tahun ,
Jarak anak keempat dengan Dimas lumayan jauh yaitu 10 tahun , awalnya Pelangi tidak menduga jika di usia nya yang menginjak 35 tahun akan dikaruniai kembali seorang anak ,
Ternyata bersatunya kembali Surya dan Pelangi mendatangkan rejeki yang tak terhingga ,
Pelangi berharap kehadiran Dandi membawa keberkahan dan kebahagiaan dalam rumah tangganya ,
Alamsyah diambil dari nama belakang Surya , nama lengkap Surya adalah Raden Surya Alamsyah ,
" Alhamdulillah sayang,,,,, sekarang kamu udah punya nama , nama kamu Dandi " ujar Pelangi sambil mencium kening bayinya ,
Malam harinya , Surya dan Pelangi bergantian mengurus bayi mereka , acap kali sang bayi terbangun dari tidurnya ,
Bantuan Surya sangat berarti bagi Pelangi , namun begitu tidak lantas membuat Pelangi melupakan kewajibannya ,
Meskipun semalaman harus bergadang , namun Pelangi tetap menyiapkan kebutuhan serta menyiapkan sarapan untuk suami dan ketiga buah hatinya ,
Semenjak Cuti , Kinan , Rara dan dimas berangkat ke sekolah tanpa Pelangi , sebetulnya ini membuat Pelangi khawatir , mengingat Kinan dan Dimas masih kecil ,
Siang harinya ,
Sepulang sekolah para guru di tempat Pelangi mengajar berencana hendak menjenguk Pelangi dan bayinya ,
Mereka pun mengajak Rara dan Dimas untuk pulang bersama menggunakan kendaraan umum yang telah mereka boking ,
Sepanjang perjalanan para guru berbincang , sesekali mereka tertawa saat seseorang berceloteh kocak ,
" Dimas , Dede nya ganteng kaya Dimas ya ? " tanya Bu Aning ,yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya ,
__ADS_1