Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 98


__ADS_3

Pelangi lebih memilih berdiam di kamar bersama ketiga buah hatinya ketimbang bergabung dengan Surya dan Asri ,


Hari mulai larut , Kinan , Rara dan Dimas telah terlelap , Pelangi bangkit dari duduknya , ia hendak mencari tahu apakah wanita selingkuhan suaminya itu sudah pulang atau belum ,


Namun alangkah terkejutnya Pelangi saat melintas di depan kamar tamu , nampak Asih tengah berbaring di sana ,


" Apa dia akan bermalam disini ? , apa dia ngga punya otak juga hati ya , kalau wanita baik - baik dia tidak akan mau menjalin hubungan dengan pria beristri , kalau dia wanita baik - baik dia tidak akan berpikir berkali - kali untuk datang kemari bahkan hingga bermalam disini " batin Pelangi ,


" Lalu dimana Surya , apa dia juga ada di dalam sana ? " tebak Pelangi ,


Pelangi hendak masuk ke dalam kamarnya , begitu ia membuka pintu kamar dan mendapati Surya ada di sana , Pelangi mengurungkan niatnya , ia berbalik dan kembali ke kamar buah hatinya ,


Keputusan Surya membawa wanita selingkuhannya ke rumah mereka , sangat melukai hati Pelangi , entah apa Pelangi bisa memaafkannya atau tidak ,


Pelangi berusaha untuk memejamkan matanya , jantungnya berpacu tak menentu , amarah yang terpendam membuat dadanya terasa sesak ,


waktu menunjukkan pukul dua dini hari , Pelangi beranjak dari tempat tidurnya , ia berniat untuk melakukan sholat malam , ia pergi ke kamarnya untuk mengambil mukena ,


Tiba di dalam kamar , Pelangi tidak menemukan Surya di sana , tempat tidurnya kosong ,


Pelangi gegas mengambil air wudhu , saat hendak kembali ke kamar buah hatinya , Pelangi menyempatkan diri melihat ke ruang tv , Surya tak dijumpainya di sana ,


" Apa Surya ada di kamar tamu bersama perempuan itu ? , apa mereka ? " Pelangi meremas mukena yang bertengger di lengannya ,


Dadanya semakin bergemuruh , ingin rasanya ia mendobrak pintu kamar tamu dan memergoki kedua manusia tidak tahu malu itu ,


Pelangi berniat pergi ke kamar tamu , baru saja dua langkah , ia terhenti dan mengurungkan niatnya ,


" Jangan Pelangi , kuatkan hatimu , biarkan para pendosa itu berbuat sesuka hatinya , masih ada Tuhan yang akan membalas setiap perbuatan mereka " Pelangi berusaha menguatkan diri ,


Pelangi kembali ke kamar buah hatinya untuk menunaikan sholat malam , Pelangi berusaha fokus pada bacaan dan gerakan shalatnya , sekuat apapun Pelangi menahan diri , namun air matanya tak terbendung juga ,


Dalam Isak tangisnya Pelangi memohon pada sang pencipta untuk senantiasa memberinya kekuatan serta kesabaran , memohon yang terbaik atas dirinya juga ketiga buah hatinya ,

__ADS_1


Apakah Pelangi mendoakan suaminya ? , tentu saja , ia memohon pada Tuhan agar suaminya disadarkan dari kekhilafan nya ,


Pelangi selalu ingat pesan bundanya , seburuk apapun suami kita , mereka adalah panutan kita yang harus kita patuhi dan hormati , karena surga kita ada pada suami ,


Tapi kalo untuk author sendiri , suaminya yang seperti apa dulu yang harus kita patuhi dan hormati , kalo suami nyemplung sumur apa kita mau ikut juga ? , kalo suami lompat ke jurang apa mau ikut juga ? , kalo author sih mikir - mikir dulu kali ya ,


Selepas shalat subuh seperti biasanya Pelangi berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan , lalu menaruhnya di atas meja ,


Pelangi baru saja selesai mandi , ia berjalan menuju kamar tidurnya , sebenarnya ia enggan masuk kesana , tapi ia harus mengambil seragamnya di lemari pakaian ,


Pelangi membuka pintu kamar perlahan , nampak Surya yang tengah mengenakan pakaian , rambutnya basah seperti habis keramas , Pelangi berjalan menghampiri lemari pakaian , membuka nya dan mengambil pakaian seragamnya , kemudian bergegas keluar dari kamar tidurnya tanpa menghiraukan Keberadaan Surya ,


Begitu pun dengan Surya ia hanya menatap Pelangi sekilas sambil mengaitkan kancing kemejanya ,


Saat tengah menutup pintu kamar , Pelangi melihat Asri yang tengah berjalan kearah nya ,


" Maaf mbak , saya mau ikut mandi " ujar Asri ,


" Oh ya , silahkan , kamar mandinya ada di sana " Pelangi menunjuk ke arah dapur , yang di angguki oleh Asri ,


" Anak - anak , Tante bawa oleh - oleh buat kalian , nanti oleh - olehnya di makan ya " Asri berusaha mengakrabkan diri dengan Kinan , Rara dan Dimas ,


Ketiganya saling menatap , tak lama kemudian Kinan menganggukkan kepalanya yang di ikuti oleh kedua adiknya ,


Asri mengulas senyum melihat reaksi ketiga anak dari kekasih nya ,


" Kita berangkat sekarang ? " ajak Surya pada Asri , yang di angguki oleh Asri ,


" Tante pergi dulu ya , jangan lupa dimakan oleh - olehnya " Ujar Asri sok akrab ,


Ketiganya hanya menatap tanpa merespon ,


" Mba ,,,,," Asri memanggil Pelangi dari depan pintu kamar , tak lama berselang pintu kamar terbuka , nampak Pelangi muncul lengkap dengan pakaian dril nya yang kontras dengan kulit putih mulusnya ,

__ADS_1


" Andai nya Asri menyadari , sebenarnya ia kalah cantik dari Pelangi , tapi mengapa Surya bisa jatuh hati pada Asri yang biasa - biasa saja ,


" Mba , saya pamit pulang , terima kasih sudah diperbolehkan menginap disini " tutur Asri ,


" Iya " jawab Pelangi singkat , keduanya pun bersalaman ,


Pelangi mengantar keduanya hingga pintu depan , ditatapnya punggung kedua orang yang telah menorehkan luka dihatinya , berjalan beriringan , seolah tak ada beban atau pun rasa bersalah dalam diri keduanya ,


" Apa Surya tidak berpikir , kalau tindakannya membawa asri kerumah akan mengundang masalah " batin Pelangi ,


Pelangi harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi pada bahtera rumah tangganya ,


Tak lama berselang Ami datang , saat memasuki rumah dilihatnya Pelangi yang tengah duduk termenung di meja makan ,


" Assalamu'alaikum " suara Rahayu membuyarkan lamunan Pelangi ,


" Bunda " sapa Pelangi ,


" Pagi - pagi kamu sudah melamun , ada apa ? " tegur Rahayu ,


" Bun , maafin Pelangi kalo Pelangi ada salah sama bunda " Pelangi menghambur ke dalam pelukan sang Bunda , tangisnya pecah seketika ,


Anak - anak yang sedang berada diruang tv pun berlari ke arah suara tangis sang mama , mereka tak kuasa melihat sang mama menangis pilu dalam pelukan sang nenek ,


" Kamu yang tenang Pelangi , kasihan anak - anak kamu jangan sampe mereka ikut ikut kepikiran tentang orangtuanya " Rahayu berusaha memberi pengertian pada Pelangi ,


" Sebaiknya kamu berangkat sekolah dulu , kasihan anak - anak kamu kalau bolos terus , nanti pulang sekolah kamu cerita sama bunda " tutur Rahayu , yang di angguki oleh Pelangi ,


Pelangi menyeka air matanya , merapihkan riasan diwajahnya , kemudian mengajak ketiga buah hatinya berangkat setelah berpamitan pada sang Bunda ,


" Tuhan ujian apa lagi yang Engkau timpakan atas putri hamba " gumam Rahayu yang tengah menatap kepergian Pelangi dan ketiga cucunya ,


Dalam perjalanan ke sekolah , Pelangi hanya terdiam , kedua tangannya saling meremas ,

__ADS_1


" Mama kenapa. nangis ma , apa papa pukul mama lagi ? " tanya Kinan ,


" Ngga kok sayang , papa ngga ngapa - ngapain mamah " senyum Pelangi , ia berusaha menyembunyikan kesedihannya , tapi tetap saja pancaran mata Pelangi tak bisa membohongi siapapun , nampak jelas mendung menggelayut di wajah Pelangi yang keibuan ,


__ADS_2