
Satu minggu terlewati sudah , tak ada yang berubah dalam keseharian Pelangi , Perlakuan Jingga pun semakin melampaui batas ,
Seperti biasa pukul 02.00 dini hari Jingga membangunkan Pelangi , kali ini Jingga membangunkan Pelangi dengan menggunakan batang sapu ijuk ,
" Bangun kamu,,,,,! , sana masak,,,,! , jangan pernah mencoba mencari perhatian dan belas kasihan dari mas Ismail ! " ancam Jingga ,
Bukannya keluar dari kamar Pelangi , Jingga justru naik ke atas ranjang milik Pelangi , membaringkan tubuhnya di sana dan kembali tertidur ,
Dengan Perasaan tak menentu Pelangi berlalu dari kamarnya , berjalan menuju dapur , dan mulai memasak ,
Ini bukan yang pertama tapi sudah terjadi berulang kali , sementara Pelangi memasak untuk makan sahur , di dalam sana Jingga enak - enakan tidur , dan akan bangun saat sang suami terbangun ,
Di atas meja dapur sudah tersedia bahan sayuran plus lauk dan nasi sisa berbuka semalam yang harus Pelangi hangatkan untuk dirinya santap saur , sementara makanan yang di baru di masaknya khusus untuk santap sahur Jingga beserta suami dan anaknya ,
Saat duduk di meja makan , Ismail penasaran karena tak pernah melihat Pelangi ada di meja makan baik untuk santap sahur mau pun berbuka ,
Ismail tidak lagi bertanya pada Jingga sang istri ,
" Pelangi,,,,,,! " Ismail memanggil adik iparnya itu ,
" Iya mas,,,,! " Pelangi keluar dari dapur menghampiri kakak iparnya ,
" Kamu nggak sahur Pelangi ? " selidik Ismail ,
" Maaf mas , saya sudah sahur duluan tadi di dapur " sahut Pelangi ,
" Kenapa ? , kenapa harus di dapur ? , apa kamu nggak suka makan sama kami keluargamu di meja makan ? " tegur Ismail ,
" Bukan seperti itu mas , Pelangi hanya ,,,,," belum sempat Pelangi melanjutkan perkataannya ,
" Mulai besok kamu berbuka dan makan sahur disini ! titah Ismail yang di angguki oleh Pelangi ,
" Pelangi permisi kembali ke dapur mas " pamit Pelangi ,
" Ya sudah,,,,! " sahut Ismail ,
" Kalo anaknya lebih nyaman makan di dapur kenapa harus di permasalahkan sih mas ! " ujar Jingga ,
" Jelas masalah , dia adik kita bukan pembantu ! " tegas Ismail ,
__ADS_1
" Apa sih istimewanya anak itu , sepertinya semua orang selalu memujinya ! " gerutu Jingga dalam hati ,
Sambil menunggu waktu subuh , Pelangi memilah pakaian kotor untuk di rendam , dan mencucinya selepas shalat subuh nanti ,
Siang hari saat Pelangi baru saja merebahkan tubuhnya ,
" Brakk ,,,,,! " Jingga membuka pintu kamar Pelangi dengan kasar , sontak Pelangi bangkit dari posisi berbaring nya dan duduk di tepi ranjang ,
" Kakak,,,,! " seru Pelangi ,
" Heh,,,,kamu mikir nggak sih,,,,! , kamu itu udah numpang hidup di sini ! ,
aku yang biayain sekolah kamu ! , kalo bukan karena aku kamu nggak bakalan seperti sekarang , jadi nggak usah banyak tingkah ! , hardik Jingga ,
" Apa salah Pelangi kak ? " Pelangi bingung dengan sikap Jingga ,
" jangan pernah berusaha menarik simpati mas Ismail dengan wajah kamu yang sok polos itu ! , Jangan pernah kamu turutin kemauan mas Ismail , apa lagi cari muka di depan mas Ismail ! " Jingga mengarahkan jari telunjuknya di depan wajah Pelangi ,
" Bluggh ,,,,, ! " Jingga berlalu sambil membanting pintu kamar Pelangi ,
" Ya Allah ,,,,,apa kesalahan yang sudah aku perbuat sampai kak Jingga memarahi aku seperti barusan " desah Pelangi , merangkum wajahnya dengan kedua tangannya ,
Dia memang menumpang hidup dan berhutang Budi pada Jingga kakaknya , namun bukan berarti Jingga bisa memperlakukan Pelangi sesuka hatinya dan menginjak - injak harga dirinya ,
Dengan berurai air mata Pelangi bangkit dari ranjangnya , membuka lemari pakaiannya , diraihnya satu setel pakaian tidurnya , menggulungnya hingga sebesar genggaman tangannya ,
Ia melangkah keluar dari kamarnya , mengayunkan langkahnya meninggalkan kediaman Jingga menuju kediaman Mentari dengan membawa luka yang menganga ,
Pelangi menyeka setiap bulir air matanya agar tidak terjun bebas dari kedua kelopak matanya , beberapa langkah mendekati kediaman Mentari Pelangi menyeka matanya , menyamarkan wajah sedihnya dengan menunjukkan wajah ceria dan senyum merekah ,
Tiba di depan kamar sang bunda , Pelangi mendapati sang bunda yang tengah berbaring di ranjangnya , dengan posisi membelakangi pintu kamar ,
Pelangi melangkah menghampiri ranjang dan membaringkan tubuhnya di balik punggung sang bunda , Rahayu yang merasakan pergerakan di punggungnya perlahan membuka matanya dan membalikkan tubuhnya menghadap Pelangi ,
" Kamu Pelangi,,,,,! " tegur ibu ,
" Pelangi ganggu tidur Bunda ya,,,,? " tutur Pelangi ,
" Enggak,,,,,! " Ujar Rahayu kembali memejamkan matanya ,
__ADS_1
Pelangi pun turut memejamkan matanya , namun Pelangi tak mampu membendung air matanya , berulang kali Pelangi menghela nafas untuk mengendalikan tangisnya ,
Rahayu yang menyadari hal itu , tanpa sepengetahuan Pelangi Rahayu membuka matanya , ia menangkap basah air mata yang keluar dari ujung kelopak mata putrinya ,
" Apa yang terjadi dengan kamu Pelangi , apa Jingga menyakiti kamu lagi , kamu berusaha menyembunyikan tangis mu dari semua orang tapi tanpa kamu sadari air matamu tengah memberitahu bunda jika sudah terjadi sesuatu ,
" Jangan simpan sedih mu sendirian Pelangi , kamu masih punya bunda , menangis lah bunda ada disini buat kamu " Rahayu mengusap puncak kepala Pelangi ,
Pelangi menghamburkan diri memeluk sang bunda , menangis dalam pelukan sang bunda , meluapkan kesedihannya , yang disebabkan oleh kakak kandungnya ,
" Apa salah dan dosa Pelangi bunda hingga Pelangi harus selalu merasakan sakit hati ! " rintih Pelangi di sela Isak tangisnya ,
" Kamu yang sabar Pelangi , Tuhan sedang menguji kesabaranmu , ini semua sudah kehendak Tuhan , kamu yang ikhlas ya,,,, bunda yakin Kamu gadis yang kuat kamu pasti bisa melewatinya ! " Rahayu berusaha menguatkan putrinya ,
Tanpa keduanya sadari , seseorang tengah memperhatikan kedua anak dan ibu yang tengah berpelukan itu , rintihan Pelangi membuat hatinya turut tersayat pilu ,
" Apa lagi yang di perbuat Jingga hingga Pelangi menangis sesenggukan ! " batin Mentari ,
Mentari mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar sang bunda , ia tak ingin mengganggu mereka , Mentari tahu saat ini Pelangi sangat membutuhkan Bundanya ,
Mentari kembali ke kamarnya , menghampiri Joe Yaang tengah duduk di sofa kamar ,
" Mas,,,,,kayaknya Jingga berulah lagi ! " tutur Mentari ,
" Berulah gimana ? " Joe heran ,
" Barusan saya mau ke kamar bunda , tapi begitu sampai depan pintu kamar bunda , saya denger Pelangi sedang menangis tersedu di pelukan bunda " Mentari menceritakan apa yang di lihatnya baru saja ,
" Ya sudah , nanti kita coba bicara dengan Pelangi dan segera mencari jalan keluarnya agar Pelangi bisa secepatnya keluar dari kediaman kakakmu yang egois itu ,
Sementara di kamar Rahayu ,
" Bun,,,,apa Pelangi boleh membuat satu permintaan ? " pinta Pelangi ragu ,
" Apa itu Pelangi ? " tanya ibu ,
" Apa bisa hari pernikahan Pelangi di percepat ? " Pelangi mengajukan permintaannya ,
" Kenapa ? , kenapa kamu ingin mempercepat pernikahan kamu Pelangi ? ". tanya bunda heran ,
__ADS_1
Pelangi terdiam sejenak , ia mencoba mencari kata - kata yang tepat untuk di sampaikan kepada bundanya agar yang keluar dari bibirnya tidak menyalahkan atau menyudutkan siapa pun ,