Lara Hati Pelangi

Lara Hati Pelangi
Episode 71


__ADS_3

lima belas menit berselang Pelangi dan Surya telah sampai dikediaman ibunda Pelangi ,


" Assalamu'alaikum ! " keduanya unjuk salam ,


" Wa'alaikumsalam , kalian ayo masuk ! " jawab Mentari sekaligus mempersilahkan keduanya masuk ,


" Kalian pagi - pagi sudah kemari , apa kalian nggak kerja ? " tanya Mentari ,


" Enggak kak , kita berdua sengaja ambil cuti " sahut Pelangi ,


" Bunda mana kak ? " tanya Pelangi , matanya mencari - cari sosok sang bunda di seputar ruangan ,


" Ada dibelakang " ujar Mentari ,


" Aku mau ke belakang dulu nyamperin bunda ya kak " ujar Pelangi meninggalkan Surya diruang tamu , yang diangguki oleh Surya ,


Tiba di ambang pintu dapur , dilihatnya sang bunda yang tengah memotong sayuran ,


" Assalamu'alaikum Bun " Pelangi mengucap salam seraya menghampiri sang bunda , diraihnya tangan sang bunda dan mencium punggung tangannya ,


" Pelangi , kamu sehat nak ? " tanya sang bunda ,


" Alhamdulillah sehat Bun , bunda sehat kan ? " Pelangi balik bertanya ,


" Alhamdulillah , seperti yang kamu lihat " tutur bunda ,


" kamu dengan siapa kesini , apa kamu ngga kerja nak ? " telisik bunda ,


" Pelangi kesini sama ka Surya Bun , kebetulan hari ini kita berdua ambil cuti " sahut Pelangi ,


" Bun , Pelangi kesini mau kasih kabar buat bunda " ujar Pelangi seraya mengulas senyum ,


" Kabar apa nak , bunda jadi penasaran " ujar bunda ,


" Bunda akan punya cucu baru " ungkap Pelangi dengan mata yang berbinar ,


" Maksud kamu,,,,,kamu sedang mengandung Pelangi ?? " bunda memastikan ,


Pelangi mengangguk membenarkan ,


" Alhamdulillah ya Alloh,,,,selamat ya nak , semoga kamu dan kandungan mu sehat " keduanya saling berangkulan ,

__ADS_1


" Aamiin,,,,,! " Pelangi mengaminkan doa sang bunda ,


" Wahhh,,,,,ada apa ini , koq pake acara peluk - pelukan segala " tiba - tiba Mentari muncul menghampiri kedua ibu anak itu ,


Pelangi dan bunda pun mengurai pelukan mereka ,


" Kamu mau punya keponakan baru Tari " ujar bunda ,


" Benarkah,,, ? , Alhamdulillah ,,,,,selamat ya Pelangi , semoga kalian sehat hingga saat melahirkan nanti " Kali ini gantian mentari yang memeluk Pelangi ,


" Aamiin,,,,makasih kak ! " ucap Pelangi ,


Akhirnya Pelangi memutuskan membantu sang bunda memasak untuk santap siang ,


Dua jam kemudian ,


usai santap siang bersama , Pelangi dan Surya pamit undur diri dari kediaman om Joe , Surya sudah tidak sabar ingin memberitahukan perihal kehamilan Pelangi pada kedua orang tuanya ,


Setelah berpamitan pada ibunda , kakak dan kakak ipar beserta para keponakan , Pelangi dan Surya meninggalkan kediaman Joe ,


Saat ini keduanya telah tiba dikediaman orang tua Surya ,


" Assalamu'alaikum " , keduanya mengucap salam , yang disahuti oleh ibunda Surya ,


" Alhamdulillah , Pelangi baik - baik aja koq bu " tutur Pelangi ,


" Syukurlah kalo be,,,,,,,," belum sempat ibunda Surya menyelesaikan perkataannya Surya memotongnya ,


" Tapi kita mau kasih kabar gembira buat ibu " ujar Surya ,


" kabar apa ? " ibunda Surya penasaran ,


" Ibu akan segera punya cucu "


" Itu artinya ? " ibunda Surya terperangah ,


Surya dan Pelangi mengulas senyum membenarkan kebingungan ibunda Surya ,


" Alhamdulillah,,,,,,aku akan jadi nenek " ibunda Surya mengucap syukur seraya menghambur memeluk Pelangi , yang disambut hangat oleh Pelangi ,


" Kamu baik - baik disana ya Utun , jaga kandungan juga kesehatan kamu ya nak " tutur ibunda Surya yang di angguki oleh Pelangi ,

__ADS_1


" Sur , jaga menantu sama calon cucu ibu baik - baik , jangan sampai kenapa - kenapa " pesan ibu pada Surya ,


" Siap ibu,,,,," sahut Surya ,


" Pelangi permisi ke kamar dulu ya Bu " pamit Pelangi pada ibu mertuanya ,


" Ya,,,,,kamu istirahat sana , jangan terlalu cape " pesan ibu pada Pelangi ,


Pelangi dan Surya pun berlalu dari hadapan wanita paruh baya itu ,


Tiba dikamar mereka , Pelangi duduk dibibir tempat tidur , tak lama kemudian Surya pun turut duduk disamping Pelangi ,


" Akhirnya kita akan menjadi orang tua " Surya mengusap - usap perut Pelangi


" Kamu baik - baik didalam sana ya sayang , kami akan sangat merindukan saat kelahiran mu tiba " ujar Surya sembari mencium perut Pelangi ,


" Terima kasih sayang , kamu sudah mau mengandung anakku " ucap Surya seraya mengecup kening Pelangi ,


" Anak kita kak " tegas Pelangi , keduanya mengulas senyum bahagia ,


Malam harinya ,


Ibunda Surya memberitahukan kabar kehamilan sang menantu kepada suami dan adik - adik Surya , kabar ini tentu saja membuat ayahanda Surya senang , karena akhirnya ia memiliki cucu , selama ini ia hanya mendengar cerita teman - teman sejawatnya yang selalu menceritakan kebahagiaan mereka dengan cucu - cucu mereka , adik - adik Surya pun turut berbahagia untuk kakak juga kakak iparnya , kecuali dua adik perempuan Surya yang sedari awal memang tidak pernah memperlakukan Pelangi dengan baik ,


Sementara didalam kamar , Pelangi tidak bisa memasukkan makanan apapun kedalam mulutnya , ia hanya mengkonsumsi susu ibu hamil dan minum teh manis hangat untuk bisa menghilangkan rasa sebal di mulutnya ,


Surya pun berusaha membujuk Pelangi agar mau makan walaupun sekedar cemilan , namun usahanya sia - sia , Pelangi tetap menolak karena sekeras apa pun ia berusaha perutnya seolah menolak makanan yang ditelannya ,


" Sayang,,,,,kamu mau makan apa nak , mama masih bisa menahan lapar , tapi kamu,,,,kamu membutuhkan asupan gizi dan nutrisi " Pelangi berusaha untuk melakukan kontak batin dengan jabang bayi yang tengah dikandungnya ,


Hari semakin larut , Pelangi pun nampak sudah terlelap seraya memegangi perutnya ,


Surya yang tengah menonton TV menoleh kearah dimana sang istri tengah berbaring , tak ada tanda pergerakan dari sang istri , Surya bergegas bangkit dari duduknya berjalan menghampiri Pelangi , diselimuti nya tubuh Pelangi , ditatapnya wajah sang istri yang nampak pucat namun auranya semakin terlihat cantik , diusapnya puncak kepala Pelangi penuh kasih dan mendaratkan kecupan di kening Pelangi ,


Surya kembali berjalan menghampiri televisi lalu mematikannya , ia memutuskan untuk tidur menemani sang istri , Surya beranjak keatas tempat tidur membaringkan tubuhnya disamping Pelangi ,


Ditatapnya wajah Pelangi yang terlelap , terdengar jelas dengkuran halus dari mulut Pelangi , tanpa sadar Surya mengulas senyum ,


" Kamu tau sayang , aku tidak menyangka kamu bisa secepat ini membuka hatimu untuk aku , bahkan kini kamu tengah mengandung anakku , penerus keluarga besar Kusuma Wijaya , sungguh semua diluar dugaan " batin Surya ,


" Terima kasih Tuhan telah memberiku kesempatan untuk menjadi pendamping hidup Pelangi , bahkan Engkau memberikan anugerah terindah dengan menghadirkan calon bayi dalam kandungan Pelangi " Surya berucap syukur ,

__ADS_1


" Terima kasih sayang kamu sudah hadir di kehidupan kami , semoga kamu tumbuh sehat dan kuat didalam sana , dan menjadi penguat hubungan antara papa dan mama mu " ucap Surya seraya mengelus perut sang istri ,


Malam semakin larut , Surya tak mampu lagi menahan rasa kantuk yang mulai menderanya , perlahan Surya pun mulai memejamkan matanya , kini keduanya pun telah terlelap dibuai mimpi malam , berharap esok pagi menjadi awal yang baik memulai hari , menyongsong asa dan impian bersama keluarga kecil nya ,


__ADS_2