
Semenjak tinggal dirumah sewa , hampir setiap hari Rahayu datang ke rumah Pelangi untuk membantu Pelangi , meskipun Pelangi sudah melarangnya namun Rahayu teguh pada pendiriannya ,
Saat ini Rahayu bertugas menjaga dan memasak untuk putra - putri Mentari , karena beberapa bulan yang lalu Mentari di lamar oleh Pria yang masih memiliki ikatan darah dengan Ismail suami dari Senja ,
Pria blasteran indo Belanda yang berstatus duda beranak dua yang notabene ditinggal mati oleh istrinya ,
Setelah resmi di nikahi Mentari diboyong oleh sang suami ke negeri kincir angin untuk menetap dan menjadi warga negara Amsterdam ,
Sebenarnya Pelangi senang bundanya datang ke rumah , ia jadi punya teman ngobrol , namun di satu sisi ia tidak enak hati dengan Senja , ia tidak ingin kakaknya mengira jika dirinya mempekerjakan sang bunda di kediamannya ,
Satu tahun berlalu , kehidupan rumah tangga Pelangi dan Surya aman terkendali , perekonomian rumah tangga Pelangi mulai stabil , kebutuhan anak - anak terpenuhi mereka pun tumbuh sehat ,
Anak - anak pun mulai kerasan tinggal di tempat barunya , selain suasana lingkungannya yang nyaman , mereka juga mulai memiliki banyak teman yang baik ,
namun sayang , biduk rumah tangga Pelangi harus kembali dirundung permasalahan , akhir - akhir ini sepulang dari tempat kerjanya Surya sering marah - marah , bahkan ia tak segan melampiaskan kemarahannya pada Pelangi dan ketiga buah hatinya ,
Di suatu pagi , entah apa awal permasalahannya Pelangi pun tak mengerti , saat tengah sarapan tiba - tiba saja Surya menepis piring diatas meja yang berisi nasi goreng hingga jatuh ke lantai ,
" Pelangi,,,,,! , kamu ikhlas ngga sih bikin nasi goreng buat suami ! " hardik Surya ,
Pelangi yang terkejut mendengar suara piring pecah berlari dari dapur menghampiri Surya ,
" Apa maksud Kakak , aku masak nasi goreng seperti biasa , aku membuatnya dengan sepenuh hati " sanggah Pelangi ,
" Nasi goreng kamu itu ngga enak ngga seperti biasanya ! " seru Surya ,
" Tapi anak - anak ngga bilang kalo nasi gorengnya ngga enak " Pelangi membela diri ,
Keduanya tidak menyadari jika Rahayu sudah berdiri diambang pintu dapur ,
Sementara ketiga anak mereka duduk di tepian ranjang menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya dengan ketakutan ,
Diam - diam Rahayu menghampiri kompor , didapatinya nasi goreng yang tersisa di dalam wajan lalu mencicipinya ,
" Nasi gorengnya enak , tapi kenapa Surya bilang ngga enak ? " tanya Rahayu dalam hatinya ,
" Anak - anak kamu memang bodoh dia ngga mau nyakitin kamu makanya mereka ngga protes ! " hardiknya lagi ,
__ADS_1
" Mungkin lidah kak Surya yang sedang bermasalah " Pelangi berusaha membela diri ,
" Kamu ini ,,,,! , memang bisanya cuma ngelawan sama suami,,,,! " tuding Surya seraya berlalu dari sana dan
" Blughh,,,,! " Surya menutup pintu, saking kuatnya hingga membuat dinding rumah bergetar ,
" Astaghfirullah,,,," Pelangi mengusap dadanya ,
" Ya Tuhan,,,,,cobaan apa lagi yang menimpa rumah tangga putri hamba " Rahayu merasa iba dengan nasib putrinya ,
" Ma , papa kenapa ma ? " Isak ketiga buah hatinya seraya menghambur memeluk Pelangi yang baru saja menghempaskan tubuhnya di kursi ,
" Assalamu'alaikum ! " Rahayu menghampiri Pelangi dan ketiga cucunya ,
" Ami,,,,,! " ketiganya berpindah memeluk nenek mereka ,
" Bunda,,,,! " sontak Pelangi menoleh ke arah belakang tepat dimana Rahayu berdiri ,
" Kalian yang sabar ya,,,,,kalian ngga boleh cengeng , kalian harus membuat ibu kalian bangga " Rahayu mencoba menenangkan ketiga cucunya ,
" Kamu yang kuat Pelangi , Allah sedang kembali menguji kesabaran kamu , pasrahkan saja semua pasti ada hikmahnya " Rahayu berusaha menguatkan putrinya ,
" Sebentar bunda , Pelangi mau bersihkan dulu pecahan piringnya " Pelangi hendak berjongkok , namun Rahayu mencegahnya ,
" Sudah , biar ini bunda yang mengerjakan , nanti kalian terlambat ke sekolah " tutur Rahayu
" Maaf Bun , Pelangi jadi merepotkan bunda " ucapnya ,
" Sudah , jangan di pikirkan sana berangkat ! " titah Rahayu ,
" Iya Bun , ayo kita berangkat " Pelangi mengajak ketiga buah hatinya , setelah menyalami Rahayu keempatnya pun meninggalkan Rahayu seorang diri ,
Selepas kepergian Pelangi dan ketiga cucunya , tanpa menunggu lama , Rahayu membersihkan serpihan piring dan nasi yang berserakan akibat ulah Surya , lalu merapihkan ruangan yang sedikit berantakan dan mencuci piring kotor bekas sarapan ,
" Ya Tuhan,,,,jangan biarkan putri hamba mengalami nasib yang serupa dengan hamba , cukup hamba yang merasakan sakitnya di khianati dan berbagi suami " gumam Rahayu pilu
Setelah selesai , Rahayu mengunci jendela dan pintu kediaman Pelangi kemudian kembali ke kediaman Mentari , selepas Dzuhur nanti Rahayu akan kembali ke kediaman Pelangi untuk membukakan pintu , karena kunci rumah Pelangi ada padanya ,
__ADS_1
@@@@@
Bel sekolah berdering , jam sekolah telah berakhir , Seperti biasa Pelangi dan ketiga buah hatinya akan mampir lebih dulu ke pasar untuk membeli sayuran dan bahan makanan lainnya ,
Tempat tinggal Rahayu kali ini sangat strategis , karena letaknya yang berdekatan dengan pasar tradisional dan ada sekolah serta rumah sakit yang tidak terlalu jauh ,
Selesai berbelanja , ketiga anaknya membawakan belanjaan yang baru saja dibeli sang mama , sementara Pelangi melenggang kangkung ,
" Terima kasih Tuhan,,,,hamba masih memiliki putra - putri yang mampu menghibur dan menguatkan hamba " batin Pelangi ,
Begitu tiba di depan rumah , nampak pintu rumah sedikit terbuka , Rahayu sudah lebih dulu tiba disana sebelum Pelangi ,
Selepas shalat Dzuhur Pelangi menyiangi sayuran yang dibantu oleh Rahayu ,
sementara ketiga buah hatinya setelah berganti pakaian mengerjakan tugas sekolah ,
" Pelangi , sepertinya terjadi sesuatu dengan Surya , dia nggak mungkin bersikap seperti tadi pagi kalo tidak ada penyebabnya " Rahayu memulai pembicaraan ,
" Ibu tahu kejadian tadi pagi ? " Pelangi terkejut ,
" Saat Surya marah - marah tadi ibu sudah ada di dapur , dan diam diam ibu mencicipi nasi goreng yang masih tersisa di wajan , dan ngga ada yang salah dengan nasi gorengnya , rasanya enak kok " jelas Rahayu ,
" Maaf ya Bun , bunda harus menyaksikan pertengkaran antara Pelangi sama kak Surya , Pelangi juga ngga ngerti kenapa dia seperti itu " Pelangi nampak bingung ,
" Kamu yang sabar ya Pelangi , bunda yakin kamu bisa mengatasi semuanya "
" Doakan Pelangi ya Bun, supaya Pelangi kuat " Pelangi meminta restu sang bunda ,
" Pasti,,,,, ibu akan selalu mendoakan kamu , semua anak - anak bunda akan selalu dalam doa ibu " ujar Rahayu ,
Sore hari , usai membantu Pelangi memasak , Rahayu pamit pulang karena harus menyiapkan makan untuk anak - anak Mentari ,
Selepas menata semua makanan di meja makan , Pelangi pergi untuk membersihkan tubuhnya ,
Pelangi baru saja keluar dari kamar mandi , ditatapnya Jam dinding , jarum jam menunjuk ke angka 17.00 sore , Pelangi melangkah keluar rumah mencari keberadaan ketiga buah hatinya ,
Dari kejauhan nampak ketiga anaknya tengah bermain di tanah lapang bersama teman - teman seusia nya ,
__ADS_1
" Kinan,,,,Rara,,,Dimas,,,,! , pulang Yo , udah sore " Ketiga anaknya menoleh ke arah suara ,
" Iya ma " seru ketiganya , ketiganya meninggalkan tanah lapang seraya berpamitan pada kawan bermain mereka ,